Category: Masjid

  • Pembangunan Masjid ke-132: Masjid Abu Darda’ Al Anshari di Tirto Sari Banyuasin Resmi Dimulai

    Pembangunan Masjid ke-132: Masjid Abu Darda’ Al Anshari di Tirto Sari Banyuasin Resmi Dimulai

    Pembangunan Masjid ke-132 Masjid Abu Darda’ Al Anshari di Desa Tirto Sari Banyuasin Sumatera Selatan menjadi pusat ibadah dan pendidikan Islam bagi masyarakat.

    Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah kembali melanjutkan misi mulianya dalam menghadirkan sarana ibadah melalui dimulainya pembangunan Masjid ke-132 yang diberi nama Masjid Abu Darda’ Al Anshari, yang berlokasi di Desa Tirto Sari, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Proyek ini merupakan bagian dari rangkaian pembangunan masjid yang terus digalakkan oleh yayasan di berbagai wilayah Pulau Sumatera sebagai upaya memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat.

    Pembangunan masjid memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam. Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah salat lima waktu, tetapi juga berfungsi sebagai pusat kegiatan keislaman, pendidikan Al-Qur’an, serta pembinaan akhlak dan karakter masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan Masjid Abu Darda’ Al Anshari diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas keagamaan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekitar.

    Desa Tirto Sari di Kabupaten Banyuasin merupakan salah satu wilayah yang masih membutuhkan sarana ibadah yang memadai. Berdasarkan kondisi di lapangan, jarak antara pemukiman warga dengan masjid yang sudah ada cukup jauh, sehingga menyulitkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah secara berjamaah secara rutin. Hal ini menjadi salah satu alasan utama yayasan memilih lokasi tersebut sebagai titik pembangunan masjid baru.

    Permintaan dari masyarakat setempat juga menjadi faktor penting dalam terealisasinya pembangunan ini. Warga memiliki harapan besar agar kehadiran masjid dapat mempermudah akses ibadah sekaligus menjadi pusat pembelajaran Al-Qur’an dan ilmu-ilmu Islam bagi generasi muda. Dengan adanya masjid yang dekat dan representatif, diharapkan aktivitas keagamaan dapat berjalan lebih optimal.

    Masjid Abu Darda’ Al Anshari dirancang dengan ukuran bangunan utama sekitar 13 meter x 13 meter, yang mampu menampung kurang lebih 280 jamaah. Selain itu, fasilitas tempat wudhu dengan ukuran 4 meter x 6 meter juga disiapkan untuk menunjang kenyamanan jamaah dalam beribadah. Desain masjid yang direncanakan mengedepankan fungsi, kenyamanan, dan daya tampung yang memadai bagi masyarakat sekitar.

    Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga diharapkan menjadi pusat pendidikan Islam. Berbagai kegiatan seperti pengajian rutin, pembelajaran Al-Qur’an untuk anak-anak, kajian keislaman bagi masyarakat umum, serta pembinaan generasi muda akan dilaksanakan di masjid ini. Dengan demikian, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat secara menyeluruh.

    Hingga minggu pertama pelaksanaan pembangunan, progres pembangunan Masjid Abu Darda’ Al Anshari telah mencapai sekitar 3 persen. Tahapan awal ini meliputi persiapan lahan, pengukuran lokasi, serta pekerjaan dasar sebagai fondasi pembangunan. Meskipun masih dalam tahap awal, semangat gotong royong masyarakat serta dukungan para donatur menjadi faktor penting dalam kelancaran proses pembangunan ini. 

    Pembangunan masjid merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang memiliki nilai pahala yang sangat besar dan terus mengalir. Selama masjid tersebut digunakan untuk ibadah dan kegiatan kebaikan, maka pahala akan terus mengalir kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam pembangunannya. Inilah salah satu amal yang memberikan manfaat jangka panjang bagi umat.

    Allah Ta’ala berfirman:

    “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian…”
    (QS. At-Taubah: 18)

    Rasulullah ﷺ juga bersabda:

    “Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)

    Ayat dan hadis tersebut menjadi dorongan kuat bagi kaum muslimin untuk berpartisipasi dalam pembangunan masjid. Setiap kontribusi yang diberikan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, bahkan setelah seseorang meninggal dunia.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berkomitmen untuk memperluas pembangunan masjid di berbagai wilayah yang membutuhkan. Program ini merupakan bagian dari misi yayasan dalam mendukung dakwah Islam dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui penyediaan sarana ibadah yang layak.

    Masjid Abu Darda’ Al Anshari di Desa Tirto Sari diharapkan dapat menjadi pusat peradaban Islam di wilayah tersebut. Kehadirannya akan membawa perubahan positif, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam pendidikan, sosial, dan pembinaan masyarakat secara menyeluruh.

    Setiap tahapan pembangunan masjid ini merupakan bagian dari perjalanan kebaikan yang melibatkan banyak pihak. Dukungan dari para donatur, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan proyek ini. Semoga setiap amal yang diberikan menjadi pahala yang terus mengalir dan membawa keberkahan dalam kehidupan.

    Kami mengajak seluruh kaum muslimin untuk turut serta dalam program pembangunan masjid ini. Partisipasi Anda sangat berarti dalam menghadirkan sarana ibadah yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan, serta menjadi bagian dari amal jariyah yang tidak terputus.

    Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan setiap tahapan pembangunan Masjid Abu Darda’ Al Anshari hingga selesai, serta menjadikannya sebagai sumber keberkahan bagi masyarakat Desa Tirto Sari dan sekitarnya.


    #masjid132 #masjidabudarda #wakafmasjid #pembangunanmasjid #sedekahjariyah #dakwahislam #yayasanarrisalah #amaljariyahabadi

  • Tahap Awal Pembangunan Masjid ke-131: Masjid Abdullah bin Abbas di Sumber Jaya, OKU Timur

    Tahap Awal Pembangunan Masjid ke-131: Masjid Abdullah bin Abbas di Sumber Jaya, OKU Timur

    Tahap awal pembangunan Masjid ke-131 Masjid Abdullah bin Abbas di Desa Sumber Jaya Belitang OKU Timur Sumatera Selatan sebagai pusat ibadah dan pendidikan Islam.

    Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah kembali melanjutkan komitmennya dalam pembangunan sarana ibadah melalui dimulainya tahap awal pembangunan Masjid ke-131 yang diberi nama Masjid Abdullah bin Abbas, yang berlokasi di Desa Sumber Jaya, Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Proyek ini menjadi bagian dari rangkaian program pembangunan masjid yang telah tersebar di berbagai wilayah Pulau Sumatera sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.

    Pembangunan masjid merupakan salah satu program strategis yayasan dalam mendukung kehidupan beragama yang lebih baik. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah salat, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan Al-Qur’an, serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, setiap pembangunan masjid selalu dirancang untuk memberikan manfaat yang luas dan berkelanjutan.

    Desa Sumber Jaya di wilayah Belitang, Kabupaten OKU Timur, menjadi salah satu daerah yang membutuhkan sarana ibadah yang memadai. Berdasarkan hasil survei dan permintaan masyarakat setempat, diketahui bahwa jarak pemukiman warga dengan masjid terdekat cukup jauh. Kondisi ini menjadi kendala bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah secara berjamaah, terutama bagi anak-anak dan para lansia.

    Melihat kondisi tersebut, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah mengambil langkah untuk merealisasikan pembangunan Masjid Abdullah bin Abbas sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat. Masjid ini diharapkan dapat menjadi pusat ibadah yang mudah diakses oleh warga serta menjadi sarana dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan di lingkungan tersebut.

    Masjid Abdullah bin Abbas dirancang dengan ukuran bangunan utama sekitar 10 meter x 10 meter, yang mampu menampung kurang lebih 180 jamaah. Selain itu, fasilitas pendukung seperti tempat wudhu dengan ukuran 4 meter x 3 meter juga turut dibangun untuk menunjang kenyamanan jamaah dalam beribadah. Desain yang sederhana namun fungsional diharapkan dapat memberikan kenyamanan serta kemudahan dalam penggunaan jangka panjang.

    Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga direncanakan menjadi pusat kegiatan keislaman, seperti pembelajaran Al-Qur’an, kajian ilmu agama, serta pembinaan generasi muda. Masyarakat setempat memiliki harapan besar agar masjid ini dapat menjadi pusat pendidikan Islam yang mampu mencetak generasi yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman agama yang baik.

    Hingga minggu pertama pelaksanaan pembangunan, progres pembangunan masjid telah mencapai sekitar 3 persen. Tahap awal ini meliputi persiapan lahan, pengukuran lokasi, serta pekerjaan dasar sebagai fondasi utama pembangunan. Meskipun masih dalam tahap awal, semangat dan dukungan masyarakat serta para donatur menjadi motivasi utama dalam melanjutkan pembangunan ini hingga selesai.

    Pembangunan masjid merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang memiliki nilai pahala yang sangat besar. Selama masjid tersebut digunakan untuk ibadah dan kegiatan kebaikan, maka pahala akan terus mengalir kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam pembangunannya. Inilah salah satu bentuk investasi akhirat yang memberikan manfaat jangka panjang.

    Allah Ta’ala berfirman:

    “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian…”
    (QS. At-Taubah: 18)

    Rasulullah ﷺ juga bersabda:

    “Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)

    Ayat dan hadis tersebut menjadi motivasi besar bagi kaum muslimin untuk turut serta dalam pembangunan masjid. Setiap kontribusi yang diberikan, sekecil apa pun, akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan memberikan manfaat bagi banyak orang.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berkomitmen untuk memperluas pembangunan masjid di berbagai wilayah yang membutuhkan. Program ini merupakan bagian dari misi yayasan dalam mendukung dakwah Islam dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui penyediaan sarana ibadah yang layak.

    Masjid Abdullah bin Abbas di Desa Sumber Jaya diharapkan menjadi pusat peradaban Islam di wilayah tersebut. Kehadirannya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan, dan kegiatan sosial masyarakat. Dengan demikian, masjid ini akan memberikan dampak positif yang luas dan berkelanjutan.

    Setiap tahapan pembangunan masjid ini menjadi bagian dari perjalanan kebaikan yang melibatkan banyak pihak. Dukungan dari para donatur, relawan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan proyek ini. Semoga setiap amal yang diberikan menjadi pahala yang terus mengalir dan membawa keberkahan dalam kehidupan.

    Kami mengajak seluruh kaum muslimin untuk turut serta dalam program pembangunan masjid ini. Partisipasi Anda sangat berarti dalam menghadirkan sarana ibadah yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan, serta menjadi bagian dari amal jariyah yang tidak terputus.

    Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan setiap tahapan pembangunan Masjid Abdullah bin Abbas hingga selesai, serta menjadikannya sebagai sumber keberkahan bagi masyarakat Desa Sumber Jaya dan sekitarnya.


    #masjid131 #masjidabdullahbinabbas #wakafmasjid #pembangunanmasjid #sedekahjariyah #dakwahislam #yayasanarrisalah #amaljariyahabadi

  • Peresmian pembangunan Masjid ke-130 Masjid Salamah bin Abi Salamah di Desa Kinali Kabupaten Pasaman Sumatera Barat sebagai pusat ibadah dan dakwah masyarakat.

    Peresmian pembangunan Masjid ke-130 Masjid Salamah bin Abi Salamah di Desa Kinali Kabupaten Pasaman Sumatera Barat sebagai pusat ibadah dan dakwah masyarakat.

    Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah kembali merealisasikan salah satu program unggulannya melalui pembangunan masjid ke-130 yang diberi nama Masjid Salamah bin Abi Salamah, yang berlokasi di Desa Kinali, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Pembangunan masjid ini menjadi bukti nyata komitmen yayasan dalam mendukung penguatan sarana ibadah dan dakwah di berbagai pelosok wilayah Indonesia.

    Masjid merupakan pusat kehidupan umat Islam yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah salat, tetapi juga sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan, serta penguatan ukhuwah Islamiyah. Kehadiran masjid di tengah masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter umat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

    Desa Kinali sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Pasaman memiliki potensi masyarakat yang religius dan memiliki semangat tinggi dalam menjalankan ajaran Islam. Namun, keterbatasan fasilitas ibadah yang memadai menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, pembangunan Masjid Salamah bin Abi Salamah menjadi solusi yang sangat dinantikan oleh warga.

    Masjid ini dirancang dengan ukuran bangunan utama sekitar 13 meter x 13 meter, yang mampu menampung kurang lebih 280 jamaah. Selain itu, fasilitas pendukung seperti tempat wudhu dengan ukuran 4 meter x 6 meter juga turut dibangun untuk menunjang kenyamanan jamaah dalam beribadah. Desain masjid yang fungsional dan kokoh diharapkan dapat digunakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.

    Hingga saat ini, progres pembangunan masjid telah mencapai sekitar 80 persen pada minggu ke sebelas pelaksanaan pembangunan. Proses pembangunan berjalan dengan lancar berkat dukungan berbagai pihak, termasuk para donatur yang telah berpartisipasi dalam program wakaf pembangunan masjid ini.

    Pembangunan masjid ini tidak hanya memberikan manfaat secara fisik, tetapi juga memberikan dampak spiritual yang besar bagi masyarakat. Dengan adanya masjid yang representatif, masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk. Selain itu, masjid ini juga akan menjadi pusat kegiatan keagamaan seperti pengajian, pendidikan Al-Qur’an, serta berbagai kegiatan dakwah lainnya.

    Masjid Salamah bin Abi Salamah juga diharapkan menjadi pusat pembinaan generasi muda. Melalui berbagai program pendidikan dan kegiatan keislaman, generasi muda dapat dibina untuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman agama yang baik. Hal ini sangat penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.

    Pembangunan masjid merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang memiliki pahala yang terus mengalir. Selama masjid tersebut digunakan untuk ibadah dan kegiatan kebaikan, maka pahala akan terus mengalir kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam pembangunannya.

    Allah Ta’ala berfirman:

    “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian…”
    (QS. At-Taubah: 18)

    Ayat ini menunjukkan betapa besar keutamaan orang-orang yang memakmurkan masjid, baik melalui pembangunan maupun melalui berbagai kegiatan ibadah dan dakwah yang dilakukan di dalamnya.

    Rasulullah ﷺ juga bersabda:

    “Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)

    Hadis ini menjadi motivasi besar bagi kaum muslimin untuk berpartisipasi dalam pembangunan masjid, karena balasan yang dijanjikan adalah rumah di surga.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus berkomitmen untuk memperluas pembangunan masjid di berbagai wilayah yang membutuhkan. Program ini merupakan bagian dari misi yayasan dalam mendukung dakwah Islam dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui pembangunan sarana ibadah.

    Masjid Salamah bin Abi Salamah diharapkan menjadi pusat peradaban Islam di Desa Kinali, yang tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pembinaan, dan kegiatan sosial masyarakat. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan dampak positif yang luas dan berkelanjutan.

    Setiap batu yang tersusun dalam pembangunan masjid ini menjadi saksi atas kebaikan para donatur yang telah berkontribusi. Semoga setiap amal yang diberikan menjadi pahala yang terus mengalir dan menjadi sebab keberkahan dalam kehidupan.

    Dengan selesainya pembangunan masjid ini nantinya, masyarakat Desa Kinali akan memiliki tempat ibadah yang representatif dan nyaman. Hal ini tentu akan meningkatkan semangat masyarakat dalam beribadah dan mengikuti kegiatan keagamaan.

    Kami mengajak seluruh kaum muslimin untuk turut serta dalam program pembangunan masjid dan berbagai program kemanusiaan lainnya. Partisipasi Anda sangat berarti dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima setiap amal kebaikan yang telah dilakukan dan menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga hari kiamat.

    #masjid130 #masjidsalamah #wakafmasjid #sedekahjariyah #dakwahislam #yayasanarrisalah #pembangunanmasjid #amaljariyahabadi

  • Pembangunan Masjid ke-130: Masjid Salamah bin Abi Salamah di Desa Kinali, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat

    Pembangunan Masjid ke-130: Masjid Salamah bin Abi Salamah di Desa Kinali, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat

    Alhamdulillah, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan sarana ibadah di berbagai wilayah Pulau Sumatera, Indonesia. Salah satu proyek yang saat ini sedang berlangsung adalah pembangunan masjid ke-130 yang berlokasi di Desa Kinali, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

    Masjid ini diberi nama Masjid Salamah bin Abi Salamah, sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh sahabat Nabi yang mulia. Pembangunan masjid ini diharapkan menjadi pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan umat di wilayah tersebut.

    Secara fisik, Masjid Salamah bin Abi Salamah dibangun dengan ukuran 13 meter x 13 meter. Selain bangunan utama, fasilitas tempat wudhu juga disiapkan dengan ukuran 4 meter x 6 meter guna menunjang kenyamanan jamaah dalam beribadah.

    Setelah selesai dibangun, masjid ini diperkirakan mampu menampung sekitar 280 jamaah. Kapasitas ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Kinali dan sekitarnya dalam melaksanakan shalat berjamaah, kajian rutin, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

    Pembangunan masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah semata, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pembinaan generasi muda. Keberadaan masjid diharapkan mampu menjadi sarana pembentukan karakter Islami di tengah masyarakat.

    Hingga minggu ke sembilan proses pembangunan, progres penyelesaian telah mencapai 70 persen. Tahapan yang telah diselesaikan meliputi struktur utama bangunan, sebagian dinding, serta pengerjaan awal fasilitas pendukung.

    Masyarakat Desa Kinali menyambut dengan penuh antusias pembangunan masjid ini. Semangat gotong royong dan dukungan moral dari warga menjadi motivasi tersendiri dalam mempercepat proses pembangunan.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi dalam pembangunan masjid ini. Setiap kontribusi yang diberikan menjadi bagian dari amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

    Ke depan, diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga tahap penyelesaian akhir. Dengan dukungan semua pihak, Masjid Salamah bin Abi Salamah diharapkan segera dapat difungsikan dan menjadi pusat keberkahan bagi masyarakat.

    Semoga pembangunan masjid ke-130 ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap kebutuhan umat, serta menjadi sumber kebaikan yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kinali, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

  • Pembangunan Masjid Ke-126 : Masjid As’ad bin Zararah di Desa Pantai Cermin, Kec. Tapung, Kab. Kampar, Riau

    Pembangunan Masjid Ke-126 : Masjid As’ad bin Zararah di Desa Pantai Cermin, Kec. Tapung, Kab. Kampar, Riau

    Alhamdulillah, Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah terus menebar manfaat dengan membangun rumah-rumah Allah di berbagai pelosok Sumatera. Salah satu program pembangunan yang saat ini tengah berlangsung adalah Masjid ke-126, Masjid As’ad bin Zararah, yang berlokasi di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau. Masjid ini diharapkan menjadi pusat ibadah dan pendidikan Islam bagi masyarakat sekitar.

    Bangunan utama masjid dirancang berukuran 15 x 15 meter dan diproyeksikan mampu menampung sekitar 280 jamaah setelah selesai, insya Allah. Untuk menunjang kenyamanan jamaah, masjid ini juga dilengkapi dengan fasilitas tempat wudhu berukuran 4 x 5 meter serta rumah imam berukuran 6 x 5 meter. Dengan fasilitas tersebut, masjid ini tidak hanya akan menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keislaman masyarakat.

    Masjid As’ad bin Zararah direncanakan tidak hanya difungsikan untuk shalat lima waktu, tetapi juga menjadi pusat kegiatan belajar Al-Qur’an, kajian ilmu-ilmu Islam, dan pembinaan generasi muda agar semakin dekat dengan nilai-nilai agama. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat persaudaraan dan semangat beramal di tengah masyarakat Desa Pantai Cermin.

    Hingga minggu keenam pembangunan, progres fisik masjid telah mencapai sekitar 35%. Capaian ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat, para donatur, serta relawan yang telah berkontribusi, baik melalui tenaga, doa, maupun harta.

    Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan masjid ini. Semoga setiap amal yang diberikan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir hingga hari akhir.

    Namun, pembangunan masjid ini masih memerlukan dukungan tambahan untuk dapat segera diselesaikan. Masih banyak bagian yang harus dikerjakan agar masjid ini segera berdiri sempurna dan dapat digunakan sepenuhnya oleh masyarakat.

    Kesempatan ini adalah peluang emas bagi kita semua untuk berinvestasi jariyah. Setiap rupiah yang Anda salurkan akan menjadi bekal pahala yang terus mengalir, insya Allah.

    Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah mengajak kaum muslimin untuk bergandeng tangan menyelesaikan pembangunan Masjid As’ad bin Zararah ini. Dengan kontribusi kita bersama, insya Allah rumah Allah ini akan segera berdiri kokoh dan menjadi sumber cahaya Islam di Desa Pantai Cermin dan sekitarnya.

    Mari kita wujudkan masjid ini sebagai tempat ibadah, pusat pendidikan, dan penguat ukhuwah Islamiyah bagi generasi mendatang. Inilah amal terbaik yang bisa kita persembahkan untuk dunia dan akhirat.

    Untuk informasi lebih lanjut dan penyaluran donasi pembangunan masjid ini, silakan menghubungi Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah melalui WhatsApp di +6282361615577 atau Instagram @yayasanarrisalahalkhairiyah. Semoga Allah membalas setiap kebaikan kita dengan pahala yang berlipat ganda.

  • Pembangunan Masjid Ke-127 Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah: Masjid Tsabit bin Qais di Desa Negara Bumi, Kab. Lampung, Sumatera Selatan

    Pembangunan Masjid Ke-127 Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah: Masjid Tsabit bin Qais di Desa Negara Bumi, Kab. Lampung, Sumatera Selatan

    Alhamdulillah, Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah terus menebar keberkahan dengan menghadirkan rumah-rumah Allah di berbagai pelosok Sumatera. Salah satu program pembangunan yang kini sedang berjalan adalah Masjid ke-127, Masjid Tsabit bin Qais, yang terletak di Desa Negara Bumi, Kabupaten Lampung, Sumatera Selatan. Kehadiran masjid ini diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus pusat pembelajaran Islam bagi masyarakat sekitar.

    Masjid Tsabit bin Qais dibangun dengan ukuran 10 x 10 meter, yang dirancang mampu menampung sekitar 180 jamaah setelah selesai, insya Allah. Selain bangunan utama masjid, tersedia pula fasilitas tempat wudhu berukuran 4 x 3 meter, rumah imam berukuran 6 x 5 meter, ruang kelas berukuran 2 x 7 x 8 meter untuk kegiatan pendidikan, serta bangunan kantin berukuran 6 x 4 meter yang mendukung kebutuhan jamaah dan masyarakat sekitar. Fasilitas ini disiapkan agar masjid menjadi tempat yang nyaman dan multifungsi bagi seluruh lapisan masyarakat.

    Tidak hanya difungsikan untuk shalat lima waktu, masjid ini juga diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan belajar Al-Qur’an, kajian ilmu-ilmu Islam, dan pembinaan generasi muda. Dengan adanya ruang kelas, kegiatan pendidikan bisa berlangsung lebih terstruktur sehingga anak-anak dan remaja setempat mendapat akses lebih baik terhadap pendidikan agama.

    Hingga minggu kelima pembangunan, progres fisik Masjid Tsabit bin Qais telah mencapai sekitar 25%. Capaian ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan penuh dari masyarakat, para donatur, serta relawan yang turut andil dalam mewujudkan berdirinya masjid ini.

    Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan masjid ini, baik melalui doa, tenaga, maupun harta. Semoga setiap rupiah dan setiap doa yang diberikan menjadi pahala yang terus mengalir bagi para donatur dan relawan.

    Namun demikian, pembangunan ini masih memerlukan uluran tangan para dermawan. Masih banyak bagian yang harus diselesaikan agar masjid ini segera dapat digunakan sepenuhnya. Kesempatan ini adalah peluang emas bagi kita semua untuk berinvestasi jariyah yang manfaatnya berlipat ganda.

    Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah mengajak kaum muslimin di mana pun berada untuk bergandeng tangan menyelesaikan pembangunan Masjid Tsabit bin Qais. Dengan kontribusi Anda, insya Allah rumah Allah ini akan segera berdiri kokoh dan menjadi sumber cahaya Islam di Desa Negara Bumi dan sekitarnya.

    Setiap partisipasi yang Anda berikan adalah bekal kebaikan abadi yang akan terus mengalir hingga akhirat. Mari kita wujudkan masjid ini sebagai tempat ibadah, pusat pendidikan, dan penguat ukhuwah Islamiyah bagi generasi mendatang.

    Untuk informasi lebih lanjut dan penyaluran donasi pembangunan masjid ini, silakan menghubungi Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah melalui WhatsApp di +6282361615577 atau Instagram @yayasanarrisalahalkhairiyah. Semoga Allah membalas kebaikan kita semua dan menjadikannya amal yang tidak terputus.

  • Pembangunan Masjid Ke-126 Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah: Masjid As’ad bin Zararah di Desa Pantai Cermin, Kec. Tapung, Kab. Kampar, Riau

    Pembangunan Masjid Ke-126 Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah: Masjid As’ad bin Zararah di Desa Pantai Cermin, Kec. Tapung, Kab. Kampar, Riau

    Alhamdulillah, Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah terus berkomitmen menghadirkan rumah-rumah Allah yang layak dan nyaman bagi masyarakat di berbagai pelosok Sumatera. Salah satu program pembangunan yang saat ini berjalan adalah Masjid ke-126, yaitu Masjid As’ad bin Zararah yang berlokasi di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.

    Masjid ini dibangun di atas lahan yang direncanakan untuk menampung jamaah lebih banyak, dengan luas bangunan utama 15 x 15 meter. Di samping itu, dilengkapi dengan fasilitas tempat wudhu berukuran 4 x 5 meter serta rumah imam berukuran 6 x 5 meter. Fasilitas ini diharapkan mampu menunjang kenyamanan jamaah dalam beribadah dan memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan umat.

    Jika telah rampung, insya Allah masjid ini dapat menampung sekitar 280 jamaah. Tidak hanya digunakan untuk shalat lima waktu, masjid ini juga diharapkan menjadi pusat kegiatan pendidikan Al-Qur’an, kajian ilmu-ilmu Islam, dan tempat pembinaan generasi muda agar semakin dekat dengan nilai-nilai Islam.

    Hingga minggu kelima pembangunan, progres fisik bangunan telah mencapai sekitar 30%. Ini menunjukkan dukungan dan partisipasi masyarakat serta donatur yang begitu besar dalam mewujudkan masjid yang menjadi kebanggaan bersama.

    Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi, baik berupa doa, tenaga, maupun harta. Semoga Allah membalas dengan pahala yang berlipat ganda dan menjadikan amal ini sebagai jariyah yang terus mengalir hingga hari akhir.

    Pembangunan ini masih terus berlanjut dan masih membutuhkan dukungan dari kaum muslimin. Kami mengajak seluruh dermawan untuk bersama-sama menyelesaikan pembangunan Masjid As’ad bin Zararah agar segera bisa digunakan oleh masyarakat. Setiap rupiah yang Anda salurkan insya Allah menjadi investasi pahala abadi.

    Bagi yang ingin berpartisipasi, donasi dapat disalurkan melalui Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui WhatsApp di +6282361615577 atau Instagram @yayasanarrisalahalkhairiyah.

    Semoga dengan kehadiran masjid ini, masyarakat Desa Pantai Cermin dan sekitarnya semakin semangat beribadah dan belajar ilmu-ilmu agama. Mari kita jadikan masjid ini pusat cahaya Islam yang menyinari generasi sekarang dan mendatang.

  • Masjid Tsabit bin Qais di Desa Negara Bumi, Kab. Lampung, Sumatera Selatan – Progres Pembangunan 18%

    Masjid Tsabit bin Qais di Desa Negara Bumi, Kab. Lampung, Sumatera Selatan – Progres Pembangunan 18%

    Alhamdulillah, Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah kembali melanjutkan kiprah dakwahnya dalam membangun sarana ibadah umat. Kali ini, pembangunan masjid dilaksanakan di Desa Negara Bumi, Kabupaten Lampung, Sumatera Selatan, sebagai Masjid ke-127 yang didirikan oleh yayasan.

    Masjid ini diberi nama Masjid Tsabit bin Qais, dibangun dengan ukuran 10 x 10 meter, dilengkapi dengan berbagai fasilitas penting:

    • Tempat wudhu berukuran 4 x 3 meter

    • Rumah imam berukuran 6 x 5 meter

    • Ruang kelas berukuran 2 x 7 x 8 meter

    • Kantin berukuran 6 x 4 meter

    Setelah selesai dibangun, masjid ini akan mampu menampung sekitar 180 jamaah.
    Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Masyarakat sekitar sangat membutuhkan masjid karena jarak mereka yang jauh dari masjid-masjid lain di daerah tersebut. Mereka berharap masjid ini tidak hanya menjadi tempat salat lima waktu, tetapi juga menjadi pusat pendidikan Al-Qur’an dan ilmu keislaman, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.

    🌿 Perkembangan Pembangunan

    Sampai minggu ketiga bulan Juli 2025, pembangunan masjid ini telah mencapai 18%. Prosesnya terus berjalan dengan dukungan para donatur yang dermawan, serta doa dari seluruh kaum muslimin.


    🕌 Terima Kasih Para Dermawan

    Kami mengucapkan jazakumullah khairan katsira kepada seluruh donatur yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid ini. Setiap rupiah yang Anda salurkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, insya Allah, hingga hari kiamat.

    Rasulullah ﷺ bersabda:
    “Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan bangunkan untuknya rumah di surga.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)


    🤲 Ayo Wakaf Masjid, Raih Pahala Abadi

    Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah mengajak kaum muslimin untuk ikut serta dalam proyek wakaf ini.
    Mari bersama wujudkan masjid yang bukan hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga pusat ilmu dan cahaya hidayah bagi masyarakat.

    📍 Lokasi: Masjid Tsabit bin Qais – Desa Negara Bumi, Kabupaten Lampung, Sumatera Selatan
    📈 Perkembangan: 18% (minggu ke-3, Juli 2025)
    📱 Info & Konfirmasi Wakaf:
    WhatsApp: +62 823-6161-5577
    Instagram: @yayasanarrisalahalkhairiyah

  • Asa Baru Umat di Desa Pantai Cermin, Tapung – Kampar, Riau – Rampung Pembangunan Mencapai 20 %

    Asa Baru Umat di Desa Pantai Cermin, Tapung – Kampar, Riau – Rampung Pembangunan Mencapai 20 %

    Masjid As’ad bin Zararah: Cahaya Baru untuk Warga yang Dahaga Ibadah

    Kampar, Riau — Di balik hamparan alam Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung, kini tengah tumbuh harapan baru bagi warga Muslim setempat. Yayasan Ar Risalah AlKhairiyah, sebagai lembaga yang konsisten dalam membangun peradaban umat, saat ini sedang mengerjakan pembangunan Masjid ke-126, yang diberi nama Masjid As’ad bin Zararah — masjid megah berukuran 15m x 15m yang kelak menjadi pusat ibadah dan ilmu bagi ratusan warga sekitar.

    Tak sekadar rumah ibadah, pembangunan ini juga dilengkapi dengan fasilitas wudhu seluas 4m x 5m, serta rumah imam berukuran 6m x 5m, yang akan menunjang kegiatan dakwah dan pembinaan umat secara berkelanjutan.

    Masjid ini diproyeksikan dapat menampung sekitar 280 jamaah, dan akan menjadi solusi dari keluh kesah warga yang selama ini harus berjalan jauh untuk sekadar menunaikan shalat berjamaah. Lebih dari itu, masyarakat berharap masjid ini bisa menjadi pusat pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan ilmu keislaman bagi anak-anak dan remaja, yang selama ini masih terbatas sarana dan pembimbingnya.

    Alasan Pemilihan Lokasi

    Desa Pantai Cermin bukan tanpa masjid sama sekali, tetapi jarak antar rumah dengan masjid terdekat sangat jauh, terlebih bagi warga lanjut usia dan anak-anak. Inilah yang mendorong masyarakat mengajukan permohonan bantuan pembangunan kepada yayasan. Dan alhamdulillah, permintaan ini kini sedang diwujudkan.

    Progres Pembangunan

    Hingga pekan ketiga bulan Juli 2025, progres pembangunan telah mencapai 20%. Pondasi utama telah dikerjakan, dan proses pengerjaan terus berlangsung dengan semangat dan harapan dari masyarakat yang turut membantu semampunya.


    Mari Berkontribusi dalam Amal Jariyah Ini

    Kami mengajak seluruh kaum Muslimin, para dermawan, dan siapa saja yang tergerak hatinya untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan ini. Karena sebuah masjid bukan hanya bangunan, tapi penjaga akidah, tempat berkumpulnya hidayah, dan penyambung amal jariyah hingga hari kiamat.

    “Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)


    📍 Masjid As’ad bin Zararah – Desa Pantai Cermin, Kec. Tapung, Kab. Kampar, Riau
    📊 Progres: 20% (Pekan Ketiga Juli 2025)
    📞 Ingin ikut berwakaf atau membantu pembangunan? Hubungi:
    📱 WhatsApp: +62 823-6161-5577
    📷 Instagram: @yayasanarrisalahalkhairiyah

         

  • Pembangunan Masjid ke-127: Masjid Tsabit bin Qais – Desa Negara Bumi, Lampung, Sumatera Selatan

    Pembangunan Masjid ke-127: Masjid Tsabit bin Qais – Desa Negara Bumi, Lampung, Sumatera Selatan

    Alhamdulillah, langkah dakwah dan pembangunan yang digagas oleh Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah kembali dilanjutkan dengan membangun masjid ke-127 di pulau Sumatera. Proyek pembangunan ini berlokasi di Desa Negara Bumi, Kabupaten Lampung, Provinsi Sumatera Selatan, dan menjadi kabar gembira yang telah lama dinantikan oleh masyarakat sekitar.

    Masjid ini diberi nama Masjid Tsabit bin Qais, mengabadikan nama seorang sahabat mulia Nabi ﷺ yang dikenal dengan kefasihannya dalam berbicara dan keberaniannya dalam membela Islam. Masjid ini dirancang dengan ukuran 10 meter x 10 meter, serta dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti tempat wudhu 4 meter x 3 meter, rumah imam 6 meter x 5 meter, bangunan kelas 2 meter x 7 meter x 8 meter, dan kantin 6 meter x 4 meter.

    Setelah rampung, masjid ini diperkirakan mampu menampung sekitar 180 jamaah dan diharapkan akan menjadi pusat kegiatan spiritual, sosial, dan edukatif bagi warga sekitar. Kehadiran masjid ini akan sangat membantu, khususnya di wilayah yang selama ini jauh dari akses fasilitas ibadah yang memadai.

    Alasan utama pemilihan lokasi pembangunan ini adalah karena tingginya kebutuhan masyarakat di Desa Negara Bumi terhadap sarana ibadah yang representatif. Masjid ini nantinya tidak hanya digunakan untuk melaksanakan shalat lima waktu, tetapi juga akan difungsikan sebagai pusat belajar Al-Qur’an dan ilmu-ilmu Islam, terutama bagi generasi muda.

    Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga dirancang agar mampu menjadi pusat pembinaan umat: tempat berlangsungnya majelis taklim, kegiatan TPA, diskusi keislaman, hingga program pembinaan masyarakat. Kehadiran ruang kelas dan kantin merupakan bentuk inovasi agar masjid benar-benar menjadi tempat yang hidup dan menyatu dengan aktivitas warga.

    Pada pekan pertama pelaksanaan, progres pembangunan telah mencapai 5%. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat dari tim yayasan agar pembangunan dapat berjalan lancar sesuai standar kualitas dan kebutuhan masyarakat setempat.

    Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berkontribusi, serta mengajak umat Islam untuk terus mendukung program pembangunan masjid ini. Semoga Masjid Tsabit bin Qais menjadi mercusuar keimanan dan ilmu, tempat lahirnya generasi Islam yang mencintai masjid dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.