Category: Dakwah

  • Profil Dai Vedran Gilang Wahyu Haris, S.Sos

    Profil Dai Vedran Gilang Wahyu Haris, S.Sos

    Dai Vedran Gilang Wahyu Haris, S.Sos, bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah sebagai dai pada tahun 1446 H / 2024 M. Saat ini, beliau bertugas di Masjid Jami’ Darul Hadist, yang berlokasi di Bukik Sikumpa, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

    Dalam perjalanan dakwahnya, beliau telah bekerja selama kurang lebih 1 tahun di Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah. Pendidikan terakhir yang diselesaikan adalah S1 di STAI As-Sunnah pada tahun 2024.

    Dai Vedran aktif dalam berbagai kegiatan dakwah yang mencakup berbagai lapisan masyarakat, antara lain:

    Pembelajaran Remaja

    Mengajarkan ilmu agama kepada generasi muda agar memiliki pemahaman Islam yang benar.

    Pembelajaran Kepada Masyarakat Umum

    Mengadakan kajian keislaman yang terbuka untuk seluruh kalangan masyarakat.

    Ceramah Umum

    Mengisi kajian rutin masyarakat dan dauroh untuk meningkatkan ilmu keislaman.

    Khutbah Jumat

    Bertugas sebagai khatib Jumat di berbagai masjid di wilayah tugasnya.

    Pembelajaran Kepada Anak-Anak

    Mendidik anak-anak dalam ilmu agama, termasuk hafalan Al-Qur’an dan hadist.

    Dakwah Melalui Media Sosial dan HP

    Menyampaikan dakwah melalui platform WhatsApp, Instagram, dan media sosial lainnya.

    Ceramah Umum di Berbagai Lembaga

    Mengisi ceramah di berbagai tempat seperti lembaga pendidikan, radio, televisi, penjara, dan acara pernikahan.

    Kunjungan kepada Pembesar Kaum (Masyarakat)

    Silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama untuk mempererat ukhuwah Islamiyah.

    Dalam perjalanannya sebagai dai, masyarakat mulai menerima dan menghargai peran beliau, sehingga saat ini beliau telah dipercaya sebagai:

    Pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid Yayasan Ar Risalah “Darul Hadist” di Kabupaten Lima Puluh Kota.
    Pemateri di Ma’had Darul Hadist, Kabupaten Lima Puluh Kota.
    Pemateri di Masjid Mukhlisin, Kabupaten Lima Puluh Kota.

    Sejak aktif berdakwah, Dai Vedran Gilang Wahyu Haris telah mencapai berbagai keberhasilan, antara lain:

    Halaqoh Quran

    • Memiliki 10 peserta putra yang rutin mengikuti pembelajaran Al-Qur’an.
    • Halaqoh Hadist
    • Memiliki 42 peserta putra yang belajar hadist secara intensif.
    • Halaqoh Bahasa Arab
    • Memiliki 42 peserta putra yang aktif belajar bahasa Arab.
    • Hafalan Al-Qur’an
    • 7 orang telah menyelesaikan hafalan 1 Juz.
    • 4 orang telah menyelesaikan hafalan 2 Juz.
    • Hafalan Hadist
    • 5 orang telah menyelesaikan hafalan 100 hadist.
    • Jumlah Ceramah dan Khutbah
    • Telah menyampaikan 665 kali ceramah dan khutbah.
    • Jumlah Jama’ah
    • Jumlah jama’ah yang mengikuti kajian mencapai 500 orang.
    • Dakwah Melalui Media Sosial
    • Sebanyak 772 orang mengikuti dakwahnya melalui grup WhatsApp dan Instagram.

    Dai Vedran Gilang Wahyu Haris, S.Sos, telah memberikan kontribusi besar dalam menyebarkan dakwah Islam di Kabupaten Lima Puluh Kota. Dengan program yang menyentuh berbagai kalangan, serta penerimaan masyarakat yang semakin luas, beliau terus berupaya memberikan manfaat bagi umat melalui ceramah, pembelajaran, dan bimbingan agama, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

    Dakwah beliau telah menghasilkan peningkatan dalam pendidikan agama bagi masyarakat, terbukti dengan bertambahnya jumlah santri yang menghafal Al-Qur’an dan hadist, serta meningkatnya jumlah jama’ah yang mengikuti kajian.

  • Kajian Umum Untuk Remaja, Belajar Agama Dengan Sistematis Tahap II

    Kajian Umum Untuk Remaja, Belajar Agama Dengan Sistematis Tahap II

    Sebagai bagian dari upayanya yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran agama dan membangun generasi muda yang penuh iman, Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah menyelenggarakan pelatihan umum untuk organisasi kepemudaan pada hari Minggu, 19 Januari 2025, di wilayah Medan dan Deli Serdang. Pelatihan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pemuda dalam memahami ajaran Islam dan memperkuat nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

    Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan peserta pengetahuan agama yang benar, memperkuat iman mereka kepada Allah dan Rasul-Nya, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjalankan ibadah dengan cara yang benar, dengan fokus pada tauhid dan mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

    Pelatihan ini terdiri dari dua sesi utama yang disampaikan oleh para ulama dan dai yang terkemuka:

    1. Sesi Pertama: “Pentingnya Shalat dan Hukumnya”
      Disampaikan oleh Ustaz Taufiq Hidayah, yang membahas pentingnya shalat sebagai salah satu rukun Islam yang utama, menjelaskan hukum-hukum yang benar dalam shalat, cara khusyuk dalam melaksanakannya, serta dampaknya dalam mendidik jiwa dan membangun hubungan yang kuat antara hamba dan Tuhan.
    2. Sesi Kedua: “Tauhid dan Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam”
      Disampaikan oleh Ustaz Maswal Karam, yang menjelaskan konsep tauhid sebagai pokok ajaran agama dan pentingnya mengenal sifat-sifat Nabi Muhammad SAW serta sirah beliau, serta dampaknya bagi kehidupan umat Islam, terutama bagi pemuda yang merupakan tulang punggung dan masa depan umat.

    Partisipasi dan Antusiasme Peserta

    Pelatihan ini dihadiri oleh 63 peserta yang mewakili 17 sekolah dari berbagai wilayah di sekitar Medan dan Deli Serdang. Para peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa dan berinteraksi secara positif dengan materi-materi yang disampaikan, serta mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas terselenggaranya kegiatan ini yang memberikan dampak mendalam bagi mereka.

    Pelatihan ini berhasil mencapai tujuannya dengan:

    • Meningkatkan komitmen peserta untuk melaksanakan shalat dan ibadah lainnya dengan cara yang benar.
    • Meningkatkan kesadaran akan pentingnya tauhid dan pengaruhnya dalam kehidupan seorang Muslim.
    • Membekali pemuda dengan keterampilan yang meningkatkan peran mereka dalam masyarakat sebagai teladan yang baik.

    Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah pertama dalam rangkaian program dan kegiatan yang bertujuan untuk melayani dan mengembangkan pemuda secara agama dan sosial. Yayasan ini menekankan pentingnya kelanjutan program-program seperti ini untuk membentuk generasi muda yang sadar dan teguh dalam agama mereka.

    Di akhir acara, kami memanjatkan doa kepada Allah agar program ini memberikan manfaat yang besar bagi semua peserta, dan menjadi awal dari penguatan iman dalam hati mereka, sehingga mereka dapat menjadi dai yang membawa kebaikan di masyarakat dan menyebarkan nilai-nilai Islam yang mulia.

  • Dai Muhammad Ihsan Alfasiri, S.Sos Melangkah Menuju Pencerahan Masyarakat melalui Dakwah

    Dai Muhammad Ihsan Alfasiri, S.Sos Melangkah Menuju Pencerahan Masyarakat melalui Dakwah

    Dai Muhammad Ihsan Alfasiri, S.Sos, bergabung dengan Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah pada tahun 1446 H / 2024 M dan ditempatkan di Masjid Ubay bin Ka’ab, Jalan Tengku Agung, Makmur, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau. Selama lebih dari satu tahun berdakwah bersama yayasan ini, Dai Muhammad Ihsan telah banyak memberikan kontribusi dalam membimbing umat, khususnya dalam hal ilmu agama dan penguatan nilai-nilai Islam di wilayah tugasnya.

    Latar Belakang Pendidikan dan Pengalaman Dakwah

    Dai Muhammad Ihsan menyelesaikan pendidikan S1 di STAI As-Sunnah pada tahun 2024, dan segera menerapkan ilmu yang diperoleh di lembaga pendidikan tersebut dalam dakwahnya. Program-program dakwah yang dijalankan di Kabupaten Siak meliputi berbagai pendekatan, antara lain:

    • Pembelajaran untuk remaja dan anak-anak
    • Pembelajaran untuk masyarakat umum
    • Ceramah umum (kajian rutin masyarakat dan dauroh)
    • Khutbah Jumat
    • Dakwah melalui media sosial dan aplikasi komunikasi
    • Ceramah di lembaga-lembaga, radio, TV, penjara, dan acara pernikahan
    • Kunjungan kepada pembesar masyarakat untuk memperkuat hubungan dakwah

    Perkembangan Dakwah dan Penerimaan Masyarakat

    Keberhasilan dalam menyampaikan dakwah terlihat dalam beberapa pencapaian yang diraih oleh Dai Muhammad Ihsan Alfasiri. Di antaranya adalah menjadi pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid Ubay bin Ka’ab, yang merupakan masjid yayasan nomor ke-85. Selain itu, beliau juga menjadi pemateri dan khatib di beberapa masjid lainnya seperti Masjid Al-Furqon, Masjid PT Pertamina Hulu, Masjid Muthmainnah, dan Masjid Al-Qurtubi di Kabupaten Siak, Riau.

    Sebagai pengajar sukarelawan, beliau juga memberikan pembelajaran di Pondok Pesantren Abu Musa Al-Asy’ari dan Madrasah Ibtidaiyah Muthmainnah, Kecamatan Dayun.

    Keberhasilan dalam Dakwah dan Pembinaan

    Beberapa pencapaian penting yang diperoleh dalam dakwahnya antara lain:

    • Mendirikan halaqah tahfiz Al-Qur’an dengan jumlah murid sebanyak 10 orang pada tahun 1446 H, beberapa di antaranya telah menghafal surah-surah dari juz 30.
    • Membimbing murid dalam menghafal doa dan zikir dalam salat, doa zikir pagi, serta zikir harian.
    • Mengajarkan dasar-dasar ilmu bahasa Arab, termasuk 70 kosakata bahasa Arab dan memperbaiki pengucapan makhraj Al-Qur’an.
    • Menyelesaikan kajian kitab Jami’ul Ulum wal Hikam, dan saat ini melanjutkan kajian kitab hadis Riyadush Sholihin di Masjid Yayasan Masjid Ubay bin Ka’ab.
    • Meningkatkan minat masyarakat sekitar untuk menghadiri kajian sunnah di Masjid Yayasan Masjid Ubay bin Ka’ab, yang menunjukkan penerimaan yang sangat baik dari masyarakat terhadap dakwah sunnah.

    Total pertemuan dan kajian umum yang telah disampaikan oleh Dai Muhammad Ihsan mencapai 535 kali, dengan lebih dari 500 jamaah yang mengikuti dakwahnya. Di samping itu, sebanyak 150 orang turut mengikuti kajian melalui grup WhatsApp.

    Dai Muhammad Ihsan Alfasiri, S.Sos, telah memberikan dampak besar melalui dakwahnya di Kabupaten Siak. Dengan pendekatan yang inklusif dan modern, seperti pemanfaatan media sosial, serta komitmennya dalam pembinaan generasi muda dan masyarakat umum, beliau berhasil memperkuat nilai-nilai Islam dan memperluas pemahaman agama di wilayah tugasnya. Semoga usaha dakwah ini dapat terus berkembang dan membawa berkah bagi masyarakat.

  • Peresmian Masjid At-Tufail bin Amr Radhiyallahu Anhu : Penambahan Baru untuk Dakwah Masyarakat di Riau

    Peresmian Masjid At-Tufail bin Amr Radhiyallahu Anhu : Penambahan Baru untuk Dakwah Masyarakat di Riau

    Sebagai langkah baru untuk memperkuat infrastruktur keagamaan dan melayani masyarakat, Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah meresmikan masjid ke-122 di Desa Makkmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Riau. Masjid ini dinamakan “At-Tufail bin Amr” Radhiyallahu Anhu, untuk mengenang sahabat mulia ini dan menghidupkan nilai-nilai luhur yang beliau bawa.

    Pembangunan masjid ini memakan waktu tiga bulan dan selesai dengan ukuran 10×10 meter. Fasilitas dasar yang disediakan termasuk toilet dengan ukuran 3×4 meter. Masjid ini dirancang untuk menampung 180 jamaah, menjadi pusat penting untuk memenuhi kebutuhan ibadah masyarakat setempat.

    Pemilihan Desa Makkmur sebagai lokasi masjid ini dilakukan setelah mempelajari kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan karena jarak yang jauh dari masjid lainnya. Warga desa menyambut dengan sukacita pembangunan masjid ini dan berharap masjid tidak hanya menjadi tempat untuk melaksanakan shalat lima waktu, tetapi juga menjadi pusat kegiatan yang mencakup:

    • Pengajaran Al-Qur’an: Menyelenggarakan halaqah untuk menghafal Al-Qur’an bagi anak-anak dan pemuda.
    • Penyebaran Ilmu Syariat: Memberikan pelajaran dan ceramah agama untuk mendidik masyarakat.
    • Pengembangan Hubungan Sosial: Menyediakan tempat bagi masyarakat untuk berkumpul, berbagi ide, dan memperkuat nilai-nilai Islam.

    Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah mengucapkan terima kasih yang tulus kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid yang diberkahi ini. Doa pun dipanjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar membalas amal baik mereka dengan pahala yang besar, membangun rumah bagi mereka di surga, dan menerima amal saleh mereka. Semoga masjid ini dapat mencapai tujuannya dan menjadi cahaya kebaikan serta petunjuk bagi masyarakat di daerah tersebut.

    Yayasan ini menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan proyek-proyek serupa yang melayani masyarakat dan memperkuat nilai-nilai Islam. Masjid ini hanyalah langkah pertama dalam perjalanan panjang untuk memberikan kontribusi dan membangun umat.

    Semoga Allah menjadikan masjid ini sebagai tempat untuk kebaikan dan iman, serta menerangi jalan kita semua menuju surga yang paling tinggi.

  • Dai Bani Hibban, S.Pd, Membangkitkan Semangat Islam di Tanah Simalungun

    Dai Bani Hibban, S.Pd, Membangkitkan Semangat Islam di Tanah Simalungun

    Dai Bani Hibban, S.Pd, resmi bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah pada tahun 1446 H/2024 M dan mulai bertugas di Masjid Al-Muhajirin, Nagori Cingkes, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Dengan dedikasi yang tinggi, ia memberikan kontribusi besar melalui berbagai program dakwah yang dijalankannya.

    Sebagai lulusan S1 dari STAI As-Sunnah pada tahun 2024, Dai Bani Hibban telah mengembangkan program dakwah yang komprehensif. Program tersebut mencakup pembelajaran Al-Qur’an untuk remaja, masyarakat umum, dan anak-anak, ceramah umum, khutbah Jumat, serta dakwah melalui media sosial dan kunjungan kepada tokoh masyarakat. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya ilmu agama.

    Dalam kurun waktu satu tahun, Dai Bani Hibban menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ia kini menjadi pemateri tetap, khatib, dan imam di Masjid Al-Muhajirin. Selain itu, ia juga mengajar Al-Qur’an di Rumah Qur’an Al-Muhajirin dan memberikan materi di Rutan Kelas IIB Kabanjahe Lau Cimba. Keberadaannya diterima luas, bahkan di masjid-masjid lain di Kecamatan Dolok Silau.

    Dai Bani Hibban juga mengajar bahasa Arab secara privat di Yayasan Tahfidz Al-Huffaz dan menjadi pemateri di berbagai pengajian ibu-ibu di Kabupaten Simalungun. Keberhasilannya dalam berdakwah ditandai dengan antusiasme masyarakat, terutama anak-anak dan ibu-ibu yang aktif mengikuti majelisnya.

    Salah satu pencapaian luar biasanya adalah keberhasilannya membimbing tiga murid hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Selain itu, sepuluh ibu rumah tangga juga berhasil mencapai kemampuan serupa, sementara lima warga binaan Lapas Kelas IIB Kabanjahe kini memahami tajwid dengan baik.

    Tidak hanya itu, anak-anak di sekitar Masjid Al-Muhajirin semakin antusias mengikuti majelisnya. Hal ini menjadi bukti nyata dampak positif dakwahnya di kalangan generasi muda. Total, ia telah memberikan 377 ceramah dan khutbah yang disambut baik oleh masyarakat.

    Jumlah jamaah yang rutin mengikuti kajiannya kini mencapai 200 orang, menunjukkan penerimaan masyarakat yang semakin luas terhadap dakwahnya. Hal ini menjadi motivasi bagi Dai Bani Hibban untuk terus meningkatkan kualitas dakwahnya.

    Dai Bani Hibban juga aktif memanfaatkan media sosial dan teknologi untuk memperluas jangkauan dakwahnya. Ceramah yang disampaikan melalui media ini mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat yang tidak bisa hadir langsung di lokasi.

    Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah merasa bangga dengan dedikasi Dai Bani Hibban. Keberhasilannya tidak hanya menjadi inspirasi, tetapi juga bukti bahwa dakwah yang konsisten dan tulus akan diterima dengan baik oleh masyarakat.

    Dengan komitmennya, Dai Bani Hibban terus berupaya menjadi agen perubahan yang membawa manfaat besar bagi umat. Semoga langkah-langkah dakwahnya selalu diberkahi dan menjadi amal jariyah yang membawa kebaikan bagi banyak orang.

  • PROFIL DAI YAYASAN BULAN JUMADA AT-TSANIYAH 1446 H-Dai Muhammad Afkarul Watan, S.Pd

    PROFIL DAI YAYASAN BULAN JUMADA AT-TSANIYAH 1446 H-Dai Muhammad Afkarul Watan, S.Pd

    Dai Muhammad Afkarul Watan, S.Pd

    Dai Muhammad Afkarul Watan, S.Pd bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al khairiyah menjadi dai pada tahun 1446 H / 2024 M dan tempat tugas di Masjid Abu Ayyub Al-Anshari, Blok B, Ophir, Koto Baru, Kec. Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Sehingga -1 tahun lamanya berkerja di Ar Risalah Al khairiyah, dan menyelesaikan pendidikan Terakhir S1 di STAI As-Sunnah Pada tahun 2024.

    Program dakwah Dai di Kabupaten adalah :

    1. Pembelajaran Kepada Remaja Dan Remaji 
    1. Pembelajaran Kepada Masyarakat Umum 
    1. Ceramah Umum ( Kajian Rutin Masyarakat Dan Dauroh ) 
    1. Khutbah Jumat 
    1. Pembelajaran Kepada Anak-Anak 
    1. Dakwah Melalui Media Sosial Dan Hp 
    1. Ceramah Umum ( Lembaga, Radio, Tv, Penjara, Pernikahan) 
    2. Kunjungan Kepada Pembesar Kaum (Masyarakat) 

    Perkembangan Dai Dalam Berdakwah Serta Penerimaan Masyarakat Kepada Dai Sehingga Dai Menjadi :

    1. Pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid yayasan nomor 74 : Abu Ayyub Al-Anshari di daerah Koto Baru, Kec. Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Indonesia.
    2. Partisipan di yayasan Imam Syafi’i Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Indonesia.
    3. Pemateri di Sekolah Dasar Islam Cahaya Al Quran Pasaman Barat
    4. Pemateri di Pondok Pesantren Tahfiz Al Quran Imam Syafi’i Pasaman Barat
    5. Bekerja sama dengan masjid-masjid di Pasaman Barat dalam melaksanakan Kegiatan Dakwah.

    Keberhasilan dalam berdakwah, adalah :

    1. Memiliki halaqah tahfiz dan tahsin Al-Qur’an “Maqoriik Quraniyah” dengan jumlah murid pada tahun 1446 H sebanyak 25 orang, terdiri dari laki-laki dan perempuan.
    2. Telah Membangun Perpustakaan Masjid yang diberi nama “Maktabah Abu Ayyub Al Ansori” 
    3. 1 orang sudah bisa membaca Al Quran, 3 orang hafal 1 juz, dan 4 orang hafal 2 juz dibawah bimbingan beliau
    4. Total ceramah dan khutbah yang telah disampaikan mencapai 593 pertemuan.
    5. Total jumlah jamaah sebanyak 150 orang.
    6. sebanyak 93 orang mengikuti dakwahnya di group dakwah WhatsApp.

  • Yayasan Ar-Risalah Alkhairiyah Deli Serdang Distribusikan 2.413 Kitab Iqro’ ke Berbagai Daerah

    Yayasan Ar-Risalah Alkhairiyah Deli Serdang Distribusikan 2.413 Kitab Iqro’ ke Berbagai Daerah

    Deli Serdang – Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah Ta’ala, Yayasan Ar-Risalah Alkhairiyah Deli Serdang kembali menjalankan program sosial keagamaannya dengan mendistribusikan 2.413 eksemplar Kitab Iqro’ selama periode Muharam hingga Rabiul Tsani 1446 H. Program ini bertujuan untuk mendukung pembelajaran Al-Qur’an sejak dini di berbagai lembaga pendidikan dan rumah ngaji yang tersebar di Sumatera Utara dan Aceh.

    Penerima Manfaat Pembagian Kitab Iqro’

    Berikut adalah beberapa lokasi yang menerima manfaat program ini:

    1. TK Darul Arqom, Kampung Baru, Aceh
    2. TK Darul Ma’arif, Peulumat, Aceh
    3. PAUD Kenanga, Desa Limau Saring, Aceh
    4. TK Al-Munawarah, Desa Padang Peulumat, Aceh
    5. TK Aisyiyah Bustanul Athfal, Tengah Peulumat, Aceh
    6. TK IT Jihad Fii Sabilillah, Desa Suka Damai, Dusun XV, Kec. Sei Bamban
    7. TK Nurul Ilmi Al-Huda, Desa Firdaus
    8. Rumah Ngaji Anak Sholeh, Karya Wisata, Medan
    9. TK IT Quran, Petatal
    10. TK Dharma Wanita, Danau Paris, Kab. Aceh Singkil
    11. TPA Sosial Al-Hidayah, Tanjung Morawa
    12. TK Bunda Desa, Sei Rampah

    Yayasan Ar-Risalah Alkhairiyah adalah lembaga pendidikan dan dakwah Islam yang berpusat di Deli Serdang. Dengan visi mencetak generasi Qur’ani, yayasan ini aktif dalam program-program pemberdayaan masyarakat, seperti distribusi Al-Qur’an, Kitab Iqro’, dan kegiatan dakwah lainnya. Yayasan ini percaya bahwa pendidikan Islam yang kuat dimulai dengan membangun fondasi yang kokoh dalam membaca dan memahami Al-Qur’an sejak usia dini.

    Tujuan Program Distribusi Kitab Iqro’

    1. Mendorong Pembelajaran Al-Qur’an Sejak Dini
      Memberikan akses kepada anak-anak di berbagai daerah untuk belajar membaca Al-Qur’an menggunakan metode Iqro’.
    2. Mempermudah Institusi Pendidikan Islam
      Membantu sekolah, madrasah, dan rumah ngaji dalam menyediakan Kitab Iqro’ untuk mendukung proses pembelajaran.
    3. Membangun Generasi Qur’ani
      Menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an di kalangan generasi muda sebagai bekal moral dan spiritual di masa depan.

    Ucapan Terima Kasih kepada Donatur

    Yayasan Ar-Risalah Alkhairiyah mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam program ini. “Alhamdulillah, atas dukungan dan kedermawanan para donatur, kami dapat menyebarkan lebih dari dua ribu Kitab Iqro’ ke berbagai daerah. Semoga Allah Ta’ala melipatgandakan pahala dan keberkahan bagi semua yang terlibat dalam program ini,” ujar perwakilan yayasan.

    Harapan untuk Generasi Qur’ani Masa Depan

    Yayasan Ar-Risalah Alkhairiyah berharap program ini dapat menjadi awal dari terciptanya generasi muda yang mencintai Al-Qur’an, memahami isinya, dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. “Kami ingin anak-anak kita menjadi penerus bangsa yang memiliki akhlak Qur’ani, sehingga mereka mampu membawa kebaikan dan keberkahan bagi masyarakat,” tambah perwakilan yayasan.

    Program ini akan terus dilanjutkan, dan Yayasan Ar-Risalah Alkhairiyah mengajak masyarakat untuk turut serta mendukung upaya mencetak generasi Qur’ani. Donasi dan partisipasi aktif dari umat Islam akan sangat membantu untuk memperluas manfaat program ini ke lebih banyak daerah.

    Untuk informasi lebih lanjut dan cara berdonasi, silakan menghubungi Yayasan Ar-Risalah Alkhairiyah melalui kanal resmi atau media sosialnya. Bersama, kita wujudkan generasi yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.

     

  • PROFIL DAI YAYASAN ARRISALAH ALKHAIRIYAH AL-USTADZ AHMAD SYAFRIZAL, S.Sos

    PROFIL DAI YAYASAN ARRISALAH ALKHAIRIYAH AL-USTADZ AHMAD SYAFRIZAL, S.Sos

    Dai Ahmad Syafrizal, S.Sos

    Dai Ahmad Syafrizal, S.Sos bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al khairiyah menjadi dai pada tahun 1444 H / 2023 M dan tempat tugas di Musholla Al Bayyinah kel. Pasar kec. Teluk dalam, Kab. Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Sehingga -+2 tahun lamanya berkerja di Ar Risalah Al khairiyah, dan menyelesaikan pendidikan Terakhir S1 di STAI As-Sunnah Pada tahun 2023.

    Program dakwah Dai di Kabupaten adalah :

    1. Pembelajaran Kepada Remaja Dan Remaji
    2. Pembelajaran Kepada Masyarakat Umum
    3. Ceramah Umum ( Kajian Rutin Masyarakat Dan Dauroh )
    4. Khutbah Jumat
    5. Pembelajaran Kepada Anak-Anak
    6. Dakwah Melalui Media Sosial Dan Hp
    7. Ceramah Umum ( Lembaga, Radio, Tv, Penjara, Pernikahan)
    8. Kunjungan Kepada Pembesar Kaum (Masyarakat)

    Perkembangan Dalam Berdakwah Serta Penerimaan Masyarakat Sehingga Dai Menjadi :

    1. Pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid Al-Mujtama’ “At-Takwa” di Nias Selatan, sumatera utara – Indonesia.
    2. Pemateri di masjid Polres, masjid agung Ar-Rahman, dan Masjid LANAL di Nias Selatan, sumatera utara – Indonesia.
    3. Partisipan dalam Yayasan Yatim dan Muallaf “Al-Bayyinnah” di daerah di Nias Selatan, sumatera utara – Indonesia.

    Keberhasilan dalam berdakwah, adalah :

    1. Telah mendirikan rumah muallaf center yatim dan dhuafa dengan jumlah murid 200 orang di daerah di Nias Selatan, sumatera utara – Indonesia.
    2. sebanyak 2 orang menghafal 1 juz Al-Qur’an di bawah bimbingannya.
    3. sebanyak 5 orang menghafal 2 juz Al-Qur’an di bawah bimbingannya.
    4. sebanyak 7 orang menghafal 3 juz Al-Qur’an di bawah bimbingannya.
    5. sebanyak 4 orang menghafal 4 juz Al-Qur’an di bawah bimbingannya.
    6. sebanyak 2 orang menghafal 5 juz Al-Qur’an di bawah bimbingannya.
    7. sebanyak 1 orang menghafal 30 juz Al-Qur’an di bawah bimbingannya.
    8. Total ceramah dan khutbah yang telah disampaikan mencapai 608 pertemuan.
    9. Total jumlah jama’ah sebanyak 500 orang.

  • PROFIL DAI YAYASAN ARRISALAH ALKHAIRIYAH AL-USTADZ AKBAR ANAND HASIBUAN, S.Pd

    PROFIL DAI YAYASAN ARRISALAH ALKHAIRIYAH AL-USTADZ AKBAR ANAND HASIBUAN, S.Pd

    Dai Akbar Anand Hasibuan, S.Pd

    Dai Akbar Anand Hasibuan, S.Pd bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah menjadi dai pada tahun 1443 H / 2022 M dan tempat tugas di Pesantren Darul Istiqomah Hidayatullah,  Jl. Simpang Gunung Barani, Belakang Galon SPBU, Desa Mompang Julu, Kec. Panyabungan Utara, Kab. Mandailing Natal. Provinsi Sumatera Utara., Kab. Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Sehingga -+3 tahun lamanya berkerja di Ar Risalah Alkhairiyah, dan menyelesaikan pendidikan Terakhir S1 di STAI As Sunnah – Deli Serdang Sumatera Utara Pada tahun 2022.

    Program dakwah Dai di Kabupaten adalah :

    1. Pembelajaran Kepada Remaja Dan Remaji
    2. Pembelajaran Kepada Masyarakat Umum
    3. Ceramah Umum ( Kajian Rutin Masyarakat Dan Dauroh )
    4. Khutbah Jumat
    5. Pembelajaran Kepada Anak-Anak
    6. Dakwah Melalui Media Sosial Dan Hp
    7. Ceramah Umum ( Lembaga, Radio, Tv, Penjara, Pernikahan)
    8. Kunjungan Kepada Pembesar Kaum (Masyarakat)

    Perkembangan Dai Dalam Berdakwah Serta Penerimaan Masyarakat Kepada Dai Sehingga Dai Menjadi :

    1. Pengajar dan imam tetap di Masjid Al-Mujtama’ – Sa’d bin Qasim – yang terletak di daerah Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

    Keberhasilan dalam berdakwah, adalah :

    1. Telah mendirikan Raudhatul Athfal “Al-Hakim” dengan jumlah siswa sebanyak 23 orang.
    2. Telah mendirikan sekolah diniyah Islam (MDTA) dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang.
    3. Di bawah bimbingannya, terdapat 25 orang yang menghafal Al-Qur’an dengan berbagai tingkatan, yaitu 1 juz, 2 juz, 5 juz, hingga 30 juz.
    4. Jumlah ceramah dan khutbah yang telah disampaikan mencapai 473 kali pertemuan.
    5. Jumlah jamaah yang mengikuti dakwah sebanyak 100 orang.
    6. Jumlah pengikutnya di YouTube mencapai 1.000 orang.

  • Menuju 100% Peresmian ! Pembangunan Masjid Hasan bin Ali

    Menuju 100% Peresmian ! Pembangunan Masjid Hasan bin Ali

    Pembangunan Masjid Hasan bin Ali  oleh Yayasan Arrisalah Alkhairiyah

    • Alhamdulillah, pembangunan Masjid Hasan bin Ali di Desa Ridan Permai, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, telah mencapai tahap 90%. Masjid yang mampu menampung sekitar 180 jamaah ini dibangun oleh Yayasan Arrisalah Alkhairiyah.
    • Pembangunan Masjid Hasan bin Ali ini bermula dari keinginan masyarakat Desa Ridan Permai untuk memiliki tempat ibadah yang layak dan nyaman. Masjid ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan, tempat berkumpulnya umat Islam, serta menjadi simbol persatuan dan kesolidan masyarakat.”

    • Masjid Hasan bin Ali tidak hanya sekedar bangunan fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Masjid ini diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan ilmu agama, tempat mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, serta menjadi benteng pertahanan terhadap berbagai pengaruh negatif.

    • Proses pembangunan Masjid Hasan bin Ali telah berlangsung selama 9 pekan. Melewati berbagai macam tahapan proses pembangunan disertai dukungan dari berbagai pihak, baik dari masyarakat sekitar maupun para donatur, pembangunan masjid ini terus berjalan dengan lancar.

    • Semoga pembangunan Masjid Hasan bin Ali lancar dan bernilai sebagai tempat yang makmur, penuh berkah, dan bermanfaat bagi seluruh umat.