Category: Menyiapkan Da’i

  • Dai Sahrizal Abu Muhammad: 16 Tahun Mengabdi dalam Dakwah, Membina Masyarakat dan Melahirkan Generasi Qur’ani di Aceh

    Dai Sahrizal Abu Muhammad: 16 Tahun Mengabdi dalam Dakwah, Membina Masyarakat dan Melahirkan Generasi Qur’ani di Aceh

    Subulussalam, Aceh – Dakwah merupakan amanah mulia yang membutuhkan kesabaran, keistiqamahan, dan pengorbanan dalam menyampaikan ilmu agama kepada masyarakat. Salah satu sosok da’i yang telah lama mengabdikan dirinya dalam jalan dakwah bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah adalah Dai Sahrizal Abu Muhammad.

    Beliau bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah sejak tahun 1432 H / 2011 M dan telah menjalankan amanah dakwah selama kurang lebih 16 tahun. Dalam perjalanan dakwahnya, beliau ditempatkan di Desa Dusun Bahagia, Desa Belegen Mulia, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, untuk membimbing dan membina masyarakat dalam memahami serta mengamalkan ajaran Islam.

    Dai Sahrizal Abu Muhammad menyelesaikan pendidikan terakhirnya pada Diploma Sirojul Mukhlasin pada tahun 2008. Dengan bekal ilmu yang dimiliki, beliau terus berusaha memberikan kontribusi dalam menyebarkan dakwah Islam melalui berbagai program pembinaan masyarakat, pendidikan Al-Qur’an, serta kegiatan keagamaan di berbagai tempat.

    Selama menjalankan tugas dakwah, berbagai program telah beliau laksanakan di tengah masyarakat. Di antaranya adalah menyampaikan khutbah Jumat, memberikan ceramah umum dan kajian tematik, melaksanakan pembelajaran rutin kepada masyarakat, membina remaja putra dan putri, mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak, berdakwah melalui media sosial, mengisi kajian di berbagai lembaga, serta melakukan kunjungan dan pendekatan kepada tokoh masyarakat.

    Perjalanan dakwah yang panjang tersebut memberikan pengaruh besar terhadap masyarakat sekitar. Dengan pendekatan yang penuh hikmah dan pembinaan yang berkelanjutan, Dai Sahrizal Abu Muhammad mendapatkan kepercayaan masyarakat sehingga diberikan berbagai amanah dalam bidang keagamaan dan pendidikan.

    Di antara bentuk kepercayaan masyarakat kepada beliau adalah menjadi pemateri kajian rutin dan imam rawatib di Masjid Ummul Mukminin ‘Aisyah, yaitu masjid ke-50 yang dibangun oleh Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyyah yang berlokasi di Desa Dusun Bahagia, Desa Belegen Mulia, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

    Selain itu, beliau juga aktif sebagai khatib Jumat dan pemateri kajian di wilayah Desa Dusun Bahagia, Desa Belegen Mulia, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Dakwah beliau juga meluas hingga berbagai lembaga pendidikan dan pembinaan masyarakat, di antaranya menjadi pemateri kajian rutin di Lapas Kelas II B Sitinjo – Sidikalang serta memberikan pembinaan di SDIT Sitinjo – Sidikalang.

    Dalam bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda, Dai Sahrizal Abu Muhammad juga dipercaya sebagai Pembina Yayasan Darussalam Kota Subulussalam serta menjadi Pimpinan Pondok Ummul Mukminin Khadijah Kota Subulussalam. Melalui lembaga-lembaga tersebut, beliau turut berperan dalam membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki pemahaman agama yang baik.

    Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:

    وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

    “Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.”
    (QS. Fussilat: 33)

    Ayat ini menggambarkan kemuliaan orang-orang yang menyeru manusia kepada jalan Allah. Dakwah yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi sebab tersebarnya kebaikan dan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah.

    Dalam perjalanan dakwahnya, Dai Sahrizal Abu Muhammad juga mencatat berbagai capaian dalam membina masyarakat dan generasi Qur’ani. Di antaranya adalah pembinaan Rumah Qur’an Ummul Mukminin Khadijah dengan jumlah siswa kurang lebih 15 orang.

    Melalui pembelajaran Al-Qur’an yang dilakukan secara berkelanjutan, beliau telah membimbing para santri dalam menghafal Al-Qur’an. Tercatat sekitar 30 orang telah menyelesaikan hafalan 1 juz, 25 orang mencapai hafalan 5 juz, 15 orang mencapai hafalan 10 juz, serta 10 orang berhasil mencapai hafalan 20 juz Al-Qur’an.

    Selain pembinaan Al-Qur’an, beliau juga aktif mengisi berbagai kajian masyarakat. Beliau menjadi pemateri di Masjid Taqwa Kota Subulussalam dan Masjid Nurul Iman Kabupaten Pakpak Bharat. Melalui kajian-kajian tersebut, beliau terus berusaha memberikan pemahaman Islam yang benar kepada masyarakat.

    Salah satu capaian dakwah yang menjadi perhatian adalah keberhasilan beliau dalam membimbing masyarakat yang sebelumnya mengikuti pemahaman sufi tertentu untuk kembali memahami ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Tercatat sekitar 100 orang mendapatkan perubahan pemahaman melalui proses pembinaan dakwah yang dilakukan secara bertahap dan penuh hikmah.

    Saat ini, jumlah jamaah yang mengikuti berbagai kegiatan dakwah beliau mencapai sekitar 400 orang, serta dakwah beliau juga terus berkembang melalui media sosial dengan jumlah pengikut akun Facebook mencapai sekitar 500 orang.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.”
    (HR. Muslim)

    Hadis ini menjadi motivasi bagi para da’i untuk terus menyampaikan ilmu dan membimbing masyarakat menuju kebaikan, karena setiap kebaikan yang lahir dari dakwah akan menjadi pahala yang terus mengalir.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah mengapresiasi perjalanan panjang dan dedikasi Dai Sahrizal Abu Muhammad dalam mengemban amanah dakwah selama bertahun-tahun. Semoga Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā memberikan keberkahan, kesehatan, kekuatan, dan keistiqamahan dalam melanjutkan perjuangan dakwah.

    Semoga setiap ilmu yang telah disampaikan, setiap Al-Qur’an yang telah diajarkan, dan setiap hati yang mendapatkan hidayah melalui dakwah beliau menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya hingga hari kiamat.

    #ProfilDaiArrisalah
    #DaiSahrizalAbuMuhammad
    #DakwahAceh
    #DaiPeloporUmat
    #PembinaanUmat
    #GenerasiQurani
    #RumahQuran
    #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah
    #DakwahAlQuranDanSunnah
    #SebarkanIlmu
    #DakwahNusantara
    #AmalJariyah
    #16TahunMengabdi
    #DakwahPelososokNegeri

  • Profil Dai: Kiprah Dakwah Dai Apriliandi Saputra di Kabupaten Simalungun

    Profil Dai: Kiprah Dakwah Dai Apriliandi Saputra di Kabupaten Simalungun

    Apriliandi Saputra, S.Sos merupakan salah satu dai yang aktif berdakwah bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah. Beliau resmi bergabung sebagai dai pada tahun 1447 H / 2025 M dan saat ini bertugas di wilayah Bandar Huluan, Simalungun, Sumatera Utara, tepatnya di Jl. Meranti, Laras.

    Sejak bergabung dengan yayasan sekitar tujuh bulan, beliau terus menjalankan berbagai program dakwah dan pembinaan masyarakat. Dalam perjalanan dakwahnya, beliau juga menyelesaikan pendidikan terakhir Strata 1 (S1) di STAI As Sunnah Deli Serdang, Sumatera Utara pada tahun 2025.

    Sebagai seorang dai lapangan, Apriliandi Saputra menjalankan berbagai program dakwah yang menyasar berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama serta membina masyarakat agar lebih dekat dengan ajaran Islam.

    Beberapa program dakwah yang dijalankan di daerah tugasnya antara lain pembelajaran bagi remaja dan masyarakat umum, ceramah umum dalam kajian rutin maupun dauroh, khutbah Jumat, serta pengajaran Al-Qur’an kepada anak-anak. Selain itu, beliau juga aktif berdakwah melalui media sosial serta mengisi berbagai ceramah di lembaga, radio, televisi, hingga kegiatan masyarakat seperti pernikahan dan pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

    Dalam aktivitas sosial kemasyarakatan, beliau juga rutin melakukan kunjungan kepada tokoh masyarakat dan para pembesar kaum. Hal ini bertujuan untuk mempererat hubungan dakwah serta memperluas jangkauan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

    Perkembangan dakwah beliau mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Saat ini beliau dipercaya menjadi pemateri kajian rutin, khatib, serta imam rawatib di Masjid Abdurrahman bin Abu Bakar, yaitu masjid ke-88 yang dibangun oleh Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah yang berada di wilayah Laras, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun.

    Selain itu, beliau juga aktif menjadi imam, khatib, serta pengisi kajian dan kegiatan muhadharah di daerah Naga Sopa dan sekitarnya, sehingga dakwah yang beliau lakukan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di wilayah tersebut.

    Dalam bidang pembinaan Al-Qur’an, saat ini terdapat lebih dari 10 santri yang belajar membaca dan mempelajari Al-Qur’an di bawah bimbingan beliau. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya penting dalam menumbuhkan generasi yang mencintai Al-Qur’an.

    Tidak hanya itu, beliau juga menyelenggarakan berbagai kegiatan kajian rutin, di antaranya kajian pemuda setiap hari Jumat setelah salat Magrib di Masjid Abdurrahman dengan jumlah peserta sekitar 10 orang, kajian khusus kaum ibu setiap hari Rabu dan Sabtu dengan peserta sekitar 6 orang, serta kajian rutin di Mushalla Al-Huda Desa Negeri Lawan setiap hari Rabu yang diikuti sekitar 30 jamaah.

    Selain kegiatan tersebut, beliau juga mengadakan program tahsin Al-Qur’an untuk kaum ibu setiap hari Ahad setelah salat Zuhur di Rumah Qur’an dengan jumlah peserta sekitar 15 orang, serta kajian rutin setiap hari Kamis setelah salat Magrib di Masjid Salamah bin Abi Salamah yang diikuti sekitar 20 peserta.

    Berbagai aktivitas dakwah ini menunjukkan komitmen dan kesungguhan beliau dalam menyebarkan ilmu agama serta membina masyarakat agar semakin memahami ajaran Islam dengan benar.

    Melalui peran para dai seperti Apriliandi Saputra, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berupaya memperluas dakwah dan memberikan pembinaan keislaman kepada masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

    #ProfilDai
    #DakwahPedalaman
    #DaiArrisalah
    #YayasanArrisalah
    #DakwahSimalungun
    #PembinaanUmat
    #DakwahSumateraUtara

  • Profil Dai Salmi Adrizal, S.Pd: Kiprah Dakwah dan Pendidikan di Sumatera Barat

    Profil Dai Salmi Adrizal, S.Pd: Kiprah Dakwah dan Pendidikan di Sumatera Barat

    Dai Salmi Adrizal, S.Pd resmi bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Ar Risalah sebagai dai pada tahun 1447 H / 2025 M. Beliau ditugaskan di Desa Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Dalam kurun waktu kurang lebih tujuh bulan pengabdian, beliau menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan amanah dakwah dan pendidikan di tengah masyarakat.

    Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia dakwah, beliau menyelesaikan pendidikan terakhir jenjang Strata 1 (S1) di STAI As Sunnah, Deli Serdang, Sumatera Utara pada tahun 2024. Bekal pendidikan tersebut menjadi landasan ilmiah yang kuat dalam menyampaikan materi dakwah secara sistematis dan sesuai dengan manhaj yang benar.

    Program dakwah yang beliau jalankan mencakup berbagai lini pembinaan umat, di antaranya pembelajaran kepada remaja dan remaji (remaja putri), pembelajaran kepada masyarakat umum, ceramah umum dalam bentuk kajian rutin dan dauroh, serta khutbah Jumat. Selain itu, beliau juga aktif memberikan pembelajaran kepada anak-anak sebagai bentuk investasi generasi masa depan.

    Tidak hanya berdakwah secara langsung, Dai Salmi Adrizal juga memanfaatkan media sosial dan komunikasi melalui telepon genggam sebagai sarana penyebaran ilmu. Beliau turut mengisi ceramah di berbagai lembaga, radio, televisi, lembaga pemasyarakatan, hingga acara pernikahan. Kunjungan kepada pembesar kaum dan tokoh masyarakat juga menjadi bagian dari strategi dakwah yang beliau lakukan untuk memperkuat sinergi sosial.

    Perkembangan dakwah beliau menunjukkan penerimaan yang baik dari masyarakat. Dai Salmi Adrizal dipercaya menjadi pemateri kajian rutin, khatib, dan imam rawatib di Masjid Ayyub Al Anshari, masjid ke-74 yang dibangun oleh Yayasan Peduli Kemanusiaan Ar Risalah di Desa Blok B, Ophir, Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

    Selain itu, beliau juga berkhidmat sebagai pengajar di Sekolah Dasar Nurul Qur’an, Pasaman Barat. Tidak hanya itu, amanah besar juga dipercayakan kepada beliau sebagai Wakil Direktur di Ma’had Tahfizh Al-Qur’an Imam Asy-Syafi’i, Pasaman Barat, yang menjadi pusat pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an di wilayah tersebut.

    Dalam bidang tahfizh, capaian yang diraih cukup membanggakan. Jumlah santri di Ma’had Tahfizh Al-Qur’an Imam Asy-Syafi’i mencapai lebih dari 10 orang, sementara siswa di Sekolah Dasar Nurul Qur’an berjumlah lebih dari 50 orang. Beliau juga berhasil membimbing lebih dari 8 santri menghafal 1 juz, lebih dari 6 santri menghafal 2 juz, lebih dari 3 santri menghafal 3 juz, lebih dari 4 santri menghafal 4 juz, serta lebih dari 2 santri menghafal hingga 7 juz Al-Qur’an.

    Peran beliau sebagai pemateri kajian di Masjid Abu Ayyub Al-Anshari, Pasaman Barat, semakin memperluas jangkauan dakwahnya. Kegiatan pendidikan masyarakat yang beliau bimbing diikuti lebih dari 20 orang, sementara jumlah peserta dakwah secara umum mencapai sekitar 60 orang.

    Di ranah digital, pengaruh dakwah beliau juga cukup signifikan. Jumlah pengikut di akun Instagram pribadinya telah mencapai lebih dari 10.000 orang, yang menjadi sarana efektif dalam menyebarkan konten dakwah dan edukasi Islam kepada masyarakat luas.

    Perjalanan dakwah Dai Salmi Adrizal, S.Pd menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pendidikan formal, pengabdian masyarakat, dan pemanfaatan media digital mampu melahirkan dampak positif yang luas. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi langkah beliau dan menjadikan setiap upaya dakwahnya sebagai amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi umat.

  • Dai Sahrizal Abu Muhammad: 15 Tahun Mengabdi untuk Dakwah Bersama Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyyah

    Dai Sahrizal Abu Muhammad: 15 Tahun Mengabdi untuk Dakwah Bersama Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyyah

    Alhamdulillah, Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyyah terus menghadirkan dai-dai yang berkomitmen menyebarkan ilmu syar’i ke pelosok negeri. Salah satunya adalah Ustadz Sahrizal Abu Muhammad, dai binaan yang telah mengabdikan diri selama kurang lebih 15 tahun dalam dakwah dan pembinaan umat.

    Ustadz Sahrizal Abu Muhammad resmi bergabung dengan Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyyah pada tahun 1432 H/2011 M. Beliau bertugas di Desa Dusun Bahagia, Desa Belegen Mulia, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pendidikan terakhirnya adalah Diploma di Sirojul Mukhlasin pada tahun 2008.

    Program dakwah yang dijalankan beliau sangat beragam. Mulai dari pembelajaran untuk remaja dan masyarakat umum, ceramah umum (kajian rutin dan dauroh), khutbah Jumat, pembinaan anak-anak, hingga memanfaatkan media sosial dan perangkat digital untuk dakwah. Tak hanya itu, Ustadz Sahrizal juga mengisi ceramah di lembaga-lembaga, radio, televisi, penjara, serta menghadiri acara pernikahan dan kunjungan kepada tokoh masyarakat setempat.

    Kepercayaan masyarakat terhadap dakwah beliau semakin meningkat. Saat ini, Ustadz Sahrizal menjadi pemateri kajian rutin sekaligus imam rawatib di Masjid Ummul Mukminin ‘Aisyah — masjid ke-50 yang dibangun oleh Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyyah di Desa Dusun Bahagia. Beliau juga rutin menjadi khatib dan pengisi kajian di berbagai titik di Kota Subulussalam dan sekitarnya.

    Kiprah beliau merambah ke berbagai lembaga pendidikan. Ustadz Sahrizal menjadi pemateri kajian rutin di Lapas Kelas II B Sitinjo – Sidikalang, SDIT Sitinjo – Sidikalang, pembina di Yayasan Darussalam Kota Subulussalam, serta pimpinan Pondok Ummul Mukminin Khodijah di kota yang sama. Peran ini menjadikan beliau salah satu dai dengan jangkauan dakwah paling luas di wilayah tersebut.

    Buah dari kesungguhan dakwahnya terlihat nyata. Rumah Qur’an Ummul Mukminin Khodijah yang dibinanya kini memiliki sekitar 15 santri dengan berbagai tingkat hafalan. Ada lima orang yang menyetor hafalan satu juz, empat orang dua juz, empat orang tiga juz, tiga orang enam juz, bahkan lima belas orang sudah mencapai setoran hafalan 15 juz.

    Selain itu, beliau juga menjadi pemateri di Masjid Taqwa Kota Subulussalam dan Masjid Nurul Iman di Pakpak Bharat. Berdasarkan catatan, kurang lebih 100 orang telah bertaubat dari pemahaman sufi setelah mendapat pembinaan dakwah dari beliau. Jamaah binaannya kini mencapai sekitar 350 orang.

    Tak hanya di lapangan, Ustadz Sahrizal memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah. Akun Facebook dakwahnya kini diikuti oleh lebih dari 500 orang yang rutin menyimak materi-materi yang beliau bagikan. Hal ini menunjukkan bagaimana dakwah beliau menyentuh masyarakat baik secara langsung maupun daring.

    Dedikasi Ustadz Sahrizal Abu Muhammad adalah cerminan visi Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyyah dalam melahirkan dai-dai yang tidak hanya berilmu tetapi juga berjiwa pengabdian. Dengan ketekunan dan kesabaran, beliau berhasil mengubah wajah dakwah di wilayahnya dan membina masyarakat agar lebih dekat kepada Al-Qur’an dan Sunnah.

    Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan keberkahan kepada Ustadz Sahrizal Abu Muhammad, melapangkan jalannya dalam berdakwah, dan menjadikan setiap ilmu yang beliau sampaikan sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga hari kiamat.

  • Dakwah Menyentuh Hati Ustadz Riswan Efendi Batubara, S.Pd.I

    Dakwah Menyentuh Hati Ustadz Riswan Efendi Batubara, S.Pd.I

    Membina Umat di Langkat, Binjai, dan Sekitarnya

    Langkat – Ustadz Riswan Efendi Batubara, S.Pd.I adalah salah satu dai binaan Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyyah yang dikenal aktif membina umat di berbagai masjid, musholla, lembaga pendidikan, hingga lapas di wilayah Sumatera Utara. Dengan fokus pada pendidikan tauhid, fiqih, adab, serta pembinaan generasi muda, beliau terus menebarkan ilmu syar’i yang murni dan menyentuh hati masyarakat.

    Lokasi dakwah utamanya berada di Masjid Husein Yahya, Selayang Baru, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Namun cakupan dakwahnya jauh lebih luas, mencakup masjid dan musholla di Langkat, Binjai Utara, Binjai Barat, hingga ke Mandailing Natal.

    Beragam kegiatan rutin yang beliau isi antara lain:

    • Masjid & Musholla: Mengajarkan Kitab Tauhid, Arba’in An-Nawawiyah, Muntaqo Al-Adab Asy-Syar’i, Syamail Muhammadiyah, Fiqhul Adzkar wal Ad’iyyah, dan kajian tematik dengan jamaah antara 5 hingga 150 orang.

    • Lembaga Pendidikan: Madrasah Diniyah Awaliyah Nurul Amal, TPA Bangun Sari, dan Ma’had Kitabina Stabat dengan total mustafid anak-anak dan remaja mencapai 25–45 anak dan 15–25 remaja setiap sesi.

    • Lapas & Dakwah Sosial: Lapas Kelas II A Binjai Barat dengan 70–120 mustafid, mengangkat materi dakwah tematik, tauhid (Ushul Ats-Tsalatsah), dan Muntaqo Al-Adab Asy-Syar’i.

    Rata-rata mustafid dari kegiatan beliau meliputi:

    • Anak-anak (Athfal): 25–45

    • Pemuda (Syabab): 15–25

    • Masyarakat Umum (Mujtama’): 200–350

    • Dakwah Umum & Lapas: 200–400

    Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyyah menilai kiprah Ustadz Riswan Efendi Batubara sebagai wujud nyata dakwah yang terencana, berkesinambungan, dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Dakwah ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang kokoh dalam tauhid, berakhlak mulia, dan peduli pada lingkungan sekitarnya.

    “Mari bersama mendukung dakwah Ustadz Riswan Efendi Batubara, S.Pd.I dalam menebarkan ilmu syar’i, membina masyarakat, dan melahirkan generasi yang bertauhid,” ajak pengurus Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyyah.

    📌 Kontak & Dukungan:
    📞 WA: +6282361615577
    🏦 Rekening Infaq: 9797939398 a.n Yayasan Arrisalah Alkhairiyah
    🌐 Website: www.yayasanarrisalah.com

  • Profil Dai : Hefrimai Safrisyah, S.Sos, Masjid Baitul Hadiy – Sukajaya, Lampung Tengah

    Profil Dai : Hefrimai Safrisyah, S.Sos, Masjid Baitul Hadiy – Sukajaya, Lampung Tengah

    Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah terus berkomitmen menebarkan cahaya dakwah hingga ke berbagai pelosok negeri. Salah satu dai muda yang turut berkontribusi dalam perjuangan mulia ini adalah Ustadz Hefrimai Safrisyah, S.Sos, yang mulai bergabung bersama yayasan pada tahun 1446 H / 2024 M.

    Beliau ditugaskan di Masjid Baitul Hadiy, masjid binaan yayasan bernomor 75 yang terletak di Desa Sukajaya, Kecamatan Anak Ratu Aji, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Dengan latar belakang pendidikan S1 dari STAI As-Sunnah, beliau hadir sebagai dai muda yang tangguh dan semangat dalam menghidupkan dakwah Islam di tengah masyarakat.

    Dalam kiprahnya selama satu tahun ini, Ustadz Hefrimai menjalankan beragam program dakwah, antara lain:

    1. Pembinaan remaja dan remaji,

    2. Pembelajaran untuk masyarakat umum,

    3. Kajian rutin dan dauroh,

    4. Khutbah Jumat,

    5. Halaqah anak-anak,

    6. Dakwah media dan digital,

    7. Ceramah di lembaga formal dan informal (penjara, pernikahan, radio, dsb),

    8. Kunjungan silaturrahmi ke tokoh masyarakat dan warga setempat.

    Keberadaan beliau di Lampung Tengah mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat, hingga kini beliau menjadi imam tetap, khatib, dan pengisi kajian utama di Masjid Baitul Hadiy. Selain itu, beliau juga aktif menjadi pengajar di Sekolah Dasar Saung Ilmu, yang berada di wilayah yang sama.

    Di bidang pembinaan, Ustadz Hefrimai telah membentuk halaqah Al-Qur’an khusus anak-anak dengan jumlah peserta 20 orang selama tahun 1446 H. Ia juga rutin mengisi khutbah Jumat dua kali dalam sebulan, serta mengadakan muhadharah mingguan yang dihadiri oleh 10 orang peserta secara tetap.

    Capaian beliau dalam berdakwah selama setahun sangat luar biasa, dengan jumlah pertemuan dakwah mencapai 627 kali dan total penerima manfaat/jama’ah sebanyak 307 orang. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran dai di masyarakat benar-benar dirasakan manfaatnya dan berdampak secara spiritual maupun sosial.

    Semoga Allah senantiasa menjaga semangat dakwah beliau, memberikan keikhlasan dan istiqamah, serta menjadikan seluruh amalnya sebagai ladang pahala yang mengalir tanpa henti.

  • Pengiriman Dai ke daerah di Pulau Sumatera Tahun 1447 H

    Pengiriman Dai ke daerah di Pulau Sumatera Tahun 1447 H

    Yayasan Arrisalah Alkhairiyah Perkuat Dakwah di Penjuru Nusantara

    Sebagai bagian dari komitmen dalam menyebarkan cahaya dakwah Islam dan membina masyarakat dengan ilmu syar’i yang murni, Yayasan Arrisalah Alkhairiyah kembali melaksanakan program tahunan pengiriman dai ke daerah-daerah pelosok di Pulau Sumatera untuk tahun 1447 Hijriah.

    Program ini menyasar beberapa wilayah prioritas, yaitu: Riau, Sumatera Utara, Lampung, Nias, Bengkulu, dan Sumatera Barat. Daerah-daerah tersebut dipilih karena tingginya kebutuhan masyarakat akan kehadiran dai yang bisa membimbing mereka dalam agama, terutama di lokasi-lokasi yang minim fasilitas pendidikan dan dakwah.

    Para dai yang dikirim merupakan alumni dari lembaga pendidikan Islam terpercaya, yang telah dibekali dengan ilmu, adab, serta kesiapan mental untuk berdakwah di tengah masyarakat. Mereka akan ditempatkan di masjid-masjid binaan yayasan, sekaligus menjadi motor penggerak kegiatan keislaman di wilayah tersebut.

    Tugas mereka tidak hanya terbatas pada khutbah Jumat dan ceramah umum, namun juga meliputi: pengajaran Al-Qur’an untuk anak-anak, kajian rutin masyarakat, pembinaan remaja, konsultasi agama, hingga dakwah digital melalui media sosial dan jaringan komunikasi lokal.

    Yayasan Arrisalah Alkhairiyah melihat bahwa penguatan dakwah lokal merupakan salah satu kunci untuk membangun masyarakat madani yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah. Oleh karena itu, seluruh program dai juga dimonitor secara berkala dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

    Kami mengajak kaum muslimin untuk mendukung program ini, baik melalui doa, partisipasi dana dakwah, maupun penyebaran informasi agar semakin banyak masyarakat yang mendapat manfaat dari hadirnya para dai di pelosok negeri.

    Semoga Allah memberkahi langkah ini dan menjadikannya jalan kebaikan yang terus mengalir pahalanya bagi semua pihak yang terlibat.

  • Dai Aidil Saputra : Perjalanan Dakwah dan Kontribusi di Masyarakat

    Dai Aidil Saputra : Perjalanan Dakwah dan Kontribusi di Masyarakat

    Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat – Pada tahun 1446 H / 2024 M, Dai Aidil Saputra, S.Sos resmi bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah untuk menjalankan tugas dakwahnya. Beliau ditugaskan di Masjid Ayyas bin Abi Robiah, yang merupakan masjid yayasan nomor 100 di Koto Bangun, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Dalam periode ±1 tahun, dai ini aktif berkontribusi dalam membangun kesadaran keagamaan di tengah masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan terakhirnya di STAI As-Sunnah pada tahun 2024.

    Sebagai seorang dai, Aidil Saputra menjalankan berbagai program dakwah yang menyentuh semua lapisan masyarakat. Beberapa program utama yang beliau jalankan antara lain pembelajaran bagi remaja dan remaji, pengajaran kepada masyarakat umum, kajian rutin dan dauroh, serta khutbah Jumat. Selain itu, beliau juga fokus pada pembelajaran anak-anak, dakwah melalui media sosial dan telepon seluler, serta memberikan ceramah di berbagai lembaga, radio, TV, penjara, dan acara pernikahan. Tidak ketinggalan, beliau juga aktif dalam kunjungan ke para tokoh masyarakat untuk memperkuat hubungan dan menyebarkan dakwah dengan lebih luas.

    Seiring dengan dedikasi dan kegigihannya, Dai Aidil Saputra semakin diterima oleh masyarakat dan mendapatkan kepercayaan yang lebih luas. Kini, beliau dipercaya sebagai pemateri, khatib, sekaligus imam tetap di Masjid Ayyas bin Abi Robiah. Selain itu, beliau juga turut berkontribusi dalam dunia pendidikan dengan menjadi partisipan di Sekolah Dasar Negeri Koto Bangun, Kecamatan Kapur IX.

    Tidak hanya di bidang pendidikan formal, Dai Aidil Saputra juga memperluas jangkauan dakwahnya dengan menjadi pemateri di pusat kepolisian (Polsek) daerah Lolowau, Nias Selatan. Perannya dalam membimbing dan memberikan siraman rohani di kalangan aparat kepolisian menjadi langkah strategis dalam memperkuat nilai-nilai keislaman di berbagai lini kehidupan masyarakat.

    Komitmen dakwahnya semakin terlihat dengan keterlibatannya sebagai partisipan dalam Yayasan Yatim dan Muallaf “Al-Bayyinnah” di daerah Lolowau, Nias Selatan. Melalui yayasan ini, beliau ikut serta dalam memberikan pembinaan kepada anak yatim dan para muallaf, memastikan mereka mendapatkan bimbingan keagamaan yang memadai serta perhatian yang mereka butuhkan.

    Keberhasilan dakwahnya juga tercermin dari beberapa pencapaian signifikan. Beliau telah berhasil membentuk halaqah tahfiz Al-Qur’an dengan 30 murid, baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, di bawah bimbingannya, lima orang jamaah kini sudah mampu menyampaikan khutbah Jumat secara mandiri. Jumlah ceramah dan khutbah yang telah disampaikan oleh beliau pun terhitung mencapai 765 pertemuan, dengan jumlah jamaah yang telah menerima dakwahnya sebanyak 500 orang.

    Perjalanan dakwah Dai Aidil Saputra adalah bukti bahwa dengan dedikasi, kerja keras, dan keikhlasan, dakwah dapat berkembang dan membawa manfaat besar bagi umat. Semoga perjuangannya dalam menyebarkan ilmu agama terus diberkahi dan menjadi inspirasi bagi dai-dai lainnya dalam menegakkan syiar Islam di berbagai daerah. 🤲

  • Profil Dai Abdurrahman Ritonga, S.Pd

    Profil Dai Abdurrahman Ritonga, S.Pd

    Kabupaten Asahan, Sumatera Utara – Di tengah dinamika kehidupan modern, seorang dai muda bernama Abdurrahman Ritonga, S.Pd, hadir membawa angin segar dalam dunia dakwah. Bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah sejak tahun 1446 H / 2024 M, beliau telah menjadi salah satu pilar utama dalam menyebarkan cahaya Islam, khususnya di Masjid Usamah bin Zaid, Padang Bungur, Kecamatan Rawang Panca Arga.

    Menggerakkan Dakwah di Masyarakat

    Tidak hanya menyampaikan ceramah, Ustaz Abdurrahman aktif dalam berbagai program dakwah yang menyentuh semua kalangan. Program yang ia jalankan mencakup:

    1. Pembelajaran agama kepada remaja dan masyarakat umum.
    2. Kajian rutin serta dauroh untuk meningkatkan pemahaman Islam.
    3. Khutbah Jumat yang selalu dinanti oleh jamaah.
    4. Pendidikan agama bagi anak-anak guna membangun generasi Qur’ani.
    5. Dakwah melalui media sosial untuk menjangkau audiens lebih luas.
    6. Ceramah di berbagai lembaga, radio, TV, hingga penjara dan acara pernikahan.
    7. Kunjungan kepada para tokoh masyarakat untuk mempererat ukhuwah Islamiyah.

    Penerimaan Masyarakat dan Peran Strategis

    Dalam satu tahun terakhir, dai muda ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Keaktifannya telah menjadikannya:

    • Pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid Usamah bin Zaid.
    • Pengajar di Pondok Pesantren Qurrota A’yun dengan 33 santri.
    • Pengajar di Rumah Qur’an Zahroh Kisaran dengan 80 santri.

    Keberhasilan Dakwah yang Menginspirasi

    Keberhasilan dalam berdakwah bukan hanya diukur dari jumlah ceramah, tetapi juga dari dampaknya. Beberapa pencapaian yang berhasil diraih antara lain:

    • Mendirikan halaqah tahfiz Al-Qur’an di masjid dengan 15 santri.
    • Jadwal khutbah Jumat yang rutin 2 kali dalam sebulan.
    • Menyampaikan total 1.154 ceramah dan khutbah.
    • Meningkatkan jumlah jamaah tetap hingga 300 orang.

    Dengan semangat dan dedikasi tinggi, Ustaz Abdurrahman Ritonga terus berusaha memperluas cakupan dakwahnya. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang tercerahkan dan lebih dekat dengan ajaran Islam. Sosoknya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk turut berkontribusi dalam syiar agama. Semoga dakwah ini terus berkembang dan membawa berkah bagi umat.

  • Profil dan Perkembangan Dakwah Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos

    Profil dan Perkembangan Dakwah Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos

    Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos telah berkiprah dalam dunia dakwah sejak bergabung dengan Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah pada tahun 1446 H / 2024 M. Saat ini, beliau bertugas sebagai dai di Masjid Umar bin Khattab, masjid ke-6 yang berada di Kuala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

    Sebagai lulusan S1 STAI As-Sunnah tahun 2024, Dai Raihan membawa semangat dakwah yang kuat dengan pendekatan yang luas dan beragam untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

    Dalam menjalankan tugasnya, beliau aktif mengembangkan berbagai program dakwah yang mencakup berbagai kelompok usia dan kalangan masyarakat, antara lain:

    📌 Pembelajaran bagi Remaja & Remaji
    📌 Kajian Islam untuk Masyarakat Umum
    📌 Ceramah Umum & Kajian Rutin
    📌 Khutbah Jumat
    📌 Pembelajaran Islam bagi Anak-Anak
    📌 Dakwah melalui Media Sosial & HP
    📌 Ceramah di Lembaga, Radio, TV, Penjara, dan Acara Pernikahan
    📌 Kunjungan kepada Tokoh Masyarakat & Pembesar Kaum

    Dalam perjalanan dakwahnya, Dai Raihan telah mendapatkan penerimaan yang baik dari masyarakat. Peran aktifnya meliputi:

    ✅ Pemateri, Khatib, dan Imam Tetap di Masjid Umar bin Khattab.
    ✅ Pemateri Dakwah di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kuala Air Hitam.
    ✅ Partisipan dalam Kegiatan Keagamaan di Sekolah Dasar (SD) Kuala Air Hitam.

    Komitmen dan kerja keras beliau dalam menyebarkan dakwah Islam telah membuahkan berbagai hasil yang signifikan:

    ✨ Mendirikan Halaqah Tahfiz Al-Qur’an dengan 15 murid laki-laki dan perempuan.
    ✨ Membuka Kelas Bahasa Arab dengan 2 murid yang aktif belajar.
    ✨ Total 426 sesi ceramah dan khutbah telah beliau sampaikan.
    ✨ Jumlah total jamaah yang telah mengikuti dakwahnya mencapai 873 orang.

    Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dakwah yang dilakukan Dai Raihan Robbani Hidayat tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan terus mengembangkan metode dakwah yang efektif dan menjangkau lebih banyak kalangan, beliau berharap dapat terus memberikan kontribusi dalam menyebarkan ilmu dan nilai-nilai Islam di tengah umat.

    Semoga Allah memberkahi perjuangan beliau dalam dakwah ini. Aamiin.