SERDANG BEDAGAI, SUMATERA UTARA — Dakwah membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan kesinambungan. Kehadiran seorang dai di tengah masyarakat bukan hanya tentang menyampaikan ceramah, tetapi juga tentang membangun kedekatan, memberikan pembinaan, mendampingi proses belajar, serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dai yang telah menjalankan amanah tersebut adalah Novrizal, S.Pd., dai Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah yang bertugas di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
Dai Novrizal, S.Pd. bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah sebagai dai pada 1438 H/2017 M. Sejak saat itu, ia menjalankan tugas dakwah di Jalan Kuburan Cina Pulau Kecik, Dusun III, Desa Pematang Sijonam, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Dengan pengalaman sekitar satu dekade bersama yayasan, perjalanan dakwahnya menjadi bagian dari upaya pembinaan masyarakat dan penguatan kegiatan keislaman di wilayah tersebut.
Dalam bidang pendidikan, Dai Novrizal menyelesaikan pendidikan S1 di STAI As-Sunnah Deli Serdang, Sumatera Utara, pada tahun 2017. Bekal pendidikan tersebut menjadi salah satu modal dalam menjalankan berbagai aktivitas dakwah dan pembelajaran di tengah masyarakat. Ilmu yang diperoleh tidak hanya disampaikan dalam bentuk kajian, tetapi juga diterapkan melalui pembinaan Al-Qur’an, khutbah, pengajaran kepada anak-anak dan remaja, serta pendampingan berbagai kelompok masyarakat.
Aktivitas dakwah yang dijalankan mencakup berbagai lapisan masyarakat. Di antaranya adalah pembelajaran kepada remaja dan remaji, pembelajaran kepada masyarakat umum, kajian rutin dan dauroh, khutbah Jumat, serta pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak. Selain dakwah secara langsung, Dai Novrizal juga memanfaatkan media sosial dan telepon seluler sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan keislaman. Aktivitas dakwah juga dilakukan melalui lembaga pendidikan, radio, televisi, lembaga pemasyarakatan, kegiatan pernikahan, serta kunjungan dan silaturahmi kepada tokoh masyarakat.
Perjalanan dakwah di Kabupaten Serdang Bedagai juga memperlihatkan adanya kepercayaan masyarakat terhadap kiprahnya. Dai Novrizal dipercaya sebagai pemateri, khatib, dan imam rawatib di Masjid Nomor 42, salah satu masjid yang berada di bawah binaan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah di Desa Pematang Sijonam, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Peran tersebut memberikan ruang baginya untuk terlibat secara lebih dekat dalam pembinaan jamaah dan kegiatan keislaman masyarakat.
Selain menjalankan aktivitas di masjid, Dai Novrizal turut berperan dalam berbagai lembaga pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an. Ia menjadi pemateri di Rumah Qur’an Ummu Salamah dan Pusat Tahfiz Al-Qur’an Nur Mu’minah di wilayah Serdang Bedagai. Ia juga menjadi pemateri di Pondok Tahfidz Al-Qur’an Khairunnujum, Kecamatan Perbaungan, serta di Madrasah Tsanawiyah Darul Arifin, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.
Kegiatan pembinaan juga dilakukan di Pusat Tahfiz Al-Qur’an Imam Bukhari dan Pondok Pesantren Usamah bin Zaid Melati di wilayah Serdang Bedagai. Di pondok pesantren tersebut, Dai Novrizal menjalankan peran sebagai pemateri sekaligus khatib. Ia juga dipercaya mengisi khutbah di Masjid Al-Mukhlisin Tualang di wilayah Perbaungan serta Masjid Al-Ikhlas Kampung Besar, Kecamatan Pantai Cermin. Di bidang pendidikan Al-Qur’an, ia turut menjadi pemateri dalam Halaqah Al-Qur’an di SD Negeri Lama, wilayah Pematang Sijonam, Serdang Bedagai.
Salah satu bagian penting dari perjalanan dakwah Dai Novrizal adalah perhatian terhadap pembinaan Al-Qur’an. Ia telah mendirikan Markaz Tahfiz Al-Qur’an Ummu Salamah di wilayah Serdang Bedagai. Pada tahun 1447 H, markaz tersebut memiliki 16 orang siswa dan 10 orang ummahat. Kehadiran markaz ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya menghadirkan sarana pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat, khususnya dalam membangun generasi yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an.
Dalam proses pembinaan hafalan, Dai Novrizal telah membimbing sekitar 220 orang dalam menghafal Al-Qur’an pada tingkat satu juz, dua juz, dan tiga juz. Angka tersebut menggambarkan proses pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan. Pembelajaran hafalan Al-Qur’an bukan hanya membutuhkan penyampaian materi, tetapi juga pendampingan, pengulangan, evaluasi, serta motivasi agar para peserta mampu mempertahankan hafalan yang telah dipelajari.
Sepanjang perjalanan dakwahnya, Dai Novrizal juga telah menyampaikan sekitar 5.000 kali ceramah dan khutbah. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari kontribusinya dalam menyampaikan ilmu dan mengingatkan masyarakat kepada kebaikan. Di tengah berbagai kegiatan tersebut, sekitar 250 jamaah telah mendapatkan pembinaan di wilayah Serdang Bedagai. Selain itu, melalui dakwah yang dijalankannya, terdapat 30 orang awam yang mengenal Islam dan sunnah.
Perjalanan Dai Novrizal menunjukkan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari lahirnya ruang-ruang pembinaan yang terus berjalan di tengah masyarakat. Masjid, rumah Qur’an, pusat tahfiz, madrasah, dan pondok pesantren menjadi tempat yang saling melengkapi dalam membangun kehidupan keislaman. Melalui peran dai yang konsisten, proses pembelajaran dapat terus berlangsung dan menjangkau berbagai kelompok usia.
Dakwah juga membutuhkan kesinambungan. Pembinaan masyarakat tidak cukup dilakukan dalam satu atau dua kegiatan, tetapi membutuhkan kehadiran yang terus menerus, komunikasi yang baik, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman Dai Novrizal selama menjalankan amanah dakwah di Serdang Bedagai menjadi bagian dari proses panjang tersebut.
Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berupaya mendukung pengutusan dan pembinaan para dai agar dakwah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah. Kehadiran para dai di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat pembelajaran agama, pembinaan Al-Qur’an, pendidikan generasi muda, serta berbagai kegiatan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Semoga Allah ﷻ memberikan keberkahan kepada setiap usaha yang telah dilakukan Dai Novrizal, S.Pd. dalam menjalankan amanah dakwah. Semoga ilmu yang disampaikan, Al-Qur’an yang diajarkan, khutbah yang disampaikan, serta setiap langkah pembinaan yang dilakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Semoga Allah ﷻ memberikan keistiqamahan dalam berdakwah dan menjadikan setiap upaya tersebut sebagai sebab hadirnya kebaikan yang lebih luas bagi masyarakat Serdang Bedagai dan sekitarnya.




Leave a Reply