Dai Hanan Satria, S.Sos., M.H. bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah sebagai seorang dai pada tahun 1438 H, bertepatan dengan tahun 2017 M. Ia ditempatkan di lingkungan dakwah yang dinamis di Jorong Surau Kamba, Nagari Ampang Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, Provinsi Sumatera Barat. Selama menjalankan amanah dakwah, beliau telah mengabdikan waktu dan tenaganya dalam berbagai kegiatan pembinaan keagamaan, pendidikan Al-Qur’an, serta pelayanan kepada masyarakat. Secara keseluruhan, pengabdiannya bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah telah berlangsung kurang lebih 10 tahun. Beliau menyelesaikan pendidikan jenjang Sarjana (S1) di STAI As-Sunnah pada tahun 2017.
Program Dakwah
Dalam menjalankan tugas dakwahnya, Dai Hanan Satria terlibat dalam berbagai program yang menyentuh beragam lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, hingga masyarakat umum. Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyampaian ceramah, tetapi juga mencakup pendidikan, pembinaan, pengajaran Al-Qur’an, serta pendekatan sosial dan kemasyarakatan.
1. Pengajaran Remaja dan Masyarakat Umum
Dai Hanan memberikan pengajaran dan pembinaan kepada remaja serta masyarakat umum dengan tujuan membantu membentuk karakter yang kuat, akhlak yang baik, dan pemahaman agama yang benar. Pembinaan dilakukan melalui berbagai majelis ilmu dan kegiatan keagamaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
2. Ceramah Rutin dan Dauroh
Beliau aktif menyampaikan ceramah rutin dan mengikuti berbagai kegiatan dauroh sebagai sarana memberikan wawasan keislaman kepada masyarakat. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat keimanan, meningkatkan pengetahuan agama, serta memberikan bekal kepada masyarakat dalam menjalankan kehidupan sesuai dengan tuntunan Islam.
3. Khutbah Jumat
Sebagai bagian dari pelayanan keagamaan kepada masyarakat, Dai Hanan juga aktif menjadi khatib Jumat. Melalui khutbah, beliau menyampaikan nasihat, arahan moral, dan penguatan spiritual yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi jamaah.
4. Pembelajaran bagi Anak-Anak
Perhatian terhadap generasi muda menjadi salah satu bagian penting dari kegiatan dakwahnya. Dai Hanan turut memberikan pembelajaran kepada anak-anak sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap agama, Al-Qur’an, serta membentuk akhlak yang baik sejak usia dini.
5. Pembinaan Majelis Taklim
Dai Hanan juga memberikan pembinaan secara intensif kepada sejumlah majelis taklim di sekitar lokasi dakwahnya. Pembinaan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman agama dan memperkokoh ketakwaan masyarakat sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.
6. Dakwah Melalui Media Sosial dan Ponsel
Seiring perkembangan teknologi dan pola komunikasi masyarakat, dakwah juga dilakukan melalui media sosial dan perangkat komunikasi. Pemanfaatan media tersebut menjadi salah satu sarana untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas dan menyampaikan pesan-pesan keislaman secara lebih mudah.
7. Dakwah di Berbagai Lembaga dan Ruang Publik
Dai Hanan turut mengisi kegiatan keagamaan di berbagai lembaga dan ruang publik, termasuk radio, televisi, lembaga pemasyarakatan, serta kegiatan pernikahan. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan dakwah kepada berbagai lapisan masyarakat.
8. Pembentukan Sanggar Al-Qur’an dan Keagamaan
Salah satu perhatian penting dalam dakwahnya adalah pembinaan generasi muda melalui pembentukan sanggar Al-Qur’an dan kegiatan keagamaan di sekolah-sekolah umum atau negeri. Program ini menjadi sarana bagi para pelajar untuk mendapatkan pembinaan Al-Qur’an dan pemahaman agama di lingkungan pendidikan mereka.
9. Silaturahmi dan Kunjungan kepada Tokoh Masyarakat
Dai Hanan juga melakukan kunjungan dan silaturahmi kepada para pemimpin serta tokoh masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan dakwah untuk membangun hubungan yang positif sekaligus membuka ruang kerja sama dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
Perkembangan Dakwah dan Penerimaan Masyarakat
Seiring berjalannya waktu, aktivitas dakwah Dai Hanan Satria berkembang dan mendapat kepercayaan dari berbagai lapisan masyarakat. Perkembangan tersebut terlihat dari semakin luasnya ruang pengabdian beliau, baik sebagai penceramah, khatib, imam, pembina keagamaan, maupun pendamping kegiatan pendidikan Al-Qur’an.
Beliau dipercaya menjadi penceramah, khatib, dan imam rawatib di Masjid Abu Hurairah, Masjid Yayasan Nomor 56, yang berada di Kecamatan Ampek Angkek, Provinsi Sumatera Barat. Selain itu, beliau juga menjadi penceramah di sekitar 17 lokasi di wilayah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, dengan memberikan pembinaan kepada ibu-ibu, bapak-bapak, remaja, dan anak-anak.
Dalam lingkup yang lebih luas, Dai Hanan juga dipercaya menyampaikan pembinaan keagamaan di Pusat Militer dan Laboratorium Hewan (Balai Veteriner) Bukittinggi, Sumatera Barat. Beliau turut berperan sebagai tutor agama dan tahfiz di SMAN 1 Canduang, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, serta SMAN 1 Ampek Angkek, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam.
Selain lingkungan sekolah, beliau juga memberikan pembinaan agama dan Al-Qur’an kepada Paguyuban Masyarakat Aceh Bukittinggi-Agam serta menjadi pembina agama dan Al-Qur’an bagi Paguyuban Masyarakat Pariaman di Kota Bukittinggi. Berbagai ruang dakwah tersebut menunjukkan luasnya cakupan pembinaan yang dilakukan, mulai dari lembaga pendidikan hingga komunitas masyarakat.
Capaian dan Kontribusi dalam Dakwah
Dalam perjalanan dakwahnya, Dai Hanan Satria turut berkontribusi dalam membangun dan mengembangkan berbagai lembaga serta wadah pendidikan Al-Qur’an. Salah satu capaian tersebut adalah berdirinya Pusat Tahfiz Al-Qur’an dan Bahasa Arab “Al-Hafiz Ibnu Hajar”, yang pada tahun 1447 H memiliki sekitar 100 siswa.
Beliau juga memiliki dan membina Halaqah Al-Qur’an “Baitul Quran Mardhatillah” dengan jumlah peserta mencapai 300 orang. Selain itu, beliau turut membantu pembangunan Pesantren Tahfidzul Quran Mardhatillah dengan jumlah santri sekitar 50 orang, serta membantu pembangunan Madrasah Tahfidzul Quran Mardhatillah Full Day khusus putri dengan jumlah santri sebanyak 15 orang.
Kontribusi dalam bidang pendidikan juga diwujudkan melalui keterlibatan dalam pembangunan SD Rahmatul Ummi, yang memiliki sekitar 40 murid. Di lingkungan sekolah, beliau turut membina Sanggar Al-Qur’an SMAN 1 Canduang dengan jumlah peserta sebanyak 97 orang dan Sanggar Al-Qur’an SMAN 1 Ampek Angkek dengan jumlah peserta sebanyak 37 orang.
Di tingkat pendidikan nonformal, beliau membina Rumah Quran/TPA Habrur Rabbani yang memiliki sekitar 22 santri. Beliau juga mengasuh kegiatan ekstrakurikuler agama di SMAN 1 Canduang dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang dan ekstrakurikuler agama di SMAN 1 Ampek Angkek dengan jumlah peserta sebanyak 54 orang.
Dalam pembinaan masyarakat, Dai Hanan mengasuh Halaqah Aqidah dan Fiqih Paguyuban Masyarakat Aceh Bukittinggi-Agam dengan jumlah peserta sekitar 150 orang, serta Halaqah Aqidah dan Fiqih Paguyuban Masyarakat Pariaman Bukittinggi dengan jumlah peserta sekitar 250 orang.
Kontribusi dalam Pembinaan Hafalan Al-Qur’an
Salah satu bagian penting dari aktivitas dakwah Dai Hanan adalah pembinaan dan pendampingan masyarakat dalam menghafal Al-Qur’an. Berdasarkan data yang dihimpun, melalui bimbingannya terdapat sekitar 1.000 orang yang telah menghafal 1 juz, 700 orang menghafal 2 juz, 500 orang menghafal 3 juz, dan 400 orang menghafal 4 juz.
Selanjutnya, sekitar 300 orang telah menghafal 5 juz, 200 orang menghafal 10 juz, 100 orang menghafal 20 juz, dan 50 orang telah menghafal 30 juz. Capaian tersebut menggambarkan luasnya keterlibatan masyarakat dalam program pembinaan Al-Qur’an yang dijalankan melalui berbagai halaqah, lembaga pendidikan, sanggar Al-Qur’an, dan kegiatan pembinaan lainnya.
Kontribusi Sosial dan Perubahan di Tengah Masyarakat
Selain pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an, dakwah Dai Hanan juga memberikan perhatian terhadap perubahan perilaku dan kehidupan sosial masyarakat. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 500 keluarga meninggalkan praktik kesyirikan, sementara sekitar 300 keluarga meninggalkan praktik bid’ah melalui proses pembinaan dan dakwah yang beliau lakukan.
Di sisi lain, sekitar 200 keluarga berhenti merokok dan sekitar 100 keluarga berhenti berjudi melalui proses pendampingan dan nasihat keagamaan. Dalam perjalanan dakwahnya, beliau juga tercatat menjadi perantara hidayah bagi 2 orang yang masuk Islam.
Secara keseluruhan, jumlah mad’u atau orang yang mendapatkan pembinaan dan dakwah melalui berbagai aktivitas Dai Hanan Satria mencapai sekitar 2.500 orang. Angka tersebut mencakup masyarakat dari berbagai latar belakang, mulai dari anak-anak, pelajar, remaja, orang tua, komunitas masyarakat, hingga jamaah di berbagai majelis dan lembaga.
Perjalanan Dai Hanan Satria bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menjadi bagian dari ikhtiar panjang dalam menghadirkan dakwah yang dekat dengan masyarakat, menguatkan pendidikan Al-Qur’an, membina generasi muda, serta membangun lingkungan yang mendukung tumbuhnya kehidupan beragama. Berbagai program yang dijalankan menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya berlangsung melalui mimbar, tetapi juga melalui pendidikan, pembinaan keluarga, pengembangan lembaga Al-Qur’an, silaturahmi, dan pelayanan kepada masyarakat.
Semoga Allah ﷻ memberikan keberkahan atas setiap langkah dakwah yang telah dilakukan, menerima setiap amal kebaikan, serta menjadikan ilmu, pembinaan, dan generasi yang tumbuh melalui program-program tersebut sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Semoga Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah senantiasa diberikan kemampuan untuk melanjutkan amanah dakwah dan kemanusiaan di berbagai wilayah, serta menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.




Leave a Reply