Category: Dakwah

  • Dai Akbar Anand Hasibuan, S.Pd.: Menguatkan Dakwah, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pembinaan Al-Qur’an di Langkat dan Binjai

    Dai Akbar Anand Hasibuan, S.Pd.: Menguatkan Dakwah, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pembinaan Al-Qur’an di Langkat dan Binjai

    Dakwah merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan ilmu dan nilai-nilai Islam. Melalui dakwah yang dilakukan secara berkesinambungan, masyarakat tidak hanya mendapatkan penyampaian ilmu, tetapi juga memperoleh bimbingan untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dai yang terus mengambil bagian dalam perjalanan dakwah tersebut adalah Akbar Anand Hasibuan, S.Pd., dai Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah yang bertugas di wilayah Kabupaten Langkat dan sekitarnya.

    Dai Akbar Anand Hasibuan, S.Pd. bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah sebagai dai pada tahun 1443 H / 2022 M. Sejak saat itu, ia menjalankan amanah dakwah di Masjid Umar bin Khattab Kuala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, salah satu masjid yang dibangun melalui program Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah. Hingga saat ini, ia telah mengabdikan dirinya dalam kegiatan dakwah selama kurang lebih lima tahun. Di tengah perjalanan tersebut, ia juga telah menyelesaikan pendidikan terakhirnya pada jenjang S1 di STAI As-Sunnah Deli Serdang, Sumatera Utara, pada tahun 2022.

    Dalam menjalankan tugasnya, Dai Akbar Anand tidak membatasi dakwah hanya pada satu bentuk kegiatan. Pembinaan dilakukan kepada berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja dan remaji, hingga masyarakat umum. Selain menyampaikan kajian dan ceramah, ia juga aktif dalam khutbah Jumat, pembelajaran agama, dakwah melalui media sosial dan telepon seluler, serta penyampaian ceramah pada berbagai kesempatan di lembaga, radio, televisi, lembaga pemasyarakatan, maupun kegiatan masyarakat seperti pernikahan. Kunjungan dan silaturahmi kepada tokoh serta pembesar masyarakat juga menjadi bagian dari pendekatan dakwah yang dijalankan.

    Salah satu perkembangan penting dalam perjalanan dakwah Dai Akbar Anand adalah kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap kegiatan pembinaan yang dilakukannya. Di Masjid Umar bin Khattab Kuala Air Hitam, ia dipercaya sebagai penceramah, khatib, sekaligus imam rawatib. Peran tersebut memberikan kesempatan untuk melakukan pembinaan secara lebih berkesinambungan kepada jamaah, bukan hanya melalui penyampaian khutbah atau kajian, tetapi juga melalui interaksi rutin dalam kehidupan masjid.

    Dakwahnya juga berkembang ke sejumlah masjid di sekitar wilayah tugas. Ia menjadi pemateri dan penceramah di beberapa masjid dan mushalla, di antaranya Masjid Husain Yahya di Langkat, Masjid Taqwa di Langkat, Masjid Al-Munawwarah di Binjai Utara, Masjid Al-Kaffah di Binjai Selatan, Musholla Romlah di Binjai Barat, serta Masjid Abdurrahman bin Auf di Langkat. Selain itu, ia turut menyampaikan materi keagamaan di Lapas Kelas IIA Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara, sehingga dakwah dapat menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang dan kondisi.

    Tidak berhenti pada kajian keislaman, Dai Akbar Anand juga mengembangkan dakwah melalui pendidikan. Salah satu bentuknya adalah pendirian kelas bahasa Arab bagi para remaja di Masjid Al-Kaffah Binjai pada tahun 1448 H. Program ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas pembinaan, khususnya dalam membekali generasi muda dengan kemampuan memahami bahasa Arab sebagai salah satu sarana untuk mendalami literatur dan sumber-sumber keislaman.

    Program pendidikan bahasa Arab juga dikembangkan bagi masyarakat umum melalui kelas bahasa Arab di Masjid Umar bin Khattab pada tahun 1448 H. Kehadiran program tersebut menunjukkan bahwa pembinaan masyarakat diarahkan tidak hanya pada kegiatan ceramah, tetapi juga pada proses belajar yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dengan adanya pembelajaran bahasa Arab, masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dalam memahami istilah, teks, dan literatur keislaman secara lebih mendalam.

    Dalam bidang kajian keislaman, Dai Akbar Anand juga telah menyelesaikan kajian kitab tauhid karya Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan bersama jamaah Masjid Umar bin Khattab pada tahun 1448 H. Selain itu, pembelajaran bahasa Arab juga mencakup penyelesaian kitab Al-‘Arabiyyah Baina Yadaik jilid pertama. Capaian tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan ilmu yang dilakukan secara bertahap kepada jamaah dan peserta didik.

    Perhatian terhadap pembelajaran Al-Qur’an juga menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas dakwahnya. Di bawah bimbingan Dai Akbar Anand, terdapat 40 orang yang menghafal Al-Qur’an dengan berbagai tingkatan, mulai dari hafalan 1 juz, 2 juz, 5 juz, hingga 30 juz. Capaian ini menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya diarahkan kepada penyampaian ilmu secara lisan, tetapi juga berusaha melahirkan generasi yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an melalui proses membaca, mempelajari, dan menghafalkannya.

    Dakwah yang dilakukan secara berkelanjutan juga memberikan pengaruh pada perubahan kehidupan sebagian masyarakat. Salah satu di antaranya adalah adanya seseorang yang meninggalkan amalan perdukunan dan bertaubat melalui dakwah yang disampaikan. Perubahan seperti ini menjadi bagian penting dari tujuan dakwah, yaitu mengajak manusia untuk kembali kepada tauhid, meninggalkan berbagai bentuk penyimpangan, serta menjalani kehidupan berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.

    Dari sisi jangkauan kegiatan, aktivitas dakwah Dai Akbar Anand pada tahun 1448 H menunjukkan angka yang cukup signifikan. Tercatat sebanyak 455 kali pertemuan ceramah dan khutbah telah dilaksanakan dalam satu tahun tersebut, dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 9.400 orang. Angka tersebut menggambarkan luasnya jangkauan dakwah yang dilakukan melalui berbagai forum dan tempat. Adapun jumlah jamaah yang mengikuti pembinaan dakwah secara keseluruhan tercatat sekitar 400 orang.

    Berbagai capaian tersebut merupakan hasil dari proses dakwah yang dilakukan secara bertahap dan konsisten. Keberadaan dai di tengah masyarakat memungkinkan pembinaan dilakukan secara lebih dekat dan berkelanjutan. Masjid menjadi salah satu pusat utama kegiatan, sementara berbagai tempat lainnya menjadi ruang untuk memperluas jangkauan penyampaian ilmu dan nasihat.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berupaya mendukung penguatan dakwah melalui pengutusan dan pembinaan para dai ke berbagai wilayah. Kehadiran para dai di tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi sarana untuk menghadirkan pembelajaran Islam yang berkelanjutan, mendukung pendidikan Al-Qur’an, membina generasi muda, serta memperkuat hubungan antara masjid dan masyarakat.

    Perjalanan dakwah Dai Akbar Anand Hasibuan, S.Pd. di Langkat dan Binjai menjadi salah satu gambaran bagaimana sebuah amanah dakwah dapat berkembang melalui berbagai jalur. Dari masjid, kelas bahasa Arab, kajian tauhid, pembelajaran Al-Qur’an, khutbah Jumat, hingga pembinaan di lembaga pemasyarakatan, setiap kegiatan menjadi bagian dari ikhtiar untuk menyampaikan ilmu dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

    Semoga Allah ﷻ memberikan keistiqamahan kepada Dai Akbar Anand Hasibuan, S.Pd. dalam menjalankan amanah dakwah, memberikan keberkahan pada ilmu dan waktu yang dicurahkan, serta menjadikan setiap ilmu yang disampaikan, ayat yang diajarkan, dan kebaikan yang tumbuh melalui dakwahnya sebagai amal jariyah. Semoga pembinaan yang telah berjalan di Langkat, Binjai, dan sekitarnya terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

    Bagi Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah, perjalanan para dai di berbagai wilayah merupakan bagian dari amanah untuk menghadirkan pembinaan Islam secara berkelanjutan. Setiap perkembangan dan capaian yang diraih para dai menjadi pengingat bahwa dakwah membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan dukungan bersama. Semoga Allah ﷻ memudahkan setiap langkah dakwah dan menjadikannya sebab hadirnya kebaikan yang terus berkembang di tengah masyarakat.

  • Kegiatan Dakwah Sepekan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah: Menebar Ilmu dan Menguatkan Pembinaan Umat

    Kegiatan Dakwah Sepekan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah: Menebar Ilmu dan Menguatkan Pembinaan Umat

    Alhamdulillāh, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah melalui Koordinator Dakwah terus melaksanakan berbagai kegiatan dakwah secara rutin setiap pekan. Program ini menjadi bagian dari upaya yayasan dalam menyebarkan ilmu agama, memberikan bimbingan keislaman, serta menguatkan pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.

    Kegiatan dakwah yang dilaksanakan mencakup berbagai bentuk pembinaan dan penyampaian ilmu, mulai dari kajian umum, khutbah Jumat, kajian pemuda, kajian ibu-ibu, kajian bapak-bapak, hingga pembinaan keagamaan di lembaga pemasyarakatan. Beragamnya bentuk kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok usia dan latar belakang.

    Dakwah merupakan bagian penting dalam kehidupan umat Islam. Melalui dakwah, ilmu agama dapat disampaikan, nilai-nilai kebaikan dapat diingatkan, dan masyarakat mendapatkan kesempatan untuk terus belajar serta memperbaiki diri. Karena itu, kegiatan dakwah yang dilakukan secara rutin menjadi bagian penting dalam membangun pembinaan umat yang berkelanjutan.

    Kegiatan dakwah tidak hanya berkaitan dengan penyampaian ceramah di hadapan jamaah. Lebih dari itu, dakwah juga mencakup proses pendidikan, pembinaan, pemberian nasihat, dan pendampingan masyarakat agar semakin memahami ajaran Islam dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Melalui program dakwah pekanan, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah berupaya menyediakan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan ilmu secara rutin. Konsistensi kegiatan menjadi salah satu hal penting agar proses pembinaan tidak berhenti pada satu pertemuan, tetapi dapat berlangsung secara berkesinambungan.

    Kajian yang dilaksanakan menjadi kesempatan bagi jamaah untuk mempelajari berbagai aspek keislaman, memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an dan Sunnah, serta mendapatkan nasihat yang dapat diterapkan dalam kehidupan.

    Dengan pola pembinaan yang dilakukan secara rutin, diharapkan masyarakat memiliki kesempatan untuk terus meningkatkan pengetahuan agama dan memperkuat komitmen dalam menjalankan nilai-nilai Islam.

    Salah satu bagian dari kegiatan dakwah pekanan adalah kajian umum. Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk mendapatkan pembelajaran agama dalam suasana yang lebih luas.

    Kajian umum dapat menjadi sarana untuk membahas berbagai tema yang berkaitan dengan kehidupan seorang muslim, mulai dari akidah, ibadah, akhlak, muamalah, keluarga, hingga persoalan kehidupan sehari-hari yang membutuhkan bimbingan berdasarkan ajaran Islam.

    Melalui kajian tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mendapatkan tambahan pengetahuan, tetapi juga terdorong untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari dalam kehidupan nyata.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara dai dan masyarakat. Hubungan yang terjalin melalui majelis ilmu diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan memudahkan proses pembinaan keagamaan secara berkelanjutan.

    Selain kajian, Koordinator Dakwah juga mengoordinasikan kegiatan khutbah Jumat sebagai bagian dari pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

    Hari Jumat merupakan salah satu momentum penting bagi kaum muslimin untuk berkumpul di masjid. Khutbah menjadi kesempatan untuk menyampaikan nasihat, mengingatkan jamaah terhadap kewajiban kepada Allah ﷻ, serta memberikan arahan yang dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.

    Melalui khutbah Jumat, pesan-pesan keislaman disampaikan kepada jamaah dalam waktu yang relatif singkat namun diharapkan memiliki pengaruh yang mendalam. Materi khutbah diarahkan agar tetap memberikan manfaat dan relevan dengan kebutuhan pembinaan masyarakat.

    Kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar yayasan dalam menghadirkan dai dan khatib yang dapat memberikan pengajaran serta nasihat kepada masyarakat di berbagai masjid.

    Perhatian terhadap generasi muda menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan dakwah pekanan. Kajian pemuda menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar agama, berdiskusi, dan mendapatkan bimbingan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

    Generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan masyarakat. Karena itu, pembinaan mereka tidak hanya membutuhkan pendidikan umum, tetapi juga membutuhkan penguatan nilai agama dan akhlak.

    Melalui kajian pemuda, para peserta diarahkan untuk memahami Islam dengan baik, memperkuat hubungan dengan Allah ﷻ, menjaga pergaulan, serta membangun karakter yang positif.

    Kegiatan seperti ini juga memberikan ruang kepada para pemuda untuk berinteraksi dalam lingkungan yang mendukung proses belajar dan pengembangan diri. Harapannya, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki ilmu, akhlak, dan kepedulian terhadap masyarakat.

    Pembinaan keagamaan juga diarahkan kepada ibu-ibu melalui kajian yang diselenggarakan secara rutin. Peran ibu dalam keluarga menjadikan pembinaan keagamaan bagi kaum wanita memiliki posisi penting dalam membangun lingkungan keluarga yang baik.

    Melalui kajian ibu-ibu, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperdalam ilmu agama serta membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan sebagai seorang muslimah, istri, ibu, dan anggota masyarakat.

    Ilmu yang diperoleh dalam majelis diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta secara pribadi, tetapi juga dapat diterapkan dalam keluarga. Dengan demikian, majelis ilmu dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat pendidikan agama di lingkungan rumah.

    Selain pemuda dan ibu-ibu, kegiatan dakwah pekanan juga mencakup kajian bapak-bapak. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan bagi kaum laki-laki agar dapat terus meningkatkan pemahaman agama dan menjalankan peran mereka dalam keluarga serta masyarakat.

    Seorang kepala keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan teladan dan membimbing keluarganya. Oleh karena itu, peningkatan ilmu agama menjadi salah satu bagian penting dalam menjalankan tanggung jawab tersebut.

    Melalui kajian rutin, para peserta dapat memperoleh nasihat dan pembelajaran yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun hubungan sosial dengan masyarakat.

    Salah satu bentuk kegiatan dakwah yang memiliki perhatian khusus adalah pembinaan keagamaan di lembaga pemasyarakatan.

    Dakwah di lembaga pemasyarakatan menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada para warga binaan untuk mendapatkan ilmu agama, nasihat, dan pembinaan spiritual. Setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, dan pembelajaran agama dapat menjadi salah satu jalan yang membantu proses tersebut.

    Kegiatan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan dapat berupa kajian dan penyampaian nasihat yang disesuaikan dengan kebutuhan para peserta. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para warga binaan memperoleh bekal keagamaan yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan mereka.

    Pembinaan seperti ini juga menjadi bagian dari kepedulian sosial yayasan, bahwa dakwah dan pendidikan agama diupayakan dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

    Salah satu nilai penting dari kegiatan dakwah pekanan adalah konsistensi. Dakwah membutuhkan proses yang berkelanjutan karena perubahan dalam kehidupan seseorang tidak selalu terjadi dalam waktu singkat.

    Melalui kegiatan yang dilakukan setiap pekan, Koordinator Dakwah berupaya menjaga kesinambungan program sehingga masyarakat memiliki ruang belajar yang dapat diikuti secara rutin.

    Konsistensi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara dai dan masyarakat. Ketika kegiatan dilakukan secara berkelanjutan, komunikasi dapat terjaga dan proses pembinaan dapat berjalan dengan lebih baik.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah berharap kegiatan dakwah pekanan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah.

    Seluruh rangkaian kegiatan dakwah diarahkan untuk memberikan pembelajaran dan bimbingan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. Hal ini menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam menjalankan program dakwah dan pendidikan keislaman.

    Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi kehidupan seorang muslim, sementara Sunnah Rasulullah ﷺ menjadi penjelas dan teladan dalam mengamalkan ajaran Islam. Karena itu, pembelajaran yang bersumber dari keduanya menjadi dasar penting dalam proses pembinaan umat.

    Melalui majelis ilmu, khutbah, pembinaan pemuda, kajian keluarga, hingga kegiatan di lembaga pemasyarakatan, pesan-pesan keislaman terus diupayakan agar dapat disampaikan dengan cara yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Terlaksananya berbagai kegiatan dakwah pekanan tentu membutuhkan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak. Para dai, pengurus, jamaah, masyarakat, dan para muhsinin memiliki peran masing-masing dalam menjaga keberlangsungan program.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan dakwah dan pembinaan umat. Setiap kehadiran, dukungan, tenaga, waktu, dan kontribusi yang diberikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menyebarkan ilmu dan kebaikan.

    Semoga Allah ﷻ memberikan keberkahan kepada setiap pihak yang terlibat dan menjadikan setiap ilmu yang disampaikan serta diamalkan sebagai amal jariyah.

    Kegiatan dakwah sepekan yang dilaksanakan melalui Koordinator Dakwah Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga keberlangsungan pembinaan umat. Melalui kajian umum, khutbah Jumat, kajian pemuda, kajian ibu-ibu, kajian bapak-bapak, dan pembinaan di lembaga pemasyarakatan, dakwah diupayakan hadir di berbagai ruang kehidupan masyarakat.

    Setiap majelis ilmu adalah kesempatan untuk belajar. Setiap nasihat adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Dan setiap ilmu yang diamalkan dapat menjadi manfaat yang terus berkembang di tengah masyarakat.

    Semoga Allah ﷻ memberkahi seluruh kegiatan dakwah yang telah dilaksanakan, memberikan keistiqamahan kepada para dai dan pengelola program, serta memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat yang mengikuti dan mengamalkan ilmu yang disampaikan.

    Semoga setiap langkah dalam menyebarkan ilmu menjadi amal jariyah, setiap nasihat menjadi sebab hadirnya kebaikan, dan setiap majelis ilmu menjadi jalan menuju keridaan Allah ﷻ.

  • Dai Hanan Satria, S.Sos., M.H.: Menguatkan Dakwah dan Pembinaan Al-Qur’an di Sumatera Barat

    Dai Hanan Satria, S.Sos., M.H.: Menguatkan Dakwah dan Pembinaan Al-Qur’an di Sumatera Barat

    Dai Hanan Satria, S.Sos., M.H. bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah sebagai seorang dai pada tahun 1438 H, bertepatan dengan tahun 2017 M. Ia ditempatkan di lingkungan dakwah yang dinamis di Jorong Surau Kamba, Nagari Ampang Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, Provinsi Sumatera Barat. Selama menjalankan amanah dakwah, beliau telah mengabdikan waktu dan tenaganya dalam berbagai kegiatan pembinaan keagamaan, pendidikan Al-Qur’an, serta pelayanan kepada masyarakat. Secara keseluruhan, pengabdiannya bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah telah berlangsung kurang lebih 10 tahun. Beliau menyelesaikan pendidikan jenjang Sarjana (S1) di STAI As-Sunnah pada tahun 2017.

    Program Dakwah

    Dalam menjalankan tugas dakwahnya, Dai Hanan Satria terlibat dalam berbagai program yang menyentuh beragam lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, hingga masyarakat umum. Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyampaian ceramah, tetapi juga mencakup pendidikan, pembinaan, pengajaran Al-Qur’an, serta pendekatan sosial dan kemasyarakatan.

    1. Pengajaran Remaja dan Masyarakat Umum

    Dai Hanan memberikan pengajaran dan pembinaan kepada remaja serta masyarakat umum dengan tujuan membantu membentuk karakter yang kuat, akhlak yang baik, dan pemahaman agama yang benar. Pembinaan dilakukan melalui berbagai majelis ilmu dan kegiatan keagamaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

    2. Ceramah Rutin dan Dauroh

    Beliau aktif menyampaikan ceramah rutin dan mengikuti berbagai kegiatan dauroh sebagai sarana memberikan wawasan keislaman kepada masyarakat. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat keimanan, meningkatkan pengetahuan agama, serta memberikan bekal kepada masyarakat dalam menjalankan kehidupan sesuai dengan tuntunan Islam.

    3. Khutbah Jumat

    Sebagai bagian dari pelayanan keagamaan kepada masyarakat, Dai Hanan juga aktif menjadi khatib Jumat. Melalui khutbah, beliau menyampaikan nasihat, arahan moral, dan penguatan spiritual yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi jamaah.

    4. Pembelajaran bagi Anak-Anak

    Perhatian terhadap generasi muda menjadi salah satu bagian penting dari kegiatan dakwahnya. Dai Hanan turut memberikan pembelajaran kepada anak-anak sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap agama, Al-Qur’an, serta membentuk akhlak yang baik sejak usia dini.

    5. Pembinaan Majelis Taklim

    Dai Hanan juga memberikan pembinaan secara intensif kepada sejumlah majelis taklim di sekitar lokasi dakwahnya. Pembinaan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman agama dan memperkokoh ketakwaan masyarakat sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.

    6. Dakwah Melalui Media Sosial dan Ponsel

    Seiring perkembangan teknologi dan pola komunikasi masyarakat, dakwah juga dilakukan melalui media sosial dan perangkat komunikasi. Pemanfaatan media tersebut menjadi salah satu sarana untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas dan menyampaikan pesan-pesan keislaman secara lebih mudah.

    7. Dakwah di Berbagai Lembaga dan Ruang Publik

    Dai Hanan turut mengisi kegiatan keagamaan di berbagai lembaga dan ruang publik, termasuk radio, televisi, lembaga pemasyarakatan, serta kegiatan pernikahan. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan dakwah kepada berbagai lapisan masyarakat.

    8. Pembentukan Sanggar Al-Qur’an dan Keagamaan

    Salah satu perhatian penting dalam dakwahnya adalah pembinaan generasi muda melalui pembentukan sanggar Al-Qur’an dan kegiatan keagamaan di sekolah-sekolah umum atau negeri. Program ini menjadi sarana bagi para pelajar untuk mendapatkan pembinaan Al-Qur’an dan pemahaman agama di lingkungan pendidikan mereka.

    9. Silaturahmi dan Kunjungan kepada Tokoh Masyarakat

    Dai Hanan juga melakukan kunjungan dan silaturahmi kepada para pemimpin serta tokoh masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan dakwah untuk membangun hubungan yang positif sekaligus membuka ruang kerja sama dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.

    Perkembangan Dakwah dan Penerimaan Masyarakat

    Seiring berjalannya waktu, aktivitas dakwah Dai Hanan Satria berkembang dan mendapat kepercayaan dari berbagai lapisan masyarakat. Perkembangan tersebut terlihat dari semakin luasnya ruang pengabdian beliau, baik sebagai penceramah, khatib, imam, pembina keagamaan, maupun pendamping kegiatan pendidikan Al-Qur’an.

    Beliau dipercaya menjadi penceramah, khatib, dan imam rawatib di Masjid Abu Hurairah, Masjid Yayasan Nomor 56, yang berada di Kecamatan Ampek Angkek, Provinsi Sumatera Barat. Selain itu, beliau juga menjadi penceramah di sekitar 17 lokasi di wilayah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, dengan memberikan pembinaan kepada ibu-ibu, bapak-bapak, remaja, dan anak-anak.

    Dalam lingkup yang lebih luas, Dai Hanan juga dipercaya menyampaikan pembinaan keagamaan di Pusat Militer dan Laboratorium Hewan (Balai Veteriner) Bukittinggi, Sumatera Barat. Beliau turut berperan sebagai tutor agama dan tahfiz di SMAN 1 Canduang, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, serta SMAN 1 Ampek Angkek, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam.

    Selain lingkungan sekolah, beliau juga memberikan pembinaan agama dan Al-Qur’an kepada Paguyuban Masyarakat Aceh Bukittinggi-Agam serta menjadi pembina agama dan Al-Qur’an bagi Paguyuban Masyarakat Pariaman di Kota Bukittinggi. Berbagai ruang dakwah tersebut menunjukkan luasnya cakupan pembinaan yang dilakukan, mulai dari lembaga pendidikan hingga komunitas masyarakat.

    Capaian dan Kontribusi dalam Dakwah

    Dalam perjalanan dakwahnya, Dai Hanan Satria turut berkontribusi dalam membangun dan mengembangkan berbagai lembaga serta wadah pendidikan Al-Qur’an. Salah satu capaian tersebut adalah berdirinya Pusat Tahfiz Al-Qur’an dan Bahasa Arab “Al-Hafiz Ibnu Hajar”, yang pada tahun 1447 H memiliki sekitar 100 siswa.

    Beliau juga memiliki dan membina Halaqah Al-Qur’an “Baitul Quran Mardhatillah” dengan jumlah peserta mencapai 300 orang. Selain itu, beliau turut membantu pembangunan Pesantren Tahfidzul Quran Mardhatillah dengan jumlah santri sekitar 50 orang, serta membantu pembangunan Madrasah Tahfidzul Quran Mardhatillah Full Day khusus putri dengan jumlah santri sebanyak 15 orang.

    Kontribusi dalam bidang pendidikan juga diwujudkan melalui keterlibatan dalam pembangunan SD Rahmatul Ummi, yang memiliki sekitar 40 murid. Di lingkungan sekolah, beliau turut membina Sanggar Al-Qur’an SMAN 1 Canduang dengan jumlah peserta sebanyak 97 orang dan Sanggar Al-Qur’an SMAN 1 Ampek Angkek dengan jumlah peserta sebanyak 37 orang.

    Di tingkat pendidikan nonformal, beliau membina Rumah Quran/TPA Habrur Rabbani yang memiliki sekitar 22 santri. Beliau juga mengasuh kegiatan ekstrakurikuler agama di SMAN 1 Canduang dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang dan ekstrakurikuler agama di SMAN 1 Ampek Angkek dengan jumlah peserta sebanyak 54 orang.

    Dalam pembinaan masyarakat, Dai Hanan mengasuh Halaqah Aqidah dan Fiqih Paguyuban Masyarakat Aceh Bukittinggi-Agam dengan jumlah peserta sekitar 150 orang, serta Halaqah Aqidah dan Fiqih Paguyuban Masyarakat Pariaman Bukittinggi dengan jumlah peserta sekitar 250 orang.

    Kontribusi dalam Pembinaan Hafalan Al-Qur’an

    Salah satu bagian penting dari aktivitas dakwah Dai Hanan adalah pembinaan dan pendampingan masyarakat dalam menghafal Al-Qur’an. Berdasarkan data yang dihimpun, melalui bimbingannya terdapat sekitar 1.000 orang yang telah menghafal 1 juz, 700 orang menghafal 2 juz, 500 orang menghafal 3 juz, dan 400 orang menghafal 4 juz.

    Selanjutnya, sekitar 300 orang telah menghafal 5 juz, 200 orang menghafal 10 juz, 100 orang menghafal 20 juz, dan 50 orang telah menghafal 30 juz. Capaian tersebut menggambarkan luasnya keterlibatan masyarakat dalam program pembinaan Al-Qur’an yang dijalankan melalui berbagai halaqah, lembaga pendidikan, sanggar Al-Qur’an, dan kegiatan pembinaan lainnya.

    Kontribusi Sosial dan Perubahan di Tengah Masyarakat

    Selain pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an, dakwah Dai Hanan juga memberikan perhatian terhadap perubahan perilaku dan kehidupan sosial masyarakat. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 500 keluarga meninggalkan praktik kesyirikan, sementara sekitar 300 keluarga meninggalkan praktik bid’ah melalui proses pembinaan dan dakwah yang beliau lakukan.

    Di sisi lain, sekitar 200 keluarga berhenti merokok dan sekitar 100 keluarga berhenti berjudi melalui proses pendampingan dan nasihat keagamaan. Dalam perjalanan dakwahnya, beliau juga tercatat menjadi perantara hidayah bagi 2 orang yang masuk Islam.

    Secara keseluruhan, jumlah mad’u atau orang yang mendapatkan pembinaan dan dakwah melalui berbagai aktivitas Dai Hanan Satria mencapai sekitar 2.500 orang. Angka tersebut mencakup masyarakat dari berbagai latar belakang, mulai dari anak-anak, pelajar, remaja, orang tua, komunitas masyarakat, hingga jamaah di berbagai majelis dan lembaga.

    Perjalanan Dai Hanan Satria bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menjadi bagian dari ikhtiar panjang dalam menghadirkan dakwah yang dekat dengan masyarakat, menguatkan pendidikan Al-Qur’an, membina generasi muda, serta membangun lingkungan yang mendukung tumbuhnya kehidupan beragama. Berbagai program yang dijalankan menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya berlangsung melalui mimbar, tetapi juga melalui pendidikan, pembinaan keluarga, pengembangan lembaga Al-Qur’an, silaturahmi, dan pelayanan kepada masyarakat.

    Semoga Allah ﷻ memberikan keberkahan atas setiap langkah dakwah yang telah dilakukan, menerima setiap amal kebaikan, serta menjadikan ilmu, pembinaan, dan generasi yang tumbuh melalui program-program tersebut sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Semoga Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah senantiasa diberikan kemampuan untuk melanjutkan amanah dakwah dan kemanusiaan di berbagai wilayah, serta menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

  • Dai Muhammad Ikbal, S.Pd. Menguatkan Dakwah dan Pembinaan Al-Qur’an di Pasaman

    Dai Muhammad Ikbal, S.Pd. Menguatkan Dakwah dan Pembinaan Al-Qur’an di Pasaman

    Dai Muhammad Ikbal, S.Pd. merupakan salah satu dai Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah yang telah mengabdikan diri dalam bidang dakwah dan pembinaan masyarakat di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah pada tahun 1438 H/2017 M, beliau mendapatkan amanah untuk menjalankan tugas dakwah di Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Selama kurang lebih 10 tahun pengabdian, berbagai aktivitas dakwah, pendidikan Al-Qur’an, pembinaan masyarakat, serta kajian keislaman terus dikembangkan di tengah masyarakat.

    Selain menjalankan amanah dakwah, Dai Muhammad Ikbal juga menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S1) di STAI As-Sunnah Deli Serdang, Sumatera Utara, pada tahun 2017. Bekal pendidikan tersebut menjadi salah satu bagian yang mendukung perjalanan beliau dalam menyampaikan ilmu dan memberikan pembinaan kepada masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, dakwah tidak hanya dilakukan melalui kajian dan ceramah, tetapi juga melalui pembelajaran langsung, pembinaan Al-Qur’an, khutbah Jumat, komunikasi dengan masyarakat, hingga pemanfaatan media sosial dan perangkat komunikasi.

    Ragam Program Dakwah di Tengah Masyarakat

    Dalam menjalankan aktivitas dakwah di Kabupaten Pasaman, Dai Muhammad Ikbal melaksanakan berbagai bentuk pembelajaran dan pembinaan. Program tersebut mencakup pembelajaran kepada remaja dan remaji, pembelajaran kepada masyarakat umum, ceramah umum, kajian rutin masyarakat, dauroh, khutbah Jumat, serta pembelajaran Al-Qur’an kepada anak-anak.

    Dakwah juga dikembangkan melalui media sosial dan telepon seluler sehingga penyampaian ilmu dapat menjangkau masyarakat dengan sarana komunikasi yang tersedia. Selain itu, beliau turut memberikan ceramah di berbagai lembaga dan kegiatan masyarakat, termasuk radio, televisi, lembaga pemasyarakatan, serta acara pernikahan. Kunjungan kepada tokoh dan pembesar masyarakat juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi serta memperkuat hubungan dengan berbagai elemen masyarakat.

    Pola dakwah yang beragam tersebut memberikan ruang bagi Dai Muhammad Ikbal untuk berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat. Dakwah tidak hanya berlangsung di masjid dan majelis ilmu, tetapi juga hadir dalam berbagai lingkungan sosial dan kelembagaan. Dengan pendekatan tersebut, pembinaan dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.

    Mengembangkan Rumah Qur’an Al-Faruq

    Salah satu perkembangan penting dalam perjalanan dakwah Dai Muhammad Ikbal adalah berdirinya Rumah Qur’an Al-Faruq di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Rumah Qur’an ini menjadi salah satu sarana pembinaan Al-Qur’an bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung proses belajar dan menghafal Al-Qur’an.

    Pada tahun 1447 H, Rumah Qur’an Al-Faruq memiliki 70 orang murid. Kehadiran lembaga ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan pembelajaran Al-Qur’an yang lebih terarah sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.

    Selain Rumah Qur’an Al-Faruq, Dai Muhammad Ikbal juga memiliki Halaqah Tahfidz di Pasaman Islamic Center, Sumatera Barat, dengan jumlah murid mencapai 60 orang pada tahun 1447 H. Pembinaan tahfidz tersebut menjadi salah satu bentuk nyata perhatian terhadap pengembangan generasi yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an.

    Menjangkau Berbagai Masjid dan Lembaga

    Aktivitas dakwah Dai Muhammad Ikbal juga berkembang melalui berbagai masjid dan tempat pembinaan di Kabupaten Pasaman. Beliau menjadi penceramah dalam khutbah Jumat, pembelajaran, serta ceramah umum bagi masyarakat di sekitar Kecamatan Lubuk Sikaping.

    Di lingkungan kelembagaan, beliau turut menjadi pemateri kajian di Kapolres Pasaman dan Rumah Sakit Ibnu Sina di Kabupaten Panti. Sementara di tengah masyarakat, kajian dan pembelajaran dilaksanakan di berbagai masjid dan mushalla, di antaranya Masjid Agung Al-Muttaqin, Masjid Al-Yatim, Masjid Tampunik, Masjid Al-Bariu, Masjid Syuhada Ekuator, Masjid Nurul Huda Tampa, Masjid Al-Ikhlas Panapa, Masjid Nurul Iman Tanjong Alai, Masjid Al-Kautsar, Masjid Darul Hikmah Pasar Kaciak, Mushalla Al-Ikhlas Kapalo Koto, Masjid Jihad, Masjid Raya Padang Sarai, Masjid Jami’, Masjid Manggung, Masjid Hidayah Perumnas, Mushalla Nurul Ikhwan, Masjid Koto Randah, Masjid Al-Mutmainnah, Mushalla Gang Elite, serta Masjid Nurul Ikhlas Jambak.

    Banyaknya tempat kajian tersebut menunjukkan luasnya ruang interaksi dakwah yang telah dibangun. Setiap tempat menjadi bagian dari perjalanan pembinaan yang dilakukan secara bertahap, dengan materi yang disampaikan melalui kajian, ceramah, pembelajaran, maupun khutbah.

    Membangun Majelis Ilmu yang Berkelanjutan

    Selain pembinaan Al-Qur’an, Dai Muhammad Ikbal juga mengembangkan beberapa majelis ilmu rutin. Salah satunya adalah Majelis Taklim di Masjid Agung Islamic Center Sumatera Barat, yang memiliki jumlah jamaah sekitar 50–60 orang. Majelis rutin juga berjalan di Masjid Al-Bariu dengan sekitar 40 jamaah, serta di Mushalla Nurul Ikhwan dengan jumlah jamaah sekitar 30–40 orang.

    Keberadaan majelis-majelis rutin tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh pembelajaran agama secara berkelanjutan. Kajian yang dilakukan secara rutin memungkinkan terjalinnya hubungan pembinaan yang lebih dekat antara dai dan jamaah, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk terus meningkatkan pemahaman keislaman.

    Secara keseluruhan, jumlah jamaah kajian yang telah mendapatkan manfaat dari aktivitas dakwah Dai Muhammad Ikbal mencapai sekitar 1.500 orang. Angka tersebut menggambarkan luasnya jangkauan dakwah yang telah berlangsung selama masa pengabdian di Kabupaten Pasaman.

    Pembinaan Hafalan Al-Qur’an

    Perhatian terhadap Al-Qur’an juga terlihat dari proses pembinaan hafalan yang dilakukan. Berdasarkan data keberhasilan dakwah, terdapat 43 orang yang melakukan setoran hafalan sebanyak 1 juz, 25 orang mencapai 2 juz, 11 orang mencapai 3 juz, 7 orang mencapai 4 juz, dan 4 orang mencapai 10 juz.

    Capaian tersebut menjadi bagian penting dari proses pembinaan Al-Qur’an yang dilakukan secara bertahap. Setiap tambahan hafalan merupakan hasil dari proses belajar, murojaah, bimbingan, dan kesungguhan para peserta. Kehadiran dai yang membimbing secara rutin menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kesinambungan proses tersebut.

    Melalui Rumah Qur’an, halaqah tahfidz, dan majelis-majelis pembelajaran, pembinaan Al-Qur’an terus diarahkan agar tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga berkembang menuju proses menghafal dan menjaga hafalan.

    Dakwah yang Memberikan Perubahan

    Dakwah yang dilakukan Dai Muhammad Ikbal juga mencatat sejumlah perubahan positif di tengah masyarakat. Berdasarkan laporan yang disampaikan, 1 orang masuk Islam melalui dakwahnya, menjadi salah satu bagian dari perjalanan dakwah yang memiliki makna tersendiri.

    Selain itu, sebanyak 200 orang disebut telah meninggalkan pemahaman Sufi melalui pembinaan dakwah yang dilakukan. Sebanyak 30 orang berhenti merokok, sementara 8 orang keluar dari kantor ribawi. Di sisi lain, 25 orang meninggalkan praktik riba dan 23 orang meninggalkan perjudian.

    Perubahan tersebut menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi di atas mimbar. Dakwah juga memiliki dimensi pembinaan yang diharapkan mampu memberikan pengaruh terhadap pemahaman, kebiasaan, dan pilihan hidup seseorang. Proses perubahan tentu berlangsung secara bertahap dan membutuhkan kesabaran serta pendampingan yang berkelanjutan.

    Konsistensi dalam Pengabdian

    Perjalanan Dai Muhammad Ikbal sejak bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah pada tahun 1438 H/2017 M menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam menjalankan amanah dakwah. Selama kurang lebih 10 tahun, Kecamatan Lubuk Sikaping dan wilayah Kabupaten Pasaman menjadi ruang pengabdian untuk menyampaikan ilmu, membina masyarakat, dan mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an.

    Dari masjid, mushalla, rumah Qur’an, lembaga pendidikan, hingga berbagai institusi masyarakat, dakwah terus diupayakan hadir sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat. Rumah Qur’an Al-Faruq, halaqah tahfidz, majelis taklim, kajian rutin, khutbah Jumat, serta berbagai kegiatan pembelajaran menjadi bagian dari rangkaian ikhtiar tersebut.

    Semoga Allah ﷻ memberikan keberkahan kepada setiap langkah dakwah yang telah dilakukan, menjaga keikhlasan para dai dalam menjalankan amanah, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Semoga setiap ilmu yang disampaikan, ayat yang diajarkan, hafalan yang dibimbing, dan perubahan baik yang terjadi menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

    Data Singkat Dai Muhammad Ikbal, S.Pd.

    • Nama: Muhammad Ikbal, S.Pd.
    • Bergabung: 1438 H/2017 M
    • Tempat Tugas: Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat
    • Pendidikan: S1 STAI As-Sunnah Deli Serdang, Sumatera Utara
    • Tahun Lulus: 2017
    • Rumah Qur’an: Al-Faruq, Lubuk Sikaping
    • Jumlah Murid Rumah Qur’an 1447 H: 70 orang
    • Halaqah Tahfidz Pasaman Islamic Center: 60 orang
    • Jumlah Jamaah Kajian: ±1.500 orang
    • Masuk Islam melalui dakwah: 1 orang
    • Setoran hafalan 1 juz: 43 orang
    • Setoran hafalan 2 juz: 25 orang
    • Setoran hafalan 3 juz: 11 orang
    • Setoran hafalan 4 juz: 7 orang
    • Setoran hafalan 10 juz: 4 orang

    #DaiArrisalah #DakwahPasaman #MuhammadIkbal #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah #DakwahSumateraBarat #RumahQuran #TahfidzAlQuran #PembinaanMasyarakat #KajianIslam #DakwahSunnah

  • Dai Novrizal, S.Pd. Menguatkan Dakwah dan Pembinaan Al-Qur’an di Serdang Bedagai

    Dai Novrizal, S.Pd. Menguatkan Dakwah dan Pembinaan Al-Qur’an di Serdang Bedagai

    SERDANG BEDAGAI, SUMATERA UTARA — Dakwah membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan kesinambungan. Kehadiran seorang dai di tengah masyarakat bukan hanya tentang menyampaikan ceramah, tetapi juga tentang membangun kedekatan, memberikan pembinaan, mendampingi proses belajar, serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dai yang telah menjalankan amanah tersebut adalah Novrizal, S.Pd., dai Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah yang bertugas di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

    Dai Novrizal, S.Pd. bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah sebagai dai pada 1438 H/2017 M. Sejak saat itu, ia menjalankan tugas dakwah di Jalan Kuburan Cina Pulau Kecik, Dusun III, Desa Pematang Sijonam, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Dengan pengalaman sekitar satu dekade bersama yayasan, perjalanan dakwahnya menjadi bagian dari upaya pembinaan masyarakat dan penguatan kegiatan keislaman di wilayah tersebut.

    Dalam bidang pendidikan, Dai Novrizal menyelesaikan pendidikan S1 di STAI As-Sunnah Deli Serdang, Sumatera Utara, pada tahun 2017. Bekal pendidikan tersebut menjadi salah satu modal dalam menjalankan berbagai aktivitas dakwah dan pembelajaran di tengah masyarakat. Ilmu yang diperoleh tidak hanya disampaikan dalam bentuk kajian, tetapi juga diterapkan melalui pembinaan Al-Qur’an, khutbah, pengajaran kepada anak-anak dan remaja, serta pendampingan berbagai kelompok masyarakat.

    Aktivitas dakwah yang dijalankan mencakup berbagai lapisan masyarakat. Di antaranya adalah pembelajaran kepada remaja dan remaji, pembelajaran kepada masyarakat umum, kajian rutin dan dauroh, khutbah Jumat, serta pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak. Selain dakwah secara langsung, Dai Novrizal juga memanfaatkan media sosial dan telepon seluler sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan keislaman. Aktivitas dakwah juga dilakukan melalui lembaga pendidikan, radio, televisi, lembaga pemasyarakatan, kegiatan pernikahan, serta kunjungan dan silaturahmi kepada tokoh masyarakat.

    Perjalanan dakwah di Kabupaten Serdang Bedagai juga memperlihatkan adanya kepercayaan masyarakat terhadap kiprahnya. Dai Novrizal dipercaya sebagai pemateri, khatib, dan imam rawatib di Masjid Nomor 42, salah satu masjid yang berada di bawah binaan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah di Desa Pematang Sijonam, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Peran tersebut memberikan ruang baginya untuk terlibat secara lebih dekat dalam pembinaan jamaah dan kegiatan keislaman masyarakat.

    Selain menjalankan aktivitas di masjid, Dai Novrizal turut berperan dalam berbagai lembaga pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an. Ia menjadi pemateri di Rumah Qur’an Ummu Salamah dan Pusat Tahfiz Al-Qur’an Nur Mu’minah di wilayah Serdang Bedagai. Ia juga menjadi pemateri di Pondok Tahfidz Al-Qur’an Khairunnujum, Kecamatan Perbaungan, serta di Madrasah Tsanawiyah Darul Arifin, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.

    Kegiatan pembinaan juga dilakukan di Pusat Tahfiz Al-Qur’an Imam Bukhari dan Pondok Pesantren Usamah bin Zaid Melati di wilayah Serdang Bedagai. Di pondok pesantren tersebut, Dai Novrizal menjalankan peran sebagai pemateri sekaligus khatib. Ia juga dipercaya mengisi khutbah di Masjid Al-Mukhlisin Tualang di wilayah Perbaungan serta Masjid Al-Ikhlas Kampung Besar, Kecamatan Pantai Cermin. Di bidang pendidikan Al-Qur’an, ia turut menjadi pemateri dalam Halaqah Al-Qur’an di SD Negeri Lama, wilayah Pematang Sijonam, Serdang Bedagai.

    Salah satu bagian penting dari perjalanan dakwah Dai Novrizal adalah perhatian terhadap pembinaan Al-Qur’an. Ia telah mendirikan Markaz Tahfiz Al-Qur’an Ummu Salamah di wilayah Serdang Bedagai. Pada tahun 1447 H, markaz tersebut memiliki 16 orang siswa dan 10 orang ummahat. Kehadiran markaz ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya menghadirkan sarana pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat, khususnya dalam membangun generasi yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an.

    Dalam proses pembinaan hafalan, Dai Novrizal telah membimbing sekitar 220 orang dalam menghafal Al-Qur’an pada tingkat satu juz, dua juz, dan tiga juz. Angka tersebut menggambarkan proses pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan. Pembelajaran hafalan Al-Qur’an bukan hanya membutuhkan penyampaian materi, tetapi juga pendampingan, pengulangan, evaluasi, serta motivasi agar para peserta mampu mempertahankan hafalan yang telah dipelajari.

    Sepanjang perjalanan dakwahnya, Dai Novrizal juga telah menyampaikan sekitar 5.000 kali ceramah dan khutbah. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari kontribusinya dalam menyampaikan ilmu dan mengingatkan masyarakat kepada kebaikan. Di tengah berbagai kegiatan tersebut, sekitar 250 jamaah telah mendapatkan pembinaan di wilayah Serdang Bedagai. Selain itu, melalui dakwah yang dijalankannya, terdapat 30 orang awam yang mengenal Islam dan sunnah.

    Perjalanan Dai Novrizal menunjukkan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari lahirnya ruang-ruang pembinaan yang terus berjalan di tengah masyarakat. Masjid, rumah Qur’an, pusat tahfiz, madrasah, dan pondok pesantren menjadi tempat yang saling melengkapi dalam membangun kehidupan keislaman. Melalui peran dai yang konsisten, proses pembelajaran dapat terus berlangsung dan menjangkau berbagai kelompok usia.

    Dakwah juga membutuhkan kesinambungan. Pembinaan masyarakat tidak cukup dilakukan dalam satu atau dua kegiatan, tetapi membutuhkan kehadiran yang terus menerus, komunikasi yang baik, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman Dai Novrizal selama menjalankan amanah dakwah di Serdang Bedagai menjadi bagian dari proses panjang tersebut.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berupaya mendukung pengutusan dan pembinaan para dai agar dakwah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah. Kehadiran para dai di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat pembelajaran agama, pembinaan Al-Qur’an, pendidikan generasi muda, serta berbagai kegiatan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

    Semoga Allah ﷻ memberikan keberkahan kepada setiap usaha yang telah dilakukan Dai Novrizal, S.Pd. dalam menjalankan amanah dakwah. Semoga ilmu yang disampaikan, Al-Qur’an yang diajarkan, khutbah yang disampaikan, serta setiap langkah pembinaan yang dilakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Semoga Allah ﷻ memberikan keistiqamahan dalam berdakwah dan menjadikan setiap upaya tersebut sebagai sebab hadirnya kebaikan yang lebih luas bagi masyarakat Serdang Bedagai dan sekitarnya.

  • Distribusi Mushaf Al-Qur’an 30 Juz untuk Masyarakat di Sumatera Utara dan Riau

    Distribusi Mushaf Al-Qur’an 30 Juz untuk Masyarakat di Sumatera Utara dan Riau

    Alhamdulillāh, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah kembali melaksanakan program distribusi Mushaf Al-Qur’an 30 juz kepada masyarakat di beberapa wilayah, dengan penyaluran mushaf dalam berbagai ukuran sesuai dengan kebutuhan penerima.

    Program ini menjadi bagian dari komitmen Yayasan dalam mendukung kemudahan masyarakat untuk membaca, mempelajari, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an. Penyaluran dilakukan di beberapa wilayah, yaitu Lubuk Pakam, Sumatera Utara; Desa Buantan Besar, Riau; serta Kota Medan, Sumatera Utara.

    📖 Mushaf Al-Qur’an ukuran besar didistribusikan ke wilayah Lubuk Pakam, Sumatera Utara. Mushaf berukuran besar diharapkan dapat memberikan kenyamanan dalam membaca Al-Qur’an, khususnya dalam kegiatan pembelajaran dan majelis ilmu. Kehadirannya juga diharapkan dapat menunjang aktivitas membaca Al-Qur’an secara rutin di tengah masyarakat.

    📖 Mushaf Al-Qur’an ukuran sedang disalurkan ke Jl. Siak, Desa Buantan Besar, Provinsi Riau. Distribusi ini menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat program Al-Qur’an hingga ke berbagai wilayah. Mushaf yang diterima diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah, pembelajaran, maupun berbagai aktivitas keislaman masyarakat.

    📖 Sementara itu, Mushaf Al-Qur’an ukuran kecil didistribusikan di wilayah Medan, Sumatera Utara. Ukurannya yang lebih praktis diharapkan memudahkan masyarakat untuk membawa dan membaca Al-Qur’an di berbagai kesempatan, sehingga interaksi dengan Al-Qur’an dapat terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

    Distribusi mushaf dengan berbagai ukuran tersebut menunjukkan bahwa program wakaf dan distribusi Al-Qur’an dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Yang terpenting bukan hanya tersalurkannya mushaf, tetapi bagaimana mushaf tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan Kalamullah.

    Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipelajari, dipahami, dihafalkan, dan diamalkan. Karena itu, setiap mushaf yang disalurkan diharapkan dapat menjadi sarana lahirnya berbagai kebaikan. Satu mushaf dapat digunakan oleh banyak orang, dibaca berulang kali, menjadi sarana pembelajaran anak-anak dan santri, serta mendukung kegiatan kajian dan tahfiz Al-Qur’an.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
    (HR. Al-Bukhari)

    Melalui program distribusi Mushaf Al-Qur’an 30 juz ini, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah berupaya mengambil bagian dalam memudahkan masyarakat untuk mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an. Setiap mushaf yang sampai kepada penerima merupakan amanah yang diharapkan dapat memberikan manfaat seluas-luasnya.

    Jazākumullāhu khairan kepada seluruh donatur dan muhsinin yang telah mendukung program distribusi dan wakaf Al-Qur’an. Semoga Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menerima setiap harta yang dikeluarkan, memberkahi para donatur dan keluarga mereka, serta menjadikan setiap huruf yang dibaca dari mushaf yang disalurkan sebagai bagian dari amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

    Semoga distribusi Mushaf Al-Qur’an 30 Juz di Lubuk Pakam, Desa Buantan Besar, dan Medan menjadi sarana yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat serta semakin memperluas syiar Al-Qur’an di berbagai wilayah.

    🤲 Mari terus hadirkan Al-Qur’an di tengah umat. Karena satu mushaf yang dibaca dapat melahirkan ilmu, satu ayat yang diamalkan dapat membawa perubahan, dan satu wakaf Al-Qur’an dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

    #DistribusiAlQuran #MushafAlQuran #AlQuran30Juz #WakafAlQuran #MushafBesar #MushafSedang #MushafKecil #AmalJariyah #PendidikanAlQuran #TahfizAlQuran #DakwahIslam #LubukPakam #Medan #Riau #BuantanBesar #SumateraUtara #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah #YayasanArrisalah #PeduliUmat

  • Dai Putra Hasraen Padang, S.Pd., 13 Tahun Mengabdi dalam Dakwah dan Pembinaan Umat di Pakpak Bharat

    Dai Putra Hasraen Padang, S.Pd., 13 Tahun Mengabdi dalam Dakwah dan Pembinaan Umat di Pakpak Bharat

    Pakpak Bharat, Sumatera Utara — Perjalanan dakwah merupakan sebuah proses panjang yang membutuhkan kesabaran, keistiqamahan, ilmu, dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam kiprah Dai Putra Hasraen Padang, S.Pd., yang telah mengabdikan diri bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah dalam menjalankan berbagai aktivitas dakwah dan pembinaan umat di wilayah Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Bergabung sebagai dai sejak tahun 1435 H/2014 M, beliau telah menjalani kurang lebih 13 tahun pengabdian dalam mendampingi masyarakat. Dalam perjalanan tersebut, beliau ditempatkan di Jl. Runding, Desa Maholida, Kecamatan STTU Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara. Pengabdian yang panjang ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan dakwah yang tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga diwujudkan melalui pembinaan masyarakat secara langsung dan berkesinambungan.

    Dai Putra Hasraen Padang menyelesaikan pendidikan terakhirnya di Diploma Ma’had ‘Aly As-Sunnah pada tahun 2014. Bekal pendidikan tersebut menjadi salah satu fondasi dalam menjalankan amanah dakwah di tengah masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, beliau tidak hanya berfokus pada satu kelompok usia atau satu bentuk kegiatan, tetapi berusaha menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Program dakwah yang dijalankan meliputi pembelajaran kepada remaja dan remaji, pembelajaran kepada masyarakat umum, kajian rutin dan dauroh, khutbah Jumat, pembelajaran kepada anak-anak, serta dakwah melalui media sosial dan perangkat komunikasi. Selain itu, beliau juga terlibat dalam ceramah di berbagai lembaga dan kegiatan masyarakat serta melakukan kunjungan kepada tokoh dan pembesar kaum sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat setempat.

    Salah satu karakter penting dalam perjalanan dakwah Dai Putra Hasraen adalah pendekatan yang menggabungkan antara pembelajaran, pembinaan, keteladanan, dan interaksi langsung dengan masyarakat. Dakwah tidak berhenti pada penyampaian materi keislaman dalam sebuah majelis, tetapi dilanjutkan dengan pembinaan yang memungkinkan masyarakat mendapatkan pendampingan secara lebih dekat. Pendekatan semacam ini menjadi penting terutama di wilayah yang memiliki kondisi sosial dan geografis yang beragam. Dengan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, dakwah diharapkan dapat diterima secara bertahap dan memberikan pengaruh positif dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran seorang dai di tengah masyarakat juga diharapkan dapat menjadi tempat bertanya, belajar, dan mendapatkan bimbingan dalam berbagai persoalan keagamaan.

    Dalam perjalanan pengabdiannya, penerimaan masyarakat terhadap Dai Putra Hasraen Padang terus berkembang. Beliau dipercaya untuk menjadi pemateri di berbagai majelis ilmu di wilayah Pakpak Barat, Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, beliau juga menjadi penceramah di sejumlah masjid, di antaranya Masjid Jami’ Al-Ikhlas dan Masjid At-Taqwa Muhammadiyah di Kota Jehe, wilayah Pakpak Bharat. Kepercayaan yang diberikan masyarakat tersebut menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas dakwah yang dijalankan telah mendapatkan ruang dan penerimaan di tengah masyarakat. Melalui majelis ilmu dan berbagai kegiatan keagamaan tersebut, beliau terus berupaya menyampaikan ilmu yang bermanfaat serta mengajak masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.

    Salah satu capaian penting dalam perjalanan dakwah Dai Putra Hasraen Padang adalah keterlibatannya dalam mendirikan Yayasan Yatim dan Markaz Tahfiz Ibnu Abdul Barr di wilayah Pakpak Barat. Kehadiran lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan umat, khususnya dalam bidang pendidikan Al-Qur’an dan perhatian terhadap anak-anak yatim. Pendidikan yang berbasis Al-Qur’an diharapkan dapat memberikan fondasi keagamaan bagi generasi muda sehingga mereka memiliki bekal ilmu dan akhlak dalam menjalani kehidupan. Selain itu, beliau juga telah mendirikan Rumah Qur’an Al-Munawwarah yang saat ini memiliki sekitar 50 orang santri. Kehadiran Rumah Qur’an tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya membangun lingkungan belajar Al-Qur’an di tengah masyarakat.

    Pembinaan Al-Qur’an juga menjadi salah satu bagian penting dari keberhasilan dakwah yang telah dijalankan. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 65 orang telah berhasil menghafal satu juz Al-Qur’an di bawah bimbingan beliau. Selain itu, terdapat 22 orang yang telah menghafal dua juz, serta 9 orang yang telah mencapai hafalan lima juz Al-Qur’an. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan Al-Qur’an membutuhkan proses yang konsisten dan pendampingan yang berkelanjutan. Setiap hafalan yang berhasil dicapai oleh para santri merupakan bagian dari perjalanan panjang pembelajaran, sekaligus menjadi harapan lahirnya generasi yang semakin dekat dengan Al-Qur’an.

    Di sisi lain, salah satu capaian yang memiliki nilai dakwah sangat besar adalah adanya 21 orang yang masuk Islam melalui dakwah Dai Putra Hasraen Padang. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas dakwah tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kajian, tetapi juga menyentuh aspek pembinaan dan penyampaian ajaran Islam kepada masyarakat yang membutuhkan pemahaman tentang Islam. Setiap orang yang mendapatkan hidayah merupakan karunia dari Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Sementara itu, seorang dai hanya menjadi bagian dari sebab dalam menyampaikan kebenaran dan memberikan penjelasan dengan cara yang baik. Karena itu, capaian tersebut menjadi amanah sekaligus motivasi untuk terus menjaga kualitas dakwah dan pembinaan masyarakat.

    Jangkauan dakwah Dai Putra Hasraen Padang juga tercermin dari jumlah masyarakat yang telah mendapatkan pembinaan dan dakwah. Berdasarkan data yang tersedia, jumlah orang yang telah didakwahi mencapai sekitar 450 orang. Angka tersebut mencakup masyarakat yang mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran, kajian, ceramah, maupun bentuk interaksi dakwah lainnya. Di era digital, aktivitas dakwah juga diperluas melalui media sosial. Hal ini terlihat dari akun Facebook pribadi beliau yang telah memiliki sekitar 5.000 pengikut. Pemanfaatan media sosial menjadi sarana tambahan untuk menyampaikan nasihat, ilmu, dan pesan-pesan keislaman kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk mereka yang tidak dapat hadir secara langsung dalam majelis ilmu.

    Perjalanan selama kurang lebih 13 tahun bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menunjukkan bahwa dakwah merupakan amanah yang membutuhkan kesinambungan. Dari pembelajaran anak-anak, pembinaan remaja, kajian masyarakat, khutbah Jumat, pembinaan tahfiz, hingga pemanfaatan media sosial, berbagai aktivitas tersebut saling melengkapi dalam membangun ekosistem dakwah yang lebih luas. Keberadaan dai di daerah juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan majelis ilmu dan pembinaan masyarakat. Melalui aktivitas yang dilakukan secara konsisten, diharapkan masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap ilmu agama serta memiliki kesempatan untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas kehidupan keislaman mereka.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Dai Putra Hasraen Padang dalam menjalankan amanah dakwah di wilayah Sumatera Utara. Perjalanan tersebut bukan hanya tentang lamanya masa pengabdian, tetapi juga tentang berbagai manfaat yang telah diupayakan melalui pendidikan, pembinaan Al-Qur’an, kajian keislaman, dan interaksi bersama masyarakat. Semoga seluruh aktivitas dakwah yang telah dilakukan menjadi amal saleh yang diterima oleh Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Semoga para santri yang belajar Al-Qur’an, masyarakat yang menghadiri kajian, serta mereka yang mendapatkan manfaat dari dakwah tersebut dapat terus bertumbuh dalam ilmu dan amal. Semoga Allah memberikan keistiqamahan kepada beliau dalam menjalankan amanah dakwah, memberikan kesehatan dan kekuatan, serta menjadikan setiap ayat yang diajarkan, setiap ilmu yang disampaikan, dan setiap kebaikan yang lahir dari perjuangan tersebut sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

    #DaiPutraHasraenPadang #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah #DakwahIslam #DakwahSumateraUtara #PakpakBharat #DakwahPakpakBharat #RumahQuran #TahfizAlQuran #PembinaanUmat #KajianIslam #PendidikanIslam #DakwahAlQuran #MarkazTahfiz #AmalJariyah #PeduliUmat

  • Kajian Umum Bersama Syaikh Sami Al-Kholil di Masjid Abdullah bin Huzafah

    Kajian Umum Bersama Syaikh Sami Al-Kholil di Masjid Abdullah bin Huzafah

    Alhamdulillāh, dengan izin dan pertolongan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, telah terlaksana Kajian Umum bersama Syaikh Sami Al-Kholil, dengan Ustadz Hasan Hamzah Lubis, M.Sos. sebagai penerjemah. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah dalam menghadirkan majelis ilmu, memperluas syiar dakwah, serta memberikan ruang pembinaan keislaman bagi masyarakat.

    Kajian umum ini dilaksanakan pada Kamis, 7 Agustus 2026, bertempat di Masjid Abdullah bin Huzafah, Tanjung Morawa A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Dimulai pada pukul 19.00 WIB hingga selesai, kegiatan berlangsung sebagai momentum bagi kaum muslimin untuk berkumpul dalam suasana penuh ilmu, nasihat, dan semangat menuntut ilmu agama.

    Kehadiran Syaikh Sami Al-Kholil menjadi kesempatan berharga bagi para peserta untuk mendapatkan tambahan wawasan keislaman serta mengambil faedah dari materi yang disampaikan. Kajian ini diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap pemahaman agama sekaligus menjadi pengingat agar setiap muslim senantiasa memperbaiki hubungan dengan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā melalui ilmu dan amal.

    Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Hasan Hamzah Lubis, M.Sos. bertugas sebagai penerjemah untuk membantu menyampaikan materi kepada peserta. Dengan adanya penerjemahan, pesan dan nasihat yang disampaikan dapat dipahami dengan lebih baik sehingga peserta dapat mengambil manfaat secara maksimal dari pembahasan yang diberikan.

    Majelis ilmu memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam. Menuntut ilmu bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga merupakan sarana untuk mengetahui kebenaran, memperbaiki ibadah, membentuk akhlak, dan menjalani kehidupan sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya ﷺ. Oleh sebab itu, kegiatan kajian menjadi salah satu sarana penting dalam membangun masyarakat yang memiliki pemahaman agama yang baik.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
    (HR. Muslim)

    Hadis tersebut menjadi motivasi bagi setiap muslim untuk terus menghadiri majelis ilmu. Waktu yang digunakan untuk belajar dan mendengarkan nasihat keislaman merupakan bagian dari usaha seorang hamba dalam mencari keridhaan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.

    Masjid Abdullah bin Huzafah sebagai lokasi kegiatan juga menjadi bagian penting dalam terselenggaranya pembinaan masyarakat. Masjid bukan hanya tempat melaksanakan ibadah wajib, tetapi juga memiliki peran sebagai pusat ilmu, dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat. Dengan dihidupkannya masjid melalui kegiatan kajian, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasa dekat dengan masjid dan menjadikannya sebagai tempat untuk memperoleh ilmu serta memperkuat ukhuwah.

    Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah untuk terus menghadirkan program dakwah yang memberikan manfaat nyata. Melalui kajian umum, pembinaan masyarakat, pembelajaran Al-Qur’an, dan berbagai program keislaman lainnya, Yayasan berupaya mendukung tumbuhnya masyarakat yang semakin dekat dengan ilmu, ibadah, dan akhlak yang mulia.

    Ilmu yang diperoleh dalam sebuah majelis tentu tidak berhenti ketika kajian selesai. Setiap peserta diharapkan dapat membawa pulang faedah yang diperoleh, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, ilmu yang diamalkan dan diajarkan kembali kepada orang lain dapat menjadi sebab meluasnya manfaat dan kebaikan di tengah masyarakat.

    Jazākumullāhu khairan kepada Syaikh Sami Al-Kholil atas ilmu dan nasihat yang telah disampaikan, kepada Ustadz Hasan Hamzah Lubis, M.Sos. atas perannya sebagai penerjemah, serta kepada seluruh panitia, pengurus masjid, peserta, donatur, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

    Semoga Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menerima setiap amal kebaikan dalam majelis ini, memberikan keberkahan kepada para pemateri, penerjemah, dan seluruh peserta, serta menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai petunjuk, ilmu yang bermanfaat, dan amal saleh yang memberikan kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

    🌿 Mari terus menghadiri majelis ilmu, memakmurkan masjid, memperkuat ukhuwah, dan menjadikan ilmu sebagai jalan untuk memperbaiki diri serta memberikan manfaat kepada sesama.

    #KajianUmum #KajianIslam #MajelisIlmu #DakwahIslam #PembinaanUmat #MenuntutIlmu #IlmuYangBermanfaat #MasjidAbdullahBinHuzafah #TanjungMorawa #DeliSerdang #SumateraUtara #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah #YayasanArrisalah #DakwahArrisalah #PeduliUmat #SebarkanKebaikan

  • Kajian Umum Bersama Syaikh Sultan Ath-Thubaisyi di Masjid Muhajirin Serdang Bedagai

    Kajian Umum Bersama Syaikh Sultan Ath-Thubaisyi di Masjid Muhajirin Serdang Bedagai

    Alhamdulillāh, atas izin dan pertolongan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, telah terlaksana Kajian Umum bersama Syaikh Sultan Ath-Thubaisyi, dengan Ustadz Jihan Afri Batubara, M.Sos. sebagai penerjemah. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah dalam menghadirkan majelis ilmu dan memperkuat pembinaan keislaman di tengah masyarakat.

    Kajian tersebut dilaksanakan pada Rabu, 6 Agustus 2026, bertempat di Masjid Muhajirin, Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Kegiatan dimulai pada pukul 19.00 WIB hingga selesai, menghadirkan suasana majelis yang sarat dengan nasihat dan pembelajaran keislaman bagi masyarakat yang hadir.

    Kehadiran Syaikh Sultan Ath-Thubaisyi menjadi kesempatan yang berharga bagi kaum muslimin untuk mendapatkan tambahan wawasan dan faedah dalam memahami ajaran Islam. Melalui materi yang disampaikan, para peserta diajak untuk senantiasa meningkatkan keimanan, memperbaiki amal, serta menjadikan ilmu agama sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.

    Dalam kegiatan ini, Ustadz Jihan Afri Batubara, M.Sos. turut berperan sebagai penerjemah. Peran penerjemah sangat penting dalam membantu menyampaikan pesan kajian kepada masyarakat sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik. Dengan demikian, peserta dapat mengambil manfaat secara lebih optimal dari setiap nasihat dan pembahasan yang disampaikan.

    Majelis ilmu merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Di tengah kesibukan dan berbagai aktivitas sehari-hari, menghadiri kajian menjadi salah satu kesempatan untuk berhenti sejenak, mengingat Allah, memperbaiki pemahaman agama, dan melakukan evaluasi terhadap kehidupan. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dorongan untuk memperbaiki hubungan seorang hamba dengan Allah maupun dengan sesama manusia.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
    (HR. Muslim)

    Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan menuntut ilmu. Setiap langkah menuju majelis ilmu merupakan bagian dari perjalanan kebaikan. Karena itu, kegiatan kajian yang menghadirkan masyarakat dalam satu tempat bukan hanya menjadi agenda dakwah, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat belajar dan mencintai ilmu agama.

    Masjid Muhajirin sebagai tempat berlangsungnya kajian turut menjadi ruang pembinaan bagi masyarakat. Masjid memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan umat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid dapat menjadi pusat pendidikan, dakwah, pembelajaran Al-Qur’an, pembinaan keluarga, serta tempat berkumpulnya masyarakat dalam kegiatan yang memberikan manfaat.

    Melalui penyelenggaraan kajian umum ini, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berupaya menghadirkan dakwah yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pembinaan yang berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan ilmu dalam satu kesempatan, tetapi terdorong untuk terus menghadiri majelis ilmu dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama.

    Ilmu yang diperoleh dari sebuah kajian akan memberikan manfaat yang lebih besar ketika diamalkan. Nasihat yang didengar diharapkan menjadi pengingat untuk memperbaiki ibadah, meningkatkan akhlak, mempererat hubungan keluarga, serta memberikan kontribusi positif kepada lingkungan sekitar. Dengan demikian, keberkahan majelis ilmu dapat dirasakan jauh setelah kegiatan berakhir.

    Jazākumullāhu khairan kepada Syaikh Sultan Ath-Thubaisyi atas ilmu dan nasihat yang telah disampaikan, kepada Ustadz Jihan Afri Batubara, M.Sos. atas kontribusinya sebagai penerjemah, serta kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini. Semoga Allah memberikan balasan terbaik atas setiap kebaikan yang diberikan.

    Semoga Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menerima majelis ini sebagai amal saleh, memberikan keberkahan kepada seluruh peserta, serta menjadikan ilmu yang disampaikan sebagai ilmu yang bermanfaat. Semoga semakin banyak masyarakat yang mencintai majelis ilmu, dekat dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta memiliki semangat untuk terus belajar dan mengamalkan ajaran Islam.

    🌿 Mari terus hidupkan majelis ilmu, makmurkan masjid, dan bersama membangun masyarakat yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.

    #KajianUmum #KajianIslam #MajelisIlmu #DakwahIslam #PembinaanUmat #MenuntutIlmu #IlmuYangBermanfaat #MasjidMuhajirin #SeiRampah #SerdangBedagai #SumateraUtara #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah #YayasanArrisalah #DakwahArrisalah #PeduliUmat #SebarkanKebaikan

  • Kajian Umum Bersama Syaikh Sultan Ath-Thubaisyi di Masjid Asy-Syura Medan

    Kajian Umum Bersama Syaikh Sultan Ath-Thubaisyi di Masjid Asy-Syura Medan

    Alhamdulillāh, dengan izin dan pertolongan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, telah terlaksana Kajian Umum bersama Syaikh Sultan Ath-Thubaisyi yang menghadirkan Ustadz Dr. Abdurrasyid, M.Pd. sebagai penerjemah. Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah dalam menghadirkan majelis ilmu dan memperluas syiar dakwah di tengah masyarakat.

    Kajian yang dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertempat di Masjid Asy-Syura, Jl. Surau, Sei Putih Timur I, Kecamatan Medan Petisah, Medan, menjadi kesempatan bagi kaum muslimin untuk berkumpul dalam suasana penuh ilmu dan nasihat. Kegiatan berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai, dengan antusiasme peserta yang hadir untuk mendapatkan faedah dari pembahasan keislaman yang disampaikan.

    Kehadiran Syaikh Sultan Ath-Thubaisyi menjadi kesempatan berharga bagi para peserta untuk menyimak nasihat dan pembahasan keislaman secara langsung. Kajian umum seperti ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan, meluruskan pemahaman, serta mendorong kaum muslimin untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.

    Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Dr. Abdurrasyid, M.Pd. berperan sebagai penerjemah sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dengan lebih baik oleh para peserta. Proses penerjemahan menjadi bagian penting dalam kegiatan kajian, terutama agar pesan, nasihat, dan faedah yang disampaikan dapat diterima secara utuh oleh masyarakat.

    Majelis ilmu merupakan salah satu sarana penting dalam pembinaan umat. Dengan menghadiri kajian, seorang muslim mendapatkan kesempatan untuk memperbarui ilmu, mengingat kembali nasihat agama, serta mengevaluasi amal dan kehidupannya. Ilmu yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam bentuk amal dan perubahan yang lebih baik.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
    (HR. Muslim)

    Hadis tersebut menjadi motivasi bagi kaum muslimin untuk senantiasa mencintai ilmu dan menghadiri majelis-majelis kebaikan. Setiap langkah yang ditempuh dalam rangka mencari ilmu merupakan bagian dari amal yang memiliki keutamaan di sisi Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.

    Melalui kegiatan ini, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berupaya membangun ruang-ruang pembinaan keislaman yang dapat diakses oleh masyarakat. Kajian umum menjadi salah satu bentuk dakwah yang diharapkan mampu memperkuat hubungan masyarakat dengan ilmu agama, meningkatkan semangat beribadah, serta menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya pendidikan Islam yang berkelanjutan.

    Bertempat di Masjid Asy-Syura, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menghidupkan masjid dengan aktivitas keilmuan. Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan shalat, tetapi juga dapat menjadi pusat pembelajaran, nasihat, pembinaan keluarga, pendidikan generasi muda, serta berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Diharapkan ilmu dan nasihat yang disampaikan dalam kajian ini dapat terus memberikan pengaruh positif setelah kegiatan berakhir. Para peserta diharapkan dapat membawa pulang faedah yang diperoleh, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta menyampaikannya kembali kepada keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian, manfaat sebuah majelis ilmu dapat meluas dan tidak berhenti pada peserta yang hadir.

    Jazākumullāhu khairan kepada Syaikh Sultan Ath-Thubaisyi atas ilmu dan nasihat yang telah disampaikan, kepada Ustadz Dr. Abdurrasyid, M.Pd. atas peran beliau sebagai penerjemah, serta kepada seluruh panitia, pengurus masjid, peserta, donatur, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

    Semoga Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menerima setiap langkah menuju majelis ilmu, memberikan keberkahan kepada para pemateri dan penerjemah, serta menjadikan ilmu yang disampaikan sebagai ilmu yang bermanfaat. Semoga kajian ini menjadi sebab bertambahnya iman, meningkatnya ketakwaan, dan semakin kuatnya semangat kaum muslimin untuk terus belajar dan mengamalkan ajaran Islam.

    🌿 Mari terus hidupkan majelis ilmu, makmurkan masjid, dan bersama-sama membangun masyarakat yang dekat dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

    #KajianUmum #KajianIslam #MajelisIlmu #DakwahIslam #PembinaanUmat #MenuntutIlmu #IlmuYangBermanfaat #Medan #MedanPetisah #MasjidAsySyura #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah #YayasanArrisalah #DakwahArrisalah #PeduliUmat #SebarkanKebaikan