Category: Tajuk Dai

  • Dai Akbar Anand Hasibuan, S.Pd.: Menguatkan Dakwah, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pembinaan Al-Qur’an di Langkat dan Binjai

    Dai Akbar Anand Hasibuan, S.Pd.: Menguatkan Dakwah, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pembinaan Al-Qur’an di Langkat dan Binjai

    Dakwah merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan ilmu dan nilai-nilai Islam. Melalui dakwah yang dilakukan secara berkesinambungan, masyarakat tidak hanya mendapatkan penyampaian ilmu, tetapi juga memperoleh bimbingan untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dai yang terus mengambil bagian dalam perjalanan dakwah tersebut adalah Akbar Anand Hasibuan, S.Pd., dai Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah yang bertugas di wilayah Kabupaten Langkat dan sekitarnya.

    Dai Akbar Anand Hasibuan, S.Pd. bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah sebagai dai pada tahun 1443 H / 2022 M. Sejak saat itu, ia menjalankan amanah dakwah di Masjid Umar bin Khattab Kuala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, salah satu masjid yang dibangun melalui program Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah. Hingga saat ini, ia telah mengabdikan dirinya dalam kegiatan dakwah selama kurang lebih lima tahun. Di tengah perjalanan tersebut, ia juga telah menyelesaikan pendidikan terakhirnya pada jenjang S1 di STAI As-Sunnah Deli Serdang, Sumatera Utara, pada tahun 2022.

    Dalam menjalankan tugasnya, Dai Akbar Anand tidak membatasi dakwah hanya pada satu bentuk kegiatan. Pembinaan dilakukan kepada berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja dan remaji, hingga masyarakat umum. Selain menyampaikan kajian dan ceramah, ia juga aktif dalam khutbah Jumat, pembelajaran agama, dakwah melalui media sosial dan telepon seluler, serta penyampaian ceramah pada berbagai kesempatan di lembaga, radio, televisi, lembaga pemasyarakatan, maupun kegiatan masyarakat seperti pernikahan. Kunjungan dan silaturahmi kepada tokoh serta pembesar masyarakat juga menjadi bagian dari pendekatan dakwah yang dijalankan.

    Salah satu perkembangan penting dalam perjalanan dakwah Dai Akbar Anand adalah kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap kegiatan pembinaan yang dilakukannya. Di Masjid Umar bin Khattab Kuala Air Hitam, ia dipercaya sebagai penceramah, khatib, sekaligus imam rawatib. Peran tersebut memberikan kesempatan untuk melakukan pembinaan secara lebih berkesinambungan kepada jamaah, bukan hanya melalui penyampaian khutbah atau kajian, tetapi juga melalui interaksi rutin dalam kehidupan masjid.

    Dakwahnya juga berkembang ke sejumlah masjid di sekitar wilayah tugas. Ia menjadi pemateri dan penceramah di beberapa masjid dan mushalla, di antaranya Masjid Husain Yahya di Langkat, Masjid Taqwa di Langkat, Masjid Al-Munawwarah di Binjai Utara, Masjid Al-Kaffah di Binjai Selatan, Musholla Romlah di Binjai Barat, serta Masjid Abdurrahman bin Auf di Langkat. Selain itu, ia turut menyampaikan materi keagamaan di Lapas Kelas IIA Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara, sehingga dakwah dapat menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang dan kondisi.

    Tidak berhenti pada kajian keislaman, Dai Akbar Anand juga mengembangkan dakwah melalui pendidikan. Salah satu bentuknya adalah pendirian kelas bahasa Arab bagi para remaja di Masjid Al-Kaffah Binjai pada tahun 1448 H. Program ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas pembinaan, khususnya dalam membekali generasi muda dengan kemampuan memahami bahasa Arab sebagai salah satu sarana untuk mendalami literatur dan sumber-sumber keislaman.

    Program pendidikan bahasa Arab juga dikembangkan bagi masyarakat umum melalui kelas bahasa Arab di Masjid Umar bin Khattab pada tahun 1448 H. Kehadiran program tersebut menunjukkan bahwa pembinaan masyarakat diarahkan tidak hanya pada kegiatan ceramah, tetapi juga pada proses belajar yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dengan adanya pembelajaran bahasa Arab, masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dalam memahami istilah, teks, dan literatur keislaman secara lebih mendalam.

    Dalam bidang kajian keislaman, Dai Akbar Anand juga telah menyelesaikan kajian kitab tauhid karya Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan bersama jamaah Masjid Umar bin Khattab pada tahun 1448 H. Selain itu, pembelajaran bahasa Arab juga mencakup penyelesaian kitab Al-‘Arabiyyah Baina Yadaik jilid pertama. Capaian tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan ilmu yang dilakukan secara bertahap kepada jamaah dan peserta didik.

    Perhatian terhadap pembelajaran Al-Qur’an juga menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas dakwahnya. Di bawah bimbingan Dai Akbar Anand, terdapat 40 orang yang menghafal Al-Qur’an dengan berbagai tingkatan, mulai dari hafalan 1 juz, 2 juz, 5 juz, hingga 30 juz. Capaian ini menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya diarahkan kepada penyampaian ilmu secara lisan, tetapi juga berusaha melahirkan generasi yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an melalui proses membaca, mempelajari, dan menghafalkannya.

    Dakwah yang dilakukan secara berkelanjutan juga memberikan pengaruh pada perubahan kehidupan sebagian masyarakat. Salah satu di antaranya adalah adanya seseorang yang meninggalkan amalan perdukunan dan bertaubat melalui dakwah yang disampaikan. Perubahan seperti ini menjadi bagian penting dari tujuan dakwah, yaitu mengajak manusia untuk kembali kepada tauhid, meninggalkan berbagai bentuk penyimpangan, serta menjalani kehidupan berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.

    Dari sisi jangkauan kegiatan, aktivitas dakwah Dai Akbar Anand pada tahun 1448 H menunjukkan angka yang cukup signifikan. Tercatat sebanyak 455 kali pertemuan ceramah dan khutbah telah dilaksanakan dalam satu tahun tersebut, dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 9.400 orang. Angka tersebut menggambarkan luasnya jangkauan dakwah yang dilakukan melalui berbagai forum dan tempat. Adapun jumlah jamaah yang mengikuti pembinaan dakwah secara keseluruhan tercatat sekitar 400 orang.

    Berbagai capaian tersebut merupakan hasil dari proses dakwah yang dilakukan secara bertahap dan konsisten. Keberadaan dai di tengah masyarakat memungkinkan pembinaan dilakukan secara lebih dekat dan berkelanjutan. Masjid menjadi salah satu pusat utama kegiatan, sementara berbagai tempat lainnya menjadi ruang untuk memperluas jangkauan penyampaian ilmu dan nasihat.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berupaya mendukung penguatan dakwah melalui pengutusan dan pembinaan para dai ke berbagai wilayah. Kehadiran para dai di tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi sarana untuk menghadirkan pembelajaran Islam yang berkelanjutan, mendukung pendidikan Al-Qur’an, membina generasi muda, serta memperkuat hubungan antara masjid dan masyarakat.

    Perjalanan dakwah Dai Akbar Anand Hasibuan, S.Pd. di Langkat dan Binjai menjadi salah satu gambaran bagaimana sebuah amanah dakwah dapat berkembang melalui berbagai jalur. Dari masjid, kelas bahasa Arab, kajian tauhid, pembelajaran Al-Qur’an, khutbah Jumat, hingga pembinaan di lembaga pemasyarakatan, setiap kegiatan menjadi bagian dari ikhtiar untuk menyampaikan ilmu dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

    Semoga Allah ﷻ memberikan keistiqamahan kepada Dai Akbar Anand Hasibuan, S.Pd. dalam menjalankan amanah dakwah, memberikan keberkahan pada ilmu dan waktu yang dicurahkan, serta menjadikan setiap ilmu yang disampaikan, ayat yang diajarkan, dan kebaikan yang tumbuh melalui dakwahnya sebagai amal jariyah. Semoga pembinaan yang telah berjalan di Langkat, Binjai, dan sekitarnya terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

    Bagi Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah, perjalanan para dai di berbagai wilayah merupakan bagian dari amanah untuk menghadirkan pembinaan Islam secara berkelanjutan. Setiap perkembangan dan capaian yang diraih para dai menjadi pengingat bahwa dakwah membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan dukungan bersama. Semoga Allah ﷻ memudahkan setiap langkah dakwah dan menjadikannya sebab hadirnya kebaikan yang terus berkembang di tengah masyarakat.

  • Dai Hanan Satria, S.Sos., M.H.: Menguatkan Dakwah dan Pembinaan Al-Qur’an di Sumatera Barat

    Dai Hanan Satria, S.Sos., M.H.: Menguatkan Dakwah dan Pembinaan Al-Qur’an di Sumatera Barat

    Dai Hanan Satria, S.Sos., M.H. bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah sebagai seorang dai pada tahun 1438 H, bertepatan dengan tahun 2017 M. Ia ditempatkan di lingkungan dakwah yang dinamis di Jorong Surau Kamba, Nagari Ampang Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, Provinsi Sumatera Barat. Selama menjalankan amanah dakwah, beliau telah mengabdikan waktu dan tenaganya dalam berbagai kegiatan pembinaan keagamaan, pendidikan Al-Qur’an, serta pelayanan kepada masyarakat. Secara keseluruhan, pengabdiannya bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah telah berlangsung kurang lebih 10 tahun. Beliau menyelesaikan pendidikan jenjang Sarjana (S1) di STAI As-Sunnah pada tahun 2017.

    Program Dakwah

    Dalam menjalankan tugas dakwahnya, Dai Hanan Satria terlibat dalam berbagai program yang menyentuh beragam lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, hingga masyarakat umum. Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyampaian ceramah, tetapi juga mencakup pendidikan, pembinaan, pengajaran Al-Qur’an, serta pendekatan sosial dan kemasyarakatan.

    1. Pengajaran Remaja dan Masyarakat Umum

    Dai Hanan memberikan pengajaran dan pembinaan kepada remaja serta masyarakat umum dengan tujuan membantu membentuk karakter yang kuat, akhlak yang baik, dan pemahaman agama yang benar. Pembinaan dilakukan melalui berbagai majelis ilmu dan kegiatan keagamaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

    2. Ceramah Rutin dan Dauroh

    Beliau aktif menyampaikan ceramah rutin dan mengikuti berbagai kegiatan dauroh sebagai sarana memberikan wawasan keislaman kepada masyarakat. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat keimanan, meningkatkan pengetahuan agama, serta memberikan bekal kepada masyarakat dalam menjalankan kehidupan sesuai dengan tuntunan Islam.

    3. Khutbah Jumat

    Sebagai bagian dari pelayanan keagamaan kepada masyarakat, Dai Hanan juga aktif menjadi khatib Jumat. Melalui khutbah, beliau menyampaikan nasihat, arahan moral, dan penguatan spiritual yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi jamaah.

    4. Pembelajaran bagi Anak-Anak

    Perhatian terhadap generasi muda menjadi salah satu bagian penting dari kegiatan dakwahnya. Dai Hanan turut memberikan pembelajaran kepada anak-anak sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap agama, Al-Qur’an, serta membentuk akhlak yang baik sejak usia dini.

    5. Pembinaan Majelis Taklim

    Dai Hanan juga memberikan pembinaan secara intensif kepada sejumlah majelis taklim di sekitar lokasi dakwahnya. Pembinaan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman agama dan memperkokoh ketakwaan masyarakat sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.

    6. Dakwah Melalui Media Sosial dan Ponsel

    Seiring perkembangan teknologi dan pola komunikasi masyarakat, dakwah juga dilakukan melalui media sosial dan perangkat komunikasi. Pemanfaatan media tersebut menjadi salah satu sarana untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas dan menyampaikan pesan-pesan keislaman secara lebih mudah.

    7. Dakwah di Berbagai Lembaga dan Ruang Publik

    Dai Hanan turut mengisi kegiatan keagamaan di berbagai lembaga dan ruang publik, termasuk radio, televisi, lembaga pemasyarakatan, serta kegiatan pernikahan. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan dakwah kepada berbagai lapisan masyarakat.

    8. Pembentukan Sanggar Al-Qur’an dan Keagamaan

    Salah satu perhatian penting dalam dakwahnya adalah pembinaan generasi muda melalui pembentukan sanggar Al-Qur’an dan kegiatan keagamaan di sekolah-sekolah umum atau negeri. Program ini menjadi sarana bagi para pelajar untuk mendapatkan pembinaan Al-Qur’an dan pemahaman agama di lingkungan pendidikan mereka.

    9. Silaturahmi dan Kunjungan kepada Tokoh Masyarakat

    Dai Hanan juga melakukan kunjungan dan silaturahmi kepada para pemimpin serta tokoh masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan dakwah untuk membangun hubungan yang positif sekaligus membuka ruang kerja sama dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.

    Perkembangan Dakwah dan Penerimaan Masyarakat

    Seiring berjalannya waktu, aktivitas dakwah Dai Hanan Satria berkembang dan mendapat kepercayaan dari berbagai lapisan masyarakat. Perkembangan tersebut terlihat dari semakin luasnya ruang pengabdian beliau, baik sebagai penceramah, khatib, imam, pembina keagamaan, maupun pendamping kegiatan pendidikan Al-Qur’an.

    Beliau dipercaya menjadi penceramah, khatib, dan imam rawatib di Masjid Abu Hurairah, Masjid Yayasan Nomor 56, yang berada di Kecamatan Ampek Angkek, Provinsi Sumatera Barat. Selain itu, beliau juga menjadi penceramah di sekitar 17 lokasi di wilayah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, dengan memberikan pembinaan kepada ibu-ibu, bapak-bapak, remaja, dan anak-anak.

    Dalam lingkup yang lebih luas, Dai Hanan juga dipercaya menyampaikan pembinaan keagamaan di Pusat Militer dan Laboratorium Hewan (Balai Veteriner) Bukittinggi, Sumatera Barat. Beliau turut berperan sebagai tutor agama dan tahfiz di SMAN 1 Canduang, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, serta SMAN 1 Ampek Angkek, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam.

    Selain lingkungan sekolah, beliau juga memberikan pembinaan agama dan Al-Qur’an kepada Paguyuban Masyarakat Aceh Bukittinggi-Agam serta menjadi pembina agama dan Al-Qur’an bagi Paguyuban Masyarakat Pariaman di Kota Bukittinggi. Berbagai ruang dakwah tersebut menunjukkan luasnya cakupan pembinaan yang dilakukan, mulai dari lembaga pendidikan hingga komunitas masyarakat.

    Capaian dan Kontribusi dalam Dakwah

    Dalam perjalanan dakwahnya, Dai Hanan Satria turut berkontribusi dalam membangun dan mengembangkan berbagai lembaga serta wadah pendidikan Al-Qur’an. Salah satu capaian tersebut adalah berdirinya Pusat Tahfiz Al-Qur’an dan Bahasa Arab “Al-Hafiz Ibnu Hajar”, yang pada tahun 1447 H memiliki sekitar 100 siswa.

    Beliau juga memiliki dan membina Halaqah Al-Qur’an “Baitul Quran Mardhatillah” dengan jumlah peserta mencapai 300 orang. Selain itu, beliau turut membantu pembangunan Pesantren Tahfidzul Quran Mardhatillah dengan jumlah santri sekitar 50 orang, serta membantu pembangunan Madrasah Tahfidzul Quran Mardhatillah Full Day khusus putri dengan jumlah santri sebanyak 15 orang.

    Kontribusi dalam bidang pendidikan juga diwujudkan melalui keterlibatan dalam pembangunan SD Rahmatul Ummi, yang memiliki sekitar 40 murid. Di lingkungan sekolah, beliau turut membina Sanggar Al-Qur’an SMAN 1 Canduang dengan jumlah peserta sebanyak 97 orang dan Sanggar Al-Qur’an SMAN 1 Ampek Angkek dengan jumlah peserta sebanyak 37 orang.

    Di tingkat pendidikan nonformal, beliau membina Rumah Quran/TPA Habrur Rabbani yang memiliki sekitar 22 santri. Beliau juga mengasuh kegiatan ekstrakurikuler agama di SMAN 1 Canduang dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang dan ekstrakurikuler agama di SMAN 1 Ampek Angkek dengan jumlah peserta sebanyak 54 orang.

    Dalam pembinaan masyarakat, Dai Hanan mengasuh Halaqah Aqidah dan Fiqih Paguyuban Masyarakat Aceh Bukittinggi-Agam dengan jumlah peserta sekitar 150 orang, serta Halaqah Aqidah dan Fiqih Paguyuban Masyarakat Pariaman Bukittinggi dengan jumlah peserta sekitar 250 orang.

    Kontribusi dalam Pembinaan Hafalan Al-Qur’an

    Salah satu bagian penting dari aktivitas dakwah Dai Hanan adalah pembinaan dan pendampingan masyarakat dalam menghafal Al-Qur’an. Berdasarkan data yang dihimpun, melalui bimbingannya terdapat sekitar 1.000 orang yang telah menghafal 1 juz, 700 orang menghafal 2 juz, 500 orang menghafal 3 juz, dan 400 orang menghafal 4 juz.

    Selanjutnya, sekitar 300 orang telah menghafal 5 juz, 200 orang menghafal 10 juz, 100 orang menghafal 20 juz, dan 50 orang telah menghafal 30 juz. Capaian tersebut menggambarkan luasnya keterlibatan masyarakat dalam program pembinaan Al-Qur’an yang dijalankan melalui berbagai halaqah, lembaga pendidikan, sanggar Al-Qur’an, dan kegiatan pembinaan lainnya.

    Kontribusi Sosial dan Perubahan di Tengah Masyarakat

    Selain pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an, dakwah Dai Hanan juga memberikan perhatian terhadap perubahan perilaku dan kehidupan sosial masyarakat. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 500 keluarga meninggalkan praktik kesyirikan, sementara sekitar 300 keluarga meninggalkan praktik bid’ah melalui proses pembinaan dan dakwah yang beliau lakukan.

    Di sisi lain, sekitar 200 keluarga berhenti merokok dan sekitar 100 keluarga berhenti berjudi melalui proses pendampingan dan nasihat keagamaan. Dalam perjalanan dakwahnya, beliau juga tercatat menjadi perantara hidayah bagi 2 orang yang masuk Islam.

    Secara keseluruhan, jumlah mad’u atau orang yang mendapatkan pembinaan dan dakwah melalui berbagai aktivitas Dai Hanan Satria mencapai sekitar 2.500 orang. Angka tersebut mencakup masyarakat dari berbagai latar belakang, mulai dari anak-anak, pelajar, remaja, orang tua, komunitas masyarakat, hingga jamaah di berbagai majelis dan lembaga.

    Perjalanan Dai Hanan Satria bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menjadi bagian dari ikhtiar panjang dalam menghadirkan dakwah yang dekat dengan masyarakat, menguatkan pendidikan Al-Qur’an, membina generasi muda, serta membangun lingkungan yang mendukung tumbuhnya kehidupan beragama. Berbagai program yang dijalankan menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya berlangsung melalui mimbar, tetapi juga melalui pendidikan, pembinaan keluarga, pengembangan lembaga Al-Qur’an, silaturahmi, dan pelayanan kepada masyarakat.

    Semoga Allah ﷻ memberikan keberkahan atas setiap langkah dakwah yang telah dilakukan, menerima setiap amal kebaikan, serta menjadikan ilmu, pembinaan, dan generasi yang tumbuh melalui program-program tersebut sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Semoga Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah senantiasa diberikan kemampuan untuk melanjutkan amanah dakwah dan kemanusiaan di berbagai wilayah, serta menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

  • Dai Muhammad Ikbal, S.Pd. Menguatkan Dakwah dan Pembinaan Al-Qur’an di Pasaman

    Dai Muhammad Ikbal, S.Pd. Menguatkan Dakwah dan Pembinaan Al-Qur’an di Pasaman

    Dai Muhammad Ikbal, S.Pd. merupakan salah satu dai Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah yang telah mengabdikan diri dalam bidang dakwah dan pembinaan masyarakat di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah pada tahun 1438 H/2017 M, beliau mendapatkan amanah untuk menjalankan tugas dakwah di Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Selama kurang lebih 10 tahun pengabdian, berbagai aktivitas dakwah, pendidikan Al-Qur’an, pembinaan masyarakat, serta kajian keislaman terus dikembangkan di tengah masyarakat.

    Selain menjalankan amanah dakwah, Dai Muhammad Ikbal juga menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S1) di STAI As-Sunnah Deli Serdang, Sumatera Utara, pada tahun 2017. Bekal pendidikan tersebut menjadi salah satu bagian yang mendukung perjalanan beliau dalam menyampaikan ilmu dan memberikan pembinaan kepada masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, dakwah tidak hanya dilakukan melalui kajian dan ceramah, tetapi juga melalui pembelajaran langsung, pembinaan Al-Qur’an, khutbah Jumat, komunikasi dengan masyarakat, hingga pemanfaatan media sosial dan perangkat komunikasi.

    Ragam Program Dakwah di Tengah Masyarakat

    Dalam menjalankan aktivitas dakwah di Kabupaten Pasaman, Dai Muhammad Ikbal melaksanakan berbagai bentuk pembelajaran dan pembinaan. Program tersebut mencakup pembelajaran kepada remaja dan remaji, pembelajaran kepada masyarakat umum, ceramah umum, kajian rutin masyarakat, dauroh, khutbah Jumat, serta pembelajaran Al-Qur’an kepada anak-anak.

    Dakwah juga dikembangkan melalui media sosial dan telepon seluler sehingga penyampaian ilmu dapat menjangkau masyarakat dengan sarana komunikasi yang tersedia. Selain itu, beliau turut memberikan ceramah di berbagai lembaga dan kegiatan masyarakat, termasuk radio, televisi, lembaga pemasyarakatan, serta acara pernikahan. Kunjungan kepada tokoh dan pembesar masyarakat juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi serta memperkuat hubungan dengan berbagai elemen masyarakat.

    Pola dakwah yang beragam tersebut memberikan ruang bagi Dai Muhammad Ikbal untuk berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat. Dakwah tidak hanya berlangsung di masjid dan majelis ilmu, tetapi juga hadir dalam berbagai lingkungan sosial dan kelembagaan. Dengan pendekatan tersebut, pembinaan dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.

    Mengembangkan Rumah Qur’an Al-Faruq

    Salah satu perkembangan penting dalam perjalanan dakwah Dai Muhammad Ikbal adalah berdirinya Rumah Qur’an Al-Faruq di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Rumah Qur’an ini menjadi salah satu sarana pembinaan Al-Qur’an bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung proses belajar dan menghafal Al-Qur’an.

    Pada tahun 1447 H, Rumah Qur’an Al-Faruq memiliki 70 orang murid. Kehadiran lembaga ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan pembelajaran Al-Qur’an yang lebih terarah sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.

    Selain Rumah Qur’an Al-Faruq, Dai Muhammad Ikbal juga memiliki Halaqah Tahfidz di Pasaman Islamic Center, Sumatera Barat, dengan jumlah murid mencapai 60 orang pada tahun 1447 H. Pembinaan tahfidz tersebut menjadi salah satu bentuk nyata perhatian terhadap pengembangan generasi yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an.

    Menjangkau Berbagai Masjid dan Lembaga

    Aktivitas dakwah Dai Muhammad Ikbal juga berkembang melalui berbagai masjid dan tempat pembinaan di Kabupaten Pasaman. Beliau menjadi penceramah dalam khutbah Jumat, pembelajaran, serta ceramah umum bagi masyarakat di sekitar Kecamatan Lubuk Sikaping.

    Di lingkungan kelembagaan, beliau turut menjadi pemateri kajian di Kapolres Pasaman dan Rumah Sakit Ibnu Sina di Kabupaten Panti. Sementara di tengah masyarakat, kajian dan pembelajaran dilaksanakan di berbagai masjid dan mushalla, di antaranya Masjid Agung Al-Muttaqin, Masjid Al-Yatim, Masjid Tampunik, Masjid Al-Bariu, Masjid Syuhada Ekuator, Masjid Nurul Huda Tampa, Masjid Al-Ikhlas Panapa, Masjid Nurul Iman Tanjong Alai, Masjid Al-Kautsar, Masjid Darul Hikmah Pasar Kaciak, Mushalla Al-Ikhlas Kapalo Koto, Masjid Jihad, Masjid Raya Padang Sarai, Masjid Jami’, Masjid Manggung, Masjid Hidayah Perumnas, Mushalla Nurul Ikhwan, Masjid Koto Randah, Masjid Al-Mutmainnah, Mushalla Gang Elite, serta Masjid Nurul Ikhlas Jambak.

    Banyaknya tempat kajian tersebut menunjukkan luasnya ruang interaksi dakwah yang telah dibangun. Setiap tempat menjadi bagian dari perjalanan pembinaan yang dilakukan secara bertahap, dengan materi yang disampaikan melalui kajian, ceramah, pembelajaran, maupun khutbah.

    Membangun Majelis Ilmu yang Berkelanjutan

    Selain pembinaan Al-Qur’an, Dai Muhammad Ikbal juga mengembangkan beberapa majelis ilmu rutin. Salah satunya adalah Majelis Taklim di Masjid Agung Islamic Center Sumatera Barat, yang memiliki jumlah jamaah sekitar 50–60 orang. Majelis rutin juga berjalan di Masjid Al-Bariu dengan sekitar 40 jamaah, serta di Mushalla Nurul Ikhwan dengan jumlah jamaah sekitar 30–40 orang.

    Keberadaan majelis-majelis rutin tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh pembelajaran agama secara berkelanjutan. Kajian yang dilakukan secara rutin memungkinkan terjalinnya hubungan pembinaan yang lebih dekat antara dai dan jamaah, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk terus meningkatkan pemahaman keislaman.

    Secara keseluruhan, jumlah jamaah kajian yang telah mendapatkan manfaat dari aktivitas dakwah Dai Muhammad Ikbal mencapai sekitar 1.500 orang. Angka tersebut menggambarkan luasnya jangkauan dakwah yang telah berlangsung selama masa pengabdian di Kabupaten Pasaman.

    Pembinaan Hafalan Al-Qur’an

    Perhatian terhadap Al-Qur’an juga terlihat dari proses pembinaan hafalan yang dilakukan. Berdasarkan data keberhasilan dakwah, terdapat 43 orang yang melakukan setoran hafalan sebanyak 1 juz, 25 orang mencapai 2 juz, 11 orang mencapai 3 juz, 7 orang mencapai 4 juz, dan 4 orang mencapai 10 juz.

    Capaian tersebut menjadi bagian penting dari proses pembinaan Al-Qur’an yang dilakukan secara bertahap. Setiap tambahan hafalan merupakan hasil dari proses belajar, murojaah, bimbingan, dan kesungguhan para peserta. Kehadiran dai yang membimbing secara rutin menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kesinambungan proses tersebut.

    Melalui Rumah Qur’an, halaqah tahfidz, dan majelis-majelis pembelajaran, pembinaan Al-Qur’an terus diarahkan agar tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga berkembang menuju proses menghafal dan menjaga hafalan.

    Dakwah yang Memberikan Perubahan

    Dakwah yang dilakukan Dai Muhammad Ikbal juga mencatat sejumlah perubahan positif di tengah masyarakat. Berdasarkan laporan yang disampaikan, 1 orang masuk Islam melalui dakwahnya, menjadi salah satu bagian dari perjalanan dakwah yang memiliki makna tersendiri.

    Selain itu, sebanyak 200 orang disebut telah meninggalkan pemahaman Sufi melalui pembinaan dakwah yang dilakukan. Sebanyak 30 orang berhenti merokok, sementara 8 orang keluar dari kantor ribawi. Di sisi lain, 25 orang meninggalkan praktik riba dan 23 orang meninggalkan perjudian.

    Perubahan tersebut menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi di atas mimbar. Dakwah juga memiliki dimensi pembinaan yang diharapkan mampu memberikan pengaruh terhadap pemahaman, kebiasaan, dan pilihan hidup seseorang. Proses perubahan tentu berlangsung secara bertahap dan membutuhkan kesabaran serta pendampingan yang berkelanjutan.

    Konsistensi dalam Pengabdian

    Perjalanan Dai Muhammad Ikbal sejak bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah pada tahun 1438 H/2017 M menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam menjalankan amanah dakwah. Selama kurang lebih 10 tahun, Kecamatan Lubuk Sikaping dan wilayah Kabupaten Pasaman menjadi ruang pengabdian untuk menyampaikan ilmu, membina masyarakat, dan mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an.

    Dari masjid, mushalla, rumah Qur’an, lembaga pendidikan, hingga berbagai institusi masyarakat, dakwah terus diupayakan hadir sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat. Rumah Qur’an Al-Faruq, halaqah tahfidz, majelis taklim, kajian rutin, khutbah Jumat, serta berbagai kegiatan pembelajaran menjadi bagian dari rangkaian ikhtiar tersebut.

    Semoga Allah ﷻ memberikan keberkahan kepada setiap langkah dakwah yang telah dilakukan, menjaga keikhlasan para dai dalam menjalankan amanah, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Semoga setiap ilmu yang disampaikan, ayat yang diajarkan, hafalan yang dibimbing, dan perubahan baik yang terjadi menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

    Data Singkat Dai Muhammad Ikbal, S.Pd.

    • Nama: Muhammad Ikbal, S.Pd.
    • Bergabung: 1438 H/2017 M
    • Tempat Tugas: Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat
    • Pendidikan: S1 STAI As-Sunnah Deli Serdang, Sumatera Utara
    • Tahun Lulus: 2017
    • Rumah Qur’an: Al-Faruq, Lubuk Sikaping
    • Jumlah Murid Rumah Qur’an 1447 H: 70 orang
    • Halaqah Tahfidz Pasaman Islamic Center: 60 orang
    • Jumlah Jamaah Kajian: ±1.500 orang
    • Masuk Islam melalui dakwah: 1 orang
    • Setoran hafalan 1 juz: 43 orang
    • Setoran hafalan 2 juz: 25 orang
    • Setoran hafalan 3 juz: 11 orang
    • Setoran hafalan 4 juz: 7 orang
    • Setoran hafalan 10 juz: 4 orang

    #DaiArrisalah #DakwahPasaman #MuhammadIkbal #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah #DakwahSumateraBarat #RumahQuran #TahfidzAlQuran #PembinaanMasyarakat #KajianIslam #DakwahSunnah

  • Dai Novrizal, S.Pd. Menguatkan Dakwah dan Pembinaan Al-Qur’an di Serdang Bedagai

    Dai Novrizal, S.Pd. Menguatkan Dakwah dan Pembinaan Al-Qur’an di Serdang Bedagai

    SERDANG BEDAGAI, SUMATERA UTARA — Dakwah membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan kesinambungan. Kehadiran seorang dai di tengah masyarakat bukan hanya tentang menyampaikan ceramah, tetapi juga tentang membangun kedekatan, memberikan pembinaan, mendampingi proses belajar, serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dai yang telah menjalankan amanah tersebut adalah Novrizal, S.Pd., dai Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah yang bertugas di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

    Dai Novrizal, S.Pd. bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah sebagai dai pada 1438 H/2017 M. Sejak saat itu, ia menjalankan tugas dakwah di Jalan Kuburan Cina Pulau Kecik, Dusun III, Desa Pematang Sijonam, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Dengan pengalaman sekitar satu dekade bersama yayasan, perjalanan dakwahnya menjadi bagian dari upaya pembinaan masyarakat dan penguatan kegiatan keislaman di wilayah tersebut.

    Dalam bidang pendidikan, Dai Novrizal menyelesaikan pendidikan S1 di STAI As-Sunnah Deli Serdang, Sumatera Utara, pada tahun 2017. Bekal pendidikan tersebut menjadi salah satu modal dalam menjalankan berbagai aktivitas dakwah dan pembelajaran di tengah masyarakat. Ilmu yang diperoleh tidak hanya disampaikan dalam bentuk kajian, tetapi juga diterapkan melalui pembinaan Al-Qur’an, khutbah, pengajaran kepada anak-anak dan remaja, serta pendampingan berbagai kelompok masyarakat.

    Aktivitas dakwah yang dijalankan mencakup berbagai lapisan masyarakat. Di antaranya adalah pembelajaran kepada remaja dan remaji, pembelajaran kepada masyarakat umum, kajian rutin dan dauroh, khutbah Jumat, serta pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak. Selain dakwah secara langsung, Dai Novrizal juga memanfaatkan media sosial dan telepon seluler sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan keislaman. Aktivitas dakwah juga dilakukan melalui lembaga pendidikan, radio, televisi, lembaga pemasyarakatan, kegiatan pernikahan, serta kunjungan dan silaturahmi kepada tokoh masyarakat.

    Perjalanan dakwah di Kabupaten Serdang Bedagai juga memperlihatkan adanya kepercayaan masyarakat terhadap kiprahnya. Dai Novrizal dipercaya sebagai pemateri, khatib, dan imam rawatib di Masjid Nomor 42, salah satu masjid yang berada di bawah binaan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah di Desa Pematang Sijonam, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Peran tersebut memberikan ruang baginya untuk terlibat secara lebih dekat dalam pembinaan jamaah dan kegiatan keislaman masyarakat.

    Selain menjalankan aktivitas di masjid, Dai Novrizal turut berperan dalam berbagai lembaga pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an. Ia menjadi pemateri di Rumah Qur’an Ummu Salamah dan Pusat Tahfiz Al-Qur’an Nur Mu’minah di wilayah Serdang Bedagai. Ia juga menjadi pemateri di Pondok Tahfidz Al-Qur’an Khairunnujum, Kecamatan Perbaungan, serta di Madrasah Tsanawiyah Darul Arifin, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.

    Kegiatan pembinaan juga dilakukan di Pusat Tahfiz Al-Qur’an Imam Bukhari dan Pondok Pesantren Usamah bin Zaid Melati di wilayah Serdang Bedagai. Di pondok pesantren tersebut, Dai Novrizal menjalankan peran sebagai pemateri sekaligus khatib. Ia juga dipercaya mengisi khutbah di Masjid Al-Mukhlisin Tualang di wilayah Perbaungan serta Masjid Al-Ikhlas Kampung Besar, Kecamatan Pantai Cermin. Di bidang pendidikan Al-Qur’an, ia turut menjadi pemateri dalam Halaqah Al-Qur’an di SD Negeri Lama, wilayah Pematang Sijonam, Serdang Bedagai.

    Salah satu bagian penting dari perjalanan dakwah Dai Novrizal adalah perhatian terhadap pembinaan Al-Qur’an. Ia telah mendirikan Markaz Tahfiz Al-Qur’an Ummu Salamah di wilayah Serdang Bedagai. Pada tahun 1447 H, markaz tersebut memiliki 16 orang siswa dan 10 orang ummahat. Kehadiran markaz ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya menghadirkan sarana pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat, khususnya dalam membangun generasi yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an.

    Dalam proses pembinaan hafalan, Dai Novrizal telah membimbing sekitar 220 orang dalam menghafal Al-Qur’an pada tingkat satu juz, dua juz, dan tiga juz. Angka tersebut menggambarkan proses pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan. Pembelajaran hafalan Al-Qur’an bukan hanya membutuhkan penyampaian materi, tetapi juga pendampingan, pengulangan, evaluasi, serta motivasi agar para peserta mampu mempertahankan hafalan yang telah dipelajari.

    Sepanjang perjalanan dakwahnya, Dai Novrizal juga telah menyampaikan sekitar 5.000 kali ceramah dan khutbah. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari kontribusinya dalam menyampaikan ilmu dan mengingatkan masyarakat kepada kebaikan. Di tengah berbagai kegiatan tersebut, sekitar 250 jamaah telah mendapatkan pembinaan di wilayah Serdang Bedagai. Selain itu, melalui dakwah yang dijalankannya, terdapat 30 orang awam yang mengenal Islam dan sunnah.

    Perjalanan Dai Novrizal menunjukkan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari lahirnya ruang-ruang pembinaan yang terus berjalan di tengah masyarakat. Masjid, rumah Qur’an, pusat tahfiz, madrasah, dan pondok pesantren menjadi tempat yang saling melengkapi dalam membangun kehidupan keislaman. Melalui peran dai yang konsisten, proses pembelajaran dapat terus berlangsung dan menjangkau berbagai kelompok usia.

    Dakwah juga membutuhkan kesinambungan. Pembinaan masyarakat tidak cukup dilakukan dalam satu atau dua kegiatan, tetapi membutuhkan kehadiran yang terus menerus, komunikasi yang baik, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman Dai Novrizal selama menjalankan amanah dakwah di Serdang Bedagai menjadi bagian dari proses panjang tersebut.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berupaya mendukung pengutusan dan pembinaan para dai agar dakwah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah. Kehadiran para dai di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat pembelajaran agama, pembinaan Al-Qur’an, pendidikan generasi muda, serta berbagai kegiatan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

    Semoga Allah ﷻ memberikan keberkahan kepada setiap usaha yang telah dilakukan Dai Novrizal, S.Pd. dalam menjalankan amanah dakwah. Semoga ilmu yang disampaikan, Al-Qur’an yang diajarkan, khutbah yang disampaikan, serta setiap langkah pembinaan yang dilakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Semoga Allah ﷻ memberikan keistiqamahan dalam berdakwah dan menjadikan setiap upaya tersebut sebagai sebab hadirnya kebaikan yang lebih luas bagi masyarakat Serdang Bedagai dan sekitarnya.

  • Dai Putra Hasraen Padang, S.Pd., 13 Tahun Mengabdi dalam Dakwah dan Pembinaan Umat di Pakpak Bharat

    Dai Putra Hasraen Padang, S.Pd., 13 Tahun Mengabdi dalam Dakwah dan Pembinaan Umat di Pakpak Bharat

    Pakpak Bharat, Sumatera Utara — Perjalanan dakwah merupakan sebuah proses panjang yang membutuhkan kesabaran, keistiqamahan, ilmu, dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam kiprah Dai Putra Hasraen Padang, S.Pd., yang telah mengabdikan diri bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah dalam menjalankan berbagai aktivitas dakwah dan pembinaan umat di wilayah Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Bergabung sebagai dai sejak tahun 1435 H/2014 M, beliau telah menjalani kurang lebih 13 tahun pengabdian dalam mendampingi masyarakat. Dalam perjalanan tersebut, beliau ditempatkan di Jl. Runding, Desa Maholida, Kecamatan STTU Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara. Pengabdian yang panjang ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan dakwah yang tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga diwujudkan melalui pembinaan masyarakat secara langsung dan berkesinambungan.

    Dai Putra Hasraen Padang menyelesaikan pendidikan terakhirnya di Diploma Ma’had ‘Aly As-Sunnah pada tahun 2014. Bekal pendidikan tersebut menjadi salah satu fondasi dalam menjalankan amanah dakwah di tengah masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, beliau tidak hanya berfokus pada satu kelompok usia atau satu bentuk kegiatan, tetapi berusaha menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Program dakwah yang dijalankan meliputi pembelajaran kepada remaja dan remaji, pembelajaran kepada masyarakat umum, kajian rutin dan dauroh, khutbah Jumat, pembelajaran kepada anak-anak, serta dakwah melalui media sosial dan perangkat komunikasi. Selain itu, beliau juga terlibat dalam ceramah di berbagai lembaga dan kegiatan masyarakat serta melakukan kunjungan kepada tokoh dan pembesar kaum sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat setempat.

    Salah satu karakter penting dalam perjalanan dakwah Dai Putra Hasraen adalah pendekatan yang menggabungkan antara pembelajaran, pembinaan, keteladanan, dan interaksi langsung dengan masyarakat. Dakwah tidak berhenti pada penyampaian materi keislaman dalam sebuah majelis, tetapi dilanjutkan dengan pembinaan yang memungkinkan masyarakat mendapatkan pendampingan secara lebih dekat. Pendekatan semacam ini menjadi penting terutama di wilayah yang memiliki kondisi sosial dan geografis yang beragam. Dengan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, dakwah diharapkan dapat diterima secara bertahap dan memberikan pengaruh positif dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran seorang dai di tengah masyarakat juga diharapkan dapat menjadi tempat bertanya, belajar, dan mendapatkan bimbingan dalam berbagai persoalan keagamaan.

    Dalam perjalanan pengabdiannya, penerimaan masyarakat terhadap Dai Putra Hasraen Padang terus berkembang. Beliau dipercaya untuk menjadi pemateri di berbagai majelis ilmu di wilayah Pakpak Barat, Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, beliau juga menjadi penceramah di sejumlah masjid, di antaranya Masjid Jami’ Al-Ikhlas dan Masjid At-Taqwa Muhammadiyah di Kota Jehe, wilayah Pakpak Bharat. Kepercayaan yang diberikan masyarakat tersebut menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas dakwah yang dijalankan telah mendapatkan ruang dan penerimaan di tengah masyarakat. Melalui majelis ilmu dan berbagai kegiatan keagamaan tersebut, beliau terus berupaya menyampaikan ilmu yang bermanfaat serta mengajak masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.

    Salah satu capaian penting dalam perjalanan dakwah Dai Putra Hasraen Padang adalah keterlibatannya dalam mendirikan Yayasan Yatim dan Markaz Tahfiz Ibnu Abdul Barr di wilayah Pakpak Barat. Kehadiran lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan umat, khususnya dalam bidang pendidikan Al-Qur’an dan perhatian terhadap anak-anak yatim. Pendidikan yang berbasis Al-Qur’an diharapkan dapat memberikan fondasi keagamaan bagi generasi muda sehingga mereka memiliki bekal ilmu dan akhlak dalam menjalani kehidupan. Selain itu, beliau juga telah mendirikan Rumah Qur’an Al-Munawwarah yang saat ini memiliki sekitar 50 orang santri. Kehadiran Rumah Qur’an tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya membangun lingkungan belajar Al-Qur’an di tengah masyarakat.

    Pembinaan Al-Qur’an juga menjadi salah satu bagian penting dari keberhasilan dakwah yang telah dijalankan. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 65 orang telah berhasil menghafal satu juz Al-Qur’an di bawah bimbingan beliau. Selain itu, terdapat 22 orang yang telah menghafal dua juz, serta 9 orang yang telah mencapai hafalan lima juz Al-Qur’an. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan Al-Qur’an membutuhkan proses yang konsisten dan pendampingan yang berkelanjutan. Setiap hafalan yang berhasil dicapai oleh para santri merupakan bagian dari perjalanan panjang pembelajaran, sekaligus menjadi harapan lahirnya generasi yang semakin dekat dengan Al-Qur’an.

    Di sisi lain, salah satu capaian yang memiliki nilai dakwah sangat besar adalah adanya 21 orang yang masuk Islam melalui dakwah Dai Putra Hasraen Padang. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas dakwah tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kajian, tetapi juga menyentuh aspek pembinaan dan penyampaian ajaran Islam kepada masyarakat yang membutuhkan pemahaman tentang Islam. Setiap orang yang mendapatkan hidayah merupakan karunia dari Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Sementara itu, seorang dai hanya menjadi bagian dari sebab dalam menyampaikan kebenaran dan memberikan penjelasan dengan cara yang baik. Karena itu, capaian tersebut menjadi amanah sekaligus motivasi untuk terus menjaga kualitas dakwah dan pembinaan masyarakat.

    Jangkauan dakwah Dai Putra Hasraen Padang juga tercermin dari jumlah masyarakat yang telah mendapatkan pembinaan dan dakwah. Berdasarkan data yang tersedia, jumlah orang yang telah didakwahi mencapai sekitar 450 orang. Angka tersebut mencakup masyarakat yang mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran, kajian, ceramah, maupun bentuk interaksi dakwah lainnya. Di era digital, aktivitas dakwah juga diperluas melalui media sosial. Hal ini terlihat dari akun Facebook pribadi beliau yang telah memiliki sekitar 5.000 pengikut. Pemanfaatan media sosial menjadi sarana tambahan untuk menyampaikan nasihat, ilmu, dan pesan-pesan keislaman kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk mereka yang tidak dapat hadir secara langsung dalam majelis ilmu.

    Perjalanan selama kurang lebih 13 tahun bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menunjukkan bahwa dakwah merupakan amanah yang membutuhkan kesinambungan. Dari pembelajaran anak-anak, pembinaan remaja, kajian masyarakat, khutbah Jumat, pembinaan tahfiz, hingga pemanfaatan media sosial, berbagai aktivitas tersebut saling melengkapi dalam membangun ekosistem dakwah yang lebih luas. Keberadaan dai di daerah juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan majelis ilmu dan pembinaan masyarakat. Melalui aktivitas yang dilakukan secara konsisten, diharapkan masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap ilmu agama serta memiliki kesempatan untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas kehidupan keislaman mereka.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Dai Putra Hasraen Padang dalam menjalankan amanah dakwah di wilayah Sumatera Utara. Perjalanan tersebut bukan hanya tentang lamanya masa pengabdian, tetapi juga tentang berbagai manfaat yang telah diupayakan melalui pendidikan, pembinaan Al-Qur’an, kajian keislaman, dan interaksi bersama masyarakat. Semoga seluruh aktivitas dakwah yang telah dilakukan menjadi amal saleh yang diterima oleh Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Semoga para santri yang belajar Al-Qur’an, masyarakat yang menghadiri kajian, serta mereka yang mendapatkan manfaat dari dakwah tersebut dapat terus bertumbuh dalam ilmu dan amal. Semoga Allah memberikan keistiqamahan kepada beliau dalam menjalankan amanah dakwah, memberikan kesehatan dan kekuatan, serta menjadikan setiap ayat yang diajarkan, setiap ilmu yang disampaikan, dan setiap kebaikan yang lahir dari perjuangan tersebut sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

    #DaiPutraHasraenPadang #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah #DakwahIslam #DakwahSumateraUtara #PakpakBharat #DakwahPakpakBharat #RumahQuran #TahfizAlQuran #PembinaanUmat #KajianIslam #PendidikanIslam #DakwahAlQuran #MarkazTahfiz #AmalJariyah #PeduliUmat

  • Profil Dai Riswan Efendi Batubara, S.Pd.I

    Profil Dai Riswan Efendi Batubara, S.Pd.I

    Dai Riswan Efendi Batubara, S.Pd.I bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah sebagai da’i pada tahun 1433 H / 2012 M. Beliau ditugaskan di Desa Selayang Baru, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Hingga saat ini, beliau telah mengabdi kurang lebih 15 tahun dalam menjalankan amanah dakwah bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah.

    Beliau menyelesaikan pendidikan terakhir S1 di Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Arafah pada tahun 2012. Dengan bekal pendidikan tersebut, beliau aktif menjalankan berbagai kegiatan dakwah dan pembinaan masyarakat di wilayah tugas maupun di berbagai daerah lainnya.

    Program Dakwah

    Dalam menjalankan amanah dakwah, Dai Riswan Efendi Batubara melaksanakan berbagai program, di antaranya:

    1. Pembelajaran kepada remaja dan remaji.
    2. Pembelajaran kepada masyarakat umum.
    3. Ceramah umum, kajian rutin masyarakat, dan dauroh.
    4. Khutbah Jumat.
    5. Pembelajaran kepada anak-anak.
    6. Dakwah melalui media sosial dan media komunikasi.
    7. Ceramah umum di berbagai lembaga, radio, televisi, lembaga pemasyarakatan, serta acara pernikahan.
    8. Kunjungan dan silaturahmi kepada tokoh serta masyarakat setempat.

    Perkembangan Dakwah dan Penerimaan Masyarakat

    Seiring dengan perjalanan dakwah dan pengabdiannya, Dai Riswan Efendi Batubara mendapatkan kepercayaan dari masyarakat untuk mengisi berbagai kegiatan keagamaan. Di antaranya:

    1. Menjadi pemateri kajian, khatib Jumat, dan imam rawatib di Masjid Husain Yahya, masjid ke-25 yang dibangun oleh Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah, di Desa Selayang Baru, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
    2. Menjadi pembina Markas Tahfidz Al-Qur’an MDA Nurul Amal di Desa Selayang Baru, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

    Capaian dan Keberhasilan Dakwah

    Selama menjalankan amanah dakwah, berbagai capaian telah diraih, baik dalam pembinaan Al-Qur’an maupun penyampaian kajian kepada masyarakat, di antaranya:

    1. Membina sekitar 30 siswa di Rumah Tahfidz Al-Qur’an MDA Nurul Amal.
    2. Menjadi pemateri di sekitar 40 masjid di wilayah Deli Serdang, Langkat, dan Binjai.
    3. Menjadi pemateri di lembaga pemasyarakatan di Binjai Barat.
    4. Menjadi pemateri di Masjid Jami’ Al-Fath, Tandem Hilir, Binjai Utara.
    5. Menjadi pemateri di Masjid Raya Binjai Kota.
    6. Menjadi pemateri di Masjid Jami’ Al-Hidayah, Sei Remban, Binjai Barat.
    7. Menjadi pemateri di Masjid Husain Yahya, Tanjung Kapuk, Desa Selayang Baru, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat.
    8. Menjadi pemateri di Masjid Umar bin Khattab, Kwala Air Hitam, Langkat.
    9. Menjadi pemateri di Masjid Abdurrahman bin Auf, Salapian, Langkat.
    10. Menjadi pemateri di Masjid Rafi’ bin Malik, Cengkeh Turi, Binjai Utara.
    11. Menjadi pemateri di Masjid Al-Barokah, Sinunukan V, Mandailing Natal.
    12. Menjadi pemateri di Masjid Roudhotul Jannah, Patiluban, Mandailing Natal.
    13. Menjadi pemateri di Mushalla Ar-Ramlah, Paya Roba, Binjai Barat.
    14. Mengisi khutbah Jumat di Masjid Husain Yahya, Masjid Al-Hidayah, Masjid Abu Hurairah, Masjid Abdurrahman bin Auf, Masjid Umar bin Khattab, dan Masjid Rafi’ bin Malik.
    15. Menyelenggarakan program privat khusus bagi para pemuda setempat.
    16. Menjadi pemateri di Gedung Yayasan Cahaya Sunnah, Sinunukan V, Mandailing Natal.
    17. Menjadi pengajar di Ma’had Kitabina Stabat 3.
    18. Menjadi pemateri dalam kegiatan walimah dan pemakaman di wilayah Deli Serdang, Langkat, dan Binjai.
    19. Menjadi pembina muallaf di Markas Muallaf Nurul Amal di bawah naungan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah.
    20. Memiliki program pembinaan dan pendampingan terkait pernikahan melalui Biro Jodoh.
    21. Memiliki program Rehabilitasi Narkoba sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pendampingan masyarakat.
    22. Membimbing sekitar 25 orang yang telah menyelesaikan setoran hafalan Al-Qur’an sebanyak 1 juz.
    23. Membantu sekitar 500 orang dalam mengenal dan mempelajari Sunnah.

    Perjalanan dakwah Dai Riswan Efendi Batubara, S.Pd.I menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam pembinaan masyarakat. Selama bertahun-tahun, beliau terus berupaya menghadirkan ilmu, membina generasi muda, mendampingi masyarakat, serta menghidupkan berbagai kegiatan keislaman di tengah umat.

    Semoga Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā memberikan keistiqamahan, kesehatan, dan keberkahan kepada beliau dalam menjalankan amanah dakwah. Semoga setiap ilmu yang disampaikan, setiap masyarakat yang dibimbing, serta setiap kebaikan yang lahir melalui perjuangan dakwah menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah berkomitmen untuk terus mendukung para da’i dalam menjalankan amanah dakwah dan pembinaan umat di berbagai wilayah, sehingga manfaat dakwah dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

  • Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah Utus Da’i ke Pulau Nias untuk Memperkuat Dakwah dan Pembinaan Umat

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah Utus Da’i ke Pulau Nias untuk Memperkuat Dakwah dan Pembinaan Umat

    Pulau Nias, Sumatera Utara – Alhamdulillāh, atas izin dan pertolongan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah kembali melaksanakan salah satu program dakwah melalui Pengutusan Da’i ke Pulau Nias. Program ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam menghadirkan pembinaan Islam dan menyebarkan ilmu agama ke berbagai wilayah yang membutuhkan.

    Pengutusan da’i ke Pulau Nias menjadi langkah nyata dalam memperluas jangkauan dakwah Islam, khususnya dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat melalui pengajaran Al-Qur’an, kajian Islam, pembinaan generasi muda, serta berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

    Para da’i yang diutus akan menjalankan amanah dakwah dengan penuh tanggung jawab, menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan, serta berusaha menjadi penghubung dalam menyampaikan nilai-nilai Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah kepada masyarakat setempat.

    Program dakwah ini mencakup berbagai kegiatan, di antaranya:

    • 📖 Kajian Islam untuk masyarakat umum
    • 📚 Pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak dan masyarakat
    • 🕌 Kajian rutin di masjid dan majelis ilmu
    • 👥 Pembinaan remaja dan pemuda Islam
    • 🎙️ Ceramah dan tausiyah keislaman
    • 🤝 Silaturahmi serta pendekatan kepada masyarakat
    • 🕌 Khutbah Jumat dan pembinaan keagamaan

    Kehadiran da’i di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman agama, memperkuat keimanan, serta membangun lingkungan yang lebih dekat dengan nilai-nilai Islam. Dakwah bukan hanya tentang menyampaikan ilmu, tetapi juga tentang memberikan keteladanan, pelayanan, dan kepedulian kepada umat.

    Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:

    وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

    “Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.”
    (QS. Fussilat: 33)

    Ayat ini menjelaskan keutamaan orang yang menyeru kepada jalan Allah. Dakwah merupakan pekerjaan mulia yang menjadi sebab tersebarnya ilmu dan kebaikan di tengah manusia.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.”
    (HR. Muslim)

    Hadis tersebut menjadi motivasi bahwa setiap usaha dalam menyebarkan ilmu agama akan mendapatkan balasan besar dari Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menyampaikan jazākumullāhu khairan kepada seluruh donatur, muhsinin, dan pihak-pihak yang telah mendukung terlaksananya program pengutusan da’i ini. Dukungan yang diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan dakwah untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat.

    Semoga Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā memberikan kekuatan, keistiqamahan, dan kemudahan kepada para da’i dalam menjalankan amanah dakwah di Pulau Nias. Semoga setiap langkah, ilmu yang disampaikan, dan kebaikan yang dilakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

    Mari terus mendukung program dakwah, pendidikan, dan kemanusiaan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah. Bersama menghadirkan cahaya ilmu dan manfaat bagi masyarakat hingga ke berbagai pelosok negeri.

    #PengutusanDai
    #DaiPulauNias
    #DakwahNusantara
    #QafilahDakwah
    #DakwahPelososkNegeri
    #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah
    #ArrisalahPeduli
    #PembinaanUmat
    #DakwahAlQuranDanSunnah
    #SebarkanIlmu
    #DaiArrisalah
    #DakwahDanKemanusiaan
    #AmalJariyah

  • Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah Berangkatkan Lebih dari 21 Da’i dalam Program Pengutusan Da’i 1448 H

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah Berangkatkan Lebih dari 21 Da’i dalam Program Pengutusan Da’i 1448 H

    Sumatera – Alhamdulillāh, atas izin dan pertolongan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, Program Pengutusan Da’i 1448 H Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah telah terlaksana dengan baik. Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen yayasan dalam menyebarkan dakwah Islam, menghadirkan pembinaan keagamaan, serta memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat di berbagai wilayah.

    Melalui program ini, sebanyak lebih dari 21 da’i telah diberangkatkan dan ditempatkan di berbagai wilayah strategis di Pulau Sumatera untuk mengemban amanah dakwah. Para da’i tersebut akan hadir di tengah masyarakat sebagai pembimbing, pengajar, dan penyampai ilmu agama dengan berlandaskan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

    Pengutusan para da’i ini merupakan bagian dari visi Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah dalam memperluas jangkauan dakwah hingga ke berbagai daerah yang membutuhkan pembinaan Islam. Tidak hanya berfokus di wilayah perkotaan, program ini juga menyasar daerah-daerah yang masih membutuhkan pendampingan keagamaan secara berkelanjutan.

    Para da’i yang telah ditempatkan akan menjalankan berbagai program dakwah dan pembinaan masyarakat, di antaranya menyampaikan kajian Islam, mengajarkan Al-Qur’an, membina anak-anak dan remaja, memberikan pendidikan kepada masyarakat umum, menjadi imam salat, khatib Jumat, serta melakukan pendekatan dakwah secara langsung kepada masyarakat.

    Kehadiran para da’i di berbagai daerah diharapkan dapat menjadi cahaya ilmu bagi masyarakat, membantu meningkatkan pemahaman agama, serta membangun lingkungan yang lebih dekat dengan nilai-nilai Islam. Dakwah yang dilakukan bukan hanya melalui penyampaian ilmu, tetapi juga melalui keteladanan, kepedulian, dan pelayanan kepada umat.

    Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:

    “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik.”
    (QS. An-Nahl: 125)

    Ayat ini menjadi pedoman bagi para da’i dalam menyampaikan risalah Islam dengan penuh hikmah, kelembutan, dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

    Rasulullah ﷺ juga bersabda:

    “Barang siapa menunjukkan kepada sebuah kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”
    (HR. Muslim)

    Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan membantu tersebarnya ilmu dan kebaikan. Setiap ilmu yang disampaikan oleh para da’i dan diamalkan oleh masyarakat akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi mereka yang berperan dalam mendukung dakwah tersebut.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menyadari bahwa dakwah merupakan amanah besar yang membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, keberhasilan program pengutusan da’i ini tidak terlepas dari dukungan para donatur, muhsinin, dan seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi dalam mendukung keberlangsungan dakwah.

    Jazākumullāhu khairan kepada seluruh donatur dan para muhsinin yang telah mendukung Program Pengutusan Da’i 1448 H. Semoga Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā membalas setiap kebaikan, memberikan keberkahan pada harta dan keluarga, serta menjadikan setiap dukungan sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

    Semoga Allah memberikan keistiqamahan, kekuatan, dan kemudahan kepada seluruh da’i dalam menjalankan amanah dakwah. Semoga setiap langkah mereka menjadi sebab tersebarnya ilmu, hadirnya hidayah, dan semakin luasnya manfaat Islam di tengah masyarakat.

    Mari terus bersama mendukung program dakwah, pendidikan, dan kemanusiaan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat.

    #PengutusanDai1448H
    #DakwahNusantara
    #QafilahDakwah
    #DaiArrisalah
    #DakwahIslam
    #PembinaanUmat
    #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah
    #ArrisalahPeduli
    #DakwahDanPendidikan
    #SebarkanIlmu
    #DakwahPelososokNegeri
    #AmalJariyah
    #SyiarIslam
    #BersamaMembangunUmat

  • Kiprah Dakwah Dai Salman Alfarissi, S.Pd dalam Membina Masyarakat di Pesisir Barat Lampung

    Kiprah Dakwah Dai Salman Alfarissi, S.Pd dalam Membina Masyarakat di Pesisir Barat Lampung

    Alhamdulillah, dakwah Islam terus berkembang di berbagai daerah melalui peran aktif para dai binaan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah. Salah satu dai yang saat ini aktif menjalankan amanah dakwah di wilayah Sumatera bagian selatan adalah Dai Salman Alfarissi, S.Pd. Beliau bergabung bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah pada tahun 1447 H/2025 M dan ditugaskan di wilayah Jl. Lintas Barat Sumatera, Baturaja, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung.

    Selama kurang lebih sepuluh bulan mengabdi bersama yayasan, Dai Salman Alfarissi menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan berbagai program pembinaan umat. Dengan bekal pendidikan sarjana yang beliau selesaikan di STAI As Sunnah Deli Serdang Sumatera Utara pada tahun 2025, beliau mampu menghadirkan dakwah yang ilmiah, santun, dan mudah diterima oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

    Program dakwah yang dijalankan mencakup berbagai bidang pembinaan masyarakat. Mulai dari pembelajaran bagi remaja dan pemudi, pendidikan masyarakat umum, ceramah rutin dan dauroh, khutbah Jumat, pembelajaran anak-anak, hingga dakwah melalui media sosial dan komunikasi digital. Selain itu, beliau juga aktif menghadiri berbagai kegiatan masyarakat serta melakukan kunjungan kepada tokoh-tokoh masyarakat untuk mempererat hubungan dan memperluas jangkauan dakwah.

    Perkembangan dakwah Dai Salman Alfarissi mendapatkan sambutan positif dari masyarakat sekitar. Saat ini beliau dipercaya menjadi pemateri kajian rutin, khatib, dan imam rawatib di Masjid As Sunnah, yaitu masjid ke-71 yang dibangun oleh Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah di wilayah Pesisir Barat Lampung. Kehadiran beliau di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam menghidupkan kegiatan keislaman di daerah tersebut.

    Selain aktif di Masjid As Sunnah, Dai Salman Alfarissi juga menjadi pengisi kajian masyarakat untuk kalangan pemuda dan pemudi di berbagai wilayah Kabupaten Pesisir Barat. Kajian-kajian tersebut membahas berbagai tema penting seputar akidah, ibadah, akhlak, dan kehidupan sehari-hari yang dikemas dengan pendekatan yang mudah dipahami oleh masyarakat.

    Dalam bidang pendidikan formal, beliau juga dipercaya menjadi pengajar di SMP Darul Salam Pesisir Barat Lampung. Peran ini menjadi bagian dari kontribusi beliau dalam membina generasi muda melalui pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan ilmu dan akhlak sekaligus.

    Salah satu pencapaian yang cukup membanggakan adalah berkembangnya Halaqah Al-Qur’an di Masjid As Sunnah yang saat ini diikuti lebih dari 45 santri. Dari jumlah tersebut, lebih dari 20 santri telah berhasil belajar membaca Al-Qur’an dengan baik. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan semangat masyarakat dalam mempelajari Al-Qur’an dan mendalami ilmu agama.

    Tidak hanya itu, Dai Salman Alfarissi juga aktif menjadi pemateri kajian di beberapa masjid lainnya, seperti Masjid Thalhah bin ‘Ubaidillah dan Masjid Nurul Iman di wilayah Pesisir Barat Lampung. Beliau juga mengajar tahsin Al-Qur’an khusus untuk kaum ibu di Masjid Thalhah bin ‘Ubaidillah serta Masjid Al Barakah. Program tahsin ini menjadi salah satu kegiatan yang sangat diminati masyarakat karena membantu memperbaiki bacaan Al-Qur’an secara bertahap.

    Kajian-kajian yang beliau isi saat ini dihadiri lebih dari 100 jamaah secara keseluruhan. Antusiasme masyarakat terhadap program dakwah yang dijalankan menjadi bukti bahwa kebutuhan terhadap pembinaan agama di daerah masih sangat besar. Selain dakwah secara langsung, beliau juga aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah dengan jumlah pengikut di Facebook mencapai sekitar 500 orang.

    Allah Ta’ala berfirman:

    “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.”
    (QS. Ali ‘Imran: 104)

    Rasulullah ﷺ juga bersabda:

    “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.”
    (HR. Bukhari)

    Ayat dan hadis tersebut menjadi motivasi bagi para dai untuk terus menyebarkan ilmu dan kebaikan kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berkomitmen mendukung program dakwah dan pendidikan Islam di berbagai daerah terpencil dan pelosok Indonesia. Dukungan dari para donatur dan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlangsungan pembinaan umat yang dilakukan oleh para dai di lapangan.

    Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan keberkahan, keikhlasan, dan kekuatan kepada Dai Salman Alfarissi dalam menjalankan amanah dakwah, serta menjadikan setiap langkah beliau sebagai amal jariyah yang bermanfaat bagi umat.

    #daisalmanalfarissi #dakwahlampung #dakwahnusantara #kajianislam #halaqahalquran #yayasanarrisalah

  • Kiprah Dakwah Dai Richadt Al Austin, S.Pd di Mukomuko: Menguatkan Pembinaan Umat melalui Program Terstruktur

    Kiprah Dakwah Dai Richadt Al Austin, S.Pd di Mukomuko: Menguatkan Pembinaan Umat melalui Program Terstruktur

    Profil Dai Richadt Al Austin S.Pd dalam menjalankan dakwah di Mukomuko Bengkulu melalui berbagai program pendidikan, kajian, dan pembinaan masyarakat.

    Alhamdulillah, dengan rahmat dan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala, kiprah para dai Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus menunjukkan perkembangan yang signifikan di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya adalah kontribusi nyata dari Dai Richadt Al Austin, S.Pd, yang saat ini bertugas di wilayah Bandar Ratu, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Sejak bergabung pada tahun 1447 H/2025 M, beliau telah mengabdikan diri selama kurang lebih sepuluh bulan dalam menjalankan amanah dakwah dan pembinaan umat di daerah tersebut.

    Dai Richadt Al Austin memiliki latar belakang pendidikan yang mendukung kiprahnya dalam dunia dakwah. Beliau menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di STAI As Sunnah, Deli Serdang, Sumatera Utara pada tahun 2025. Bekal akademis ini menjadi fondasi penting dalam menyampaikan materi dakwah secara sistematis, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kombinasi antara ilmu yang dimiliki dan pengalaman lapangan menjadikan dakwah beliau semakin efektif dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.

    Dalam menjalankan tugasnya, Dai Richadt Al Austin mengembangkan berbagai program dakwah yang bersifat komprehensif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Program tersebut mencakup pembelajaran untuk remaja dan pemudi, pendidikan masyarakat umum, ceramah rutin dan dauroh, khutbah Jumat, pembinaan anak-anak, hingga dakwah melalui media sosial dan komunikasi digital. Selain itu, beliau juga aktif dalam memberikan ceramah di berbagai lembaga, termasuk instansi pemerintah, serta melakukan kunjungan kepada tokoh masyarakat untuk memperkuat hubungan sosial.

    Perkembangan dakwah yang dilakukan menunjukkan hasil yang positif, ditandai dengan meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap kehadiran beliau. Saat ini, Dai Richadt Al Austin dipercaya sebagai pemateri kajian rutin, khatib, sekaligus imam rawatib di Masjid As Sunnah, yang merupakan masjid ke-123 yang dibangun oleh Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah di wilayah Bandar Ratu, Mukomuko. Peran ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kapasitas dan integritas beliau sebagai dai.

    Tidak hanya berfokus pada satu lokasi, beliau juga aktif mengisi berbagai kajian di beberapa masjid di wilayah Mukomuko. Di antaranya adalah Masjid Abu Sufyan Al Harits, Masjid Abu Sa’id Al Khudri, dan Masjid Nurul Huda, dengan jumlah jamaah yang terus bertambah. Kehadiran beliau sebagai pemateri kajian rutin di berbagai masjid tersebut menunjukkan luasnya jangkauan dakwah yang dilakukan serta kebutuhan masyarakat terhadap pembinaan keagamaan yang berkelanjutan.

    Selain kegiatan di masjid, Dai Richadt Al Austin juga turut berkontribusi dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam. Beliau terlibat dalam pengelolaan Ma’had IQBS Umar Mukomuko Bengkulu, yang menjadi salah satu pusat pembinaan generasi muda dalam bidang Al-Qur’an dan ilmu syar’i. Peran ini menjadi bagian penting dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.

    Aktivitas dakwah beliau juga menjangkau instansi pemerintahan. Dai Richadt Al Austin secara rutin mengisi kajian di kantor Kementerian Keuangan serta memberikan ceramah bulanan di kantor kepolisian Mukomuko. Kegiatan ini menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya terbatas di lingkungan masjid, tetapi juga mampu menjangkau berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk lingkungan kerja dan pemerintahan.

    Dalam bidang pendidikan Al-Qur’an, beliau membina halaqah yang beranggotakan lebih dari 10 santri di Masjid As Sunnah. Selain itu, beliau juga mengajar bahasa Arab di Masjid Abu Sa’id Al Khudri dengan jumlah peserta yang aktif mengikuti pembelajaran. Upaya ini menjadi bagian dari strategi dalam meningkatkan kualitas pemahaman agama masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan.

    Keberhasilan dakwah Dai Richadt Al Austin juga terlihat dari keterlibatannya dalam Majelis Ta’lim resmi BKMT Mukomuko. Melalui kegiatan ini, beliau berperan dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada kaum ibu, yang merupakan salah satu elemen penting dalam membangun keluarga dan masyarakat yang Islami. Dakwah yang menyasar berbagai kelompok ini menunjukkan pendekatan yang menyeluruh dalam pembinaan umat.

    Di era digital saat ini, beliau juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah. Dengan jumlah pengikut sekitar 600 orang di Instagram, Dai Richadt Al Austin menyampaikan pesan-pesan keislaman yang bermanfaat dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Kehadiran di platform digital ini menjadi pelengkap dakwah konvensional yang dilakukan secara langsung.

    Perjalanan dakwah Dai Richadt Al Austin merupakan contoh nyata dari dedikasi dan komitmen dalam menyebarkan ilmu Islam di tengah masyarakat. Dengan program yang terstruktur, pendekatan yang bijak, serta dukungan dari Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah, beliau mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembinaan umat di wilayah Mukomuko.

    Ke depan, diharapkan dakwah yang dilakukan dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas. Dukungan dari masyarakat dan para donatur menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan program dakwah ini. Semoga setiap langkah dan usaha yang dilakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

    #daiarrisalah #dakwahnusantara #pembinaanummah #dakwahbengkulu #kajianislam #yayasanarrisalah