Category: Masjid

  • Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah Bangun Masjid ke-125 : Haritsah bin Nu’man di Desa Binjai Serbangan

    Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah Bangun Masjid ke-125 : Haritsah bin Nu’man di Desa Binjai Serbangan

    Alhamdulillah, Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah kembali memperluas jangkauan dakwahnya dengan memulai pembangunan masjid ke-125 yang diberi nama Haritsah bin Nu’man. Masjid ini berlokasi di Desa Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Kehadiran masjid ini diharapkan dapat menjadi pusat ibadah dan pembelajaran Islam bagi masyarakat setempat.

    Masjid Haritsah bin Nu’man dirancang dengan ukuran 10m x 10m, dilengkapi dengan fasilitas tempat wudhu berukuran 3m x 4m, yang mampu menampung hingga 180 jamaah. Lokasi pembangunan masjid ini dipilih berdasarkan permintaan masyarakat Desa Binjai Serbangan, mengingat jarak yang cukup jauh dari masjid-masjid sebelumnya. Masjid ini diharapkan menjadi solusi spiritual dan sosial untuk memenuhi kebutuhan umat di wilayah tersebut.

    Tidak hanya sebagai tempat shalat lima waktu, Masjid Haritsah bin Nu’man juga direncanakan untuk menjadi pusat kegiatan keagamaan, seperti pembelajaran Al-Qur’an, kajian Islam, dan pengembangan karakter umat. Dengan adanya masjid ini, Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah berharap dapat mencetak generasi yang berakhlak mulia dan berwawasan Islami.

    Proses pembangunan masjid ini telah memasuki pekan pertama dengan progres 5%. Walaupun masih dalam tahap awal, pembangunan berjalan lancar berkat kerja sama yang baik antara yayasan, masyarakat, dan para donatur. Yayasan optimis bahwa masjid ini dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan oleh umat.

    Keberhasilan proyek ini tentu tidak terlepas dari dukungan penuh masyarakat Desa Binjai Serbangan dan partisipasi para donatur yang telah berkontribusi dalam bentuk materi maupun doa. Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam pembangunan masjid ini.

    Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
    “Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)

    Semoga setiap tetes keringat dan rezeki yang disumbangkan dalam pembangunan Masjid Haritsah bin Nu’man menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Yayasan juga terus membuka kesempatan bagi umat untuk berkontribusi dalam proyek-proyek kebaikan lainnya.

    Mari bersama-sama kita wujudkan visi ini demi memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menciptakan masyarakat yang lebih baik secara spiritual dan sosial. Untuk informasi lebih lanjut atau untuk berdonasi, silakan hubungi Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah melalui kanal resmi kami.

    Semoga masjid ini menjadi cahaya keberkahan bagi Desa Binjai Serbangan dan sekitarnya.

    📷 Instagram : https://www.instagram.com/yayasanarrisalahalkhairiyah/
    🎥 YouTube : https://www.youtube.com/@yayasanarrisalahalkhairiyah
    📺 Facebook : https://www.facebook.com/yayasanarrisalahalkhairiyah
    🪶 Twitter : https://x.com/yysarrisalah
    🧵 Threads : https://www.threads.net/@yayasanarrisalahalkhairiyah
    💬 WhatsApp : https://whatsapp.com/channel/0029VapE6d38V0tpkAyc5b1E
    🌐 Website : www.yayasanarrisalah.com

    Bagi Anda yang ingin bersumbangsih untuk dakwah, silahkan klik link berikut ;
    🌐 Website Donasi : www.pedulikemanusiaan.com

  • Pembangunan Masjid Nomor 124 Desa Rejosari, Kec. Kotabumi, Kab. Lampung Utara

    Pembangunan Masjid Nomor 124 Desa Rejosari, Kec. Kotabumi, Kab. Lampung Utara

    Masjid Ke-124 di Desa Rejosari, Kec. Kotabumi, Kab. Lampung Utara, Lampung

    Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah terus memperluas sayap dakwahnya dengan membangun masjid ke-124 di Desa Rejosari, Kec. Kotabumi, Kab. Lampung Utara, Lampung . Masjid yang diberi nama Masjid Zaid bin Haritsah ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat setempat. Dengan ukuran bangunan 13m x 13m dan dilengkapi fasilitas tempat wudhu berukuran 3m x 4m, masjid ini diharapkan dapat menjadi pusat ibadah yang nyaman bagi sekitar 250 jamaah.

    Pemilihan lokasi pembangunan masjid di Desa Rejosari didasarkan pada permintaan masyarakat setempat. Jarak yang cukup jauh dari masjid-masjid yang ada sebelumnya menjadi salah satu alasan utama. Masyarakat berharap kehadiran Masjid Zaid bin Haritsah tidak hanya akan memenuhi kebutuhan mereka untuk melaksanakan shalat lima waktu, tetapi juga dapat dijadikan sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an dan ilmu-ilmu Islam lainnya. Dengan demikian, diharapkan masjid ini dapat menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang berakhlak mulia.

    Proses pembangunan masjid saat ini telah memasuki pekan pertama dan telah mencapai progres sebesar 5%. Meskipun masih dalam tahap awal, pembangunan terus berjalan sesuai rencana. Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah optimis bahwa masjid ini akan segera dapat digunakan untuk beribadah. Keberadaan masjid ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat di Desa Bandar Ratu dan sekitarnya.

    Keberhasilan pembangunan Masjid Zaid bin Haritsah tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi berbagai pihak, baik dari masyarakat setempat maupun dari donatur. Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah mengucapkan terima kasih atas segala bentuk bantuan yang telah diberikan. Semoga Allah ta’ala membalas semua kebaikan yang telah dilakukan.

  • Masjid No. 123 Bandar Ratu Muko Muko Mencapai 95% Pembangunan

    Masjid No. 123 Bandar Ratu Muko Muko Mencapai 95% Pembangunan

    Masjid Ke-123 di Desa Bandar Ratu, Muko-Muko

    Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah terus memperluas sayap dakwahnya dengan membangun masjid ke-123 di Desa Bandar Ratu, Kecamatan Muko-Muko, Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu. Masjid yang diberi nama Masjid Abu Sufyan Bin Al-Harits ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat setempat. Dengan ukuran bangunan 10m x 10m dan dilengkapi fasilitas tempat wudhu berukuran 3m x 4m, masjid ini diharapkan dapat menjadi pusat ibadah yang nyaman bagi sekitar 180 jamaah.

    Pemilihan lokasi pembangunan masjid di Desa Bandar Ratu didasarkan pada permintaan masyarakat setempat. Jarak yang cukup jauh dari masjid-masjid yang ada sebelumnya menjadi salah satu alasan utama. Masyarakat berharap kehadiran Masjid Abu Sufyan Bin Al-Harits tidak hanya akan memenuhi kebutuhan mereka untuk melaksanakan shalat lima waktu, tetapi juga dapat dijadikan sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an dan ilmu-ilmu Islam lainnya. Dengan demikian, diharapkan masjid ini dapat menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang berakhlak mulia.

    Proses pembangunan masjid saat ini telah memasuki pekan ke-sembilan dan telah mencapai progres sebesar 95%. Meskipun masih dalam tahap awal, pembangunan terus berjalan sesuai rencana. Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah optimis bahwa masjid ini akan segera dapat digunakan untuk beribadah. Keberadaan masjid ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat di Desa Bandar Ratu dan sekitarnya.

    Keberhasilan pembangunan Masjid Abu Sufyan Bin Al-Harits tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi berbagai pihak, baik dari masyarakat setempat maupun dari donatur. Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah mengucapkan terima kasih atas segala bentuk bantuan yang telah diberikan. Semoga Allah ta’ala membalas semua kebaikan yang telah dilakukan.

  • 90% Menuju Persemian Masjid Thufail bin Amru No. 122

    90% Menuju Persemian Masjid Thufail bin Amru No. 122

    Pembangunan Masjid Thufail bin Amru di Desa Makmur Mencapai Tahap Akhir

    Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah terus memperluas jangkauan dakwahnya dengan membangun masjid ke-122. Masjid yang diberi nama Masjid Thufail bin Amru ini berlokasi di Desa Makmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Pembangunan masjid ini merupakan bukti nyata dari komitmen yayasan dalam menyediakan fasilitas ibadah yang layak bagi masyarakat.

    Pada pekan Kesembilan pembangunan, progres yang dicapai telah mencapai 90%. Meskipun masih dalam tahap awal, pembangunan masjid ini terus berjalan lancar. Masjid Thufail bin Amru dirancang dengan kapasitas sekitar 180 jamaah, sehingga dapat menampung jumlah jemaah yang cukup banyak. Selain itu, masjid ini juga dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi berukuran 3×4 meter untuk memberikan kenyamanan bagi para jamaah.

    Pembangunan masjid ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat Desa Makmur dan sekitarnya. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran agama Islam dan kegiatan sosial lainnya. Dengan adanya masjid ini, diharapkan kualitas kehidupan beragama masyarakat dapat semakin meningkat..

  • Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah Bangun Masjid Ke-123 di Desa Bandar Ratu, Muko-Muko

    Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah Bangun Masjid Ke-123 di Desa Bandar Ratu, Muko-Muko

    Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah Bangun Masjid Ke-123 di Desa Bandar Ratu, Muko-Muko

    Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah terus memperluas sayap dakwahnya dengan membangun masjid ke-123 di Desa Bandar Ratu, Kecamatan Muko-Muko, Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu. Masjid yang diberi nama Masjid Abu Sufyan Bin Al-Harits ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat setempat. Dengan ukuran bangunan 10m x 10m dan dilengkapi fasilitas tempat wudhu berukuran 3m x 4m, masjid ini diharapkan dapat menjadi pusat ibadah yang nyaman bagi sekitar 180 jamaah.

    Pemilihan lokasi pembangunan masjid di Desa Bandar Ratu didasarkan pada permintaan masyarakat setempat. Jarak yang cukup jauh dari masjid-masjid yang ada sebelumnya menjadi salah satu alasan utama. Masyarakat berharap kehadiran Masjid Abu Sufyan Bin Al-Harits tidak hanya akan memenuhi kebutuhan mereka untuk melaksanakan shalat lima waktu, tetapi juga dapat dijadikan sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an dan ilmu-ilmu Islam lainnya. Dengan demikian, diharapkan masjid ini dapat menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang berakhlak mulia.

    Proses pembangunan masjid saat ini telah memasuki pekan ketiga dan telah mencapai progres sebesar 20%. Meskipun masih dalam tahap awal, pembangunan terus berjalan sesuai rencana. Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah optimis bahwa masjid ini akan segera dapat digunakan untuk beribadah. Keberadaan masjid ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat di Desa Bandar Ratu dan sekitarnya.

    Keberhasilan pembangunan Masjid Abu Sufyan Bin Al-Harits tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi berbagai pihak, baik dari masyarakat setempat maupun dari donatur. Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah mengucapkan terima kasih atas segala bentuk bantuan yang telah diberikan. Semoga Allah ta’ala membalas semua kebaikan yang telah dilakukan.

     

  • Pembangunan Masjid Thufail bin Amru di Desa Makmur Capai 20%

    Pembangunan Masjid Thufail bin Amru di Desa Makmur Capai 20%

    Pembangunan Masjid Thufail bin Amru di Desa Makmur Capai 20%

    Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah terus memperluas jangkauan dakwahnya dengan membangun masjid ke-122. Masjid yang diberi nama Masjid Thufail bin Amru ini berlokasi di Desa Makmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Pembangunan masjid ini merupakan bukti nyata dari komitmen yayasan dalam menyediakan fasilitas ibadah yang layak bagi masyarakat.

    Pada pekan ketiga pembangunan, progres yang dicapai telah mencapai 20%. Meskipun masih dalam tahap awal, pembangunan masjid ini terus berjalan lancar. Masjid Thufail bin Amru dirancang dengan kapasitas sekitar 180 jamaah, sehingga dapat menampung jumlah jemaah yang cukup banyak. Selain itu, masjid ini juga dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi berukuran 3×4 meter untuk memberikan kenyamanan bagi para jamaah.

    Pembangunan masjid ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat Desa Makmur dan sekitarnya. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran agama Islam dan kegiatan sosial lainnya. Dengan adanya masjid ini, diharapkan kualitas kehidupan beragama masyarakat dapat semakin meningkat.

  • Pembangunan Masjid Umair Bin Sa’id Capai Tahap Akhir

    Pembangunan Masjid Umair Bin Sa’id Capai Tahap Akhir

    Masjid Umair Bin Sa’id, masjid ke-121 yang dibangun oleh Yayasan Ar-Risalah AlKhairiyah, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Berlokasi di Desa Air Buluh, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, masjid ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat sekitar. Dengan kapasitas sekitar 180 jamaah, masjid ini diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi warga.

    Proses pembangunan masjid ini telah mencapai tahap akhir dengan persentase pengerjaan mencapai 90% pada pekan kedelapan. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan dan partisipasi masyarakat serta berbagai pihak yang terlibat. Masjid Umair Bin Sa’id dibangun dengan ukuran 10m x 10m dan dilengkapi fasilitas tempat wudhu berukuran 3m x 4m. Desain masjid yang sederhana namun megah diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para jamaah.

    Dengan selesainya pembangunan masjid ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat di sekitar Desa Air Buluh. Masjid Umair Bin Sa’id tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran Al-Qur’an dan ilmu-ilmu Islam lainnya. Kehadiran masjid ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar warga dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.

  • Pembangunan Masjid ke-123 Masjid Abu Sufyan bin Al harits radiallahu anhu Desa Bandar Ratu Kab. Muko Muko, Bengkulu

    Pembangunan Masjid ke-123 Masjid Abu Sufyan bin Al harits radiallahu anhu Desa Bandar Ratu Kab. Muko Muko, Bengkulu

    Pembangunan Masjid ke-123

    Masjid Abu Sufyan bin Al harits radiallahu anhu

    Desa Bandar Ratu Kab. Muko Muko, Bengkulu

     

    Alhamdulillah Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah kembali membangun masjid di wilayah pulau Sumatera, Indonesia, berlokasi di Desa Bandar Ratu Kab. Muko Muko, Bengkulu .

    Pada Pekan ini masjid yang dibangun sudah mencapai progres pembangunan di tahap awal dengan persentase pembangunan mancapai 5% menuju rampungnya pembangunan .

    Masjid yang ke 123 diberi nama Masjid Abu Sufyan bin Al harits radiallahu anhu  dengan skala bangunan berukuran 10m x 10m dilengkapi falisitas tempat wudhu berukuran 3m x 4m dengan kapasitas masjid untuk 180 jamaah .

    Semoga tahapan pembangunan dan finishingnya berjalan sesuai dengan harapan guna mempercepat pemanfaatan dan pemakmuran masjid oleh dan untuk masyarakat Desa Ridan Permai, sebagaimana amanah pewaqaf masjid, semoga Allah ta’ala berikan balasan dan limpahan kebaikan di dunia dan di akhirat .

  • Pembangunan Masjid ke-122  Masjid At Thufail bin Amru radiallahu anhu Desa Makmur Kab. Pangkalan Kerinci, RIAU

    Pembangunan Masjid ke-122 Masjid At Thufail bin Amru radiallahu anhu Desa Makmur Kab. Pangkalan Kerinci, RIAU

    Pembangunan Masjid ke-122

    Masjid At Thufail bin Amru radiallahu anhu 

    Desa Makmur Kab. Pangkalan Kerinci, RIAU

    Alhamdulillah Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah kembali membangun masjid di wilayah pulau Sumatera, Indonesia, berlokasi di Desa Makmur Kab. Pangkalan Kerinci, RIAU .

    Pada Pekan ini masjid yang dibangun sudah mencapai progres pembangunan di tahap awal dengan persentase pembangunan mancapai 5% menuju rampungnya pembangunan .

    Masjid yang ke 122 diberi nama Masjid At Thufail bin Amru radiallahu anhu  dengan skala bangunan berukuran 10m x 10m dilengkapi falisitas tempat wudhu berukuran 3m x 4m dengan kapasitas masjid untuk 180 jamaah .

    Semoga tahapan pembangunan dan finishingnya berjalan sesuai dengan harapan guna mempercepat pemanfaatan dan pemakmuran masjid oleh dan untuk masyarakat Desa Ridan Permai, sebagaimana amanah pewaqaf masjid, semoga Allah ta’ala berikan balasan dan limpahan kebaikan di dunia dan di akhirat .

  • PEMBANGUNAN MASJID KE – 121 MINGGU KE – 8 DENGAN PERSENTASE 80% DARI TAHAP PEMBANGUNAN

    PEMBANGUNAN MASJID KE – 121 MINGGU KE – 8 DENGAN PERSENTASE 80% DARI TAHAP PEMBANGUNAN

    Masjid Umair Bin Sa’id radhiallahu ‘anhu

    Desa Air Buluh, Kec. Kuantan Mudik Kab. Kuantan Singingi, RIAU

    Alhamdulillah Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah pada pekan ini ( pekan ke – 8 ) persentase penyelesaian pembangunan masjid mencapai  tahap akhir dengan angka 80% dari pembangunan yang berlokasi di Desa Air Buluh, Kec. Kuantan Mudik Kab. Kuantan Singingi, RIAU .

    Masjid yang ke 121 diberi nama Masjid Umair Bin Sa’id radhiallahu ‘anhu dengan skala bangunan berukuran 10m x 10m dilengkapi falisitas tempat wudhu berukuran 3m x 4m dengan kapasitas masjid untuk 180 jamaah .

    Yayasan memilih lokasi ini untuk memenuhi permintaan masyarakat karena beberapa alasan, diantaranya jarak mereka yang berjauhan dari masjid-masjid yang ada di daerah tersebut, dan mereka berharap masjid ini ke depan menjadi  sebagai pusat untuk belajar Al-Qur’an dan ilmu-ilmu Islam .