Category: News

  • Pesantren Kilat di Lapas Kelas I B Binjai : Meningkatkan Pemahaman Agama di Kalangan Warga Binaan

    Pesantren Kilat di Lapas Kelas I B Binjai : Meningkatkan Pemahaman Agama di Kalangan Warga Binaan

    Pada tanggal 6 Maret 2025, Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah sukses menyelenggarakan Pesantren Kilat Hari Pertama di Lapas Kelas I B Binjai. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta, yang antusias dalam mendalami ilmu agama. Acara ini terbagi menjadi dua sesi utama, dengan Ustadz Latiful Ilham Ujung, S.Sos., sebagai pemateri sesi pertama yang membahas tentang Tauhid Mengenal Allah. Sesi kedua dilanjutkan oleh Ustadz Hasan Hamzah, M.Sos., yang menyampaikan materi Fikih Puasa, guna membekali peserta dengan pemahaman mendalam terkait ibadah di bulan suci Ramadhan.

    Keesokan harinya, pada tanggal 7 Maret 2025, Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah kembali menggelar Pesantren Kilat Hari Kedua di tempat yang sama, dengan jumlah peserta yang tetap mencapai 100 orang. Kali ini, sesi pertama diisi oleh Ustadz Latiful Ilham Ujung, S.Sos., yang membahas Tauhid Mengenal Nabi, sebagai kelanjutan dari materi sebelumnya. Sementara itu, sesi kedua dipandu oleh Ustadz Syaiful Bahri Tanjung, S.Pd., yang memberikan pemahaman tentang Fikih Thoharoh, sebuah ilmu dasar yang sangat penting dalam praktik ibadah sehari-hari.

    Sepanjang kegiatan, para peserta tampak antusias dan aktif mengikuti setiap sesi, menunjukkan ketertarikan yang besar dalam memperdalam ilmu agama. Materi yang disampaikan dirancang khusus untuk memberikan pemahaman fundamental tentang keyakinan dan praktik ibadah yang benar, agar para narapidana dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

    Pesantren kilat ini tidak hanya berfokus pada aspek teori, tetapi juga menekankan bagaimana ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Para pemateri memberikan contoh-contoh konkret mengenai penerapan nilai-nilai Islam dalam berinteraksi dengan sesama, serta bagaimana menghadapi berbagai tantangan hidup dengan berlandaskan keimanan.

    Dengan terselenggaranya program ini, diharapkan para narapidana dapat merenungi makna kehidupan dan menjadikan agama sebagai pedoman utama dalam menjalani hari-hari mereka, baik selama di dalam lapas maupun setelah kembali ke masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya rehabilitasi spiritual bagi warga binaan, agar mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik.

    Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pembinaan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di lapas. Dengan bimbingan dan ilmu yang diberikan, diharapkan mereka dapat kembali ke lingkungan sosial sebagai individu yang lebih baik dan memiliki kesadaran spiritual yang lebih tinggi.

    Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta, menjadi ladang pahala bagi semua pihak yang terlibat, serta menjadi langkah awal dalam memperkuat keimanan dan ketakwaan para warga binaan. Aamiin. 🤲

  • Seminar Sehat Menjelang Ramadhan dan Selama Ramadhan untuk Para Dai

    Seminar Sehat Menjelang Ramadhan dan Selama Ramadhan untuk Para Dai

    Pada 18 Februari 2025, Lembaga Pelatihan Al-Ilmi bekerja sama dengan Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Sehat Menjelang Ramadhan dan Selama Ramadhan”. Acara yang diadakan di Deli Serdang ini khusus diperuntukkan bagi para dai, dengan menghadirkan narasumber utama, Dr. dr. Delyuzar, M.Ked(PA), Sp.PA(K), yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan 1 Fakultas Kedokteran USU.

    Dalam seminar ini, Dr. dr. Delyuzar membahas berbagai strategi penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental dalam menyambut serta menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Beliau menekankan pentingnya pola makan yang seimbang, konsumsi cairan yang cukup, serta pemilihan makanan yang bernutrisi untuk menjaga energi selama berpuasa. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya menghindari makanan berlemak dan tinggi gula agar tubuh tetap fit selama bulan suci.

    Selain aspek nutrisi, pembahasan juga mencakup manfaat olahraga ringan dan manajemen stres. Dr. dr. Delyuzar merekomendasikan aktivitas fisik ringan seperti jalan santai atau stretching setelah berbuka puasa untuk menjaga kebugaran tubuh. Sementara itu, strategi mengelola stres dan menjaga kesehatan mental juga dibahas, mengingat tantangan puasa tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga emosional. Dengan kondisi fisik dan mental yang prima, ibadah di bulan Ramadhan dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan optimal.

    Salah satu poin penting dalam seminar ini adalah keterkaitan antara kesehatan dan nilai-nilai spiritual. Dr. dr. Delyuzar menjelaskan bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah dan amanah dari Allah. Oleh karena itu, para dai diharapkan dapat menyampaikan pesan kesehatan ini kepada masyarakat sebagai bagian dari dakwah yang holistik—menggabungkan ilmu kedokteran dengan tuntunan Islam dalam menjaga kesejahteraan umat.

    Seminar ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan kesehatan selama bulan puasa, seperti bagaimana cara berpuasa bagi penderita penyakit tertentu, serta kiat-kiat menjaga stamina agar tetap bugar saat beraktivitas. Diskusi ini memberikan wawasan yang sangat bermanfaat bagi para dai dalam membimbing masyarakat.

    Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para dai Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah untuk memperkaya pemahaman mereka dalam aspek kesehatan. Sebagai figur yang memberikan bimbingan keagamaan, pengetahuan yang mereka peroleh dari seminar ini akan membantu mereka dalam memberikan solusi yang lebih menyeluruh kepada masyarakat, baik dari segi spiritual maupun kesehatan fisik.

    Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan para dai dapat semakin berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran umat akan pentingnya menjaga kesehatan selama bulan Ramadhan. Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah dan Lembaga Pelatihan Al-Ilmi berkomitmen untuk terus mengadakan program edukatif yang bermanfaat bagi para dai, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya menyebarkan nilai-nilai Islam, tetapi juga kepedulian terhadap kesejahteraan umat. ✨

     

  • Kajian Spesial Khusus Muslimah : Membangun Rumah Tangga Penuh Berkah

    Kajian Spesial Khusus Muslimah : Membangun Rumah Tangga Penuh Berkah

    Pada tanggal 23 Februari 2025, Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah sukses menggelar Kajian Spesial Khusus Muslimah yang dihadiri oleh 130 peserta dari berbagai perwiritan di sekitar Medan dan Deli Serdang. Acara ini berlangsung di lantai 3 Workshop Gedung Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan. Kajian ini bertujuan untuk memberikan wawasan serta motivasi kepada para muslimah dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

    Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Ahad ini terbagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama menghadirkan Ustadz Taufik Hidayat, M.Sos., yang membawakan materi bertajuk Membangun Rumah Tangga yang Dirindukan Surga. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami bagaimana menjadikan rumah tangga sebagai ladang pahala dengan membangun hubungan yang harmonis berdasarkan nilai-nilai Islam.

    Sesi kedua dilanjutkan oleh Ustadz Muslim Maslan, M.A., dengan tema Istri Sholehah, Rumah Tangga Penuh Berkah. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan peran penting seorang istri dalam menjaga keharmonisan rumah tangga, mendidik anak-anak dengan akhlak Islami, serta menciptakan suasana rumah yang penuh keberkahan. Materi ini disampaikan dengan gaya interaktif dan penuh inspirasi, sehingga peserta dapat dengan mudah memahami dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Sepanjang acara berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif bertanya dan berbagi pengalaman seputar peran mereka sebagai istri dan ibu dalam keluarga. Diskusi yang hangat semakin memperkaya wawasan peserta dan memberikan solusi praktis atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam kehidupan berumah tangga.

    Selain mendapatkan ilmu agama, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para muslimah dari berbagai perwiritan. Dengan hadirnya peserta dari tujuh kelompok perwiritan yang berbeda, suasana kajian menjadi lebih dinamis dan penuh kebersamaan. Hal ini semakin menguatkan ukhuwah Islamiyah di antara mereka.

    Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlangsung sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas keislaman di kalangan muslimah. Dengan pemahaman agama yang lebih baik, diharapkan mereka mampu menjalankan peran dalam rumah tangga dan masyarakat dengan lebih baik serta menjadi teladan bagi generasi mendatang.

    Dengan terselenggaranya Kajian Spesial Khusus Muslimah ini, Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah berharap dapat terus memberikan kontribusi dalam pembinaan keluarga muslim yang harmonis dan penuh keberkahan. Semoga ilmu yang didapatkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan membawa kebaikan bagi seluruh peserta. 🌸✨

  • Pesantren Kilat : Memperdalam Pemahaman Agama bagi Generasi Muda

    Pesantren Kilat : Memperdalam Pemahaman Agama bagi Generasi Muda

    Pada tanggal 26-27 Februari 2025, Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah sukses menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat di SMAN 1 Berastagi. Acara yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari para pelajar dengan semangat tinggi dalam menimba ilmu agama. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya yayasan dalam memberikan pemahaman agama yang lebih mendalam kepada generasi muda.

    Pelaksanaan pesantren kilat ini dibagi menjadi dua sesi utama yang menghadirkan para pemateri berkompeten di bidangnya. Pada sesi pertama, Ustadz Latiful Ilham Ujung, S.Sos., membawakan materi tentang Tauhid Mengenal Allah. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami konsep ketauhidan dengan lebih mendalam, mengenali keesaan Allah, dan memperkuat keimanan melalui dalil-dalil yang jelas serta relevan dengan kehidupan sehari-hari.

    Sesi kedua diisi oleh Ustadz Miswal Kiram Saragih, S.Pd.I., dengan tema Fikih Thoharah, Shalat, dan Puasa. Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya bersuci dengan benar sesuai syariat, tata cara shalat yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ, serta hal-hal yang berkaitan dengan ibadah puasa, baik dari segi hukum maupun keutamaannya. Materi ini bertujuan agar peserta mampu menjalankan ibadah dengan lebih baik dan benar.

    Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi dengan para pemateri, menunjukkan keingintahuan yang tinggi terhadap ilmu agama. Tidak hanya mendengarkan ceramah, peserta juga diberikan sesi praktik dalam memahami fikih ibadah, sehingga ilmu yang diperoleh bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk menambah wawasan keagamaan, tetapi juga untuk membentuk karakter Islami pada generasi muda. Dengan memahami ajaran Islam secara lebih mendalam, para peserta diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan mampu mengamalkan ajaran agama dalam setiap aspek kehidupan mereka.

    Selain itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan di antara para pelajar. Mereka tidak hanya belajar dari para ustadz, tetapi juga saling berbagi pengalaman dan mempererat hubungan sesama Muslim. Nilai kebersamaan dan kepedulian pun semakin tumbuh di antara mereka, menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan penuh keberkahan.

    Dengan terselenggaranya kegiatan Pesantren Kilat ini, Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pendidikan agama di kalangan pelajar. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi seluruh peserta dan menjadi awal yang baik dalam memperkuat keimanan serta meningkatkan kualitas ibadah generasi muda. 🚀✨

  • Dalam Upaya Berkelanjutan untuk Membantu yang Membutuhkan, Yayasan Arrisalah Alkhairiryah Salurkan 1.000 Paket Sembako di Sumatera Utara

    Dalam Upaya Berkelanjutan untuk Membantu yang Membutuhkan, Yayasan Arrisalah Alkhairiryah Salurkan 1.000 Paket Sembako di Sumatera Utara

    Sebagai bagian dari komitmennya dalam melayani masyarakat yang membutuhkan, Yayasan Arrisalah Alkhairiryah terus melaksanakan program Paket Sembako 1446 H. Dalam pelaksanaannya, sebanyak 1.000 paket sembako telah didistribusikan kepada keluarga miskin di berbagai daerah di Sumatera Utara.

    Program ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga yang kurang mampu serta membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok, khususnya di bulan suci Ramadhan, di mana kebutuhan akan bantuan sosial dan solidaritas antar sesama Muslim semakin meningkat.

    Kegiatan ini terlaksana berkat donasi murah hati dari seorang dermawan, Ibu Munirah (Ummu Fawwaz) – semoga Allah Ta’ala memberkahinya. Beliau memberikan sumbangan besar ini sebagai wujud keimanan terhadap pentingnya amal kebajikan dan dampaknya dalam meningkatkan kesejahteraan kaum dhuafa dan fakir miskin.

    Paket sembako yang dibagikan berisi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, tepung, gula, minyak goreng, susu, serta bahan makanan lainnya yang dapat mencukupi kebutuhan keluarga selama bulan Ramadhan.

    Para penyelenggara program ini mengapresiasi besarnya dukungan dari para donatur, seraya menegaskan bahwa kontribusi dari orang-orang dermawan adalah faktor utama dalam kesuksesan program semacam ini. Bantuan tersebut turut memperkuat semangat kepedulian dan kebersamaan di antara sesama Muslim.

    Banyak keluarga penerima manfaat mengungkapkan kebahagiaan mereka atas bantuan ini. Mereka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada para donatur dan yayasan, dengan harapan agar kebaikan ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan.

    Pihak yayasan juga menegaskan bahwa program ini bukan yang pertama kali dilakukan, melainkan bagian dari rangkaian proyek sosial yang terus berjalan sepanjang tahun. Beberapa program lain yang telah dijalankan oleh yayasan meliputi Ifthar Ramadhan, santunan anak yatim, dukungan pendidikan, serta bantuan kemanusiaan darurat.

    Yayasan Arrisalah Alkhairiryah berkomitmen untuk memperluas jangkauan distribusi agar lebih banyak keluarga dapat menerima manfaat dari bantuan ini. Tim lapangan yayasan terus bekerja dalam menilai kondisi keluarga yang membutuhkan serta menyalurkan bantuan dengan tepat sasaran.

    Yayasan juga mengajak seluruh dermawan dan masyarakat yang ingin berbagi kebaikan untuk ikut serta dalam program-program sosial ini. Setiap donasi, sekecil apa pun, dapat memberikan perubahan besar bagi kehidupan keluarga yang membutuhkan.

    Bagi yang ingin berkontribusi, pintu donasi masih terbuka, dan para calon donatur dapat menghubungi nomor berikut untuk informasi lebih lanjut:

    📞 Kontak & Donasi: +62 823 6161 5577

    Semoga Allah Ta’ala menerima amal kebaikan ini dengan ikhlas, membalas para donatur dan dermawan dengan pahala berlipat ganda, serta melimpahkan berkah dan kebaikan bagi seluruh umat Islam di bulan suci yang penuh rahmat ini. 🤲✨

  • Yayasan Arrisalah Alkhairiryah Gelar Ifthar Ramadhan 1-5 untuk Masyarakat Miskin di Pelosok Indonesia

    Yayasan Arrisalah Alkhairiryah Gelar Ifthar Ramadhan 1-5 untuk Masyarakat Miskin di Pelosok Indonesia

    Yayasan Arrisalah Alkhairiryah Gelar Ifthar Ramadhan 1-5 untuk Masyarakat Miskin di Pelosok Indonesia

    Sumatera, Indonesia – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1446 H, Yayasan Arrisalah Alkhairiryah kembali menggelar program berbagi keberkahan melalui kegiatan Ifthar Ramadhan 1-5. Program ini difokuskan untuk membantu masyarakat miskin dan kaum dhuafa di berbagai pelosok Sumatera serta beberapa daerah lainnya di Indonesia dengan menyediakan makanan berbuka puasa secara gratis.

    Program ini menyasar berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan, termasuk keluarga miskin, anak yatim, lansia, serta para santri di pesantren-pesantren pelosok. Setiap harinya, ribuan paket makanan berbuka disiapkan dan didistribusikan ke berbagai wilayah yang telah ditentukan.

    Seorang warga penerima manfaat di salah satu desa terpencil di Sumatera mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan ini.

    “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Kadang kami hanya berbuka dengan air dan sedikit makanan. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, kami bisa berbuka dengan hidangan yang cukup,” kata seorang ibu rumah tangga yang menerima paket ifthar.

    Keutamaan Memberi Makan Orang Berbuka Puasa

    Dalam Islam, memberi makan orang yang berpuasa memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.”
    (HR. At-Tirmidzi No. 807)

    Hadis ini menjadi motivasi bagi para donatur dan relawan untuk terus berkontribusi dalam program ini.

    Program Ifthar Ramadhan 1-5 tidak hanya mengandalkan dana dari yayasan, tetapi juga terbuka bagi para dermawan yang ingin turut serta dalam berbagi. Yayasan Arrisalah Alkhairiryah mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam kegiatan ini dengan berdonasi atau menjadi relawan dalam distribusi makanan.

    Bagi yang ingin berdonasi, yayasan menyediakan berbagai metode pembayaran melalui rekening bank dan platform digital. Informasi lebih lanjut bisa diperoleh melalui kontak resmi yayasan.

    Dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial, Yayasan Arrisalah Alkhairiryah berharap program ini bisa membawa manfaat luas dan menjadi ladang pahala bagi semua pihak yang terlibat.

    💖 Ramadhan adalah bulan berbagi. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk membantu sesama dan meraih keberkahan

  • Profil Dai Abdurrahman Ritonga, S.Pd

    Profil Dai Abdurrahman Ritonga, S.Pd

    Kabupaten Asahan, Sumatera Utara – Di tengah dinamika kehidupan modern, seorang dai muda bernama Abdurrahman Ritonga, S.Pd, hadir membawa angin segar dalam dunia dakwah. Bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah sejak tahun 1446 H / 2024 M, beliau telah menjadi salah satu pilar utama dalam menyebarkan cahaya Islam, khususnya di Masjid Usamah bin Zaid, Padang Bungur, Kecamatan Rawang Panca Arga.

    Menggerakkan Dakwah di Masyarakat

    Tidak hanya menyampaikan ceramah, Ustaz Abdurrahman aktif dalam berbagai program dakwah yang menyentuh semua kalangan. Program yang ia jalankan mencakup:

    1. Pembelajaran agama kepada remaja dan masyarakat umum.
    2. Kajian rutin serta dauroh untuk meningkatkan pemahaman Islam.
    3. Khutbah Jumat yang selalu dinanti oleh jamaah.
    4. Pendidikan agama bagi anak-anak guna membangun generasi Qur’ani.
    5. Dakwah melalui media sosial untuk menjangkau audiens lebih luas.
    6. Ceramah di berbagai lembaga, radio, TV, hingga penjara dan acara pernikahan.
    7. Kunjungan kepada para tokoh masyarakat untuk mempererat ukhuwah Islamiyah.

    Penerimaan Masyarakat dan Peran Strategis

    Dalam satu tahun terakhir, dai muda ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Keaktifannya telah menjadikannya:

    • Pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid Usamah bin Zaid.
    • Pengajar di Pondok Pesantren Qurrota A’yun dengan 33 santri.
    • Pengajar di Rumah Qur’an Zahroh Kisaran dengan 80 santri.

    Keberhasilan Dakwah yang Menginspirasi

    Keberhasilan dalam berdakwah bukan hanya diukur dari jumlah ceramah, tetapi juga dari dampaknya. Beberapa pencapaian yang berhasil diraih antara lain:

    • Mendirikan halaqah tahfiz Al-Qur’an di masjid dengan 15 santri.
    • Jadwal khutbah Jumat yang rutin 2 kali dalam sebulan.
    • Menyampaikan total 1.154 ceramah dan khutbah.
    • Meningkatkan jumlah jamaah tetap hingga 300 orang.

    Dengan semangat dan dedikasi tinggi, Ustaz Abdurrahman Ritonga terus berusaha memperluas cakupan dakwahnya. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang tercerahkan dan lebih dekat dengan ajaran Islam. Sosoknya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk turut berkontribusi dalam syiar agama. Semoga dakwah ini terus berkembang dan membawa berkah bagi umat.

  • Profil dan Perkembangan Dakwah Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos

    Profil dan Perkembangan Dakwah Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos

    Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos telah berkiprah dalam dunia dakwah sejak bergabung dengan Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah pada tahun 1446 H / 2024 M. Saat ini, beliau bertugas sebagai dai di Masjid Umar bin Khattab, masjid ke-6 yang berada di Kuala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

    Sebagai lulusan S1 STAI As-Sunnah tahun 2024, Dai Raihan membawa semangat dakwah yang kuat dengan pendekatan yang luas dan beragam untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

    Dalam menjalankan tugasnya, beliau aktif mengembangkan berbagai program dakwah yang mencakup berbagai kelompok usia dan kalangan masyarakat, antara lain:

    📌 Pembelajaran bagi Remaja & Remaji
    📌 Kajian Islam untuk Masyarakat Umum
    📌 Ceramah Umum & Kajian Rutin
    📌 Khutbah Jumat
    📌 Pembelajaran Islam bagi Anak-Anak
    📌 Dakwah melalui Media Sosial & HP
    📌 Ceramah di Lembaga, Radio, TV, Penjara, dan Acara Pernikahan
    📌 Kunjungan kepada Tokoh Masyarakat & Pembesar Kaum

    Dalam perjalanan dakwahnya, Dai Raihan telah mendapatkan penerimaan yang baik dari masyarakat. Peran aktifnya meliputi:

    ✅ Pemateri, Khatib, dan Imam Tetap di Masjid Umar bin Khattab.
    ✅ Pemateri Dakwah di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kuala Air Hitam.
    ✅ Partisipan dalam Kegiatan Keagamaan di Sekolah Dasar (SD) Kuala Air Hitam.

    Komitmen dan kerja keras beliau dalam menyebarkan dakwah Islam telah membuahkan berbagai hasil yang signifikan:

    ✨ Mendirikan Halaqah Tahfiz Al-Qur’an dengan 15 murid laki-laki dan perempuan.
    ✨ Membuka Kelas Bahasa Arab dengan 2 murid yang aktif belajar.
    ✨ Total 426 sesi ceramah dan khutbah telah beliau sampaikan.
    ✨ Jumlah total jamaah yang telah mengikuti dakwahnya mencapai 873 orang.

    Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dakwah yang dilakukan Dai Raihan Robbani Hidayat tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan terus mengembangkan metode dakwah yang efektif dan menjangkau lebih banyak kalangan, beliau berharap dapat terus memberikan kontribusi dalam menyebarkan ilmu dan nilai-nilai Islam di tengah umat.

    Semoga Allah memberkahi perjuangan beliau dalam dakwah ini. Aamiin.

  • Pelatihan Action Research untuk Dosen STAI As-Sunnah: Mengoptimalkan Pendekatan Asset-Based Participatory Action Research dan Service Learning

    Pelatihan Action Research untuk Dosen STAI As-Sunnah: Mengoptimalkan Pendekatan Asset-Based Participatory Action Research dan Service Learning

    Deli Serdang, Lembaga Pelatihan Al-Ilmi bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAI As-Sunnah sukses menggelar Pelatihan Action Research bagi Dosen dengan pendekatan Asset-Based Participatory Action Research dan Service Learning. Acara ini berlangsung di ruang workshop Yayasan Ar-Risalah Alkhairiyah dan menghadirkan Bapak Slamet Riyadi, M.A. sebagai pemateri utama.

    Dalam sesi pelatihan, beliau menjelaskan bagaimana Pendekatan Participatory Action Research (PAR) dapat membantu dosen dalam mengembangkan penelitian yang berorientasi pada pemberdayaan komunitas. Selain itu, pendekatan Service Learning juga diperkenalkan sebagai strategi efektif untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan pengabdian kepada masyarakat.

    “Melalui metode ini, dosen tidak hanya melakukan penelitian tetapi juga berkontribusi langsung dalam memberdayakan komunitas. Pendekatan ini akan meningkatkan relevansi penelitian dengan kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Bapak Slamet Riyadi, M.A.

    Pelatihan ini berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi, studi kasus, dan simulasi penelitian berbasis komunitas. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk merancang proposal penelitian berbasis PAR dan Service Learning, yang nantinya dapat diimplementasikan dalam kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat.

    Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAI As-Sunnah menyampaikan harapannya agar pelatihan ini menjadi langkah awal bagi dosen untuk lebih aktif dalam penelitian yang berdampak luas. “Kami berharap para dosen dapat mengembangkan penelitian yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

    Acara ditutup dengan diskusi foto bersama dan harapan agar ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

  • Pelatihan Action Research dengan Pendekatan Asset-Based Community Development dan Community-Based Research Sukses Diselenggarakan

    Pelatihan Action Research dengan Pendekatan Asset-Based Community Development dan Community-Based Research Sukses Diselenggarakan

    Deli Serdang, Lembaga Pelatihan Al-Ilmi, bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAI As-Sunnah Deli Serdang, sukses menggelar pelatihan bertajuk “Action Research dengan Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan Community-Based Research (CBR)”. Acara ini dilaksanakan di ruang workshop Yayasan Ar-Risalah Alkhairiyah dan dihadiri oleh para akademisi, peneliti, serta praktisi pengabdian masyarakat.

    Pelatihan ini menghadirkan Bapak Slamet Riyadi, M.A., seorang ahli dalam penelitian berbasis komunitas, sebagai pemateri utama. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya metode Action Research dalam meningkatkan efektivitas penelitian dan pemberdayaan masyarakat. “Pendekatan ABCD dan CBR membantu kita menggali serta memanfaatkan potensi lokal untuk menghasilkan solusi yang lebih berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat,” ujar beliau.

    Peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana melakukan penelitian berbasis komunitas secara partisipatif, termasuk teknik pemetaan aset, keterlibatan masyarakat, serta strategi implementasi hasil penelitian dalam pengabdian kepada masyarakat. Sesi interaktif dalam pelatihan ini memungkinkan peserta untuk berdiskusi langsung dengan pemateri dan berbagi pengalaman di lapangan.

    Direktur Lembaga Pelatihan Al-Ilmi Bapak Hasan Hamzah Lubis, M.Sos. menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan berharap pelatihan ini menjadi langkah awal dalam mendorong lebih banyak penelitian yang berkontribusi nyata bagi masyarakat. “Kami berharap setelah pelatihan ini, para peserta dapat menerapkan konsep ABCD dan CBR dalam proyek penelitian mereka, sehingga hasilnya benar-benar memberi dampak yang positif,” katanya.

    Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama, dengan harapan bahwa ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat menjadi bekal berharga dalam pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat ke depannya.