Author: admin

  • Profil Dai : Hefrimai Safrisyah, S.Sos, Masjid Baitul Hadiy – Sukajaya, Lampung Tengah

    Profil Dai : Hefrimai Safrisyah, S.Sos, Masjid Baitul Hadiy – Sukajaya, Lampung Tengah

    Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah terus berkomitmen menebarkan cahaya dakwah hingga ke berbagai pelosok negeri. Salah satu dai muda yang turut berkontribusi dalam perjuangan mulia ini adalah Ustadz Hefrimai Safrisyah, S.Sos, yang mulai bergabung bersama yayasan pada tahun 1446 H / 2024 M.

    Beliau ditugaskan di Masjid Baitul Hadiy, masjid binaan yayasan bernomor 75 yang terletak di Desa Sukajaya, Kecamatan Anak Ratu Aji, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Dengan latar belakang pendidikan S1 dari STAI As-Sunnah, beliau hadir sebagai dai muda yang tangguh dan semangat dalam menghidupkan dakwah Islam di tengah masyarakat.

    Dalam kiprahnya selama satu tahun ini, Ustadz Hefrimai menjalankan beragam program dakwah, antara lain:

    1. Pembinaan remaja dan remaji,

    2. Pembelajaran untuk masyarakat umum,

    3. Kajian rutin dan dauroh,

    4. Khutbah Jumat,

    5. Halaqah anak-anak,

    6. Dakwah media dan digital,

    7. Ceramah di lembaga formal dan informal (penjara, pernikahan, radio, dsb),

    8. Kunjungan silaturrahmi ke tokoh masyarakat dan warga setempat.

    Keberadaan beliau di Lampung Tengah mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat, hingga kini beliau menjadi imam tetap, khatib, dan pengisi kajian utama di Masjid Baitul Hadiy. Selain itu, beliau juga aktif menjadi pengajar di Sekolah Dasar Saung Ilmu, yang berada di wilayah yang sama.

    Di bidang pembinaan, Ustadz Hefrimai telah membentuk halaqah Al-Qur’an khusus anak-anak dengan jumlah peserta 20 orang selama tahun 1446 H. Ia juga rutin mengisi khutbah Jumat dua kali dalam sebulan, serta mengadakan muhadharah mingguan yang dihadiri oleh 10 orang peserta secara tetap.

    Capaian beliau dalam berdakwah selama setahun sangat luar biasa, dengan jumlah pertemuan dakwah mencapai 627 kali dan total penerima manfaat/jama’ah sebanyak 307 orang. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran dai di masyarakat benar-benar dirasakan manfaatnya dan berdampak secara spiritual maupun sosial.

    Semoga Allah senantiasa menjaga semangat dakwah beliau, memberikan keikhlasan dan istiqamah, serta menjadikan seluruh amalnya sebagai ladang pahala yang mengalir tanpa henti.

  • Pengiriman Dai ke daerah di Pulau Sumatera Tahun 1447 H

    Pengiriman Dai ke daerah di Pulau Sumatera Tahun 1447 H

    Yayasan Arrisalah Alkhairiyah Perkuat Dakwah di Penjuru Nusantara

    Sebagai bagian dari komitmen dalam menyebarkan cahaya dakwah Islam dan membina masyarakat dengan ilmu syar’i yang murni, Yayasan Arrisalah Alkhairiyah kembali melaksanakan program tahunan pengiriman dai ke daerah-daerah pelosok di Pulau Sumatera untuk tahun 1447 Hijriah.

    Program ini menyasar beberapa wilayah prioritas, yaitu: Riau, Sumatera Utara, Lampung, Nias, Bengkulu, dan Sumatera Barat. Daerah-daerah tersebut dipilih karena tingginya kebutuhan masyarakat akan kehadiran dai yang bisa membimbing mereka dalam agama, terutama di lokasi-lokasi yang minim fasilitas pendidikan dan dakwah.

    Para dai yang dikirim merupakan alumni dari lembaga pendidikan Islam terpercaya, yang telah dibekali dengan ilmu, adab, serta kesiapan mental untuk berdakwah di tengah masyarakat. Mereka akan ditempatkan di masjid-masjid binaan yayasan, sekaligus menjadi motor penggerak kegiatan keislaman di wilayah tersebut.

    Tugas mereka tidak hanya terbatas pada khutbah Jumat dan ceramah umum, namun juga meliputi: pengajaran Al-Qur’an untuk anak-anak, kajian rutin masyarakat, pembinaan remaja, konsultasi agama, hingga dakwah digital melalui media sosial dan jaringan komunikasi lokal.

    Yayasan Arrisalah Alkhairiyah melihat bahwa penguatan dakwah lokal merupakan salah satu kunci untuk membangun masyarakat madani yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah. Oleh karena itu, seluruh program dai juga dimonitor secara berkala dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

    Kami mengajak kaum muslimin untuk mendukung program ini, baik melalui doa, partisipasi dana dakwah, maupun penyebaran informasi agar semakin banyak masyarakat yang mendapat manfaat dari hadirnya para dai di pelosok negeri.

    Semoga Allah memberkahi langkah ini dan menjadikannya jalan kebaikan yang terus mengalir pahalanya bagi semua pihak yang terlibat.

  • Pembangunan Masjid ke-127: Masjid Tsabit bin Qais – Desa Negara Bumi, Lampung, Sumatera Selatan

    Pembangunan Masjid ke-127: Masjid Tsabit bin Qais – Desa Negara Bumi, Lampung, Sumatera Selatan

    Alhamdulillah, langkah dakwah dan pembangunan yang digagas oleh Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah kembali dilanjutkan dengan membangun masjid ke-127 di pulau Sumatera. Proyek pembangunan ini berlokasi di Desa Negara Bumi, Kabupaten Lampung, Provinsi Sumatera Selatan, dan menjadi kabar gembira yang telah lama dinantikan oleh masyarakat sekitar.

    Masjid ini diberi nama Masjid Tsabit bin Qais, mengabadikan nama seorang sahabat mulia Nabi ﷺ yang dikenal dengan kefasihannya dalam berbicara dan keberaniannya dalam membela Islam. Masjid ini dirancang dengan ukuran 10 meter x 10 meter, serta dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti tempat wudhu 4 meter x 3 meter, rumah imam 6 meter x 5 meter, bangunan kelas 2 meter x 7 meter x 8 meter, dan kantin 6 meter x 4 meter.

    Setelah rampung, masjid ini diperkirakan mampu menampung sekitar 180 jamaah dan diharapkan akan menjadi pusat kegiatan spiritual, sosial, dan edukatif bagi warga sekitar. Kehadiran masjid ini akan sangat membantu, khususnya di wilayah yang selama ini jauh dari akses fasilitas ibadah yang memadai.

    Alasan utama pemilihan lokasi pembangunan ini adalah karena tingginya kebutuhan masyarakat di Desa Negara Bumi terhadap sarana ibadah yang representatif. Masjid ini nantinya tidak hanya digunakan untuk melaksanakan shalat lima waktu, tetapi juga akan difungsikan sebagai pusat belajar Al-Qur’an dan ilmu-ilmu Islam, terutama bagi generasi muda.

    Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga dirancang agar mampu menjadi pusat pembinaan umat: tempat berlangsungnya majelis taklim, kegiatan TPA, diskusi keislaman, hingga program pembinaan masyarakat. Kehadiran ruang kelas dan kantin merupakan bentuk inovasi agar masjid benar-benar menjadi tempat yang hidup dan menyatu dengan aktivitas warga.

    Pada pekan pertama pelaksanaan, progres pembangunan telah mencapai 5%. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat dari tim yayasan agar pembangunan dapat berjalan lancar sesuai standar kualitas dan kebutuhan masyarakat setempat.

    Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berkontribusi, serta mengajak umat Islam untuk terus mendukung program pembangunan masjid ini. Semoga Masjid Tsabit bin Qais menjadi mercusuar keimanan dan ilmu, tempat lahirnya generasi Islam yang mencintai masjid dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

  • Pembangunan Masjid ke-126: Masjid As’ad bin Zararah di Desa Pantai Cermin, Kampar – Riau

    Pembangunan Masjid ke-126: Masjid As’ad bin Zararah di Desa Pantai Cermin, Kampar – Riau

    Alhamdulillah, Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah kembali melanjutkan kiprahnya dalam membangun pusat-pusat ibadah di berbagai wilayah pelosok Sumatera. Salah satu proyek terbaru yang sedang berjalan adalah pembangunan Masjid ke-126, yang diberi nama Masjid As’ad bin Zararah – berlokasi di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

    Masjid ini dirancang dengan ukuran 15 meter x 15 meter, dilengkapi tempat wudhu berukuran 4 meter x 5 meter, serta rumah imam seluas 6 meter x 5 meter. Setelah selesai dibangun, masjid ini diperkirakan akan mampu menampung sekitar 280 jamaah, dan menjadi pusat kegiatan ibadah serta pembinaan masyarakat.

    Pemilihan lokasi di Desa Pantai Cermin bukan tanpa alasan. Masyarakat setempat telah lama merindukan adanya masjid di wilayah mereka, mengingat jarak ke masjid terdekat yang cukup jauh, sehingga menyulitkan mereka terutama untuk melaksanakan shalat berjamaah lima waktu. Dengan adanya pembangunan ini, harapan masyarakat untuk memiliki sarana ibadah yang layak akhirnya mulai terwujud.

    Lebih dari sekadar tempat shalat, masjid ini juga direncanakan sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an dan ilmu-ilmu keislaman, terutama bagi anak-anak dan remaja. Dengan demikian, masjid ini diharapkan dapat menjadi sentral pembinaan ruhiyah dan moral bagi generasi muda di daerah tersebut.

    Saat ini, progres pembangunan memasuki minggu pertama, dengan tingkat penyelesaian mencapai 5%. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan pengawasan tim yayasan, guna memastikan mutu dan keberlangsungan pembangunan sesuai rencana.

    Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah mengajak kaum Muslimin untuk terus mendukung pembangunan masjid-masjid di pelosok negeri, sebagai bentuk nyata dari partisipasi dalam syiar Islam. Setiap kontribusi, sekecil apapun, akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, insya Allah.

    Semoga Masjid As’ad bin Zararah menjadi cahaya di tengah masyarakat, tempat berkumpulnya para penimba ilmu, para hamba yang rukuk dan sujud, serta tempat tumbuhnya semangat dakwah dan ukhuwah Islamiyah.

  • Peresmian Rumah Quran Kedelapan: Dar Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha – Galang, Deli Serdang, Sumatera Utara

    Peresmian Rumah Quran Kedelapan: Dar Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha – Galang, Deli Serdang, Sumatera Utara

    Dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah ﷻ, Yayasan Arrisalah Alkhairiyah kembali menorehkan langkah penting dalam perjuangan dakwah dan pendidikan Islam melalui peresmian Rumah Quran kedelapan, yang diberi nama Dar Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, berlokasi di Galang, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

    Peresmian ini bukan sekadar seremoni simbolis, namun menjadi jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat akan pusat pembinaan muslimah yang berfokus pada pengajaran Al-Qur’an, ilmu syar’i, dan pembentukan karakter Islami. Dar ini diharapkan mampu menjadi ruang aman dan kondusif bagi para remaja putri untuk belajar dan berkembang secara ruhiyah dan intelektual.

    Pemilihan nama Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi Muhammad ﷺ dan putri dari sahabat besar Abu Sufyan, bukan tanpa alasan. Beliau dikenal dengan keteguhan iman, kecintaan terhadap ilmu, dan peran aktif dalam menyebarkan sunnah. Karakter beliau menjadi panutan ideal bagi santriwati yang kelak tumbuh menjadi figur teladan di tengah masyarakatnya.

    Rumah Quran ini dibangun dengan fasilitas lengkap dan representatif: terdapat ruang kelas, mushalla, asrama, serta sarana pendukung lainnya yang menunjang proses pembelajaran intensif. Selain pembelajaran formal, para santriwati akan mengikuti program harian seperti halaqah Al-Qur’an, kajian fiqih dan aqidah, serta pembiasaan adab Islami dalam kehidupan sehari-hari.

    Pembangunan Dar Ummu Habibah merupakan bagian dari misi besar Yayasan Arrisalah dalam mencetak generasi wanita muslimah yang kuat dalam aqidah, matang secara ilmu, dan lembut dalam akhlak, serta mampu berdakwah di lingkungan mereka dengan cara yang bijak dan mulia. Khususnya di daerah yang masih kekurangan akses pendidikan Islam untuk perempuan.

    Warga setempat menyambut kehadiran rumah quran ini dengan penuh rasa syukur. Orang tua merasa terbantu karena anak-anak mereka kini dapat belajar agama dengan baik, tanpa harus pergi jauh. Sementara para remaja putri menyambutnya sebagai rumah baru untuk belajar, beribadah, dan tumbuh dalam lingkungan yang mendorong mereka menjadi pribadi yang shalehah.

    Yayasan Arrisalah Alkhairiyah menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur dan muhsinin yang telah mempercayakan infak dan wakafnya untuk pembangunan Dar ini. Setiap jengkal bangunan, setiap lantunan ayat, dan setiap tetes ilmu yang diajarkan di dalamnya akan menjadi amal jariyah yang mengalir tak terputus, insyaAllah.

    Semoga kehadiran Dar Ummu Habibah menjadi pelita ilmu dan iman di bumi Deli Serdang, menghidupkan semangat Qur’ani di kalangan generasi muda perempuan, serta menjadi bagian dari upaya besar membangun peradaban Islam yang berakar kuat di masyarakat Indonesia.

  • Peresmian Rumah Quran Ketujuh: Dar Zainab binti Khuzaimah radhiyallahu ‘anha — Beraubuan, Yerdang Pedagi

    Peresmian Rumah Quran Ketujuh: Dar Zainab binti Khuzaimah radhiyallahu ‘anha — Beraubuan, Yerdang Pedagi

    Alhamdulillah, dengan izin dan taufik dari Allah ﷻ, Yayasan Arrisalah Alkhairiyah kembali mencatat langkah kebaikan dengan meresmikan Rumah Quran ketujuh yang diberi nama Dar Zainab binti Khuzaimah radhiyallahu ‘anha, berlokasi di Beraubuan, Yerdang Pedagi, Indonesia. Rumah Quran ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam memperluas akses pendidikan Islam dan pengajaran Al-Qur’an khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian lebih dalam bidang dakwah dan pembinaan generasi muda.

    Nama Zainab binti Khuzaimah dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu istri Rasulullah ﷺ, yang dikenal dengan gelar “Ummul Masakin” (Ibu Kaum Miskin) karena kemurahan hatinya, sifat penyayang, dan semangat berbagi yang luar biasa. Sosok beliau menjadi teladan sempurna dalam hal kepedulian sosial, dan diharapkan menjadi inspirasi bagi para santri perempuan yang akan belajar dan dibina di rumah quran ini.

    Dar Zainab bukan hanya sekadar tempat menghafal Al-Qur’an, tetapi dirancang sebagai lembaga pendidikan terpadu yang membina para remaja putri dalam pemahaman agama yang benar, akhlak mulia, dan praktik ibadah yang sesuai dengan sunnah. Di bawah bimbingan para ustadzah yang berkompeten, para santri akan mendapatkan pendidikan intensif yang menggabungkan antara ilmu, adab, dan kedisiplinan.

    Rumah Quran ini dibangun sebagai bagian dari visi besar Yayasan Arrisalah Alkhairiyah dalam membentuk pusat-pusat pendidikan Qurani di berbagai daerah. Setiap rumah Quran diharapkan menjadi cahaya penerang di tengah masyarakat, mencetak generasi muslimah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual dan sosial.

    Fasilitas yang tersedia di Dar Zainab meliputi ruang belajar yang nyaman, mushalla untuk ibadah dan kegiatan keagamaan, asrama putri, serta sarana pendukung lainnya yang menunjang kehidupan santri sehari-hari. Kehidupan di rumah quran ini pun akan diisi dengan berbagai aktivitas tarbiah dan pembinaan ruhiyah yang membentuk karakter Islami sejak dini.

    Sejak awal pendiriannya, proyek ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Mereka menyambut kehadiran rumah Quran ini sebagai anugerah besar, terutama karena memberikan kesempatan kepada putri-putri mereka untuk belajar agama secara intensif tanpa harus jauh dari rumah.

    Yayasan Arrisalah Alkhairiyah menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam pembangunan Dar Zainab. Setiap batu bata, setiap lembar mushaf, dan setiap menit pembelajaran yang berlangsung di sini merupakan investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir, insyaAllah.

    Semoga Dar Zainab binti Khuzaimah menjadi mercusuar ilmu dan cahaya iman di wilayah Yerdang Pedagi, tempat lahirnya generasi pecinta Al-Qur’an yang istiqamah dalam dakwah dan amal shalih. Semoga Allah menerima amal ini dan menjadikannya wasilah kebaikan yang tak terputus.

  • Harapan Baru dari Dalam Tanah: Peresmian Sumur Wakaf Unit 2963 di Dusun Benteng Teladan, Langkat

    Harapan Baru dari Dalam Tanah: Peresmian Sumur Wakaf Unit 2963 di Dusun Benteng Teladan, Langkat

    Yayasan Arrisalah Alkhairiyah terus menunjukkan dedikasinya dalam menyebar manfaat wakaf air bersih ke berbagai pelosok negeri. Kali ini, giliran Dusun Benteng Teladan, Desa Sei Bamban, Kecamatan Batang Sarangan, Kabupaten Langkat yang menjadi titik peresmian Sumur Wakaf Unit 2963. Program ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak warga terhadap sumber air bersih yang layak dan berkelanjutan.

    Sebagai dusun yang terletak cukup jauh dari pusat layanan umum, masyarakat Benteng Teladan selama ini menghadapi kesulitan dalam memperoleh air bersih, terutama saat musim kemarau. Banyak warga yang harus berjalan jauh atau membeli air dari luar desa. Hal ini tidak hanya menyulitkan secara logistik, tetapi juga berdampak pada beban ekonomi dan sanitasi lingkungan.

    Dengan hadirnya sumur wakaf ini, warga mendapatkan akses air bersih yang lebih mudah, cepat, dan gratis. Sumur ini dibangun dengan kedalaman standar teknis yang aman, serta dilengkapi mesin pompa air dan tandon penampungan agar distribusi air dapat menjangkau lebih banyak rumah di sekitarnya. Infrastruktur ini dibangun untuk menjawab kebutuhan jangka panjang masyarakat desa.

    Program ini juga menjadi bagian dari visi yayasan dalam membangun ketahanan komunitas di bidang air bersih. Melalui pendekatan wakaf produktif, Yayasan Arrisalah Alkhairiyah berupaya menjadikan air sebagai sumber keberkahan yang tak hanya menyentuh aspek fisik, tapi juga mendukung kesehatan, pendidikan, dan aktivitas keagamaan masyarakat.

    Peresmian berlangsung sederhana dan khidmat, dihadiri oleh tim yayasan serta tokoh masyarakat setempat. Warga dengan antusias menyambut pembukaan sumur, dan langsung memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari. Ketersediaan air bersih ini sangat membantu ibu-ibu rumah tangga, anak-anak, hingga lansia yang sebelumnya harus bergantung pada air sumur dangkal atau kiriman.

    Sumur ini juga akan dimanfaatkan untuk keperluan ibadah dan kegiatan keagamaan warga, seperti wudhu, kebersihan mushalla, serta kegiatan sosial lainnya. Dengan semangat gotong royong, warga telah berinisiatif membuat jadwal pemeliharaan dan menjaga kebersihan area sumur agar manfaatnya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang.

    Yayasan Arrisalah Alkhairiyah mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan amanah wakafnya. Semoga Sumur Wakaf Unit 2963 ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, dan semoga semakin banyak titik manfaat yang bisa terwujud melalui partisipasi umat Islam dalam gerakan wakaf air berikutnya.

  • Menjawab Kebutuhan Masyarakat Kota Kecil: Peresmian Sumur Wakaf Unit 2962 di Lingkungan Sido Mukti, Tanjung Selamat

    Menjawab Kebutuhan Masyarakat Kota Kecil: Peresmian Sumur Wakaf Unit 2962 di Lingkungan Sido Mukti, Tanjung Selamat

    Sebagai penutup rangkaian peresmian enam titik sumur baru, Yayasan Arrisalah Alkhairiyah meresmikan Sumur Wakaf Unit 2962 yang berlokasi di Lingkungan Sido Mukti, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. Wilayah ini merupakan daerah padat yang sering mengalami kendala distribusi air bersih, terutama di waktu-waktu tertentu.

    Sebelumnya, warga harus mengantre panjang untuk mendapatkan air, atau bahkan membeli air dari luar saat sumur-sumur pribadi mereka tidak menghasilkan cukup air. Kondisi ini tentu menjadi beban, terutama bagi masyarakat dengan penghasilan terbatas dan kebutuhan rumah tangga yang tinggi.

    Sumur yang diresmikan ini dibangun dengan spesifikasi teknis standar wakaf yayasan, termasuk mesin pompa dan tangki air berkapasitas besar yang memudahkan distribusi air ke area sekitar. Pembangunan dilakukan dengan pengawasan langsung dari tim lapangan agar amanah wakaf dijalankan secara profesional.

    Keberadaan sumur ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia air, tetapi juga menjadi pemicu semangat gotong royong warga dalam menjaga dan memelihara lingkungan bersama. Warga ikut aktif dalam proses penyelesaian saluran air dan pembersihan area sekitar sumur, menciptakan nuansa kebersamaan yang kuat.

    Air bersih yang kini tersedia diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga, memperbaiki sanitasi lingkungan, dan mengurangi beban ekonomi keluarga. Dalam jangka panjang, kehadiran infrastruktur seperti ini dapat mendorong kesejahteraan dan kesehatan masyarakat secara lebih merata.

    Sumur Wakaf Unit 2962 menjadi saksi bahwa wakaf tidak harus berskala besar untuk berdampak luas. Setiap sumur adalah bentuk kepedulian nyata yang menembus batas-batas wilayah dan golongan. Yayasan ingin terus menjaga semangat ini agar manfaat wakaf bisa dirasakan secara adil dan berkelanjutan.

    Yayasan Arrisalah Alkhairiyah menutup rangkaian peresmian ini dengan doa dan harapan agar seluruh sumur yang dibangun menjadi sumber pahala bagi para wakif, serta manfaat jangka panjang bagi para penerima. Semoga semakin banyak masyarakat yang ikut serta mewakafkan hartanya dalam bentuk yang paling mendasar: air untuk kehidupan.

  • Wakaf Air Sampai ke Pinggiran Kota: Peresmian Sumur Wakaf Unit 2961 di Benteng Titi Besi, Batang Sarangan

    Wakaf Air Sampai ke Pinggiran Kota: Peresmian Sumur Wakaf Unit 2961 di Benteng Titi Besi, Batang Sarangan

    Dalam lanjutan program wakaf air bersih, Yayasan Arrisalah Alkhairiyah kembali meresmikan Sumur Wakaf Unit 2961 yang dibangun di Lingkungan Benteng Titi Besi, Kelurahan Batang Sarangan, Kecamatan Batang Sarangan, Kabupaten Langkat. Wilayah ini termasuk kawasan pinggiran kota yang masih mengalami kesenjangan dalam hal layanan air bersih.

    Selama ini, warga sekitar bergantung pada sumber air tadah hujan dan sumur dangkal yang tidak selalu bisa diandalkan, terutama saat musim kemarau. Kondisi ini menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari seperti mandi, mencuci, memasak, dan beribadah. Dengan hadirnya sumur ini, diharapkan permasalahan tersebut bisa teratasi.

    Sumur Wakaf Unit 2961 dibangun dengan kedalaman optimal dan didukung oleh mesin pompa berkualitas serta tandon penampungan air. Fasilitas ini diproyeksikan untuk melayani ratusan warga dari berbagai usia dan latar belakang. Ini bukan hanya infrastruktur fisik, tapi solusi nyata yang memberi efek jangka panjang.

    Dalam acara peresmian, masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dan menyampaikan apresiasi atas kehadiran fasilitas ini. Suasana kebersamaan terasa kuat saat warga berkumpul dan bergotong royong untuk mengamankan akses dan saluran distribusi air ke rumah-rumah terdekat.

    Yayasan Arrisalah Alkhairiyah menaruh perhatian besar pada kawasan-kawasan yang sering luput dari perhatian lembaga kemanusiaan. Sumur ini menjadi simbol perhatian terhadap masyarakat marginal yang hidup di batas antara kota dan desa, namun tetap memiliki hak atas kebutuhan dasar seperti air bersih.

    Program “Wakaf Air, Wakaf Kehidupan” terus berkomitmen untuk menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki akses air memadai. Dari pesantren, mushalla, desa terpencil, hingga kawasan padat dan pinggiran, yayasan meyakini bahwa air bersih adalah ladang amal yang nilainya tidak ternilai.

    Yayasan mengajak para dermawan untuk menjadikan wakaf air sebagai bagian dari investasi akhirat. Satu titik sumur bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi ratusan jiwa. Maka, mari lanjutkan kebaikan ini di titik-titik berikutnya yang masih menanti.

  • Solusi untuk Wilayah Padat Penduduk: Peresmian Sumur Wakaf Unit 2960 di Lingkungan VIII, Tanjung Selamat

    Solusi untuk Wilayah Padat Penduduk: Peresmian Sumur Wakaf Unit 2960 di Lingkungan VIII, Tanjung Selamat

    Yayasan Arrisalah Alkhairiyah kembali mewujudkan kepeduliannya terhadap akses air bersih dengan meresmikan Sumur Wakaf Unit 2960 di Lingkungan VIII, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. Wilayah ini merupakan salah satu daerah padat penduduk yang selama ini menghadapi tantangan serius dalam memperoleh air bersih yang layak dan mencukupi.

    Sebagai lingkungan dengan kepadatan rumah yang tinggi, kebutuhan air bersih di daerah ini sangat mendesak. Sebelumnya, sebagian warga harus berbagi dengan satu sumber air seadanya, sementara lainnya harus membeli air dari luar dengan biaya yang tidak sedikit. Kondisi ini menyebabkan beban ekonomi dan sosial yang cukup dirasakan oleh masyarakat.

    Pembangunan Sumur Wakaf Unit 2960 menjadi angin segar bagi warga sekitar. Sumur ini dibangun dengan kedalaman teknis yang cukup untuk menjangkau lapisan air tanah yang stabil dan sehat. Dilengkapi dengan mesin pompa dan penampungan air berkapasitas besar, sumur ini diharapkan mampu melayani kebutuhan puluhan kepala keluarga dalam waktu lama.

    Peresmian dilakukan oleh tim Yayasan Arrisalah Alkhairiyah bersama tokoh masyarakat setempat. Warga menyambut dengan penuh syukur atas kehadiran fasilitas ini yang sangat membantu dalam kehidupan harian mereka. Ketersediaan air yang mudah dijangkau akan berdampak langsung terhadap kebersihan lingkungan, kesehatan keluarga, serta kenyamanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

    Wilayah perkotaan seringkali tidak menjadi prioritas dalam distribusi bantuan air karena diasumsikan telah memiliki infrastruktur yang cukup. Namun kenyataannya, di banyak kawasan padat, akses air layak masih menjadi persoalan. Sumur wakaf ini menjadi bukti bahwa wakaf bisa menyentuh masyarakat urban yang tak kalah membutuhkan.

    Yayasan Arrisalah Alkhairiyah menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan sumur, tetapi bagian dari gerakan besar menyebarkan manfaat wakaf ke semua lapisan masyarakat. Baik di pedesaan, kawasan pendidikan, maupun daerah urban padat penduduk, air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dengan semangat berbagi dan kepedulian.

    Dengan peresmian ini, yayasan kembali mengajak masyarakat luas untuk ikut serta dalam program wakaf air berikutnya. Bersama kita bisa memperluas titik-titik keberkahan di penjuru negeri. Setiap sumur adalah sumber kehidupan, dan setiap kontribusi adalah peluang pahala yang mengalir tanpa henti.