Author: admin

  • Profil Dai Abdurrahman Ritonga, S.Pd

    Profil Dai Abdurrahman Ritonga, S.Pd

    Kabupaten Asahan, Sumatera Utara – Di tengah dinamika kehidupan modern, seorang dai muda bernama Abdurrahman Ritonga, S.Pd, hadir membawa angin segar dalam dunia dakwah. Bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah sejak tahun 1446 H / 2024 M, beliau telah menjadi salah satu pilar utama dalam menyebarkan cahaya Islam, khususnya di Masjid Usamah bin Zaid, Padang Bungur, Kecamatan Rawang Panca Arga.

    Menggerakkan Dakwah di Masyarakat

    Tidak hanya menyampaikan ceramah, Ustaz Abdurrahman aktif dalam berbagai program dakwah yang menyentuh semua kalangan. Program yang ia jalankan mencakup:

    1. Pembelajaran agama kepada remaja dan masyarakat umum.
    2. Kajian rutin serta dauroh untuk meningkatkan pemahaman Islam.
    3. Khutbah Jumat yang selalu dinanti oleh jamaah.
    4. Pendidikan agama bagi anak-anak guna membangun generasi Qur’ani.
    5. Dakwah melalui media sosial untuk menjangkau audiens lebih luas.
    6. Ceramah di berbagai lembaga, radio, TV, hingga penjara dan acara pernikahan.
    7. Kunjungan kepada para tokoh masyarakat untuk mempererat ukhuwah Islamiyah.

    Penerimaan Masyarakat dan Peran Strategis

    Dalam satu tahun terakhir, dai muda ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Keaktifannya telah menjadikannya:

    • Pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid Usamah bin Zaid.
    • Pengajar di Pondok Pesantren Qurrota A’yun dengan 33 santri.
    • Pengajar di Rumah Qur’an Zahroh Kisaran dengan 80 santri.

    Keberhasilan Dakwah yang Menginspirasi

    Keberhasilan dalam berdakwah bukan hanya diukur dari jumlah ceramah, tetapi juga dari dampaknya. Beberapa pencapaian yang berhasil diraih antara lain:

    • Mendirikan halaqah tahfiz Al-Qur’an di masjid dengan 15 santri.
    • Jadwal khutbah Jumat yang rutin 2 kali dalam sebulan.
    • Menyampaikan total 1.154 ceramah dan khutbah.
    • Meningkatkan jumlah jamaah tetap hingga 300 orang.

    Dengan semangat dan dedikasi tinggi, Ustaz Abdurrahman Ritonga terus berusaha memperluas cakupan dakwahnya. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang tercerahkan dan lebih dekat dengan ajaran Islam. Sosoknya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk turut berkontribusi dalam syiar agama. Semoga dakwah ini terus berkembang dan membawa berkah bagi umat.

  • Profil dan Perkembangan Dakwah Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos

    Profil dan Perkembangan Dakwah Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos

    Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos telah berkiprah dalam dunia dakwah sejak bergabung dengan Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah pada tahun 1446 H / 2024 M. Saat ini, beliau bertugas sebagai dai di Masjid Umar bin Khattab, masjid ke-6 yang berada di Kuala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

    Sebagai lulusan S1 STAI As-Sunnah tahun 2024, Dai Raihan membawa semangat dakwah yang kuat dengan pendekatan yang luas dan beragam untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

    Dalam menjalankan tugasnya, beliau aktif mengembangkan berbagai program dakwah yang mencakup berbagai kelompok usia dan kalangan masyarakat, antara lain:

    📌 Pembelajaran bagi Remaja & Remaji
    📌 Kajian Islam untuk Masyarakat Umum
    📌 Ceramah Umum & Kajian Rutin
    📌 Khutbah Jumat
    📌 Pembelajaran Islam bagi Anak-Anak
    📌 Dakwah melalui Media Sosial & HP
    📌 Ceramah di Lembaga, Radio, TV, Penjara, dan Acara Pernikahan
    📌 Kunjungan kepada Tokoh Masyarakat & Pembesar Kaum

    Dalam perjalanan dakwahnya, Dai Raihan telah mendapatkan penerimaan yang baik dari masyarakat. Peran aktifnya meliputi:

    ✅ Pemateri, Khatib, dan Imam Tetap di Masjid Umar bin Khattab.
    ✅ Pemateri Dakwah di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kuala Air Hitam.
    ✅ Partisipan dalam Kegiatan Keagamaan di Sekolah Dasar (SD) Kuala Air Hitam.

    Komitmen dan kerja keras beliau dalam menyebarkan dakwah Islam telah membuahkan berbagai hasil yang signifikan:

    ✨ Mendirikan Halaqah Tahfiz Al-Qur’an dengan 15 murid laki-laki dan perempuan.
    ✨ Membuka Kelas Bahasa Arab dengan 2 murid yang aktif belajar.
    ✨ Total 426 sesi ceramah dan khutbah telah beliau sampaikan.
    ✨ Jumlah total jamaah yang telah mengikuti dakwahnya mencapai 873 orang.

    Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dakwah yang dilakukan Dai Raihan Robbani Hidayat tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan terus mengembangkan metode dakwah yang efektif dan menjangkau lebih banyak kalangan, beliau berharap dapat terus memberikan kontribusi dalam menyebarkan ilmu dan nilai-nilai Islam di tengah umat.

    Semoga Allah memberkahi perjuangan beliau dalam dakwah ini. Aamiin.

  • Pelatihan Action Research untuk Dosen STAI As-Sunnah: Mengoptimalkan Pendekatan Asset-Based Participatory Action Research dan Service Learning

    Pelatihan Action Research untuk Dosen STAI As-Sunnah: Mengoptimalkan Pendekatan Asset-Based Participatory Action Research dan Service Learning

    Deli Serdang, Lembaga Pelatihan Al-Ilmi bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAI As-Sunnah sukses menggelar Pelatihan Action Research bagi Dosen dengan pendekatan Asset-Based Participatory Action Research dan Service Learning. Acara ini berlangsung di ruang workshop Yayasan Ar-Risalah Alkhairiyah dan menghadirkan Bapak Slamet Riyadi, M.A. sebagai pemateri utama.

    Dalam sesi pelatihan, beliau menjelaskan bagaimana Pendekatan Participatory Action Research (PAR) dapat membantu dosen dalam mengembangkan penelitian yang berorientasi pada pemberdayaan komunitas. Selain itu, pendekatan Service Learning juga diperkenalkan sebagai strategi efektif untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan pengabdian kepada masyarakat.

    “Melalui metode ini, dosen tidak hanya melakukan penelitian tetapi juga berkontribusi langsung dalam memberdayakan komunitas. Pendekatan ini akan meningkatkan relevansi penelitian dengan kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Bapak Slamet Riyadi, M.A.

    Pelatihan ini berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi, studi kasus, dan simulasi penelitian berbasis komunitas. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk merancang proposal penelitian berbasis PAR dan Service Learning, yang nantinya dapat diimplementasikan dalam kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat.

    Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAI As-Sunnah menyampaikan harapannya agar pelatihan ini menjadi langkah awal bagi dosen untuk lebih aktif dalam penelitian yang berdampak luas. “Kami berharap para dosen dapat mengembangkan penelitian yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

    Acara ditutup dengan diskusi foto bersama dan harapan agar ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

  • Pelatihan Action Research dengan Pendekatan Asset-Based Community Development dan Community-Based Research Sukses Diselenggarakan

    Pelatihan Action Research dengan Pendekatan Asset-Based Community Development dan Community-Based Research Sukses Diselenggarakan

    Deli Serdang, Lembaga Pelatihan Al-Ilmi, bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAI As-Sunnah Deli Serdang, sukses menggelar pelatihan bertajuk “Action Research dengan Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan Community-Based Research (CBR)”. Acara ini dilaksanakan di ruang workshop Yayasan Ar-Risalah Alkhairiyah dan dihadiri oleh para akademisi, peneliti, serta praktisi pengabdian masyarakat.

    Pelatihan ini menghadirkan Bapak Slamet Riyadi, M.A., seorang ahli dalam penelitian berbasis komunitas, sebagai pemateri utama. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya metode Action Research dalam meningkatkan efektivitas penelitian dan pemberdayaan masyarakat. “Pendekatan ABCD dan CBR membantu kita menggali serta memanfaatkan potensi lokal untuk menghasilkan solusi yang lebih berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat,” ujar beliau.

    Peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana melakukan penelitian berbasis komunitas secara partisipatif, termasuk teknik pemetaan aset, keterlibatan masyarakat, serta strategi implementasi hasil penelitian dalam pengabdian kepada masyarakat. Sesi interaktif dalam pelatihan ini memungkinkan peserta untuk berdiskusi langsung dengan pemateri dan berbagi pengalaman di lapangan.

    Direktur Lembaga Pelatihan Al-Ilmi Bapak Hasan Hamzah Lubis, M.Sos. menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan berharap pelatihan ini menjadi langkah awal dalam mendorong lebih banyak penelitian yang berkontribusi nyata bagi masyarakat. “Kami berharap setelah pelatihan ini, para peserta dapat menerapkan konsep ABCD dan CBR dalam proyek penelitian mereka, sehingga hasilnya benar-benar memberi dampak yang positif,” katanya.

    Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama, dengan harapan bahwa ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat menjadi bekal berharga dalam pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat ke depannya.

  • Pelatihan “Fawaidul Quran” Sukses Digelar, Para Dai Dapatkan Kunci Dakwah yang Lebih Menyentuh Hati

    Pelatihan “Fawaidul Quran” Sukses Digelar, Para Dai Dapatkan Kunci Dakwah yang Lebih Menyentuh Hati

    Deli Serdang, 12 Februari 2025 – Bagaimana membuat dakwah lebih menyentuh dan membekas di hati umat? Pertanyaan inilah yang dijawab dalam pelatihan bertajuk “Fawaidul Quran: Menggali Hikmah Tersembunyi dalam Al-Quran untuk Meningkatkan Kualitas Dakwah”, yang sukses digelar oleh Lembaga Pelatihan Al-Ilmi di bawah naungan Yayasan Ar-Risalah Alkhairiyah.

    Acara yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom ini menarik perhatian para dai dari berbagai daerah. Mereka datang dengan satu tujuan: mempelajari cara menggali hikmah Al-Quran agar dakwah lebih hidup, bermakna, dan menggugah hati masyarakat.

    Membuka Pintu Hikmah: Dakwah yang Lebih Berdaya

    Pelatihan ini menghadirkan Ustaz Irham Dongoran, M.Ag., seorang ahli tafsir dan dakwah yang sudah berpengalaman. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa seorang dai bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi juga harus mampu membawa pesan Al-Quran dengan cara yang menggugah dan membangun kesadaran umat.

    “Al-Quran adalah petunjuk bagi manusia, namun tanpa pemahaman yang mendalam, pesannya bisa terasa jauh. Seorang dai harus mampu mengungkap hikmah-hikmah tersembunyi dalam Al-Quran agar pesan Islam lebih hidup dan membumi di hati masyarakat,” jelasnya.

    Menggali Makna, Menyampaikan dengan Gaya

    Pelatihan ini membahas berbagai teknik agar dakwah lebih efektif, di antaranya:

    📖 Tadabbur Al-Quran – Memahami ayat dengan lebih mendalam untuk menemukan makna yang relevan dengan kehidupan.
    🕌 Strategi Dakwah Kontekstual – Cara menghubungkan pesan Al-Quran dengan realitas umat saat ini.
    🎤 Seni Berbicara yang Menggugah – Teknik menyampaikan dakwah dengan bahasa yang inspiratif, membangkitkan kesadaran, dan menyentuh emosi.

    Tak hanya mendengarkan materi, peserta juga aktif dalam sesi diskusi interaktif, berbagi pengalaman, dan bertanya langsung kepada pemateri tentang tantangan yang mereka hadapi dalam berdakwah.

    Acara ditutup dengan sesi foto bersama, menandai semangat baru para dai dalam menyebarkan Islam dengan lebih bermakna. Dengan ilmu yang didapat, mereka siap menjadi penyampai risalah yang lebih inspiratif, membimbing umat dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan.

    Semoga ilmu ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya hingga akhirat. Aamiin.

  • Masjid Haritsah bin Nu’man Dibangun di Asahan, Warga Segera Nikmati Rumah Ibadah yang Nyaman

    Masjid Haritsah bin Nu’man Dibangun di Asahan, Warga Segera Nikmati Rumah Ibadah yang Nyaman

    Asahan, Sumatra Utara – Kabar gembira bagi masyarakat Desa Binjai Serbangan, Kecamatan Airjoman, Kabupaten Asahan! Sebuah masjid baru tengah dibangun untuk memenuhi kebutuhan ibadah warga yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh ke masjid terdekat.

    Masjid yang diberi nama Masjid Haritsah bin Nu’man ini merupakan masjid ke-125 yang dibangun oleh Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah. Dengan ukuran 10 meter x 10 meter serta fasilitas tempat wudhu 3 meter x 4 meter, masjid ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 180 jamaah. Tidak hanya menjadi tempat shalat lima waktu, masjid ini juga akan difungsikan sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an dan ilmu keislaman bagi masyarakat sekitar.

    Saat ini, pembangunan Masjid Haritsah bin Nu’man telah memasuki minggu kelima dengan progres mencapai 57%. Pembangunan terus berlangsung dengan penuh semangat, didukung oleh masyarakat dan para dermawan yang turut menyisihkan rezekinya demi berdirinya rumah ibadah ini.

    Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah sendiri telah banyak membangun masjid di berbagai wilayah di Pulau Sumatra, sebagai bagian dari upaya memperluas syiar Islam dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

    Mari Jadi Bagian dari Amal Jariyah Ini!

    Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
    “Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan bangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Bukhari & Muslim)

    Setiap kontribusi, sekecil apa pun, akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga hari kiamat. Mari bersama-sama mewujudkan masjid ini menjadi tempat ibadah yang nyaman dan bermanfaat bagi umat Islam di Desa Binjai Serbangan.

    Semoga pembangunan Masjid Haritsah bin Nu’man dapat berjalan lancar hingga selesai, dan menjadi pusat dakwah serta ibadah yang membawa keberkahan bagi kita semua. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.

  • Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah Bangun Masjid ke-124 di Lampung Utara, Progres Capai 62%

    Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah Bangun Masjid ke-124 di Lampung Utara, Progres Capai 62%

    Lampung Utara – Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah terus berkomitmen dalam membangun sarana ibadah bagi umat Islam. Salah satu proyek terbaru yang sedang berlangsung adalah pembangunan Masjid Zaid bin Haritsah di Kelurahan Rejo Sari, Kecamatan Kota Bumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.

    Pembangunan masjid ini merupakan bagian dari upaya yayasan dalam menyediakan tempat ibadah yang layak bagi masyarakat. Masjid ini dibangun atas permintaan warga setempat yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses ke masjid karena jarak yang cukup jauh.

    Saat ini, proyek pembangunan telah memasuki minggu ke enam dengan capaian progres 62%. Masjid ini dirancang dengan luas bangunan utama 13 meter x 13 meter, serta dilengkapi fasilitas tempat wudhu berukuran 5 meter x 4 meter. Setelah selesai, masjid ini diperkirakan dapat menampung sekitar 180 jamaah. Selain digunakan untuk shalat lima waktu, masjid ini juga akan difungsikan sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an dan ilmu agama bagi masyarakat sekitar.

    Dengan dukungan dari para donatur dan masyarakat, pembangunan masjid terus berjalan sesuai rencana. Pihak yayasan berharap masjid ini dapat segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi warga sekitar.

    Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah mengajak umat Islam untuk turut serta dalam pembangunan masjid ini. Partisipasi dari kaum Muslimin, baik berupa donasi material maupun finansial, diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek ini.

    Rasulullah ﷺ bersabda:
    “Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan bangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Bukhari & Muslim)

    Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi, Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah membuka kesempatan donasi dengan harapan bahwa setiap bantuan yang diberikan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

    Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, diharapkan Masjid Zaid bin Haritsah dapat segera digunakan sebagai pusat ibadah dan pendidikan Islam bagi masyarakat Lampung Utara.

  • Belajar Agama dengan Sistematis : Pertemuan Ketiga / Part 1

    Belajar Agama dengan Sistematis : Pertemuan Ketiga / Part 1

    Pada tanggal 26 Januari 2025, Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah sukses mengadakan kegiatan “Belajar Agama dengan Sistematis” yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman agama di kalangan pelajar SMA di sekitar wilayah Medan dan Deli Serdang. Acara ini berlangsung di Workshop Gedung Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah, lantai 3, dan diikuti oleh 63 peserta dari 17 sekolah.

    Kegiatan ini terdiri dari dua sesi utama, dengan pembahasan materi yang sangat relevan bagi pelajar. Sesi pertama menghadirkan Ustadz Taufik Hidayat, M.Sos., yang menyampaikan materi Fikih Puasa. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hukum-hukum puasa, tata cara yang benar, serta berbagai aspek penting terkait ibadah puasa dalam Islam. Ustadz Taufik menjelaskan dengan rinci tentang syarat-syarat, rukun, dan hal-hal yang membatalkan puasa, serta memberikan wawasan tentang hikmah di balik ibadah puasa.

    Pada sesi kedua, Ustadz Miswal Kiram Saragih, S.Pd.I., membawakan tema yang tidak kalah penting, yaitu “Tauhid Mengenal Islam dengan Dalil-Dalil”. Dalam sesi ini, Ustadz Miswal mengajak peserta untuk lebih memahami konsep tauhid sebagai pokok ajaran dalam Islam, yang meliputi pemahaman tentang keesaan Allah dan dalil-dalil yang mendasarinya. Beliau menyampaikan secara sistematis dan jelas tentang bagaimana cara mengenal Allah dengan berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadis, serta bagaimana tauhid diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan. Mereka sangat aktif dalam bertanya dan berdiskusi, serta menunjukkan keinginan besar untuk memperdalam pengetahuan agama mereka. Melalui acara ini, diharapkan para pelajar tidak hanya memperoleh wawasan baru tentang agama, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan mereka sehari-hari, baik di sekolah maupun di masyarakat.

    Dengan adanya kegiatan ini, semoga para pelajar dapat lebih memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta menjadi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat dalam nilai-nilai spiritual dan moral. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak generasi muda yang berkualitas dan memiliki pemahaman agama yang mendalam, untuk menghadapi tantangan zaman dengan landasan yang kokoh.

     

  • Peresmian Wakaf  Sumur : Menyediakan Akses Air Bersih untuk Masyarakat Langkat

    Peresmian Wakaf Sumur : Menyediakan Akses Air Bersih untuk Masyarakat Langkat

    Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur, Yayasan Arrisalah Alkhairiyah telah meresmikan 2 unit sumur bor wakaf yang akan memberikan akses air bersih bagi masyarakat Kabupaten Langkat. Ini adalah langkah nyata dalam menjawab tantangan kebutuhan air bersih yang dihadapi banyak daerah di Indonesia.

    Sumur Wakaf Nomor 2930 dan 2931 kini telah siap digunakan, menjadi solusi bagi ribuan keluarga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih dengan mudah. Dengan adanya sumur bor ini, masyarakat dapat menikmati air yang lebih sehat dan aman, meningkatkan kualitas hidup mereka setiap harinya.

    Mengapa Program Wakaf Sumur Ini Begitu Berarti?

    Kita semua tahu bahwa air adalah kebutuhan dasar yang sangat vital. Tanpa air bersih, berbagai masalah kesehatan dapat muncul, dan kehidupan sehari-hari pun menjadi lebih sulit. Program wakaf sumur bor ini memberikan harapan baru, mengurangi beban masyarakat yang sebelumnya harus berjalan jauh atau bergantung pada air yang tidak layak pakai.

    Apa yang Membuat Proyek Ini Begitu Istimewa?

    Wakaf ini bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk masa depan. Setiap kontribusi yang diberikan akan memberikan dampak jangka panjang, bukan hanya untuk satu atau dua orang, tetapi untuk banyak keluarga yang merasakan manfaatnya setiap hari. Dengan setiap tetes air yang mengalir, pahala Anda juga akan terus mengalir tanpa henti.

    Bagaimana Anda Bisa Berkontribusi?

    • Berwakaf sekarang, jadikan setiap donasi Anda sebagai amal yang terus memberikan manfaat.
    • Sebarkan informasi ini agar semakin banyak saudara kita yang dapat merasakan kebaikan ini.
    • Berdoa untuk kelancaran proyek ini, agar lebih banyak sumur bor dapat dibangun di masa depan.

    Mari kita bersama-sama mengubah kehidupan lebih banyak orang melalui wakaf. Setiap tetes air yang Anda sumbangkan adalah berkat yang tak ternilai harganya.

    🌟 Jadilah bagian dari perubahan, mari berwakaf dan berbagi kebaikan untuk sesama. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut atau untuk ikut serta dalam program ini!

    🕌 Yayasan Arrisalah Alkhairiyah – Kebaikan Anda, Kehidupan Mereka.

  • Profil Dai Vedran Gilang Wahyu Haris, S.Sos

    Profil Dai Vedran Gilang Wahyu Haris, S.Sos

    Dai Vedran Gilang Wahyu Haris, S.Sos, bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah sebagai dai pada tahun 1446 H / 2024 M. Saat ini, beliau bertugas di Masjid Jami’ Darul Hadist, yang berlokasi di Bukik Sikumpa, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

    Dalam perjalanan dakwahnya, beliau telah bekerja selama kurang lebih 1 tahun di Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah. Pendidikan terakhir yang diselesaikan adalah S1 di STAI As-Sunnah pada tahun 2024.

    Dai Vedran aktif dalam berbagai kegiatan dakwah yang mencakup berbagai lapisan masyarakat, antara lain:

    Pembelajaran Remaja

    Mengajarkan ilmu agama kepada generasi muda agar memiliki pemahaman Islam yang benar.

    Pembelajaran Kepada Masyarakat Umum

    Mengadakan kajian keislaman yang terbuka untuk seluruh kalangan masyarakat.

    Ceramah Umum

    Mengisi kajian rutin masyarakat dan dauroh untuk meningkatkan ilmu keislaman.

    Khutbah Jumat

    Bertugas sebagai khatib Jumat di berbagai masjid di wilayah tugasnya.

    Pembelajaran Kepada Anak-Anak

    Mendidik anak-anak dalam ilmu agama, termasuk hafalan Al-Qur’an dan hadist.

    Dakwah Melalui Media Sosial dan HP

    Menyampaikan dakwah melalui platform WhatsApp, Instagram, dan media sosial lainnya.

    Ceramah Umum di Berbagai Lembaga

    Mengisi ceramah di berbagai tempat seperti lembaga pendidikan, radio, televisi, penjara, dan acara pernikahan.

    Kunjungan kepada Pembesar Kaum (Masyarakat)

    Silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama untuk mempererat ukhuwah Islamiyah.

    Dalam perjalanannya sebagai dai, masyarakat mulai menerima dan menghargai peran beliau, sehingga saat ini beliau telah dipercaya sebagai:

    Pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid Yayasan Ar Risalah “Darul Hadist” di Kabupaten Lima Puluh Kota.
    Pemateri di Ma’had Darul Hadist, Kabupaten Lima Puluh Kota.
    Pemateri di Masjid Mukhlisin, Kabupaten Lima Puluh Kota.

    Sejak aktif berdakwah, Dai Vedran Gilang Wahyu Haris telah mencapai berbagai keberhasilan, antara lain:

    Halaqoh Quran

    • Memiliki 10 peserta putra yang rutin mengikuti pembelajaran Al-Qur’an.
    • Halaqoh Hadist
    • Memiliki 42 peserta putra yang belajar hadist secara intensif.
    • Halaqoh Bahasa Arab
    • Memiliki 42 peserta putra yang aktif belajar bahasa Arab.
    • Hafalan Al-Qur’an
    • 7 orang telah menyelesaikan hafalan 1 Juz.
    • 4 orang telah menyelesaikan hafalan 2 Juz.
    • Hafalan Hadist
    • 5 orang telah menyelesaikan hafalan 100 hadist.
    • Jumlah Ceramah dan Khutbah
    • Telah menyampaikan 665 kali ceramah dan khutbah.
    • Jumlah Jama’ah
    • Jumlah jama’ah yang mengikuti kajian mencapai 500 orang.
    • Dakwah Melalui Media Sosial
    • Sebanyak 772 orang mengikuti dakwahnya melalui grup WhatsApp dan Instagram.

    Dai Vedran Gilang Wahyu Haris, S.Sos, telah memberikan kontribusi besar dalam menyebarkan dakwah Islam di Kabupaten Lima Puluh Kota. Dengan program yang menyentuh berbagai kalangan, serta penerimaan masyarakat yang semakin luas, beliau terus berupaya memberikan manfaat bagi umat melalui ceramah, pembelajaran, dan bimbingan agama, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

    Dakwah beliau telah menghasilkan peningkatan dalam pendidikan agama bagi masyarakat, terbukti dengan bertambahnya jumlah santri yang menghafal Al-Qur’an dan hadist, serta meningkatnya jumlah jama’ah yang mengikuti kajian.