Author: admin

  • Peresmian Sumur Wakaf Nomor 3102 di Dusun 6B, Desa Pertumbukan, Kecamatan Wampu

    Peresmian Sumur Wakaf Nomor 3102 di Dusun 6B, Desa Pertumbukan, Kecamatan Wampu

    LANGKAT, SUMATERA UTARA — Alhamdulillāh, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah telah melaksanakan peresmian Sumur Wakaf Nomor 3102 yang berlokasi di Dusun 6B, Desa Pertumbukan, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Program ini merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat sekaligus menghidupkan manfaat wakaf yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.

    Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Masyarakat membutuhkan air untuk minum, memasak, mandi, mencuci, menjaga kebersihan lingkungan, serta memenuhi kebutuhan bersuci untuk beribadah. Ketersediaan sumber air yang dapat dimanfaatkan bersama menjadi salah satu penunjang penting bagi kehidupan masyarakat.

    Melalui peresmian Sumur Wakaf Nomor 3102, diharapkan masyarakat Dusun 6B, Desa Pertumbukan, mendapatkan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Kehadiran sumur ini menjadi wujud kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat sekaligus bentuk nyata pemanfaatan dana wakaf untuk menghadirkan fasilitas yang bermanfaat.

    Wakaf sumur memiliki keistimewaan karena manfaatnya dapat dirasakan berulang kali. Setiap air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, membantu menjaga kebersihan, atau mendukung pelaksanaan ibadah diharapkan menjadi bagian dari kebaikan yang terus mengalir. Dengan pemeliharaan yang baik, sumur wakaf dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    «أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ سَقْيُ الْمَاءِ»

    Artinya: “Sedekah yang paling utama adalah memberi minum.” (HR. Abu Dawud).

    Hadis tersebut mengingatkan kita tentang keutamaan menyediakan air bagi orang lain. Air merupakan kebutuhan yang dirasakan setiap hari, sehingga menghadirkan sumber air bagi masyarakat menjadi salah satu bentuk kepedulian yang manfaatnya dapat menjangkau banyak orang.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berupaya menjalankan amanah para pewakaf dan donatur melalui program-program sosial dan kemanusiaan, termasuk penyediaan sumur wakaf. Setiap program diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.

    Peresmian sumur ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga fasilitas bersama. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan air dengan bijak, merawat sumur, serta menjaga kebersihan lingkungan di sekitarnya agar keberadaan fasilitas tersebut dapat terus memberikan manfaat.

    Terwujudnya Sumur Wakaf Nomor 3102 tidak terlepas dari dukungan para pewakaf, donatur, dan semua pihak yang telah berkontribusi. Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Semoga kebaikan tersebut menjadi amal yang diterima oleh Allah ﷻ dan membawa keberkahan bagi semua pihak.

    Semoga sumur wakaf ini menjadi sumber manfaat bagi masyarakat Dusun 6B, Desa Pertumbukan, dan sekitarnya. Semoga setiap tetes air yang dimanfaatkan menjadi pahala yang terus mengalir bagi para pewakaf dan donatur, serta menjadi bukti kebaikan yang manfaatnya dapat dirasakan dari waktu ke waktu.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah mengajak masyarakat untuk terus mendukung program wakaf dan kemanusiaan agar semakin banyak wilayah yang dapat merasakan manfaatnya. Semoga Allah ﷻ memudahkan setiap ikhtiar kebaikan, melimpahkan keberkahan, dan menjadikan setiap wakaf sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

    Detail Program

    • Program: Peresmian Sumur Wakaf
    • Nomor Sumur: 3102
    • Lokasi: Dusun 6B, Desa Pertumbukan
    • Kecamatan: Wampu
    • Kabupaten: Langkat
    • Provinsi: Sumatera Utara

    #PeresmianSumurWakaf #SumurWakaf3102 #WakafAir #SedekahAir #AirBersih #AmalJariyah #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah #DesaPertumbukan #KecamatanWampu #KabupatenLangkat

  • Peresmian Sumur Wakaf Nomor 3101 di Lingkungan 1 Kelurahan Bingei, Langkat

    Peresmian Sumur Wakaf Nomor 3101 di Lingkungan 1 Kelurahan Bingei, Langkat

    LANGKAT, SUMATERA UTARA — Alhamdulillāh, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah telah melaksanakan peresmian Sumur Wakaf Nomor 3101 yang berlokasi di Lingkungan 1, Kelurahan Bingei, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Peresmian ini menjadi bagian dari rangkaian program penyediaan air bersih yang terus diupayakan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Ketersediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting dalam kehidupan. Air digunakan setiap hari untuk berbagai keperluan, baik untuk kebutuhan rumah tangga, kebersihan, maupun keperluan ibadah. Karena itu, hadirnya sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat merupakan bentuk kepedulian yang memiliki manfaat langsung dan berkelanjutan.

    Sumur Wakaf Nomor 3101 hadir sebagai salah satu sarana yang diharapkan dapat membantu masyarakat di Lingkungan 1, Kelurahan Bingei dalam memenuhi kebutuhan air. Dengan tersedianya sumber air di lingkungan masyarakat, berbagai aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih mudah, terutama kebutuhan yang berkaitan dengan penggunaan air secara rutin.

    Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas, tetapi juga pada kebermanfaatan jangka panjang. Sebuah sumur dapat terus memberikan manfaat selama airnya digunakan dan fasilitasnya dijaga. Setiap orang yang mengambil air untuk kebutuhan yang baik, setiap keluarga yang memanfaatkannya, serta setiap aktivitas yang terbantu dengan keberadaan sumber air tersebut, menjadi bagian dari luasnya manfaat wakaf.

    Dalam perspektif Islam, menyediakan air untuk orang lain merupakan salah satu amal yang memiliki keutamaan besar. Rasulullah ﷺ bersabda:

    «أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ سَقْيُ الْمَاءِ»

    “Sedekah yang paling utama adalah memberi minum.”
    (HR. Abu Dawud)

    Hadis tersebut menggambarkan besarnya nilai kebaikan dalam memberikan akses air kepada sesama. Wakaf air menjadi salah satu bentuk sedekah yang manfaatnya dapat terus dirasakan, bukan hanya pada saat pertama kali diberikan, tetapi selama sarana tersebut tetap digunakan dan memberikan manfaat.

    Bagi masyarakat Lingkungan 1, Kelurahan Bingei, keberadaan sumur ini diharapkan dapat menjadi fasilitas yang mendukung kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan kemudahan dalam menjalankan berbagai aktivitas yang membutuhkan air. Semoga masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan sarana tersebut dengan sebaik-baiknya sehingga manfaatnya dapat berlangsung dalam jangka panjang.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berupaya menjaga amanah dalam menjalankan berbagai program sosial dan kemanusiaan. Program penyediaan sumur wakaf menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut. Setiap sumur yang dibangun diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah fasilitas, tetapi menjadi sumber manfaat yang terus hadir di tengah masyarakat.

    Peresmian Sumur Wakaf Nomor 3101 juga menjadi momentum untuk menyampaikan apresiasi kepada para pewakaf dan donatur yang telah mengambil bagian dalam program ini. Dukungan yang diberikan menjadi sebab hadirnya sebuah sarana yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air dan berbagai aktivitas lainnya.

    Semoga manfaat dari sumur ini terus berkembang dari waktu ke waktu. Semoga setiap tetes air yang dimanfaatkan untuk kebaikan menjadi pahala yang terus mengalir bagi para pewakaf, donatur, dan seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3101.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung program ini. Semoga Allah ﷻ menerima setiap amal yang diberikan, memberkahi para pewakaf dan donatur, serta menjadikan Sumur Wakaf Nomor 3101 sebagai amal jariyah yang terus mengalir manfaat dan pahalanya.

    Semoga Allah ﷻ menjaga kebermanfaatan sumur ini, memberikan kemudahan kepada masyarakat yang menggunakannya, dan menjadikan keberadaannya sebagai salah satu jalan hadirnya kebaikan yang luas bagi masyarakat Lingkungan 1, Kelurahan Bingei, Kecamatan Wampu, dan sekitarnya.

    Detail Program:

    • Program: Sumur Wakaf
    • Nomor: 3101
    • Lokasi: Lingkungan 1, Kelurahan Bingei
    • Kecamatan: Wampu
    • Kabupaten: Langkat
    • Provinsi: Sumatera Utara

    #SumurWakaf #Sumur3101 #WakafAir #AirBersih #SedekahAir #AmalJariyah #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah #Bingei #Wampu #Langkat

  • Peresmian Sumur Wakaf Nomor 3100 di Dusun 1B Desa Banjaran Raya, Langkat

    Peresmian Sumur Wakaf Nomor 3100 di Dusun 1B Desa Banjaran Raya, Langkat

    LANGKAT, SUMATERA UTARA — Alhamdulillāh, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah kembali menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui peresmian Sumur Wakaf Nomor 3100 di Dusun 1B, Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kehadiran sumur ini menjadi bagian dari komitmen untuk membantu menyediakan akses air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam berbagai kebutuhan sehari-hari.

    Air bersih merupakan kebutuhan utama yang memiliki peran penting dalam kehidupan. Hampir seluruh aktivitas masyarakat berkaitan dengan ketersediaan air, mulai dari minum, memasak, membersihkan diri dan lingkungan, hingga kebutuhan bersuci sebelum beribadah. Karena itu, penyediaan sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan merupakan salah satu bentuk pelayanan kemanusiaan yang memberikan manfaat secara langsung.

    Peresmian Sumur Wakaf Nomor 3100 menjadi penanda bahwa salah satu ikhtiar penyediaan fasilitas air bersih telah selesai dilaksanakan. Sumur yang berada di Dusun 1B, Desa Banjaran Raya ini diharapkan dapat menjadi sarana yang membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air dan memberikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

    Program sumur wakaf merupakan salah satu bentuk kepedulian yang manfaatnya dapat dirasakan secara berulang. Berbeda dengan bantuan yang hanya digunakan dalam satu kesempatan, sumber air dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat selama fasilitas tersebut terjaga dan berfungsi dengan baik. Dari sinilah nilai kebermanfaatan wakaf air menjadi begitu besar.

    Manfaat sebuah sumur juga tidak terbatas pada kebutuhan rumah tangga. Air yang tersedia dapat digunakan untuk bersuci, berwudu, membersihkan lingkungan, serta berbagai aktivitas lain yang mendukung kehidupan masyarakat. Dengan demikian, satu sumber air dapat memberikan manfaat kepada banyak orang dalam berbagai keadaan dan kebutuhan.

    Rasulullah ﷺ memberikan perhatian besar terhadap amal yang berkaitan dengan penyediaan air. Dalam sebuah hadis disebutkan:

    «أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ سَقْيُ الْمَاءِ»

    “Sedekah yang paling utama adalah memberi minum.”
    (HR. Abu Dawud)

    Hadis tersebut menjadi motivasi bagi umat Islam untuk mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat air bagi sesama. Melalui wakaf sumur, kebaikan dapat diwujudkan dalam bentuk yang sederhana namun memiliki manfaat luas dan berulang bagi masyarakat.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah berupaya agar program penyediaan sumur wakaf dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Setiap pembangunan sumur merupakan bagian dari amanah yang dipercayakan oleh para pewakaf dan donatur. Karena itu, proses pembangunan hingga pemanfaatannya diupayakan agar dapat memberikan manfaat yang sebaik-baiknya.

    Kehadiran Sumur Wakaf Nomor 3100 di Dusun 1B, Desa Banjaran Raya juga diharapkan menjadi salah satu fasilitas yang memperkuat kemudahan masyarakat dalam memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga keberadaan sarana ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas dan dalam jangka panjang.

    Peresmian sumur ini sekaligus menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa amal kebaikan dapat hadir melalui berbagai bentuk. Menyediakan air bagi orang lain merupakan bentuk kepedulian yang sederhana, namun manfaatnya dapat terus dirasakan selama air tersebut digunakan. Setiap tetes yang memberikan manfaat semoga menjadi bagian dari pahala yang terus mengalir.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menyampaikan terima kasih kepada para pewakaf, donatur, dan seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya Sumur Wakaf Nomor 3100. Semoga Allah ﷻ menerima amal tersebut, memberikan keberkahan pada harta dan kehidupan para pewakaf, serta menjadikan sumur ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

    Semoga Allah ﷻ menjaga kebermanfaatan sumur ini, memberikan kemudahan kepada masyarakat yang menggunakannya, serta menjadikan setiap tetes air yang keluar darinya sebagai kebaikan yang bernilai di sisi-Nya.

    Detail Program:

    • Program: Sumur Wakaf
    • Nomor: 3100
    • Lokasi: Dusun 1B, Desa Banjaran Raya
    • Kecamatan: Padang Tualang
    • Kabupaten: Langkat
    • Provinsi: Sumatera Utara

    #SumurWakaf #Sumur3100 #WakafAir #AirBersih #SedekahAir #AmalJariyah #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah #BanjaranRaya #PadangTualang #Langkat

  • Peresmian Sumur Wakaf Nomor 3099 di Desa Banjaran Raya, Langkat, Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat

    Peresmian Sumur Wakaf Nomor 3099 di Desa Banjaran Raya, Langkat, Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat

    LANGKAT, SUMATERA UTARA — Alhamdulillāh, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah telah melaksanakan peresmian Sumur Wakaf Nomor 3099 yang berlokasi di Dusun I, Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kehadiran sumur wakaf ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan akses air bersih sekaligus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

    Air merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Ketersediaan air yang bersih dan layak digunakan memiliki peran penting dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga, kebersihan, hingga kebutuhan ibadah. Karena itu, pembangunan sumur wakaf menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

    Peresmian Sumur Wakaf Nomor 3099 menandai selesainya salah satu rangkaian program penyediaan sarana air bersih yang dilaksanakan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah. Setelah melalui proses pembangunan, sumur tersebut kini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di Dusun I, Desa Banjaran Raya dan diharapkan menjadi salah satu fasilitas yang membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat.

    Program sumur wakaf ini juga merupakan bagian dari rangkaian pembangunan sarana air bersih yang telah dilaksanakan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah di berbagai wilayah. Setiap sumur yang dibangun menjadi bentuk nyata dari semangat menghadirkan manfaat yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah yang membutuhkan dukungan dalam penyediaan sumber air.

    Lebih dari sekadar fasilitas fisik, sebuah sumur wakaf menyimpan nilai kebermanfaatan yang panjang. Air yang digunakan untuk minum, bersuci, memasak, membersihkan rumah, maupun berbagai kebutuhan lainnya menjadi bagian dari manfaat yang terus berulang. Selama sarana tersebut dimanfaatkan dan memberikan kebaikan bagi masyarakat, insyaAllah pahala dari amal tersebut juga terus mengalir bagi para pewakaf dan pihak yang turut mendukungnya.

    Dalam Islam, memberikan air kepada orang lain merupakan salah satu bentuk sedekah yang memiliki keutamaan besar. Rasulullah ﷺ bersabda:

    «أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ سَقْيُ الْمَاءِ»

    “Sedekah yang paling utama adalah memberi minum.”
    (HR. Abu Dawud)

    Hadis tersebut menjadi pengingat tentang besarnya nilai kebaikan dalam menyediakan air bagi sesama. Melalui pembangunan sumur wakaf, manfaat sedekah tidak hanya dirasakan pada satu waktu, tetapi dapat terus hadir selama air dari sumur tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

    Bagi masyarakat Dusun I, Desa Banjaran Raya, hadirnya Sumur Wakaf Nomor 3099 diharapkan dapat menjadi fasilitas yang memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan air. Selain mendukung aktivitas sehari-hari, ketersediaan air juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan memenuhi kebutuhan bersuci untuk melaksanakan ibadah.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menyampaikan terima kasih kepada seluruh pewakaf, donatur, dan pihak yang telah berkontribusi dalam terwujudnya pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3099. Setiap dukungan yang diberikan menjadi bagian dari proses menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan merupakan amanah yang terus dijaga dalam pelaksanaan program kemanusiaan.

    Peresmian ini bukanlah akhir dari sebuah program, melainkan awal dari perjalanan manfaat yang diharapkan dapat berlangsung dalam waktu yang panjang. Selama air terus digunakan oleh masyarakat dan memberikan manfaat, selama itu pula sumur ini diharapkan menjadi bagian dari amal kebaikan yang terus mengalir.

    Semoga Allah ﷻ memberkahi para pewakaf dan seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3099. Semoga setiap tetes air yang mengalir dari sumur ini menjadi pahala yang terus mengalir, menjadi sebab terpenuhinya kebutuhan masyarakat, serta menjadi amal jariyah yang diterima di sisi Allah ﷻ.

    Detail Program:

    • Program: Sumur Wakaf
    • Nomor: 3099
    • Lokasi: Dusun I, Desa Banjaran Raya
    • Kecamatan: Padang Tualang
    • Kabupaten: Langkat
    • Provinsi: Sumatera Utara

    #SumurWakaf #Sumur3099 #WakafAir #AirBersih #SedekahAir #AmalJariyah #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah #Langkat #PadangTualang #BanjaranRaya

  • Dai Novrizal, S.Pd. Menguatkan Dakwah dan Pembinaan Al-Qur’an di Serdang Bedagai

    Dai Novrizal, S.Pd. Menguatkan Dakwah dan Pembinaan Al-Qur’an di Serdang Bedagai

    SERDANG BEDAGAI, SUMATERA UTARA — Dakwah membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan kesinambungan. Kehadiran seorang dai di tengah masyarakat bukan hanya tentang menyampaikan ceramah, tetapi juga tentang membangun kedekatan, memberikan pembinaan, mendampingi proses belajar, serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dai yang telah menjalankan amanah tersebut adalah Novrizal, S.Pd., dai Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah yang bertugas di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

    Dai Novrizal, S.Pd. bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah sebagai dai pada 1438 H/2017 M. Sejak saat itu, ia menjalankan tugas dakwah di Jalan Kuburan Cina Pulau Kecik, Dusun III, Desa Pematang Sijonam, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Dengan pengalaman sekitar satu dekade bersama yayasan, perjalanan dakwahnya menjadi bagian dari upaya pembinaan masyarakat dan penguatan kegiatan keislaman di wilayah tersebut.

    Dalam bidang pendidikan, Dai Novrizal menyelesaikan pendidikan S1 di STAI As-Sunnah Deli Serdang, Sumatera Utara, pada tahun 2017. Bekal pendidikan tersebut menjadi salah satu modal dalam menjalankan berbagai aktivitas dakwah dan pembelajaran di tengah masyarakat. Ilmu yang diperoleh tidak hanya disampaikan dalam bentuk kajian, tetapi juga diterapkan melalui pembinaan Al-Qur’an, khutbah, pengajaran kepada anak-anak dan remaja, serta pendampingan berbagai kelompok masyarakat.

    Aktivitas dakwah yang dijalankan mencakup berbagai lapisan masyarakat. Di antaranya adalah pembelajaran kepada remaja dan remaji, pembelajaran kepada masyarakat umum, kajian rutin dan dauroh, khutbah Jumat, serta pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak. Selain dakwah secara langsung, Dai Novrizal juga memanfaatkan media sosial dan telepon seluler sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan keislaman. Aktivitas dakwah juga dilakukan melalui lembaga pendidikan, radio, televisi, lembaga pemasyarakatan, kegiatan pernikahan, serta kunjungan dan silaturahmi kepada tokoh masyarakat.

    Perjalanan dakwah di Kabupaten Serdang Bedagai juga memperlihatkan adanya kepercayaan masyarakat terhadap kiprahnya. Dai Novrizal dipercaya sebagai pemateri, khatib, dan imam rawatib di Masjid Nomor 42, salah satu masjid yang berada di bawah binaan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah di Desa Pematang Sijonam, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Peran tersebut memberikan ruang baginya untuk terlibat secara lebih dekat dalam pembinaan jamaah dan kegiatan keislaman masyarakat.

    Selain menjalankan aktivitas di masjid, Dai Novrizal turut berperan dalam berbagai lembaga pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an. Ia menjadi pemateri di Rumah Qur’an Ummu Salamah dan Pusat Tahfiz Al-Qur’an Nur Mu’minah di wilayah Serdang Bedagai. Ia juga menjadi pemateri di Pondok Tahfidz Al-Qur’an Khairunnujum, Kecamatan Perbaungan, serta di Madrasah Tsanawiyah Darul Arifin, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.

    Kegiatan pembinaan juga dilakukan di Pusat Tahfiz Al-Qur’an Imam Bukhari dan Pondok Pesantren Usamah bin Zaid Melati di wilayah Serdang Bedagai. Di pondok pesantren tersebut, Dai Novrizal menjalankan peran sebagai pemateri sekaligus khatib. Ia juga dipercaya mengisi khutbah di Masjid Al-Mukhlisin Tualang di wilayah Perbaungan serta Masjid Al-Ikhlas Kampung Besar, Kecamatan Pantai Cermin. Di bidang pendidikan Al-Qur’an, ia turut menjadi pemateri dalam Halaqah Al-Qur’an di SD Negeri Lama, wilayah Pematang Sijonam, Serdang Bedagai.

    Salah satu bagian penting dari perjalanan dakwah Dai Novrizal adalah perhatian terhadap pembinaan Al-Qur’an. Ia telah mendirikan Markaz Tahfiz Al-Qur’an Ummu Salamah di wilayah Serdang Bedagai. Pada tahun 1447 H, markaz tersebut memiliki 16 orang siswa dan 10 orang ummahat. Kehadiran markaz ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya menghadirkan sarana pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat, khususnya dalam membangun generasi yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an.

    Dalam proses pembinaan hafalan, Dai Novrizal telah membimbing sekitar 220 orang dalam menghafal Al-Qur’an pada tingkat satu juz, dua juz, dan tiga juz. Angka tersebut menggambarkan proses pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan. Pembelajaran hafalan Al-Qur’an bukan hanya membutuhkan penyampaian materi, tetapi juga pendampingan, pengulangan, evaluasi, serta motivasi agar para peserta mampu mempertahankan hafalan yang telah dipelajari.

    Sepanjang perjalanan dakwahnya, Dai Novrizal juga telah menyampaikan sekitar 5.000 kali ceramah dan khutbah. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari kontribusinya dalam menyampaikan ilmu dan mengingatkan masyarakat kepada kebaikan. Di tengah berbagai kegiatan tersebut, sekitar 250 jamaah telah mendapatkan pembinaan di wilayah Serdang Bedagai. Selain itu, melalui dakwah yang dijalankannya, terdapat 30 orang awam yang mengenal Islam dan sunnah.

    Perjalanan Dai Novrizal menunjukkan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari lahirnya ruang-ruang pembinaan yang terus berjalan di tengah masyarakat. Masjid, rumah Qur’an, pusat tahfiz, madrasah, dan pondok pesantren menjadi tempat yang saling melengkapi dalam membangun kehidupan keislaman. Melalui peran dai yang konsisten, proses pembelajaran dapat terus berlangsung dan menjangkau berbagai kelompok usia.

    Dakwah juga membutuhkan kesinambungan. Pembinaan masyarakat tidak cukup dilakukan dalam satu atau dua kegiatan, tetapi membutuhkan kehadiran yang terus menerus, komunikasi yang baik, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman Dai Novrizal selama menjalankan amanah dakwah di Serdang Bedagai menjadi bagian dari proses panjang tersebut.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berupaya mendukung pengutusan dan pembinaan para dai agar dakwah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah. Kehadiran para dai di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat pembelajaran agama, pembinaan Al-Qur’an, pendidikan generasi muda, serta berbagai kegiatan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

    Semoga Allah ﷻ memberikan keberkahan kepada setiap usaha yang telah dilakukan Dai Novrizal, S.Pd. dalam menjalankan amanah dakwah. Semoga ilmu yang disampaikan, Al-Qur’an yang diajarkan, khutbah yang disampaikan, serta setiap langkah pembinaan yang dilakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Semoga Allah ﷻ memberikan keistiqamahan dalam berdakwah dan menjadikan setiap upaya tersebut sebagai sebab hadirnya kebaikan yang lebih luas bagi masyarakat Serdang Bedagai dan sekitarnya.

  • Distribusi Buku Iqra ke Pondok Pesantren di Siak, Riau untuk Mendukung Pembelajaran Al-Qur’an

    Distribusi Buku Iqra ke Pondok Pesantren di Siak, Riau untuk Mendukung Pembelajaran Al-Qur’an

    Alhamdulillāh, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah kembali melaksanakan program distribusi Buku Iqra ke pondok pesantren di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Penyaluran ini merupakan bagian dari ikhtiar dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an dan membantu menyediakan sarana pembelajaran bagi para santri dalam memulai dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.

    Pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang memiliki bekal ilmu agama dan karakter yang baik. Dalam proses pendidikan tersebut, pembelajaran Al-Qur’an menjadi salah satu bagian utama. Para santri membutuhkan sarana yang dapat menunjang proses belajar secara bertahap, mulai dari mengenal huruf hijaiyah hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

    Buku Iqra menjadi salah satu sarana pembelajaran dasar yang digunakan dalam proses tersebut. Dengan metode yang bertahap, peserta didik dapat mempelajari huruf dan bacaan Al-Qur’an sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Karena itu, distribusi Buku Iqra ke lingkungan pondok pesantren diharapkan dapat membantu para pengajar dalam melaksanakan pembelajaran dan memberikan kemudahan bagi para santri.

    Penyaluran Buku Iqra di Kabupaten Siak juga menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat program wakaf dan sedekah yang dikelola Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah. Buku yang disalurkan diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada saat penyerahan, tetapi terus dirasakan selama buku tersebut digunakan oleh para santri.

    Setiap proses belajar membaca Al-Qur’an memiliki perjalanan tersendiri. Ada santri yang baru mengenal huruf hijaiyah, ada yang mulai belajar menyambung huruf, dan ada pula yang sedang meningkatkan kelancaran membaca. Kehadiran Buku Iqra menjadi salah satu sarana yang dapat membantu proses tersebut berjalan secara lebih terarah.

    Lebih dari sekadar sarana belajar, distribusi Buku Iqra merupakan bagian dari upaya menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an sejak dini. Ketika seorang santri terbiasa membaca dan mempelajari Al-Qur’an, diharapkan akan tumbuh hubungan yang lebih dekat dengan kitabullah. Dari proses pembelajaran tersebut, semoga lahir generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkan petunjuknya.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    «خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ»

    “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
    (HR. Bukhari)

    Hadis tersebut menjadi pengingat tentang keutamaan mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an. Mendukung pendidikan Al-Qur’an, termasuk dengan menyediakan sarana pembelajaran, merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan proses belajar generasi muslim.

    Bagi para santri, sebuah Buku Iqra dapat menjadi awal dari perjalanan yang panjang bersama Al-Qur’an. Dari halaman-halaman pertama mereka belajar mengenal huruf, kemudian membaca kata dan ayat, hingga akhirnya mampu membaca Al-Qur’an secara mandiri. Setiap tahapan tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan yang membutuhkan kesabaran, bimbingan guru, dan dukungan sarana belajar.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mendukung program distribusi Buku Iqra. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan sarana pembelajaran Al-Qur’an kepada para santri di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Siak, Riau.

    Semoga setiap Buku Iqra yang telah disalurkan dapat digunakan sebaik-baiknya oleh para santri dan pengajar. Semoga setiap huruf yang mereka pelajari, setiap bacaan yang mereka kuasai, dan setiap ayat Al-Qur’an yang kelak mereka baca menjadi bagian dari amal jariyah bagi para donatur yang telah menjadi sebab tersedianya sarana pembelajaran tersebut.

    Distribusi Buku Iqra ke pondok pesantren di Siak menjadi salah satu langkah kecil dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an. Namun, dari langkah kecil tersebut diharapkan lahir manfaat yang panjang: santri yang mampu membaca Al-Qur’an, generasi yang mencintai kitabullah, serta ilmu yang terus diajarkan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

    Semoga Allah ﷻ menerima amal para donatur, memberkahi harta yang mereka keluarkan, serta menjadikan setiap buku yang disalurkan sebagai wasilah tumbuhnya kebaikan yang terus mengalir. Semoga program pendidikan dan distribusi Al-Qur’an Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pesantren, lembaga pendidikan, serta masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah.

  • Kegiatan Dakwah Koordinator Dakwah Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah Hadirkan Pembinaan Islam di Berbagai Kalangan

    Kegiatan Dakwah Koordinator Dakwah Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah Hadirkan Pembinaan Islam di Berbagai Kalangan

    Alhamdulillāh, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah melalui Koordinator Dakwah terus melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan keislaman di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam menghadirkan dakwah yang berkesinambungan serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan ilmu, nasihat, dan bimbingan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.

    Dakwah dilaksanakan dengan pendekatan yang menyesuaikan kebutuhan dan karakter masyarakat. Tidak hanya menyasar masyarakat umum, kegiatan pembinaan juga diarahkan kepada generasi muda serta warga binaan di lembaga pemasyarakatan. Dengan cakupan yang beragam, diharapkan pesan-pesan kebaikan dan pembelajaran Islam dapat menjangkau lebih banyak kalangan dan memberikan manfaat sesuai dengan kondisi masing-masing.

    Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari program Koordinator Dakwah adalah kajian umum. Kajian ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk mendapatkan pemahaman keislaman melalui penyampaian materi yang berkaitan dengan akidah, ibadah, akhlak, muamalah, serta berbagai persoalan kehidupan yang membutuhkan bimbingan agama. Kajian umum juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan membangun semangat masyarakat dalam menghadiri majelis ilmu.

    Selain kajian umum, pembinaan secara khusus juga diberikan kepada remaja. Generasi muda merupakan salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian dalam pembinaan keagamaan karena mereka berada pada fase penting dalam pembentukan karakter, pemikiran, dan kebiasaan. Melalui kajian remaja, materi disampaikan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan mereka, sehingga nilai-nilai Islam dapat dipahami dan diterapkan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

    Kajian untuk remaja juga diharapkan menjadi ruang yang positif bagi mereka untuk berkumpul, belajar, berdiskusi, dan membangun lingkungan pergaulan yang baik. Dengan adanya pembinaan secara rutin, para remaja diharapkan memiliki bekal ilmu agama yang dapat membantu mereka menentukan sikap serta menjaga diri dari berbagai pengaruh yang tidak sesuai dengan tuntunan Islam.

    Program dakwah juga menjangkau warga binaan di lembaga pemasyarakatan. Melalui kegiatan kajian di lingkungan lapas, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. Dakwah di lembaga pemasyarakatan menjadi bagian dari upaya memberikan nasihat, ilmu, dan motivasi agar para warga binaan dapat menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.

    Kehadiran kajian di lapas juga menjadi bentuk perhatian bahwa kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri terbuka bagi siapa saja. Materi keagamaan diharapkan dapat memberikan ketenangan, membangun kesadaran untuk bertaubat, serta mendorong perubahan menuju kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.

    Selain kajian umum dan kajian khusus remaja serta warga binaan, Koordinator Dakwah juga melaksanakan kajian tematik. Kajian ini membahas tema-tema tertentu secara lebih terarah sehingga peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai persoalan yang sedang dibahas. Tema kajian dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan momentum tertentu agar materi yang disampaikan memiliki relevansi dengan kehidupan sehari-hari.

    Kajian tematik menjadi salah satu bentuk pengembangan kegiatan dakwah agar pembelajaran tidak hanya bersifat umum, tetapi juga dapat memberikan penjelasan yang lebih fokus terhadap suatu persoalan. Melalui pembahasan yang terarah, peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih jelas sekaligus memiliki kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan mereka.

    Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa dakwah memiliki ruang yang luas dan dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan. Masjid, lingkungan masyarakat, komunitas remaja, hingga lembaga pemasyarakatan menjadi ruang untuk menyampaikan ilmu dan mengajak kepada kebaikan. Setiap tempat memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda, sehingga kegiatan dakwah perlu terus dikembangkan secara bijak dan berkesinambungan.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    «بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً»

    “Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat.”
    (HR. Bukhari)

    Hadis tersebut menjadi salah satu pengingat tentang pentingnya menyampaikan ilmu dan kebaikan. Setiap kegiatan kajian yang dilaksanakan diharapkan menjadi sarana untuk memperluas manfaat ilmu, menguatkan pemahaman masyarakat, dan mendorong lahirnya amal yang sesuai dengan tuntunan Islam.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan dakwah melalui pembinaan para dai dan pengembangan program yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Koordinator Dakwah menjadi salah satu bagian penting dalam mengatur dan mengembangkan kegiatan tersebut agar dakwah dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

    Semoga seluruh kegiatan dakwah yang telah dilaksanakan menjadi sebab hadirnya perubahan dan kebaikan di tengah masyarakat. Semoga kajian umum memberikan manfaat bagi masyarakat luas, kajian remaja menjadi bekal bagi generasi muda, kajian di lembaga pemasyarakatan menjadi jalan menuju perbaikan diri, dan kajian tematik memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap berbagai persoalan kehidupan.

    Semoga Allah ﷻ memberikan keberkahan kepada para dai, pemateri, panitia, peserta, dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan dakwah Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah. Semoga setiap ilmu yang disampaikan dan setiap langkah yang dilakukan dalam menyebarkan kebaikan menjadi amal jariyah yang terus memberikan manfaat serta diterima oleh Allah ﷻ.

  • Pembangunan Masjid Nomor 134 Memasuki Pekan ke-6, Progres Mencapai 20 Persen

    Pembangunan Masjid Nomor 134 Memasuki Pekan ke-6, Progres Mencapai 20 Persen

    Alhamdulillāh, pembangunan Masjid Nomor 134 yang menjadi bagian dari program pembangunan masjid Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berjalan secara bertahap. Memasuki pekan ke-6, proses pembangunan telah mencapai 20 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa pengerjaan di lapangan terus bergerak menuju tahapan pembangunan berikutnya.

    Setiap perkembangan pembangunan menjadi bagian penting dari perjalanan menghadirkan sebuah masjid yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat. Dari waktu ke waktu, pekerjaan konstruksi dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Progres 20 persen pada pekan keenam menjadi salah satu capaian yang patut disyukuri dalam proses pembangunan Masjid Nomor 134.

    Pembangunan masjid bukan hanya berkaitan dengan mendirikan sebuah bangunan secara fisik. Lebih dari itu, pembangunan masjid merupakan ikhtiar untuk menghadirkan tempat yang dapat menjadi pusat ibadah, pembelajaran, pembinaan, serta berbagai aktivitas kebaikan bagi masyarakat. Karena itu, setiap tahapan pengerjaan memiliki arti penting dalam mewujudkan fungsi tersebut.

    Memasuki pekan keenam, perkembangan sebesar 20 persen menjadi gambaran bahwa proses pembangunan terus dilaksanakan. Meskipun masih terdapat berbagai tahapan yang harus diselesaikan, capaian ini menjadi bagian dari perjalanan menuju selesainya pembangunan masjid secara keseluruhan.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah berupaya menjaga proses pembangunan agar berjalan dengan baik dan amanah. Setiap tahapan dikerjakan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan pembangunan di lapangan. Dokumentasi perkembangan juga menjadi bentuk penyampaian informasi kepada para donatur dan pihak-pihak yang telah mengambil bagian dalam program pembangunan masjid.

    Bagi masyarakat, kehadiran masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk melaksanakan salat berjamaah, tetapi juga menjadi ruang yang hidup dengan kegiatan keislaman. Kajian, pembelajaran Al-Qur’an, pendidikan anak-anak, pembinaan generasi muda, dan berbagai kegiatan sosial-keagamaan dapat tumbuh dari sebuah masjid yang dibangun dan dikelola dengan baik.

    Di balik pembangunan sebuah masjid terdapat amanah dan harapan yang besar. Setiap kontribusi yang diberikan untuk pembangunan tempat ibadah diharapkan dapat menjadi bagian dari amal jariyah yang manfaatnya terus dirasakan. Ketika masjid telah berdiri dan digunakan untuk berbagai amal kebaikan, insyaAllah manfaat dari pembangunan tersebut dapat terus mengalir.

    Capaian 20 persen pada pekan ke-6 juga menjadi pengingat bahwa pembangunan masih membutuhkan proses yang berkelanjutan. Dari tahap awal hingga masjid dapat digunakan sepenuhnya, setiap bagian membutuhkan dukungan dan perhatian agar seluruh rangkaian pembangunan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Masjid Nomor 134. Semoga setiap dukungan yang diberikan menjadi amal kebaikan yang diterima oleh Allah ﷻ dan menjadi sebab hadirnya manfaat yang luas bagi masyarakat.

    Semoga Allah ﷻ memberikan kemudahan dalam setiap tahapan pembangunan Masjid Nomor 134, memberikan kelancaran kepada seluruh pihak yang terlibat, serta menjadikan masjid ini kelak sebagai tempat yang dipenuhi ibadah, ilmu, Al-Qur’an, ukhuwah, dan berbagai amal kebaikan. Semoga pembangunan ini dapat terus berjalan hingga selesai dan memberikan manfaat bagi masyarakat untuk waktu yang panjang.

    Perkembangan Pembangunan:

    • Masjid: Nomor 134
    • Pekan: Ke-6
    • Progres: 20 persen

    #PembangunanMasjid #Masjid134 #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah #WakafMasjid #PembangunanMasjid #AmalJariyah #Masjid #Wakaf

  • Perkembangan Pembangunan Masjid Nomor 133 Memasuki Pekan ke-6, Progres Capai 30%

    Perkembangan Pembangunan Masjid Nomor 133 Memasuki Pekan ke-6, Progres Capai 30%

    PASAMAN BARAT, SUMATERA BARAT — Alhamdulillāh, pembangunan Masjid Al-Abbas bin Abdul Muthalib radhiyallāhu ‘anhu, masjid ke-133 dalam program pembangunan masjid Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Memasuki pekan ke-6, proses pembangunan telah mencapai 30 persen.

    Pembangunan masjid yang berlokasi di Desa Wonosari, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, merupakan bagian dari ikhtiar Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah dalam menghadirkan sarana ibadah yang layak dan bermanfaat bagi masyarakat. Kehadiran masjid diharapkan dapat menjadi tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan keislaman dan pembinaan masyarakat di wilayah tersebut.

    Sejak pembangunan dimulai, proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan tahapan konstruksi yang telah direncanakan. Dari pekan ke pekan, berbagai bagian bangunan terus dikerjakan sehingga bentuk dan struktur masjid semakin terlihat. Memasuki pekan keenam, capaian progres sebesar 30 persen menjadi salah satu tanda bahwa pembangunan terus berjalan sesuai tahapan yang ditargetkan.

    Perkembangan ini menjadi kabar baik bagi para pewakaf, donatur, dan seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam pembangunan Masjid Al-Abbas bin Abdul Muthalib radhiyallāhu ‘anhu. Setiap proses yang berlangsung di lapangan merupakan bagian dari amanah yang dipercayakan kepada Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah untuk menghadirkan fasilitas ibadah yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

    Masjid memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai tempat menunaikan salat, masjid juga menjadi tempat berlangsungnya kajian, pembelajaran Al-Qur’an, pembinaan generasi muda, serta berbagai kegiatan yang mendukung tumbuhnya kehidupan masyarakat yang lebih dekat dengan nilai-nilai Islam. Karena itu, pembangunan masjid bukan sekadar membangun sebuah bangunan, tetapi juga mempersiapkan ruang bagi tumbuhnya berbagai aktivitas kebaikan.

    Dengan capaian 30 persen pada pekan keenam, masih terdapat tahapan pembangunan yang harus diselesaikan hingga masjid ini dapat digunakan secara optimal. Proses tersebut membutuhkan kesinambungan dukungan, pengawasan, tenaga, serta pembiayaan agar pembangunan dapat terus berjalan hingga mencapai tahap akhir.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah senantiasa berupaya menjaga amanah dalam setiap proses pembangunan. Perkembangan proyek dipantau secara bertahap agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan program. Dokumentasi perkembangan dari setiap tahapan juga menjadi bagian penting dalam menyampaikan informasi kepada para donatur dan masyarakat.

    Pembangunan Masjid Al-Abbas bin Abdul Muthalib radhiyallāhu ‘anhu juga menjadi bagian dari rangkaian pembangunan masjid yang telah dilaksanakan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah di berbagai wilayah. Setiap masjid yang dibangun diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, baik sebagai tempat ibadah maupun sebagai pusat pembinaan keislaman.

    Capaian 30 persen pada pekan keenam menjadi langkah awal menuju selesainya pembangunan masjid ini. Masih panjang tahapan yang harus dilalui, namun setiap perkembangan yang terjadi merupakan bagian dari perjalanan menuju hadirnya sebuah masjid yang nantinya dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Wonosari dan sekitarnya.

    Semoga Allah ﷻ memberikan kemudahan dalam setiap tahapan pembangunan Masjid Al-Abbas bin Abdul Muthalib radhiyallāhu ‘anhu, memberikan keberkahan kepada seluruh pihak yang terlibat, serta menerima setiap kontribusi yang diberikan sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Semoga masjid ini kelak menjadi tempat yang dipenuhi salat, ilmu, Al-Qur’an, dan berbagai amal kebaikan bagi masyarakat.

    Perkembangan Pembangunan:

    • Masjid: Al-Abbas bin Abdul Muthalib radhiyallāhu ‘anhu
    • Nomor: 133
    • Lokasi: Desa Wonosari, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat
    • Pekan: Ke-6
    • Progres: 30%

    #PembangunanMasjid #Masjid133 #MasjidAlAbbas #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah #WakafMasjid #PembangunanMasjid #AmalJariyah #PasamanBarat #SumateraBarat

  • Dai Imam Maulid Harahap, S.Pd.I: Mengembangkan Dakwah, Pendidikan, dan Pembinaan Islam di Siak

    Dai Imam Maulid Harahap, S.Pd.I: Mengembangkan Dakwah, Pendidikan, dan Pembinaan Islam di Siak

    Dakwah yang dilakukan secara berkesinambungan tidak hanya menghadirkan kajian dan ceramah, tetapi juga dapat berkembang menjadi pembinaan masyarakat, pendidikan, penguatan generasi muda, serta pendirian berbagai lembaga yang memberikan manfaat dalam jangka panjang. Perjalanan dakwah Imam Maulid Harahap, S.Pd.I., menjadi salah satu gambaran bagaimana amanah dakwah dapat berkembang melalui proses yang panjang, konsisten, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

    Dai Imam Maulid Harahap, S.Pd.I. bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah sebagai dai pada tahun 1437 H / 2016 M. Ia ditempatkan di Desa Buantan Besar, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, untuk menjalankan amanah dakwah dan pembinaan masyarakat. Selama kurang lebih 11 tahun mengabdi bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah, ia terus menjalankan berbagai program dakwah sekaligus mengembangkan kegiatan pendidikan dan sosial di tengah masyarakat. Pada tahun yang sama, ia juga menyelesaikan pendidikan terakhirnya pada jenjang S1 di STAI As-Sunnah Deli Serdang.

    Dalam menjalankan tugas dakwah, Imam Maulid Harahap tidak hanya berfokus pada satu kelompok masyarakat. Program dakwahnya mencakup pembelajaran bagi remaja dan remaji, pembinaan masyarakat umum, kajian rutin dan dauroh, khutbah Jumat, pembelajaran anak-anak, serta dakwah melalui media sosial dan telepon seluler. Selain itu, ia juga menyampaikan ceramah di berbagai lembaga, radio, televisi, lembaga pemasyarakatan, serta kegiatan masyarakat seperti pernikahan. Kunjungan kepada tokoh masyarakat juga menjadi salah satu pendekatan yang dilakukan untuk membangun komunikasi dan memperluas hubungan dakwah.

    Seiring berjalannya waktu, penerimaan masyarakat terhadap dakwah yang dilakukan semakin berkembang. Amanah yang diberikan kepadanya juga semakin luas. Salah satu bentuk kepercayaan tersebut adalah perannya sebagai Pimpinan Yayasan As-Salamah Alkhairiyah – Siak, sebuah lembaga yang diarahkan untuk mengembangkan program di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Peran tersebut menunjukkan bahwa perjalanan dakwahnya tidak berhenti pada aktivitas penyampaian ilmu, tetapi berkembang menjadi upaya membangun lembaga yang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

    Dalam bidang kajian dan pembinaan masyarakat, Imam Maulid Harahap aktif menjadi khatib dan pemateri di berbagai wilayah. Kegiatan dakwahnya menjangkau Desa Buantan Besar, Desa Sabak Auh, Desa Sungai Apit, Sungai Pinang, Kampung Dayun, Benteng Hilir, hingga Sungai Pakning dan wilayah lainnya di Kabupaten Siak dan sekitarnya. Jangkauan tersebut memperlihatkan bahwa dakwah yang dilakukan telah berkembang melampaui satu lokasi tugas dan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.

    Selain berdakwah di masjid dan lingkungan masyarakat, ia juga mendapat kepercayaan untuk menjadi pemateri di Pondok Pesantren Abu Musa Al-Asy’ari Siak. Ia juga menjadi pemateri tetap bagi para guru di sejumlah lembaga pendidikan sekitar Siak. Pembinaan tersebut mencakup guru-guru di TK Al-Husna, TK Ar-Ruqoyyah Siak, SDIT Al-Husna, MI Imam Ahmad, TK Imam Ahmad, serta SDIT Abu Musa Al-Asy’ari Siak.

    Kegiatan pembinaan kepada para pendidik menjadi bagian penting dalam perjalanan dakwahnya. Para guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan pengetahuan generasi berikutnya. Dengan memberikan pembinaan kepada para pendidik, dakwah tidak hanya menjangkau peserta kajian secara langsung, tetapi juga berpotensi memberikan pengaruh melalui para guru yang setiap hari berinteraksi dengan anak-anak dan peserta didik.

    Jangkauan kajian yang dilakukan juga terus berkembang. Imam Maulid Harahap tercatat menjadi pemateri di 13 tempat yang meliputi masjid, mushalla, sekolah, dan yayasan di wilayah Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, dan sekitarnya. Di antara tempat tersebut adalah Masjid Imam Qurtuby, Masjid Imam Syafi’i, Masjid Ubay bin Ka’ab, Masjid Roudhatussalam Sungai Apit, Masjid Uwaisy Al-Qorni Sungai Apit, Mushalla Nurul Jihad, Mushalla Utsman bin Affan, Mushalla Muhammadiyah Pakning, TK Ar-Ruqoyyah, Sekolah Abu Musa Al-Asy’ari Siak, Sekolah Al-Furqon, Yayasan Al-Muhajirin Sabak Auh, dan SDIT Al-Husna.

    Salah satu capaian penting dalam perjalanan dakwah tersebut adalah berdirinya Yayasan As-Salamah – Siak, yang memiliki arah pengembangan pada bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Pendirian lembaga ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan wadah yang dapat mengelola berbagai kegiatan secara lebih terstruktur dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

    Dalam bidang pendidikan, salah satu hasil yang telah dikembangkan adalah berdirinya Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Husna dengan jumlah 47 siswa. Kehadiran lembaga pendidikan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dari pengembangan dakwah melalui jalur pendidikan. Selain pendidikan formal, didirikan pula Taman Kanak-Kanak dan TPA Al-Husna yang saat ini memberikan pembelajaran kepada lebih dari 40 anak.

    Pembinaan anak-anak juga dilakukan melalui TPA yang berada di masjid yang dikelola oleh Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah, dengan jumlah peserta lebih dari 40 anak. Keberadaan TPA tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini dan membangun kedekatan anak-anak dengan masjid serta pembelajaran agama.

    Selain pembinaan anak-anak, perhatian juga diberikan kepada kaum wanita dan orang tua melalui program pembelajaran bahasa Arab. Terdapat 8 kelompok pembelajaran bahasa Arab yang diikuti oleh sekitar 55 peserta. Program ini menjadi bagian dari pengembangan pendidikan masyarakat, khususnya dalam memberikan sarana untuk meningkatkan kemampuan memahami bahasa Arab yang berkaitan dengan pembelajaran keislaman.

    Dalam pembinaan Al-Qur’an, terdapat 15 orang yang telah menghafal Al-Qur’an dengan tingkatan hafalan yang beragam, mulai dari 1 juz, 2 juz, hingga 5 juz. Capaian tersebut menjadi bagian dari buah pembinaan yang dilakukan secara bertahap. Setiap tambahan hafalan merupakan langkah dalam membangun generasi yang lebih dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki semangat untuk terus meningkatkan kemampuan mereka.

    Pengembangan dakwah juga diarahkan pada aspek kemandirian lembaga. Salah satu ikhtiar yang telah dilakukan adalah membangun unit usaha produktif, di antaranya usaha sawit, jual beli mobil, dan pupuk. Pengembangan usaha tersebut diarahkan untuk mendukung kemandirian finansial dakwah yayasan sehingga berbagai program pendidikan, sosial, dan dakwah dapat memiliki sumber daya yang lebih kuat untuk terus berjalan.

    Perjalanan Imam Maulid Harahap, S.Pd.I. di Siak menunjukkan bahwa dakwah dapat berkembang dari penyampaian ilmu menjadi pembinaan masyarakat yang lebih luas. Kajian, khutbah, pendidikan anak, pembinaan guru, pembelajaran bahasa Arab, pengembangan lembaga pendidikan, pembinaan Al-Qur’an, hingga penguatan kemandirian ekonomi merupakan rangkaian aktivitas yang saling mendukung dalam membangun ekosistem dakwah.

    Bagi Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah, perjalanan para dai di berbagai wilayah merupakan bagian dari amanah untuk menghadirkan pembinaan Islam secara berkelanjutan. Keberadaan dai di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menghadirkan kajian dalam waktu tertentu, tetapi juga membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat sehingga lahir berbagai kegiatan pendidikan, sosial, dan dakwah yang dapat terus berkembang.

    Semoga Allah ﷻ memberikan keberkahan dan keistiqamahan kepada Dai Imam Maulid Harahap, S.Pd.I. dalam menjalankan amanah dakwah. Semoga setiap kajian yang disampaikan, setiap anak yang dibimbing, setiap guru yang mendapatkan pembinaan, setiap ayat yang dihafalkan, serta setiap lembaga yang dibangun menjadi bagian dari amal jariyah yang terus memberikan manfaat.

    Semoga seluruh ikhtiar dakwah di Kabupaten Siak dan wilayah sekitarnya terus berkembang, memberikan manfaat kepada masyarakat, dan melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an serta memiliki pemahaman Islam yang baik. Semoga Allah ﷻ juga membalas kebaikan seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan dakwah ini dan menjadikan setiap kontribusi sebagai amal yang diterima di sisi-Nya.