Dakwah merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan ilmu dan nilai-nilai Islam. Melalui dakwah yang dilakukan secara berkesinambungan, masyarakat tidak hanya mendapatkan penyampaian ilmu, tetapi juga memperoleh bimbingan untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dai yang terus mengambil bagian dalam perjalanan dakwah tersebut adalah Akbar Anand Hasibuan, S.Pd., dai Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah yang bertugas di wilayah Kabupaten Langkat dan sekitarnya.
Dai Akbar Anand Hasibuan, S.Pd. bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah sebagai dai pada tahun 1443 H / 2022 M. Sejak saat itu, ia menjalankan amanah dakwah di Masjid Umar bin Khattab Kuala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, salah satu masjid yang dibangun melalui program Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah. Hingga saat ini, ia telah mengabdikan dirinya dalam kegiatan dakwah selama kurang lebih lima tahun. Di tengah perjalanan tersebut, ia juga telah menyelesaikan pendidikan terakhirnya pada jenjang S1 di STAI As-Sunnah Deli Serdang, Sumatera Utara, pada tahun 2022.
Dalam menjalankan tugasnya, Dai Akbar Anand tidak membatasi dakwah hanya pada satu bentuk kegiatan. Pembinaan dilakukan kepada berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja dan remaji, hingga masyarakat umum. Selain menyampaikan kajian dan ceramah, ia juga aktif dalam khutbah Jumat, pembelajaran agama, dakwah melalui media sosial dan telepon seluler, serta penyampaian ceramah pada berbagai kesempatan di lembaga, radio, televisi, lembaga pemasyarakatan, maupun kegiatan masyarakat seperti pernikahan. Kunjungan dan silaturahmi kepada tokoh serta pembesar masyarakat juga menjadi bagian dari pendekatan dakwah yang dijalankan.
Salah satu perkembangan penting dalam perjalanan dakwah Dai Akbar Anand adalah kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap kegiatan pembinaan yang dilakukannya. Di Masjid Umar bin Khattab Kuala Air Hitam, ia dipercaya sebagai penceramah, khatib, sekaligus imam rawatib. Peran tersebut memberikan kesempatan untuk melakukan pembinaan secara lebih berkesinambungan kepada jamaah, bukan hanya melalui penyampaian khutbah atau kajian, tetapi juga melalui interaksi rutin dalam kehidupan masjid.
Dakwahnya juga berkembang ke sejumlah masjid di sekitar wilayah tugas. Ia menjadi pemateri dan penceramah di beberapa masjid dan mushalla, di antaranya Masjid Husain Yahya di Langkat, Masjid Taqwa di Langkat, Masjid Al-Munawwarah di Binjai Utara, Masjid Al-Kaffah di Binjai Selatan, Musholla Romlah di Binjai Barat, serta Masjid Abdurrahman bin Auf di Langkat. Selain itu, ia turut menyampaikan materi keagamaan di Lapas Kelas IIA Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara, sehingga dakwah dapat menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang dan kondisi.
Tidak berhenti pada kajian keislaman, Dai Akbar Anand juga mengembangkan dakwah melalui pendidikan. Salah satu bentuknya adalah pendirian kelas bahasa Arab bagi para remaja di Masjid Al-Kaffah Binjai pada tahun 1448 H. Program ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas pembinaan, khususnya dalam membekali generasi muda dengan kemampuan memahami bahasa Arab sebagai salah satu sarana untuk mendalami literatur dan sumber-sumber keislaman.
Program pendidikan bahasa Arab juga dikembangkan bagi masyarakat umum melalui kelas bahasa Arab di Masjid Umar bin Khattab pada tahun 1448 H. Kehadiran program tersebut menunjukkan bahwa pembinaan masyarakat diarahkan tidak hanya pada kegiatan ceramah, tetapi juga pada proses belajar yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dengan adanya pembelajaran bahasa Arab, masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dalam memahami istilah, teks, dan literatur keislaman secara lebih mendalam.
Dalam bidang kajian keislaman, Dai Akbar Anand juga telah menyelesaikan kajian kitab tauhid karya Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan bersama jamaah Masjid Umar bin Khattab pada tahun 1448 H. Selain itu, pembelajaran bahasa Arab juga mencakup penyelesaian kitab Al-‘Arabiyyah Baina Yadaik jilid pertama. Capaian tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan ilmu yang dilakukan secara bertahap kepada jamaah dan peserta didik.
Perhatian terhadap pembelajaran Al-Qur’an juga menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas dakwahnya. Di bawah bimbingan Dai Akbar Anand, terdapat 40 orang yang menghafal Al-Qur’an dengan berbagai tingkatan, mulai dari hafalan 1 juz, 2 juz, 5 juz, hingga 30 juz. Capaian ini menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya diarahkan kepada penyampaian ilmu secara lisan, tetapi juga berusaha melahirkan generasi yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an melalui proses membaca, mempelajari, dan menghafalkannya.
Dakwah yang dilakukan secara berkelanjutan juga memberikan pengaruh pada perubahan kehidupan sebagian masyarakat. Salah satu di antaranya adalah adanya seseorang yang meninggalkan amalan perdukunan dan bertaubat melalui dakwah yang disampaikan. Perubahan seperti ini menjadi bagian penting dari tujuan dakwah, yaitu mengajak manusia untuk kembali kepada tauhid, meninggalkan berbagai bentuk penyimpangan, serta menjalani kehidupan berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.
Dari sisi jangkauan kegiatan, aktivitas dakwah Dai Akbar Anand pada tahun 1448 H menunjukkan angka yang cukup signifikan. Tercatat sebanyak 455 kali pertemuan ceramah dan khutbah telah dilaksanakan dalam satu tahun tersebut, dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 9.400 orang. Angka tersebut menggambarkan luasnya jangkauan dakwah yang dilakukan melalui berbagai forum dan tempat. Adapun jumlah jamaah yang mengikuti pembinaan dakwah secara keseluruhan tercatat sekitar 400 orang.
Berbagai capaian tersebut merupakan hasil dari proses dakwah yang dilakukan secara bertahap dan konsisten. Keberadaan dai di tengah masyarakat memungkinkan pembinaan dilakukan secara lebih dekat dan berkelanjutan. Masjid menjadi salah satu pusat utama kegiatan, sementara berbagai tempat lainnya menjadi ruang untuk memperluas jangkauan penyampaian ilmu dan nasihat.
Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berupaya mendukung penguatan dakwah melalui pengutusan dan pembinaan para dai ke berbagai wilayah. Kehadiran para dai di tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi sarana untuk menghadirkan pembelajaran Islam yang berkelanjutan, mendukung pendidikan Al-Qur’an, membina generasi muda, serta memperkuat hubungan antara masjid dan masyarakat.
Perjalanan dakwah Dai Akbar Anand Hasibuan, S.Pd. di Langkat dan Binjai menjadi salah satu gambaran bagaimana sebuah amanah dakwah dapat berkembang melalui berbagai jalur. Dari masjid, kelas bahasa Arab, kajian tauhid, pembelajaran Al-Qur’an, khutbah Jumat, hingga pembinaan di lembaga pemasyarakatan, setiap kegiatan menjadi bagian dari ikhtiar untuk menyampaikan ilmu dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Semoga Allah ﷻ memberikan keistiqamahan kepada Dai Akbar Anand Hasibuan, S.Pd. dalam menjalankan amanah dakwah, memberikan keberkahan pada ilmu dan waktu yang dicurahkan, serta menjadikan setiap ilmu yang disampaikan, ayat yang diajarkan, dan kebaikan yang tumbuh melalui dakwahnya sebagai amal jariyah. Semoga pembinaan yang telah berjalan di Langkat, Binjai, dan sekitarnya terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Bagi Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah, perjalanan para dai di berbagai wilayah merupakan bagian dari amanah untuk menghadirkan pembinaan Islam secara berkelanjutan. Setiap perkembangan dan capaian yang diraih para dai menjadi pengingat bahwa dakwah membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan dukungan bersama. Semoga Allah ﷻ memudahkan setiap langkah dakwah dan menjadikannya sebab hadirnya kebaikan yang terus berkembang di tengah masyarakat.



















