Category: Dakwah

  • Wakaf Mushaf Al-Qur’an per Juz Diterima oleh santri MI Jannatul Quran Firdaus

    Wakaf Mushaf Al-Qur’an per Juz Diterima oleh santri MI Jannatul Quran Firdaus

    Dalam suasana penuh rasa syukur dan haru, Madrasah Ibtidaiyah Jannatul Quran Firdaus yang berlokasi di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, menerima amanah wakaf berupa mushaf Al-Qur’an 3 juz dari para dermawan yang berhati mulia.

    Bantuan ini disalurkan melalui program wakaf Al-Qur’an oleh para muhsinin yang peduli terhadap kebutuhan pendidikan Islam di pelosok negeri. Mushaf-mushaf tersebut telah diterima secara utuh oleh pihak madrasah dan langsung didistribusikan kepada para siswa dan guru yang membutuhkannya.

    Pihak madrasah melalui Kepala Sekolah dan Yayasan Pendidikan Islam Jannatul Quran Firdaus menyampaikan ungkapan terima kasih yang mendalam atas bantuan yang sangat berarti ini.

    β€œKami mengucapkan ribuan terima kasih kepada para pewakaf atas bantuan mushaf Al-Qur’an yang telah kami terima. Insya Allah mushaf-mushaf ini sangat bermanfaat dalam mendukung pembelajaran Al-Qur’an bagi para siswa dan guru kami,” ujar Kepala Madrasah.

    Bantuan ini bukan hanya sekadar pemberian materi, melainkan investasi amal jariyah yang akan terus mengalir pahalanya selama Al-Qur’an tersebut dibaca, dihafal, dan diajarkan. Semoga menjadi pemberat amal kebaikan bagi para muhsinin di akhirat kelak.

    πŸ“– Allah Ta’ala berfirman:
    β€œSesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, melaksanakan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.”
    (QS. Fathir: 29)

    Kami memohon kepada Allah Ta’ala agar melimpahkan rahmat, berkah, serta membalas kebaikan para dermawan dengan sebaik-baik balasan. Jazakumullah khairan katsiran.

  • Menyalakan Lentera Iman dari Madrasah Kecil nan Berkah, Penyaluran Mushaf Al-Qur’an Untuk Santri

    Menyalakan Lentera Iman dari Madrasah Kecil nan Berkah, Penyaluran Mushaf Al-Qur’an Untuk Santri

     

    Desa Firdaus, Sei Rampah, Serdang Bedagai – Sumatera Utara

    Di tengah sunyi alam pedesaan, berdiri Madrasah Ibtidaiyah Jannatul Quran Firdaus β€” sebuah lembaga pendidikan kecil di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai. Di sinilah anak-anak desa memulai langkah awal mereka menapaki jalan Al-Qur’an. Dengan semangat yang membara meski dalam keterbatasan, mereka tetap tekun belajar dan menghafal ayat demi ayat Kalamullah.

    Namun, satu persoalan besar membayang: kekurangan mushaf Al-Qur’an. Banyak dari mereka hanya bisa mengandalkan mushaf yang sudah usang, robek, bahkan beberapa lembar sudah hilang. Tak sedikit santri yang harus belajar bergantian karena jumlah mushaf tidak mencukupi.

    Menjawab kebutuhan ini, Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah melalui program Wakaf Mushaf Al-Qur’an mengirimkan mushaf-mushaf baru untuk madrasah ini. Alhamdulillah, dengan izin Allah dan partisipasi para dermawan, mushaf-mushaf itu kini telah sampai dan menjadi cahaya baru bagi santri-santri penghafal Al-Qur’an di desa ini.

    πŸ“– β€œSesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, secara sembunyi maupun terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan pernah merugi.”
    (QS. Fathir: 29)


    πŸ•Œ Setiap Mushaf Adalah Pintu Amal Jariyah

    Bayangkan, satu mushaf yang Anda wakafkan, dibaca oleh seorang anak hari ini…
    Besok ia menghafalnya…
    Lusa ia mengajarkannya kepada orang lain…
    Dan pahala itu mengalir tanpa henti… bahkan setelah Anda tiada.


    πŸ™ Terima Kasih Para Pewakaf

    Kami menghaturkan terima kasih yang tulus kepada para pewakaf yang telah menjadi jalan datangnya mushaf suci ini. Semoga Allah menjadikan setiap huruf yang dibaca dari mushaf tersebut sebagai penyebab ampunan, keberkahan, dan tempat mulia di surga. Aamiin.


    🀝 Ajakan Wakaf

    Masih banyak madrasah lain di pelosok Indonesia yang mengalami hal serupa. Mereka menanti mushaf suci. Mereka menanti Anda.

    πŸ’  Mari jadi bagian dari penyebar cahaya Al-Qur’an di bumi Nusantara.
    πŸ’Œ Wakaf Mushaf hari ini β€” amal jariyah selamanya.

    πŸ“ž Informasi & donasi: +6282361615577
    πŸ“Έ Instagram: @yayasanarrisalahalkhairiyah

  • Profil Dai : Hefrimai Safrisyah, S.Sos, Masjid Baitul Hadiy – Sukajaya, Lampung Tengah

    Profil Dai : Hefrimai Safrisyah, S.Sos, Masjid Baitul Hadiy – Sukajaya, Lampung Tengah

    Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah terus berkomitmen menebarkan cahaya dakwah hingga ke berbagai pelosok negeri. Salah satu dai muda yang turut berkontribusi dalam perjuangan mulia ini adalah Ustadz Hefrimai Safrisyah, S.Sos, yang mulai bergabung bersama yayasan pada tahun 1446 H / 2024 M.

    Beliau ditugaskan di Masjid Baitul Hadiy, masjid binaan yayasan bernomor 75 yang terletak di Desa Sukajaya, Kecamatan Anak Ratu Aji, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Dengan latar belakang pendidikan S1 dari STAI As-Sunnah, beliau hadir sebagai dai muda yang tangguh dan semangat dalam menghidupkan dakwah Islam di tengah masyarakat.

    Dalam kiprahnya selama satu tahun ini, Ustadz Hefrimai menjalankan beragam program dakwah, antara lain:

    1. Pembinaan remaja dan remaji,

    2. Pembelajaran untuk masyarakat umum,

    3. Kajian rutin dan dauroh,

    4. Khutbah Jumat,

    5. Halaqah anak-anak,

    6. Dakwah media dan digital,

    7. Ceramah di lembaga formal dan informal (penjara, pernikahan, radio, dsb),

    8. Kunjungan silaturrahmi ke tokoh masyarakat dan warga setempat.

    Keberadaan beliau di Lampung Tengah mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat, hingga kini beliau menjadi imam tetap, khatib, dan pengisi kajian utama di Masjid Baitul Hadiy. Selain itu, beliau juga aktif menjadi pengajar di Sekolah Dasar Saung Ilmu, yang berada di wilayah yang sama.

    Di bidang pembinaan, Ustadz Hefrimai telah membentuk halaqah Al-Qur’an khusus anak-anak dengan jumlah peserta 20 orang selama tahun 1446 H. Ia juga rutin mengisi khutbah Jumat dua kali dalam sebulan, serta mengadakan muhadharah mingguan yang dihadiri oleh 10 orang peserta secara tetap.

    Capaian beliau dalam berdakwah selama setahun sangat luar biasa, dengan jumlah pertemuan dakwah mencapai 627 kali dan total penerima manfaat/jama’ah sebanyak 307 orang. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran dai di masyarakat benar-benar dirasakan manfaatnya dan berdampak secara spiritual maupun sosial.

    Semoga Allah senantiasa menjaga semangat dakwah beliau, memberikan keikhlasan dan istiqamah, serta menjadikan seluruh amalnya sebagai ladang pahala yang mengalir tanpa henti.

  • Pengiriman Dai ke daerah di Pulau Sumatera Tahun 1447 H

    Pengiriman Dai ke daerah di Pulau Sumatera Tahun 1447 H

    Yayasan Arrisalah Alkhairiyah Perkuat Dakwah di Penjuru Nusantara

    Sebagai bagian dari komitmen dalam menyebarkan cahaya dakwah Islam dan membina masyarakat dengan ilmu syar’i yang murni, Yayasan Arrisalah Alkhairiyah kembali melaksanakan program tahunan pengiriman dai ke daerah-daerah pelosok di Pulau Sumatera untuk tahun 1447 Hijriah.

    Program ini menyasar beberapa wilayah prioritas, yaitu: Riau, Sumatera Utara, Lampung, Nias, Bengkulu, dan Sumatera Barat. Daerah-daerah tersebut dipilih karena tingginya kebutuhan masyarakat akan kehadiran dai yang bisa membimbing mereka dalam agama, terutama di lokasi-lokasi yang minim fasilitas pendidikan dan dakwah.

    Para dai yang dikirim merupakan alumni dari lembaga pendidikan Islam terpercaya, yang telah dibekali dengan ilmu, adab, serta kesiapan mental untuk berdakwah di tengah masyarakat. Mereka akan ditempatkan di masjid-masjid binaan yayasan, sekaligus menjadi motor penggerak kegiatan keislaman di wilayah tersebut.

    Tugas mereka tidak hanya terbatas pada khutbah Jumat dan ceramah umum, namun juga meliputi: pengajaran Al-Qur’an untuk anak-anak, kajian rutin masyarakat, pembinaan remaja, konsultasi agama, hingga dakwah digital melalui media sosial dan jaringan komunikasi lokal.

    Yayasan Arrisalah Alkhairiyah melihat bahwa penguatan dakwah lokal merupakan salah satu kunci untuk membangun masyarakat madani yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah. Oleh karena itu, seluruh program dai juga dimonitor secara berkala dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

    Kami mengajak kaum muslimin untuk mendukung program ini, baik melalui doa, partisipasi dana dakwah, maupun penyebaran informasi agar semakin banyak masyarakat yang mendapat manfaat dari hadirnya para dai di pelosok negeri.

    Semoga Allah memberkahi langkah ini dan menjadikannya jalan kebaikan yang terus mengalir pahalanya bagi semua pihak yang terlibat.

  • PROFIL DAI YAYASAN ARRISALAH – ANDIKA ILMI NABAWI, S.PD

    PROFIL DAI YAYASAN ARRISALAH – ANDIKA ILMI NABAWI, S.PD

    Dai Andika Ilmi Nabawi, S.Pd: Satu Tahun Menginspirasi Umat Lewat Dakwah di Riau

    Rokan Hulu, Riau – Dai Andika Ilmi Nabawi, S.Pd, merupakan salah satu dai muda berprestasi yang telah bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah sejak tahun 1446 H / 2024 M. Selama lebih dari satu tahun, beliau menjalankan tugas dakwahnya di Masjid Yayasan Nomor 39, Masjid Ar Royyan yang berlokasi di Aliantan, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

    Lulusan S1 dari STAI As-Sunnah ini aktif dalam berbagai program dakwah yang ditujukan kepada berbagai lapisan masyarakat, antara lain:

    1. Pembelajaran agama untuk remaja dan remaji,

    2. Kajian untuk masyarakat umum,

    3. Ceramah umum, kajian rutin, dan dauroh,

    4. Khutbah Jumat,

    5. Pengajaran untuk anak-anak,

    6. Dakwah melalui media sosial dan perangkat HP,

    7. Ceramah di lembaga, radio, televisi, penjara, dan acara pernikahan,

    8. Kunjungan silaturahmi kepada tokoh masyarakat.

    Peran dan Kontribusi

    Dalam perkembangan karier dakwahnya, Ustadz Andika telah menjadi:

    • Pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid Ar Royyan Aliantan,

    • Partisipan aktif di Pondok Pesantren Ar Royyan dan Madrasah Quran Aliantan yang kini memiliki 90 murid.

    Buah dari Perjuangan

    Upaya dakwah beliau membuahkan hasil yang signifikan, di antaranya:

    • Mendirikan halaqah tahfizhul Qur’an Ar-Rayyān dengan 20 peserta,

    • Membuka halaqah pembelajaran bahasa Arab dengan 10 peserta,

    • Membimbing 20 peserta muroja’ah hafalan satu juz Al-Qur’an,

    • Melahirkan 2 hafidz yang berhasil menghafal satu juz penuh,

    • Mencetak 3 kader dakwah yang kini menyampaikan materi setiap hari,

    • Telah mendakwahi sekitar 400 orang di wilayah tugasnya,

    • Menyampaikan lebih dari 1.050 pertemuan dakwah,

    • Mengelola channel dakwah WhatsApp yang diikuti 100 peserta.

    Keistiqamahan dan dedikasi beliau menjadi teladan dalam upaya menyebarkan ilmu dan nilai-nilai Islam kepada masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Rokan Hulu. Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah mengapresiasi kinerja dan semangat dakwah Dai Andika Ilmi Nabawi dan berharap perjuangan beliau terus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi umat.

  • Profil Dai Muhammad Sandria Khalid, S.Sos

    Profil Dai Muhammad Sandria Khalid, S.Sos

    Dai Muhammad Sandria Khalid, S.Sos adalah seorang dai yang bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah sejak tahun 1446 H / 2024 M. Beliau ditugaskan untuk berdakwah di Masjid Yayasan Nomor 104, Masjid Yazid bin Abi Sufyan, yang berlokasi di Bar., Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dengan pengalaman lebih dari satu tahun dalam berdakwah di yayasan ini, beliau telah aktif menjalankan berbagai program keagamaan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

    Dalam bidang akademik, Dai Muhammad Sandria Khalid menyelesaikan pendidikan S1 di STAI As-Sunnah pada tahun 2024. Ilmu yang telah beliau peroleh selama masa studi menjadi bekal utama dalam menyampaikan dakwah dengan pendekatan yang santun, ilmiah, dan penuh hikmah.

    Dalam menjalankan tugasnya sebagai dai, beliau aktif dalam berbagai program dakwah, antara lain:

    Pembelajaran kepada remaja dan remaji, memberikan pemahaman Islam sejak usia dini.

    Pembelajaran kepada masyarakat umum, melalui kajian-kajian keislaman yang mendalam.

    Ceramah umum, baik dalam bentuk kajian rutin masyarakat maupun dauroh.

    Khutbah Jumat, sebagai bagian dari syiar Islam yang berkelanjutan.

    Pembelajaran kepada anak-anak, guna membentuk generasi Muslim yang paham agama sejak dini.

    Dakwah melalui media sosial dan HP, sebagai upaya menjangkau lebih banyak jamaah di era digital.

    Ceramah umum di berbagai lembaga, termasuk radio, TV, penjara, dan pernikahan, sebagai bentuk dakwah yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

    Kunjungan kepada para pembesar kaum (tokoh masyarakat), untuk mempererat hubungan dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial.

    Seiring waktu, dakwah yang beliau lakukan semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Hal ini terbukti dengan berbagai peran yang kini beliau jalankan, di antaranya:

    Pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid Yayasan Nomor 104, Masjid Yazid bin Abi Sufyan.

    Partisipan dalam kegiatan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Al Hijrah, Kabupaten Pesisir Selatan.

    Keberhasilan dakwah yang telah beliau capai selama bertugas mencakup berbagai aspek, antara lain:

    Memiliki halaqah tahfiz Al-Qur’an untuk anak-anak, dengan jumlah murid sebanyak 15 orang (laki-laki dan perempuan) pada tahun 1446 H.

    Membina halaqah tahfiz Al-Qur’an untuk bapak-bapak, dengan jumlah murid sebanyak 5 orang.

    Memiliki jadwal khutbah Jumat sebanyak 3 kali dalam sebulan, menunjukkan konsistensi dalam menyampaikan dakwah.

    Telah menyampaikan total 618 ceramah dan khutbah, yang tersebar di berbagai kesempatan dan tempat.

    Jumlah total jamaah yang mengikuti dakwahnya mencapai 550 orang, mencerminkan luasnya jangkauan syiar Islam yang beliau lakukan.

    Dengan pencapaian ini, Dai Muhammad Sandria Khalid terus berupaya untuk mengembangkan dakwah yang lebih luas dan bermanfaat bagi masyarakat. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dalam setiap langkah dakwah yang beliau jalankan.

  • Pesantren Kilat di Lapas Kelas I B Binjai : Meningkatkan Pemahaman Agama di Kalangan Warga Binaan

    Pesantren Kilat di Lapas Kelas I B Binjai : Meningkatkan Pemahaman Agama di Kalangan Warga Binaan

    Pada tanggal 6 Maret 2025, Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah sukses menyelenggarakan Pesantren Kilat Hari Pertama di Lapas Kelas I B Binjai. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta, yang antusias dalam mendalami ilmu agama. Acara ini terbagi menjadi dua sesi utama, dengan Ustadz Latiful Ilham Ujung, S.Sos., sebagai pemateri sesi pertama yang membahas tentang Tauhid Mengenal Allah. Sesi kedua dilanjutkan oleh Ustadz Hasan Hamzah, M.Sos., yang menyampaikan materi Fikih Puasa, guna membekali peserta dengan pemahaman mendalam terkait ibadah di bulan suci Ramadhan.

    Keesokan harinya, pada tanggal 7 Maret 2025, Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah kembali menggelar Pesantren Kilat Hari Kedua di tempat yang sama, dengan jumlah peserta yang tetap mencapai 100 orang. Kali ini, sesi pertama diisi oleh Ustadz Latiful Ilham Ujung, S.Sos., yang membahas Tauhid Mengenal Nabi, sebagai kelanjutan dari materi sebelumnya. Sementara itu, sesi kedua dipandu oleh Ustadz Syaiful Bahri Tanjung, S.Pd., yang memberikan pemahaman tentang Fikih Thoharoh, sebuah ilmu dasar yang sangat penting dalam praktik ibadah sehari-hari.

    Sepanjang kegiatan, para peserta tampak antusias dan aktif mengikuti setiap sesi, menunjukkan ketertarikan yang besar dalam memperdalam ilmu agama. Materi yang disampaikan dirancang khusus untuk memberikan pemahaman fundamental tentang keyakinan dan praktik ibadah yang benar, agar para narapidana dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

    Pesantren kilat ini tidak hanya berfokus pada aspek teori, tetapi juga menekankan bagaimana ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Para pemateri memberikan contoh-contoh konkret mengenai penerapan nilai-nilai Islam dalam berinteraksi dengan sesama, serta bagaimana menghadapi berbagai tantangan hidup dengan berlandaskan keimanan.

    Dengan terselenggaranya program ini, diharapkan para narapidana dapat merenungi makna kehidupan dan menjadikan agama sebagai pedoman utama dalam menjalani hari-hari mereka, baik selama di dalam lapas maupun setelah kembali ke masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya rehabilitasi spiritual bagi warga binaan, agar mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik.

    Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pembinaan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di lapas. Dengan bimbingan dan ilmu yang diberikan, diharapkan mereka dapat kembali ke lingkungan sosial sebagai individu yang lebih baik dan memiliki kesadaran spiritual yang lebih tinggi.

    Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta, menjadi ladang pahala bagi semua pihak yang terlibat, serta menjadi langkah awal dalam memperkuat keimanan dan ketakwaan para warga binaan. Aamiin. 🀲

  • Profil Dai Abdurrahman Ritonga, S.Pd

    Profil Dai Abdurrahman Ritonga, S.Pd

    Kabupaten Asahan, Sumatera Utara – Di tengah dinamika kehidupan modern, seorang dai muda bernama Abdurrahman Ritonga, S.Pd, hadir membawa angin segar dalam dunia dakwah. Bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah sejak tahun 1446 H / 2024 M, beliau telah menjadi salah satu pilar utama dalam menyebarkan cahaya Islam, khususnya di Masjid Usamah bin Zaid, Padang Bungur, Kecamatan Rawang Panca Arga.

    Menggerakkan Dakwah di Masyarakat

    Tidak hanya menyampaikan ceramah, Ustaz Abdurrahman aktif dalam berbagai program dakwah yang menyentuh semua kalangan. Program yang ia jalankan mencakup:

    1. Pembelajaran agama kepada remaja dan masyarakat umum.
    2. Kajian rutin serta dauroh untuk meningkatkan pemahaman Islam.
    3. Khutbah Jumat yang selalu dinanti oleh jamaah.
    4. Pendidikan agama bagi anak-anak guna membangun generasi Qur’ani.
    5. Dakwah melalui media sosial untuk menjangkau audiens lebih luas.
    6. Ceramah di berbagai lembaga, radio, TV, hingga penjara dan acara pernikahan.
    7. Kunjungan kepada para tokoh masyarakat untuk mempererat ukhuwah Islamiyah.

    Penerimaan Masyarakat dan Peran Strategis

    Dalam satu tahun terakhir, dai muda ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Keaktifannya telah menjadikannya:

    • Pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid Usamah bin Zaid.
    • Pengajar di Pondok Pesantren Qurrota A’yun dengan 33 santri.
    • Pengajar di Rumah Qur’an Zahroh Kisaran dengan 80 santri.

    Keberhasilan Dakwah yang Menginspirasi

    Keberhasilan dalam berdakwah bukan hanya diukur dari jumlah ceramah, tetapi juga dari dampaknya. Beberapa pencapaian yang berhasil diraih antara lain:

    • Mendirikan halaqah tahfiz Al-Qur’an di masjid dengan 15 santri.
    • Jadwal khutbah Jumat yang rutin 2 kali dalam sebulan.
    • Menyampaikan total 1.154 ceramah dan khutbah.
    • Meningkatkan jumlah jamaah tetap hingga 300 orang.

    Dengan semangat dan dedikasi tinggi, Ustaz Abdurrahman Ritonga terus berusaha memperluas cakupan dakwahnya. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang tercerahkan dan lebih dekat dengan ajaran Islam. Sosoknya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk turut berkontribusi dalam syiar agama. Semoga dakwah ini terus berkembang dan membawa berkah bagi umat.

  • Profil dan Perkembangan Dakwah Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos

    Profil dan Perkembangan Dakwah Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos

    Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos telah berkiprah dalam dunia dakwah sejak bergabung dengan Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah pada tahun 1446 H / 2024 M. Saat ini, beliau bertugas sebagai dai di Masjid Umar bin Khattab, masjid ke-6 yang berada di Kuala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

    Sebagai lulusan S1 STAI As-Sunnah tahun 2024, Dai Raihan membawa semangat dakwah yang kuat dengan pendekatan yang luas dan beragam untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

    Dalam menjalankan tugasnya, beliau aktif mengembangkan berbagai program dakwah yang mencakup berbagai kelompok usia dan kalangan masyarakat, antara lain:

    πŸ“Œ Pembelajaran bagi Remaja & Remaji
    πŸ“Œ Kajian Islam untuk Masyarakat Umum
    πŸ“Œ Ceramah Umum & Kajian Rutin
    πŸ“Œ Khutbah Jumat
    πŸ“Œ Pembelajaran Islam bagi Anak-Anak
    πŸ“Œ Dakwah melalui Media Sosial & HP
    πŸ“Œ Ceramah di Lembaga, Radio, TV, Penjara, dan Acara Pernikahan
    πŸ“Œ Kunjungan kepada Tokoh Masyarakat & Pembesar Kaum

    Dalam perjalanan dakwahnya, Dai Raihan telah mendapatkan penerimaan yang baik dari masyarakat. Peran aktifnya meliputi:

    βœ… Pemateri, Khatib, dan Imam Tetap di Masjid Umar bin Khattab.
    βœ… Pemateri Dakwah di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kuala Air Hitam.
    βœ… Partisipan dalam Kegiatan Keagamaan di Sekolah Dasar (SD) Kuala Air Hitam.

    Komitmen dan kerja keras beliau dalam menyebarkan dakwah Islam telah membuahkan berbagai hasil yang signifikan:

    ✨ Mendirikan Halaqah Tahfiz Al-Qur’an dengan 15 murid laki-laki dan perempuan.
    ✨ Membuka Kelas Bahasa Arab dengan 2 murid yang aktif belajar.
    ✨ Total 426 sesi ceramah dan khutbah telah beliau sampaikan.
    ✨ Jumlah total jamaah yang telah mengikuti dakwahnya mencapai 873 orang.

    Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dakwah yang dilakukan Dai Raihan Robbani Hidayat tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan terus mengembangkan metode dakwah yang efektif dan menjangkau lebih banyak kalangan, beliau berharap dapat terus memberikan kontribusi dalam menyebarkan ilmu dan nilai-nilai Islam di tengah umat.

    Semoga Allah memberkahi perjuangan beliau dalam dakwah ini. Aamiin.

  • Belajar Agama dengan Sistematis : Pertemuan Ketiga / Part 1

    Belajar Agama dengan Sistematis : Pertemuan Ketiga / Part 1

    Pada tanggal 26 Januari 2025, Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah sukses mengadakan kegiatan “Belajar Agama dengan Sistematis” yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman agama di kalangan pelajar SMA di sekitar wilayah Medan dan Deli Serdang. Acara ini berlangsung di Workshop Gedung Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah, lantai 3, dan diikuti oleh 63 peserta dari 17 sekolah.

    Kegiatan ini terdiri dari dua sesi utama, dengan pembahasan materi yang sangat relevan bagi pelajar. Sesi pertama menghadirkan Ustadz Taufik Hidayat, M.Sos., yang menyampaikan materi Fikih Puasa. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hukum-hukum puasa, tata cara yang benar, serta berbagai aspek penting terkait ibadah puasa dalam Islam. Ustadz Taufik menjelaskan dengan rinci tentang syarat-syarat, rukun, dan hal-hal yang membatalkan puasa, serta memberikan wawasan tentang hikmah di balik ibadah puasa.

    Pada sesi kedua, Ustadz Miswal Kiram Saragih, S.Pd.I., membawakan tema yang tidak kalah penting, yaitu “Tauhid Mengenal Islam dengan Dalil-Dalil”. Dalam sesi ini, Ustadz Miswal mengajak peserta untuk lebih memahami konsep tauhid sebagai pokok ajaran dalam Islam, yang meliputi pemahaman tentang keesaan Allah dan dalil-dalil yang mendasarinya. Beliau menyampaikan secara sistematis dan jelas tentang bagaimana cara mengenal Allah dengan berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadis, serta bagaimana tauhid diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan. Mereka sangat aktif dalam bertanya dan berdiskusi, serta menunjukkan keinginan besar untuk memperdalam pengetahuan agama mereka. Melalui acara ini, diharapkan para pelajar tidak hanya memperoleh wawasan baru tentang agama, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan mereka sehari-hari, baik di sekolah maupun di masyarakat.

    Dengan adanya kegiatan ini, semoga para pelajar dapat lebih memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta menjadi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat dalam nilai-nilai spiritual dan moral. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak generasi muda yang berkualitas dan memiliki pemahaman agama yang mendalam, untuk menghadapi tantangan zaman dengan landasan yang kokoh.

    Β