Category: Tajuk Dai

  • Profil Dai Salmi Adrizal, S.Pd: Kiprah Dakwah dan Pendidikan di Sumatera Barat

    Profil Dai Salmi Adrizal, S.Pd: Kiprah Dakwah dan Pendidikan di Sumatera Barat

    Dai Salmi Adrizal, S.Pd resmi bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Ar Risalah sebagai dai pada tahun 1447 H / 2025 M. Beliau ditugaskan di Desa Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Dalam kurun waktu kurang lebih tujuh bulan pengabdian, beliau menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan amanah dakwah dan pendidikan di tengah masyarakat.

    Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia dakwah, beliau menyelesaikan pendidikan terakhir jenjang Strata 1 (S1) di STAI As Sunnah, Deli Serdang, Sumatera Utara pada tahun 2024. Bekal pendidikan tersebut menjadi landasan ilmiah yang kuat dalam menyampaikan materi dakwah secara sistematis dan sesuai dengan manhaj yang benar.

    Program dakwah yang beliau jalankan mencakup berbagai lini pembinaan umat, di antaranya pembelajaran kepada remaja dan remaji (remaja putri), pembelajaran kepada masyarakat umum, ceramah umum dalam bentuk kajian rutin dan dauroh, serta khutbah Jumat. Selain itu, beliau juga aktif memberikan pembelajaran kepada anak-anak sebagai bentuk investasi generasi masa depan.

    Tidak hanya berdakwah secara langsung, Dai Salmi Adrizal juga memanfaatkan media sosial dan komunikasi melalui telepon genggam sebagai sarana penyebaran ilmu. Beliau turut mengisi ceramah di berbagai lembaga, radio, televisi, lembaga pemasyarakatan, hingga acara pernikahan. Kunjungan kepada pembesar kaum dan tokoh masyarakat juga menjadi bagian dari strategi dakwah yang beliau lakukan untuk memperkuat sinergi sosial.

    Perkembangan dakwah beliau menunjukkan penerimaan yang baik dari masyarakat. Dai Salmi Adrizal dipercaya menjadi pemateri kajian rutin, khatib, dan imam rawatib di Masjid Ayyub Al Anshari, masjid ke-74 yang dibangun oleh Yayasan Peduli Kemanusiaan Ar Risalah di Desa Blok B, Ophir, Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

    Selain itu, beliau juga berkhidmat sebagai pengajar di Sekolah Dasar Nurul Qur’an, Pasaman Barat. Tidak hanya itu, amanah besar juga dipercayakan kepada beliau sebagai Wakil Direktur di Ma’had Tahfizh Al-Qur’an Imam Asy-Syafi’i, Pasaman Barat, yang menjadi pusat pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an di wilayah tersebut.

    Dalam bidang tahfizh, capaian yang diraih cukup membanggakan. Jumlah santri di Ma’had Tahfizh Al-Qur’an Imam Asy-Syafi’i mencapai lebih dari 10 orang, sementara siswa di Sekolah Dasar Nurul Qur’an berjumlah lebih dari 50 orang. Beliau juga berhasil membimbing lebih dari 8 santri menghafal 1 juz, lebih dari 6 santri menghafal 2 juz, lebih dari 3 santri menghafal 3 juz, lebih dari 4 santri menghafal 4 juz, serta lebih dari 2 santri menghafal hingga 7 juz Al-Qur’an.

    Peran beliau sebagai pemateri kajian di Masjid Abu Ayyub Al-Anshari, Pasaman Barat, semakin memperluas jangkauan dakwahnya. Kegiatan pendidikan masyarakat yang beliau bimbing diikuti lebih dari 20 orang, sementara jumlah peserta dakwah secara umum mencapai sekitar 60 orang.

    Di ranah digital, pengaruh dakwah beliau juga cukup signifikan. Jumlah pengikut di akun Instagram pribadinya telah mencapai lebih dari 10.000 orang, yang menjadi sarana efektif dalam menyebarkan konten dakwah dan edukasi Islam kepada masyarakat luas.

    Perjalanan dakwah Dai Salmi Adrizal, S.Pd menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pendidikan formal, pengabdian masyarakat, dan pemanfaatan media digital mampu melahirkan dampak positif yang luas. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi langkah beliau dan menjadikan setiap upaya dakwahnya sebagai amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi umat.

  • Dai Sahrizal Abu Muhammad: 15 Tahun Mengabdi untuk Dakwah Bersama Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyyah

    Dai Sahrizal Abu Muhammad: 15 Tahun Mengabdi untuk Dakwah Bersama Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyyah

    Alhamdulillah, Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyyah terus menghadirkan dai-dai yang berkomitmen menyebarkan ilmu syar’i ke pelosok negeri. Salah satunya adalah Ustadz Sahrizal Abu Muhammad, dai binaan yang telah mengabdikan diri selama kurang lebih 15 tahun dalam dakwah dan pembinaan umat.

    Ustadz Sahrizal Abu Muhammad resmi bergabung dengan Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyyah pada tahun 1432 H/2011 M. Beliau bertugas di Desa Dusun Bahagia, Desa Belegen Mulia, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pendidikan terakhirnya adalah Diploma di Sirojul Mukhlasin pada tahun 2008.

    Program dakwah yang dijalankan beliau sangat beragam. Mulai dari pembelajaran untuk remaja dan masyarakat umum, ceramah umum (kajian rutin dan dauroh), khutbah Jumat, pembinaan anak-anak, hingga memanfaatkan media sosial dan perangkat digital untuk dakwah. Tak hanya itu, Ustadz Sahrizal juga mengisi ceramah di lembaga-lembaga, radio, televisi, penjara, serta menghadiri acara pernikahan dan kunjungan kepada tokoh masyarakat setempat.

    Kepercayaan masyarakat terhadap dakwah beliau semakin meningkat. Saat ini, Ustadz Sahrizal menjadi pemateri kajian rutin sekaligus imam rawatib di Masjid Ummul Mukminin ‘Aisyah — masjid ke-50 yang dibangun oleh Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyyah di Desa Dusun Bahagia. Beliau juga rutin menjadi khatib dan pengisi kajian di berbagai titik di Kota Subulussalam dan sekitarnya.

    Kiprah beliau merambah ke berbagai lembaga pendidikan. Ustadz Sahrizal menjadi pemateri kajian rutin di Lapas Kelas II B Sitinjo – Sidikalang, SDIT Sitinjo – Sidikalang, pembina di Yayasan Darussalam Kota Subulussalam, serta pimpinan Pondok Ummul Mukminin Khodijah di kota yang sama. Peran ini menjadikan beliau salah satu dai dengan jangkauan dakwah paling luas di wilayah tersebut.

    Buah dari kesungguhan dakwahnya terlihat nyata. Rumah Qur’an Ummul Mukminin Khodijah yang dibinanya kini memiliki sekitar 15 santri dengan berbagai tingkat hafalan. Ada lima orang yang menyetor hafalan satu juz, empat orang dua juz, empat orang tiga juz, tiga orang enam juz, bahkan lima belas orang sudah mencapai setoran hafalan 15 juz.

    Selain itu, beliau juga menjadi pemateri di Masjid Taqwa Kota Subulussalam dan Masjid Nurul Iman di Pakpak Bharat. Berdasarkan catatan, kurang lebih 100 orang telah bertaubat dari pemahaman sufi setelah mendapat pembinaan dakwah dari beliau. Jamaah binaannya kini mencapai sekitar 350 orang.

    Tak hanya di lapangan, Ustadz Sahrizal memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah. Akun Facebook dakwahnya kini diikuti oleh lebih dari 500 orang yang rutin menyimak materi-materi yang beliau bagikan. Hal ini menunjukkan bagaimana dakwah beliau menyentuh masyarakat baik secara langsung maupun daring.

    Dedikasi Ustadz Sahrizal Abu Muhammad adalah cerminan visi Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyyah dalam melahirkan dai-dai yang tidak hanya berilmu tetapi juga berjiwa pengabdian. Dengan ketekunan dan kesabaran, beliau berhasil mengubah wajah dakwah di wilayahnya dan membina masyarakat agar lebih dekat kepada Al-Qur’an dan Sunnah.

    Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan keberkahan kepada Ustadz Sahrizal Abu Muhammad, melapangkan jalannya dalam berdakwah, dan menjadikan setiap ilmu yang beliau sampaikan sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga hari kiamat.

  • Profil Dai : Hefrimai Safrisyah, S.Sos, Masjid Baitul Hadiy – Sukajaya, Lampung Tengah

    Profil Dai : Hefrimai Safrisyah, S.Sos, Masjid Baitul Hadiy – Sukajaya, Lampung Tengah

    Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah terus berkomitmen menebarkan cahaya dakwah hingga ke berbagai pelosok negeri. Salah satu dai muda yang turut berkontribusi dalam perjuangan mulia ini adalah Ustadz Hefrimai Safrisyah, S.Sos, yang mulai bergabung bersama yayasan pada tahun 1446 H / 2024 M.

    Beliau ditugaskan di Masjid Baitul Hadiy, masjid binaan yayasan bernomor 75 yang terletak di Desa Sukajaya, Kecamatan Anak Ratu Aji, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Dengan latar belakang pendidikan S1 dari STAI As-Sunnah, beliau hadir sebagai dai muda yang tangguh dan semangat dalam menghidupkan dakwah Islam di tengah masyarakat.

    Dalam kiprahnya selama satu tahun ini, Ustadz Hefrimai menjalankan beragam program dakwah, antara lain:

    1. Pembinaan remaja dan remaji,

    2. Pembelajaran untuk masyarakat umum,

    3. Kajian rutin dan dauroh,

    4. Khutbah Jumat,

    5. Halaqah anak-anak,

    6. Dakwah media dan digital,

    7. Ceramah di lembaga formal dan informal (penjara, pernikahan, radio, dsb),

    8. Kunjungan silaturrahmi ke tokoh masyarakat dan warga setempat.

    Keberadaan beliau di Lampung Tengah mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat, hingga kini beliau menjadi imam tetap, khatib, dan pengisi kajian utama di Masjid Baitul Hadiy. Selain itu, beliau juga aktif menjadi pengajar di Sekolah Dasar Saung Ilmu, yang berada di wilayah yang sama.

    Di bidang pembinaan, Ustadz Hefrimai telah membentuk halaqah Al-Qur’an khusus anak-anak dengan jumlah peserta 20 orang selama tahun 1446 H. Ia juga rutin mengisi khutbah Jumat dua kali dalam sebulan, serta mengadakan muhadharah mingguan yang dihadiri oleh 10 orang peserta secara tetap.

    Capaian beliau dalam berdakwah selama setahun sangat luar biasa, dengan jumlah pertemuan dakwah mencapai 627 kali dan total penerima manfaat/jama’ah sebanyak 307 orang. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran dai di masyarakat benar-benar dirasakan manfaatnya dan berdampak secara spiritual maupun sosial.

    Semoga Allah senantiasa menjaga semangat dakwah beliau, memberikan keikhlasan dan istiqamah, serta menjadikan seluruh amalnya sebagai ladang pahala yang mengalir tanpa henti.

  • PROFIL DAI YAYASAN ARRISALAH – ANDIKA ILMI NABAWI, S.PD

    PROFIL DAI YAYASAN ARRISALAH – ANDIKA ILMI NABAWI, S.PD

    Dai Andika Ilmi Nabawi, S.Pd: Satu Tahun Menginspirasi Umat Lewat Dakwah di Riau

    Rokan Hulu, Riau – Dai Andika Ilmi Nabawi, S.Pd, merupakan salah satu dai muda berprestasi yang telah bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah sejak tahun 1446 H / 2024 M. Selama lebih dari satu tahun, beliau menjalankan tugas dakwahnya di Masjid Yayasan Nomor 39, Masjid Ar Royyan yang berlokasi di Aliantan, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

    Lulusan S1 dari STAI As-Sunnah ini aktif dalam berbagai program dakwah yang ditujukan kepada berbagai lapisan masyarakat, antara lain:

    1. Pembelajaran agama untuk remaja dan remaji,

    2. Kajian untuk masyarakat umum,

    3. Ceramah umum, kajian rutin, dan dauroh,

    4. Khutbah Jumat,

    5. Pengajaran untuk anak-anak,

    6. Dakwah melalui media sosial dan perangkat HP,

    7. Ceramah di lembaga, radio, televisi, penjara, dan acara pernikahan,

    8. Kunjungan silaturahmi kepada tokoh masyarakat.

    Peran dan Kontribusi

    Dalam perkembangan karier dakwahnya, Ustadz Andika telah menjadi:

    • Pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid Ar Royyan Aliantan,

    • Partisipan aktif di Pondok Pesantren Ar Royyan dan Madrasah Quran Aliantan yang kini memiliki 90 murid.

    Buah dari Perjuangan

    Upaya dakwah beliau membuahkan hasil yang signifikan, di antaranya:

    • Mendirikan halaqah tahfizhul Qur’an Ar-Rayyān dengan 20 peserta,

    • Membuka halaqah pembelajaran bahasa Arab dengan 10 peserta,

    • Membimbing 20 peserta muroja’ah hafalan satu juz Al-Qur’an,

    • Melahirkan 2 hafidz yang berhasil menghafal satu juz penuh,

    • Mencetak 3 kader dakwah yang kini menyampaikan materi setiap hari,

    • Telah mendakwahi sekitar 400 orang di wilayah tugasnya,

    • Menyampaikan lebih dari 1.050 pertemuan dakwah,

    • Mengelola channel dakwah WhatsApp yang diikuti 100 peserta.

    Keistiqamahan dan dedikasi beliau menjadi teladan dalam upaya menyebarkan ilmu dan nilai-nilai Islam kepada masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Rokan Hulu. Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah mengapresiasi kinerja dan semangat dakwah Dai Andika Ilmi Nabawi dan berharap perjuangan beliau terus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi umat.

  • Profil dan Perkembangan Dakwah Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos

    Profil dan Perkembangan Dakwah Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos

    Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos telah berkiprah dalam dunia dakwah sejak bergabung dengan Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah pada tahun 1446 H / 2024 M. Saat ini, beliau bertugas sebagai dai di Masjid Umar bin Khattab, masjid ke-6 yang berada di Kuala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

    Sebagai lulusan S1 STAI As-Sunnah tahun 2024, Dai Raihan membawa semangat dakwah yang kuat dengan pendekatan yang luas dan beragam untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

    Dalam menjalankan tugasnya, beliau aktif mengembangkan berbagai program dakwah yang mencakup berbagai kelompok usia dan kalangan masyarakat, antara lain:

    📌 Pembelajaran bagi Remaja & Remaji
    📌 Kajian Islam untuk Masyarakat Umum
    📌 Ceramah Umum & Kajian Rutin
    📌 Khutbah Jumat
    📌 Pembelajaran Islam bagi Anak-Anak
    📌 Dakwah melalui Media Sosial & HP
    📌 Ceramah di Lembaga, Radio, TV, Penjara, dan Acara Pernikahan
    📌 Kunjungan kepada Tokoh Masyarakat & Pembesar Kaum

    Dalam perjalanan dakwahnya, Dai Raihan telah mendapatkan penerimaan yang baik dari masyarakat. Peran aktifnya meliputi:

    ✅ Pemateri, Khatib, dan Imam Tetap di Masjid Umar bin Khattab.
    ✅ Pemateri Dakwah di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kuala Air Hitam.
    ✅ Partisipan dalam Kegiatan Keagamaan di Sekolah Dasar (SD) Kuala Air Hitam.

    Komitmen dan kerja keras beliau dalam menyebarkan dakwah Islam telah membuahkan berbagai hasil yang signifikan:

    ✨ Mendirikan Halaqah Tahfiz Al-Qur’an dengan 15 murid laki-laki dan perempuan.
    ✨ Membuka Kelas Bahasa Arab dengan 2 murid yang aktif belajar.
    ✨ Total 426 sesi ceramah dan khutbah telah beliau sampaikan.
    ✨ Jumlah total jamaah yang telah mengikuti dakwahnya mencapai 873 orang.

    Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dakwah yang dilakukan Dai Raihan Robbani Hidayat tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan terus mengembangkan metode dakwah yang efektif dan menjangkau lebih banyak kalangan, beliau berharap dapat terus memberikan kontribusi dalam menyebarkan ilmu dan nilai-nilai Islam di tengah umat.

    Semoga Allah memberkahi perjuangan beliau dalam dakwah ini. Aamiin.

  • Profil Dai Vedran Gilang Wahyu Haris, S.Sos

    Profil Dai Vedran Gilang Wahyu Haris, S.Sos

    Dai Vedran Gilang Wahyu Haris, S.Sos, bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah sebagai dai pada tahun 1446 H / 2024 M. Saat ini, beliau bertugas di Masjid Jami’ Darul Hadist, yang berlokasi di Bukik Sikumpa, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

    Dalam perjalanan dakwahnya, beliau telah bekerja selama kurang lebih 1 tahun di Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah. Pendidikan terakhir yang diselesaikan adalah S1 di STAI As-Sunnah pada tahun 2024.

    Dai Vedran aktif dalam berbagai kegiatan dakwah yang mencakup berbagai lapisan masyarakat, antara lain:

    Pembelajaran Remaja

    Mengajarkan ilmu agama kepada generasi muda agar memiliki pemahaman Islam yang benar.

    Pembelajaran Kepada Masyarakat Umum

    Mengadakan kajian keislaman yang terbuka untuk seluruh kalangan masyarakat.

    Ceramah Umum

    Mengisi kajian rutin masyarakat dan dauroh untuk meningkatkan ilmu keislaman.

    Khutbah Jumat

    Bertugas sebagai khatib Jumat di berbagai masjid di wilayah tugasnya.

    Pembelajaran Kepada Anak-Anak

    Mendidik anak-anak dalam ilmu agama, termasuk hafalan Al-Qur’an dan hadist.

    Dakwah Melalui Media Sosial dan HP

    Menyampaikan dakwah melalui platform WhatsApp, Instagram, dan media sosial lainnya.

    Ceramah Umum di Berbagai Lembaga

    Mengisi ceramah di berbagai tempat seperti lembaga pendidikan, radio, televisi, penjara, dan acara pernikahan.

    Kunjungan kepada Pembesar Kaum (Masyarakat)

    Silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama untuk mempererat ukhuwah Islamiyah.

    Dalam perjalanannya sebagai dai, masyarakat mulai menerima dan menghargai peran beliau, sehingga saat ini beliau telah dipercaya sebagai:

    Pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid Yayasan Ar Risalah “Darul Hadist” di Kabupaten Lima Puluh Kota.
    Pemateri di Ma’had Darul Hadist, Kabupaten Lima Puluh Kota.
    Pemateri di Masjid Mukhlisin, Kabupaten Lima Puluh Kota.

    Sejak aktif berdakwah, Dai Vedran Gilang Wahyu Haris telah mencapai berbagai keberhasilan, antara lain:

    Halaqoh Quran

    • Memiliki 10 peserta putra yang rutin mengikuti pembelajaran Al-Qur’an.
    • Halaqoh Hadist
    • Memiliki 42 peserta putra yang belajar hadist secara intensif.
    • Halaqoh Bahasa Arab
    • Memiliki 42 peserta putra yang aktif belajar bahasa Arab.
    • Hafalan Al-Qur’an
    • 7 orang telah menyelesaikan hafalan 1 Juz.
    • 4 orang telah menyelesaikan hafalan 2 Juz.
    • Hafalan Hadist
    • 5 orang telah menyelesaikan hafalan 100 hadist.
    • Jumlah Ceramah dan Khutbah
    • Telah menyampaikan 665 kali ceramah dan khutbah.
    • Jumlah Jama’ah
    • Jumlah jama’ah yang mengikuti kajian mencapai 500 orang.
    • Dakwah Melalui Media Sosial
    • Sebanyak 772 orang mengikuti dakwahnya melalui grup WhatsApp dan Instagram.

    Dai Vedran Gilang Wahyu Haris, S.Sos, telah memberikan kontribusi besar dalam menyebarkan dakwah Islam di Kabupaten Lima Puluh Kota. Dengan program yang menyentuh berbagai kalangan, serta penerimaan masyarakat yang semakin luas, beliau terus berupaya memberikan manfaat bagi umat melalui ceramah, pembelajaran, dan bimbingan agama, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

    Dakwah beliau telah menghasilkan peningkatan dalam pendidikan agama bagi masyarakat, terbukti dengan bertambahnya jumlah santri yang menghafal Al-Qur’an dan hadist, serta meningkatnya jumlah jama’ah yang mengikuti kajian.

  • Dai Muhammad Ihsan Alfasiri, S.Sos Melangkah Menuju Pencerahan Masyarakat melalui Dakwah

    Dai Muhammad Ihsan Alfasiri, S.Sos Melangkah Menuju Pencerahan Masyarakat melalui Dakwah

    Dai Muhammad Ihsan Alfasiri, S.Sos, bergabung dengan Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah pada tahun 1446 H / 2024 M dan ditempatkan di Masjid Ubay bin Ka’ab, Jalan Tengku Agung, Makmur, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau. Selama lebih dari satu tahun berdakwah bersama yayasan ini, Dai Muhammad Ihsan telah banyak memberikan kontribusi dalam membimbing umat, khususnya dalam hal ilmu agama dan penguatan nilai-nilai Islam di wilayah tugasnya.

    Latar Belakang Pendidikan dan Pengalaman Dakwah

    Dai Muhammad Ihsan menyelesaikan pendidikan S1 di STAI As-Sunnah pada tahun 2024, dan segera menerapkan ilmu yang diperoleh di lembaga pendidikan tersebut dalam dakwahnya. Program-program dakwah yang dijalankan di Kabupaten Siak meliputi berbagai pendekatan, antara lain:

    • Pembelajaran untuk remaja dan anak-anak
    • Pembelajaran untuk masyarakat umum
    • Ceramah umum (kajian rutin masyarakat dan dauroh)
    • Khutbah Jumat
    • Dakwah melalui media sosial dan aplikasi komunikasi
    • Ceramah di lembaga-lembaga, radio, TV, penjara, dan acara pernikahan
    • Kunjungan kepada pembesar masyarakat untuk memperkuat hubungan dakwah

    Perkembangan Dakwah dan Penerimaan Masyarakat

    Keberhasilan dalam menyampaikan dakwah terlihat dalam beberapa pencapaian yang diraih oleh Dai Muhammad Ihsan Alfasiri. Di antaranya adalah menjadi pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid Ubay bin Ka’ab, yang merupakan masjid yayasan nomor ke-85. Selain itu, beliau juga menjadi pemateri dan khatib di beberapa masjid lainnya seperti Masjid Al-Furqon, Masjid PT Pertamina Hulu, Masjid Muthmainnah, dan Masjid Al-Qurtubi di Kabupaten Siak, Riau.

    Sebagai pengajar sukarelawan, beliau juga memberikan pembelajaran di Pondok Pesantren Abu Musa Al-Asy’ari dan Madrasah Ibtidaiyah Muthmainnah, Kecamatan Dayun.

    Keberhasilan dalam Dakwah dan Pembinaan

    Beberapa pencapaian penting yang diperoleh dalam dakwahnya antara lain:

    • Mendirikan halaqah tahfiz Al-Qur’an dengan jumlah murid sebanyak 10 orang pada tahun 1446 H, beberapa di antaranya telah menghafal surah-surah dari juz 30.
    • Membimbing murid dalam menghafal doa dan zikir dalam salat, doa zikir pagi, serta zikir harian.
    • Mengajarkan dasar-dasar ilmu bahasa Arab, termasuk 70 kosakata bahasa Arab dan memperbaiki pengucapan makhraj Al-Qur’an.
    • Menyelesaikan kajian kitab Jami’ul Ulum wal Hikam, dan saat ini melanjutkan kajian kitab hadis Riyadush Sholihin di Masjid Yayasan Masjid Ubay bin Ka’ab.
    • Meningkatkan minat masyarakat sekitar untuk menghadiri kajian sunnah di Masjid Yayasan Masjid Ubay bin Ka’ab, yang menunjukkan penerimaan yang sangat baik dari masyarakat terhadap dakwah sunnah.

    Total pertemuan dan kajian umum yang telah disampaikan oleh Dai Muhammad Ihsan mencapai 535 kali, dengan lebih dari 500 jamaah yang mengikuti dakwahnya. Di samping itu, sebanyak 150 orang turut mengikuti kajian melalui grup WhatsApp.

    Dai Muhammad Ihsan Alfasiri, S.Sos, telah memberikan dampak besar melalui dakwahnya di Kabupaten Siak. Dengan pendekatan yang inklusif dan modern, seperti pemanfaatan media sosial, serta komitmennya dalam pembinaan generasi muda dan masyarakat umum, beliau berhasil memperkuat nilai-nilai Islam dan memperluas pemahaman agama di wilayah tugasnya. Semoga usaha dakwah ini dapat terus berkembang dan membawa berkah bagi masyarakat.

  • Amanah Sakti Pasaribu, Kiprah Dakwah Inspiratif di Labuhanbatu Utara

    Amanah Sakti Pasaribu, Kiprah Dakwah Inspiratif di Labuhanbatu Utara

    Dakwah Islam merupakan amanah besar yang diemban oleh para ulama dan da’i. Salah satu nama yang bersinar di bidang ini adalah Amanah Sakti Basarbu, yang bergabung dengan Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah pada tahun 1446 H / 2024 M. Ia ditugaskan untuk melaksanakan dakwah di wilayah Aek Kanopan, Kota Kec, Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Indonesia, selama satu tahun penuh.

    Kualifikasi Akademik

    Amanah Sakti Basarbu menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan gelar S1 di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) pada tahun 2024 M. Pendidikan ini memberinya bekal ilmu untuk menjalankan misi dakwahnya.

    Program Dakwah Bulanan

    Kegiatan dakwahnya berfokus pada berbagai aktivitas seperti:

    1. Pendidikan Pemuda: Menyediakan lingkungan pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai Islam.
    2. Edukasi Masyarakat: Memberikan pengajaran agama untuk meningkatkan kesadaran spiritual.
    3. Ceramah Umum: Menyampaikan ajaran Islam kepada khalayak luas.
    4. Khutbah Jumat: Membawakan khutbah dengan tema-tema yang relevan bagi umat Muslim.
    5. Pendidikan Anak-Anak: Mengadakan halaqah tahfiz Al-Qur’an dan pengajaran dasar-dasar agama.
    6. Dakwah Digital: Menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan Islam.
    7. Dakwah Terbuka: Menyelenggarakan pertemuan dengan masyarakat untuk mempererat hubungan.
    8. Silaturahmi dengan Tokoh Lokal: Menjalin hubungan positif dengan pemimpin masyarakat untuk memperkuat kolaborasi.

    Tugas dan Tanggung Jawab

    Berkat dedikasinya, Amanah Sakti Basarbu kini menjalankan beberapa peran penting, seperti:

    • Memberikan ceramah dan khutbah di Masjid Al-Faruq di Kota Kec, sekaligus menjadi imam salat.
    • Mengajar di Madrasah Tahfiz Al-Qur’an Umar bin Khattab.
    • Memberikan ceramah di masjid lain, seperti Masjid Nurul Ihsan dan Masjid Ali bin Abi Thalib.
    • Berdakwah melalui platform digital, termasuk WhatsApp, Facebook, dan Instagram.

    Pencapaian Dakwah yang Menonjol

    Beberapa pencapaian yang berhasil diraih meliputi:

    1. Mendirikan halaqah tahfiz untuk Juz 30 dan Juz 29 dengan 18 peserta.
    2. Membimbing 10 siswa untuk menghafal Juz 29 dan Juz 30 Al-Qur’an.
    3. Membantu 8 siswa menghafal setengah juz Al-Qur’an (dari Surah An-Naba’ hingga Surah Al-Fajr).
    4. Memberikan 360 pelajaran dan ceramah selama satu tahun.
    5. Mendakwahi 200 orang secara langsung.
    6. Membimbing seorang mualaf dari kalangan Nasrani.
    7. Mendapatkan 50 pengikut pada saluran dakwah di Facebook.

    Dampak Dakwah dalam Masyarakat

    Usaha dakwah Amanah Sakti Basarbu terbukti meningkatkan kesadaran agama dan memperkuat hubungan sosial di komunitas lokal. Kegiatannya diterima dengan sangat baik oleh masyarakat, memberikan dampak positif baik secara individu maupun komunitas.

    Penutup

    Amanah Sakti Basarbu adalah teladan bagi para da’i. Melalui dedikasi dan program dakwahnya yang inovatif, ia mampu memberikan pengaruh yang besar dalam menyebarkan ajaran Islam dengan cara yang autentik dan kreatif. Semoga Allah memberkahi usahanya dan menjadikannya inspirasi bagi umat.

  • Muhammad Fawzan, Teladan Da’i Muda di Lubuk Sikaping

    Muhammad Fawzan, Teladan Da’i Muda di Lubuk Sikaping

    Da’i Muhammad Fawzan bergabung dengan Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah pada tahun 1446 H/2024 M untuk memulai tugas dakwahnya di Masjid Hudzaifah bin Al-Yaman yang terletak di Jalan Matugal, daerah Aia Lansi Pek, Aia Manggih, Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Masa pengabdiannya dijadwalkan selama satu tahun, setelah ia menyelesaikan pendidikan tinggi dengan gelar sarjana dari Universitas Sunna Islam (STAI) pada tahun 2024 M.

    Program Dakwah Da’i

    Muhammad Fawzan memfokuskan pada pelaksanaan berbagai program bulanan untuk melayani masyarakat, di antaranya:

    1. Membina generasi muda dan memperkuat nilai-nilai Islam dalam diri mereka.
    2. Memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kelas-kelas pembelajaran rutin.
    3. Menyampaikan ceramah umum yang mencakup berbagai aspek syariat Islam.
    4. Menjadi khatib Jum’at secara rutin.
    5. Mengajarkan anak-anak dasar-dasar agama dan hukum-hukum Islam.
    6. Berdakwah melalui media sosial dan perangkat seluler untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
    7. Mengorganisir kegiatan dakwah umum di wilayah tersebut.
    8. Melakukan kunjungan kepada tokoh masyarakat untuk mempererat kerja sama dan komunikasi.

    Perkembangan Dakwah dan Pencapaiannya

    Upaya dakwah Muhammad Fawzan diterima dengan sangat baik oleh masyarakat, sehingga ia kini menjadi:

    1. Imam tetap dan khatib resmi di Masjid Hudzaifah bin Al-Yaman.
    2. Penceramah di Musala “Al-Ghuraba” di kawasan yang sama.
    3. Guru di SD “Cahaya Sunna”.

    Beberapa pencapaian utamanya meliputi:

    • Mendirikan halaqah tahfiz Al-Qur’an bernama “Ikhwan” yang beranggotakan 25 murid, serta halaqah lainnya bernama “Cahaya Sunna” dengan 11 murid.
    • Mengajarkan bahasa Arab kepada dua murid hingga mereka mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab sehari-hari.
    • Membimbing empat murid untuk menghafal satu juz dari Al-Qur’an.
    • Berhasil menyebarkan pemahaman sunah dan hukum fikih di kalangan masyarakat setempat, serta mengajarkan tata cara shalat wajib dan jenazah.
    • Jumlah masyarakat yang menerima manfaat dari dakwahnya mencapai sekitar 300 orang.
    • Menyampaikan 756 kelas dan ceramah sepanjang tahun 2024.
    • Jumlah pengikutnya melalui aplikasi WhatsApp melebihi 150 orang, mencerminkan pengaruh digitalnya dalam berdakwah.

    Dampak Dakwah

    Upaya yang dilakukan oleh da’i Muhammad Fawzan telah berkontribusi besar dalam memperkuat nilai-nilai Islam di daerah tersebut. Program pendidikan dan dakwahnya menjadi teladan yang patut dicontoh. Semoga Allah memberkahi usahanya dan memberinya taufik lebih banyak dalam melayani agama dan masyarakat.

  • Dai Bani Hibban, S.Pd, Membangkitkan Semangat Islam di Tanah Simalungun

    Dai Bani Hibban, S.Pd, Membangkitkan Semangat Islam di Tanah Simalungun

    Dai Bani Hibban, S.Pd, resmi bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah pada tahun 1446 H/2024 M dan mulai bertugas di Masjid Al-Muhajirin, Nagori Cingkes, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Dengan dedikasi yang tinggi, ia memberikan kontribusi besar melalui berbagai program dakwah yang dijalankannya.

    Sebagai lulusan S1 dari STAI As-Sunnah pada tahun 2024, Dai Bani Hibban telah mengembangkan program dakwah yang komprehensif. Program tersebut mencakup pembelajaran Al-Qur’an untuk remaja, masyarakat umum, dan anak-anak, ceramah umum, khutbah Jumat, serta dakwah melalui media sosial dan kunjungan kepada tokoh masyarakat. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya ilmu agama.

    Dalam kurun waktu satu tahun, Dai Bani Hibban menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ia kini menjadi pemateri tetap, khatib, dan imam di Masjid Al-Muhajirin. Selain itu, ia juga mengajar Al-Qur’an di Rumah Qur’an Al-Muhajirin dan memberikan materi di Rutan Kelas IIB Kabanjahe Lau Cimba. Keberadaannya diterima luas, bahkan di masjid-masjid lain di Kecamatan Dolok Silau.

    Dai Bani Hibban juga mengajar bahasa Arab secara privat di Yayasan Tahfidz Al-Huffaz dan menjadi pemateri di berbagai pengajian ibu-ibu di Kabupaten Simalungun. Keberhasilannya dalam berdakwah ditandai dengan antusiasme masyarakat, terutama anak-anak dan ibu-ibu yang aktif mengikuti majelisnya.

    Salah satu pencapaian luar biasanya adalah keberhasilannya membimbing tiga murid hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Selain itu, sepuluh ibu rumah tangga juga berhasil mencapai kemampuan serupa, sementara lima warga binaan Lapas Kelas IIB Kabanjahe kini memahami tajwid dengan baik.

    Tidak hanya itu, anak-anak di sekitar Masjid Al-Muhajirin semakin antusias mengikuti majelisnya. Hal ini menjadi bukti nyata dampak positif dakwahnya di kalangan generasi muda. Total, ia telah memberikan 377 ceramah dan khutbah yang disambut baik oleh masyarakat.

    Jumlah jamaah yang rutin mengikuti kajiannya kini mencapai 200 orang, menunjukkan penerimaan masyarakat yang semakin luas terhadap dakwahnya. Hal ini menjadi motivasi bagi Dai Bani Hibban untuk terus meningkatkan kualitas dakwahnya.

    Dai Bani Hibban juga aktif memanfaatkan media sosial dan teknologi untuk memperluas jangkauan dakwahnya. Ceramah yang disampaikan melalui media ini mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat yang tidak bisa hadir langsung di lokasi.

    Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah merasa bangga dengan dedikasi Dai Bani Hibban. Keberhasilannya tidak hanya menjadi inspirasi, tetapi juga bukti bahwa dakwah yang konsisten dan tulus akan diterima dengan baik oleh masyarakat.

    Dengan komitmennya, Dai Bani Hibban terus berupaya menjadi agen perubahan yang membawa manfaat besar bagi umat. Semoga langkah-langkah dakwahnya selalu diberkahi dan menjadi amal jariyah yang membawa kebaikan bagi banyak orang.