Author: admin

  • Seminar Internasional Pelatihan Dai: Strategi Memprioritaskan Pekerjaan dalam Bidang Dakwah dan Sosial

    Seminar Internasional Pelatihan Dai: Strategi Memprioritaskan Pekerjaan dalam Bidang Dakwah dan Sosial

    Alhamdulillah, Yayasan Peduli Kemanusiaan Ar Risalah kembali menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui Seminar Internasional Pelatihan Dai yang diikuti oleh 100 dai dari berbagai wilayah binaan. Kegiatan ini mengangkat tema besar tentang bagaimana memprioritaskan pekerjaan dalam bidang dakwah dan sosial agar lebih efektif, terarah, dan berdampak luas bagi umat.

    Seminar ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen yayasan dalam membina para dai agar tidak hanya kuat dalam pemahaman ilmu syar’i, tetapi juga memiliki kemampuan manajemen waktu, strategi kerja, dan skala prioritas dalam menjalankan amanah dakwah di tengah masyarakat.

    Dalam sambutannya, pihak yayasan menyampaikan bahwa tantangan dakwah saat ini semakin kompleks. Seorang dai tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu agama, tetapi juga sebagai pembimbing masyarakat, penggerak sosial, mediator permasalahan umat, hingga pengelola program-program kemanusiaan. Oleh karena itu, kemampuan dalam menentukan prioritas menjadi kunci keberhasilan.

    Seminar internasional ini menghadirkan pemateri berpengalaman dalam bidang dakwah dan pengembangan masyarakat. Para peserta mendapatkan pembekalan tentang konsep fiqh prioritas (fiqh al-awlawiyat), manajemen waktu, penyusunan program kerja, serta strategi membagi fokus antara pembinaan akidah, pendidikan Al-Qur’an, kegiatan sosial, dan pelayanan masyarakat.

    Dalam sesi materi utama, dijelaskan bahwa seorang dai harus mampu membedakan antara pekerjaan yang mendesak dan pekerjaan yang penting. Tidak semua aktivitas harus dilakukan secara bersamaan. Dai dituntut untuk memahami kebutuhan masyarakat di wilayah tugas masing-masing, lalu menyusun langkah dakwah berdasarkan tingkat urgensi dan maslahat yang paling besar.

    Selain itu, dibahas pula pentingnya sinergi antara dakwah dan kegiatan sosial. Program seperti pembinaan remaja, pendidikan anak-anak, kajian rutin masyarakat, serta bantuan sosial harus dikelola dengan perencanaan yang matang agar tidak saling tumpang tindih dan tetap berjalan berkelanjutan.

    Para dai juga diberikan pelatihan teknis dalam menyusun target jangka pendek, menengah, dan panjang. Dengan adanya perencanaan yang jelas, diharapkan setiap program dakwah dapat terukur dan dievaluasi secara berkala. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun profesionalisme dalam kerja-kerja dakwah.

    Suasana seminar berlangsung interaktif dan penuh antusias. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman lapangan dari wilayah tugas masing-masing. Diskusi ini memperkaya wawasan sekaligus memperkuat ukhuwah antar dai.

    Melalui kegiatan ini, yayasan berharap para dai mampu kembali ke wilayah binaan dengan semangat baru dan strategi yang lebih terarah. Dengan kemampuan memprioritaskan pekerjaan secara tepat, diharapkan dakwah tidak hanya berjalan rutin, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.

    Seminar internasional ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas dakwah dan pelayanan sosial. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, para dai diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat luas, menjaga kemurnian ajaran Islam, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat.

    Semoga kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme dan efektivitas dakwah, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat yang lebih berilmu, berakhlak, dan sejahtera.

  • Profil Dai M. Rizky Ananda Rangkuti, S.Pd

    Profil Dai M. Rizky Ananda Rangkuti, S.Pd

    M. Rizky Ananda Rangkuti, S.Pd bergabung bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Ar Risalah pada tahun 1447 H / 2025 M sebagai dai yang ditugaskan di Perbaungan, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Hingga saat ini, beliau telah mengabdikan diri selama kurang lebih tujuh bulan dalam menjalankan amanah dakwah.

    Beliau menyelesaikan pendidikan terakhir S1 di STAI As Sunnah Deli Serdang, Sumatera Utara pada tahun 2021. Dengan bekal ilmu syar’i dan semangat pengabdian, beliau aktif menjalankan berbagai program dakwah di tengah masyarakat.

    Program Dakwah

    Adapun program dakwah yang dijalankan meliputi:

    • Pembelajaran kepada remaja dan remaji

    • Pembelajaran kepada masyarakat umum

    • Ceramah umum (kajian rutin masyarakat dan dauroh)

    • Khutbah Jumat

    • Pembelajaran kepada anak-anak

    • Dakwah melalui media sosial dan telepon genggam

    • Ceramah umum di lembaga, radio, televisi, penjara, dan acara pernikahan

    • Kunjungan kepada tokoh dan pembesar masyarakat

    Perkembangan dan Peran Dakwah

    Seiring berjalannya waktu dan semakin baiknya penerimaan masyarakat, beliau dipercaya untuk:

    • Menjadi pemateri kajian rutin, khatib, dan imam rawatib di Masjid Imam Asy Syafi’i (masjid ke-33 yang dibangun oleh Yayasan Peduli Kemanusiaan Ar Risalah), Masjid Imam An Nawawi Rantau Prapat, serta Masjid ‘Abdullah bin Ja’far di Negeri Lama.

    • Menjadi pengajar di Ma’had Imam An Nawawi Rantau Prapat.

    • Menjadi pimpinan Markas Al-Qur’an dan Hadis Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhu.

    • Mengisi kajian rutin di empat titik pembinaan masyarakat.

    Capaian dan Keberhasilan Dakwah

    Dalam perjalanan dakwahnya, beberapa capaian yang berhasil diraih antara lain:

    • Jumlah santri di Markas Al-Qur’an dan Hadis Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhu mencapai 75 orang.

    • Berhasil membimbing 20 santri menghafal 1 juz Al-Qur’an.

    • Berhasil membimbing 2 santri menghafal 2 juz Al-Qur’an.

    • Berhasil membimbing 1 santri menghafal 3 juz Al-Qur’an.

    • Berhasil membimbing 1 santri menghafal 5 juz Al-Qur’an.

    • Jumlah peserta dakwah mencapai sekitar 400 orang.

    • Pengikut di akun Facebook mencapai lebih dari 1.000 orang.

    Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap langkah dakwah beliau dan menjadikan seluruh amal sebagai kebaikan yang terus mengalir manfaatnya bagi umat.

  • Peresmian Pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3067 di Dusun II, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat

    Peresmian Pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3067 di Dusun II, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat

    Alhamdulillah, telah dilaksanakan peresmian pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3067 yang berlokasi di Dusun II, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menyediakan akses air bersih yang layak bagi masyarakat.

    Acara peresmian berlangsung dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan. Warga Dusun II bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat hadir untuk mengikuti doa bersama sebagai ungkapan terima kasih atas selesainya pembangunan sumur wakaf tersebut.

    Sumur Wakaf 3067 dibangun guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, seperti memasak, mencuci, mandi, serta untuk keperluan ibadah. Sebelumnya, sebagian warga masih mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama pada musim kemarau.

    Dalam sambutan yang disampaikan, ditegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran sumur wakaf ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Stabat Lama.

    Masyarakat menyambut dengan penuh antusias atas diresmikannya sumur ini. Kini warga tidak lagi harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air bersih, sehingga aktivitas harian menjadi lebih mudah dan efisien.

    Proses pembangunan hingga peresmian sumur ini juga mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang kuat. Partisipasi warga dalam mendukung program ini menunjukkan kepedulian terhadap fasilitas umum yang akan dimanfaatkan bersama.

    Selain memberikan manfaat langsung berupa ketersediaan air bersih, Sumur Wakaf 3067 diharapkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Setiap tetes air yang dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi sumber kebaikan berkelanjutan bagi para donatur dan semua pihak yang terlibat.

    Dengan diresmikannya Sumur Wakaf Nomor 3067 di Dusun II, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, diharapkan masyarakat dapat menjaga dan merawat fasilitas ini dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

    Semoga Sumur Wakaf 3067 menjadi sumber keberkahan dan kebaikan bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup di Kabupaten Langkat.

  • Peresmian Pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3042 di Dusun II B Mekar Jaya, Desa Stabat, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat

    Peresmian Pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3042 di Dusun II B Mekar Jaya, Desa Stabat, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat

    Alhamdulillah, telah dilaksanakan peresmian pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3042 yang berlokasi di Dusun II B Mekar Jaya, Desa Stabat, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Program ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan akses air bersih yang layak bagi masyarakat di wilayah pedesaan.

    Acara peresmian berlangsung dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan. Warga Dusun II B Mekar Jaya bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat turut hadir dalam doa bersama sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas selesainya pembangunan sumur wakaf tersebut.

    Sumur Wakaf 3042 dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga dalam aktivitas sehari-hari, seperti memasak, mencuci, mandi, serta untuk keperluan ibadah. Sebelumnya, sebagian masyarakat masih mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama saat musim kemarau.

    Dalam sambutan yang disampaikan pada kegiatan tersebut, ditegaskan bahwa ketersediaan air bersih sangat penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kehadiran sumur wakaf ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang memberikan manfaat berkelanjutan.

    Masyarakat menyambut dengan penuh antusias atas diresmikannya sumur ini. Kini warga dapat memperoleh air bersih dengan lebih mudah tanpa harus menempuh jarak yang jauh, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih ringan dan efisien.

    Proses pembangunan hingga peresmian sumur ini juga mencerminkan semangat gotong royong yang kuat di tengah masyarakat. Dukungan dan partisipasi warga menunjukkan tingginya kepedulian terhadap fasilitas umum yang akan digunakan bersama.

    Selain manfaat langsung berupa ketersediaan air bersih, Sumur Wakaf 3042 diharapkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Setiap tetes air yang dimanfaatkan menjadi sumber kebaikan berkelanjutan bagi para donatur dan seluruh pihak yang terlibat.

    Dengan diresmikannya Sumur Wakaf Nomor 3042 di Dusun II B Mekar Jaya, Desa Stabat, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, diharapkan masyarakat dapat menjaga dan merawat fasilitas ini dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

    Semoga Sumur Wakaf 3042 menjadi sumber keberkahan dan kebaikan bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan di Kabupaten Langkat.

  • Peresmian Pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3040 di Dusun VI B Paya Belibis, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat

    Peresmian Pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3040 di Dusun VI B Paya Belibis, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat

    Alhamdulillah, telah dilaksanakan peresmian pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3040 yang berlokasi di Dusun VI B Paya Belibis, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Program ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan sarana air bersih yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat.

    Acara peresmian berlangsung dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan. Warga Dusun VI B Paya Belibis bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat menghadiri doa bersama sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas selesainya pembangunan sumur wakaf tersebut.

    Sumur Wakaf 3040 dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga dalam aktivitas sehari-hari, seperti memasak, mencuci, mandi, serta keperluan ibadah. Sebelumnya, sebagian masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses air bersih, terutama pada waktu tertentu.

    Dalam sambutan yang disampaikan pada kegiatan tersebut, ditegaskan bahwa ketersediaan air bersih sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran sumur wakaf ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Stabat Lama.

    Masyarakat menyambut dengan antusias atas diresmikannya sumur ini. Kini warga dapat memperoleh air bersih dengan lebih mudah tanpa harus menempuh jarak jauh, sehingga aktivitas harian menjadi lebih ringan dan efisien.

    Proses pembangunan hingga peresmian sumur ini juga mencerminkan semangat gotong royong yang kuat di tengah masyarakat. Dukungan dan partisipasi warga menunjukkan tingginya kepedulian terhadap fasilitas umum yang akan digunakan bersama.

    Selain manfaat langsung berupa ketersediaan air bersih, Sumur Wakaf 3040 diharapkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Setiap tetes air yang dimanfaatkan menjadi sumber kebaikan berkelanjutan bagi para donatur dan seluruh pihak yang terlibat.

    Dengan diresmikannya Sumur Wakaf Nomor 3040 di Dusun VI B Paya Belibis, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, diharapkan masyarakat dapat menjaga dan merawat fasilitas ini dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

    Semoga Sumur Wakaf 3040 menjadi sumber keberkahan dan kebaikan bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup di Kabupaten Langkat.

  • Peresmian Pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3039 di Dusun VI Paya Belibis, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat

    Peresmian Pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3039 di Dusun VI Paya Belibis, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat

    Alhamdulillah, telah dilaksanakan peresmian pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3039 yang berlokasi di Dusun VI Paya Belibis, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Program ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan akses air bersih yang layak bagi masyarakat di wilayah pedesaan.

    Acara peresmian berlangsung dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan. Warga Dusun VI Paya Belibis bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama turut hadir dalam doa bersama sebagai ungkapan terima kasih atas selesainya pembangunan sumur wakaf tersebut.

    Sumur Wakaf 3039 dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga dalam aktivitas sehari-hari, seperti memasak, mencuci, mandi, serta kebutuhan ibadah. Sebelumnya, sebagian masyarakat masih mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama saat kondisi cuaca kurang mendukung.

    Dalam sambutan yang disampaikan pada kegiatan tersebut, ditegaskan bahwa ketersediaan air bersih sangat penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kehadiran sumur wakaf ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang memberikan manfaat berkelanjutan.

    Masyarakat menyambut dengan penuh antusias atas diresmikannya sumur ini. Kini warga dapat memperoleh air bersih dengan lebih mudah tanpa harus menempuh jarak yang jauh, sehingga aktivitas harian menjadi lebih ringan dan efisien.

    Proses pembangunan sumur ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat. Dukungan dan partisipasi warga menunjukkan tingginya kepedulian terhadap fasilitas umum yang akan digunakan bersama.

    Selain manfaat langsung berupa ketersediaan air bersih, Sumur Wakaf 3039 diharapkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Setiap tetes air yang dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi sumber kebaikan yang berkelanjutan.

    Dengan diresmikannya Sumur Wakaf Nomor 3039 di Dusun VI Paya Belibis, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, diharapkan masyarakat dapat menjaga dan merawat fasilitas ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

    Semoga Sumur Wakaf 3039 menjadi sumber keberkahan dan kebaikan bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan lingkungan di Kabupaten Langkat.

  • Peresmian Pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3038 di Dusun III, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat

    Peresmian Pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3038 di Dusun III, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat

    Alhamdulillah, telah dilaksanakan peresmian pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3038 yang berlokasi di Dusun III, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Program ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan akses air bersih yang layak bagi masyarakat pedesaan.

    Kegiatan peresmian berlangsung dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan. Warga Dusun III bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat menghadiri doa bersama sebagai bentuk rasa terima kasih atas selesainya pembangunan sumur wakaf tersebut.

    Sumur Wakaf 3038 dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga dalam aktivitas sehari-hari, seperti memasak, mencuci, mandi, serta untuk kebutuhan ibadah. Sebelumnya, sebagian masyarakat masih mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama saat musim kemarau.

    Dalam sambutan yang disampaikan pada acara peresmian, ditegaskan bahwa ketersediaan air bersih sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Kehadiran sumur wakaf ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Stabat Lama.

    Masyarakat menyambut dengan penuh antusias atas diresmikannya sumur ini. Kini warga tidak lagi harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air bersih, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah dan efisien.

    Proses pembangunan sumur ini juga memperlihatkan semangat gotong royong yang kuat di tengah masyarakat. Partisipasi warga dalam mendukung pembangunan hingga peresmian menunjukkan adanya kebersamaan dan kepedulian sosial yang tinggi.

    Selain manfaat langsung berupa ketersediaan air bersih, Sumur Wakaf 3038 diharapkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Setiap tetes air yang dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi sumber kebaikan berkelanjutan bagi para donatur dan semua pihak yang terlibat.

    Program sumur wakaf ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial mampu menghadirkan perubahan positif di wilayah pedesaan. Akses air yang lebih mudah akan berdampak pada peningkatan kesehatan, kebersihan lingkungan, serta kenyamanan hidup masyarakat.

    Dengan diresmikannya Sumur Wakaf Nomor 3038 di Dusun III, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, diharapkan masyarakat dapat menjaga dan merawat fasilitas ini dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

    Semoga Sumur Wakaf 3038 menjadi sumber keberkahan dan kebaikan bagi masyarakat Desa Stabat Lama serta menjadi inspirasi bagi program-program kemanusiaan lainnya di Kabupaten Langkat.

  • Peresmian Pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3037 di Dusun IX, Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat

    Peresmian Pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3037 di Dusun IX, Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat

    Alhamdulillah, telah dilaksanakan peresmian pembangunan Sumur Wakaf Nomor 3037 yang berlokasi di Dusun IX, Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menyediakan akses air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Acara peresmian berlangsung dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan. Warga Dusun IX bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat hadir untuk mengikuti doa bersama sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas selesainya pembangunan sumur wakaf tersebut.

    Sumur Wakaf 3037 dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga dalam aktivitas sehari-hari, seperti memasak, mencuci, mandi, serta untuk keperluan ibadah. Sebelumnya, sebagian masyarakat masih menghadapi keterbatasan sumber air yang layak, terutama saat musim kemarau.

    Dalam sambutan yang disampaikan pada kegiatan tersebut, ditekankan bahwa air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran sumur wakaf ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi warga Desa Banjaran Raya.

    Masyarakat menyambut dengan antusias dan rasa haru atas diresmikannya sumur ini. Kini warga tidak lagi harus menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkan air bersih, sehingga aktivitas harian menjadi lebih mudah dan efisien.

    Proses pembangunan hingga peresmian sumur ini juga mencerminkan semangat gotong royong yang kuat. Partisipasi warga dalam mendukung program ini menunjukkan adanya rasa kebersamaan dan kepedulian sosial yang tinggi.

    Selain memberikan manfaat fisik berupa ketersediaan air bersih, Sumur Wakaf 3037 diharapkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Setiap tetes air yang dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi sumber kebaikan yang berkelanjutan.

    Program sumur wakaf ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan kolaborasi dapat menghadirkan perubahan nyata di wilayah pedesaan. Akses air bersih yang lebih mudah akan berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan dan kebersihan lingkungan.

    Dengan diresmikannya Sumur Wakaf Nomor 3037 di Dusun IX, Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, diharapkan masyarakat dapat menjaga dan merawat fasilitas ini dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

    Semoga Sumur Wakaf 3037 menjadi sumber keberkahan dan kebaikan bagi masyarakat Desa Banjaran Raya serta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan umat.

  • Pembangunan Masjid ke-130: Masjid Salamah bin Abi Salamah di Desa Kinali, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat

    Pembangunan Masjid ke-130: Masjid Salamah bin Abi Salamah di Desa Kinali, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat

    Alhamdulillah, Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan sarana ibadah di berbagai wilayah Pulau Sumatera, Indonesia. Salah satu proyek yang saat ini sedang berlangsung adalah pembangunan masjid ke-130 yang berlokasi di Desa Kinali, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

    Masjid ini diberi nama Masjid Salamah bin Abi Salamah, sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh sahabat Nabi yang mulia. Pembangunan masjid ini diharapkan menjadi pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan umat di wilayah tersebut.

    Secara fisik, Masjid Salamah bin Abi Salamah dibangun dengan ukuran 13 meter x 13 meter. Selain bangunan utama, fasilitas tempat wudhu juga disiapkan dengan ukuran 4 meter x 6 meter guna menunjang kenyamanan jamaah dalam beribadah.

    Setelah selesai dibangun, masjid ini diperkirakan mampu menampung sekitar 280 jamaah. Kapasitas ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Kinali dan sekitarnya dalam melaksanakan shalat berjamaah, kajian rutin, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

    Pembangunan masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah semata, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pembinaan generasi muda. Keberadaan masjid diharapkan mampu menjadi sarana pembentukan karakter Islami di tengah masyarakat.

    Hingga minggu ke sembilan proses pembangunan, progres penyelesaian telah mencapai 70 persen. Tahapan yang telah diselesaikan meliputi struktur utama bangunan, sebagian dinding, serta pengerjaan awal fasilitas pendukung.

    Masyarakat Desa Kinali menyambut dengan penuh antusias pembangunan masjid ini. Semangat gotong royong dan dukungan moral dari warga menjadi motivasi tersendiri dalam mempercepat proses pembangunan.

    Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi dalam pembangunan masjid ini. Setiap kontribusi yang diberikan menjadi bagian dari amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

    Ke depan, diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga tahap penyelesaian akhir. Dengan dukungan semua pihak, Masjid Salamah bin Abi Salamah diharapkan segera dapat difungsikan dan menjadi pusat keberkahan bagi masyarakat.

    Semoga pembangunan masjid ke-130 ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap kebutuhan umat, serta menjadi sumber kebaikan yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kinali, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

  • Profil Dai Salmi Adrizal, S.Pd: Kiprah Dakwah dan Pendidikan di Sumatera Barat

    Profil Dai Salmi Adrizal, S.Pd: Kiprah Dakwah dan Pendidikan di Sumatera Barat

    Dai Salmi Adrizal, S.Pd resmi bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Ar Risalah sebagai dai pada tahun 1447 H / 2025 M. Beliau ditugaskan di Desa Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Dalam kurun waktu kurang lebih tujuh bulan pengabdian, beliau menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan amanah dakwah dan pendidikan di tengah masyarakat.

    Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia dakwah, beliau menyelesaikan pendidikan terakhir jenjang Strata 1 (S1) di STAI As Sunnah, Deli Serdang, Sumatera Utara pada tahun 2024. Bekal pendidikan tersebut menjadi landasan ilmiah yang kuat dalam menyampaikan materi dakwah secara sistematis dan sesuai dengan manhaj yang benar.

    Program dakwah yang beliau jalankan mencakup berbagai lini pembinaan umat, di antaranya pembelajaran kepada remaja dan remaji (remaja putri), pembelajaran kepada masyarakat umum, ceramah umum dalam bentuk kajian rutin dan dauroh, serta khutbah Jumat. Selain itu, beliau juga aktif memberikan pembelajaran kepada anak-anak sebagai bentuk investasi generasi masa depan.

    Tidak hanya berdakwah secara langsung, Dai Salmi Adrizal juga memanfaatkan media sosial dan komunikasi melalui telepon genggam sebagai sarana penyebaran ilmu. Beliau turut mengisi ceramah di berbagai lembaga, radio, televisi, lembaga pemasyarakatan, hingga acara pernikahan. Kunjungan kepada pembesar kaum dan tokoh masyarakat juga menjadi bagian dari strategi dakwah yang beliau lakukan untuk memperkuat sinergi sosial.

    Perkembangan dakwah beliau menunjukkan penerimaan yang baik dari masyarakat. Dai Salmi Adrizal dipercaya menjadi pemateri kajian rutin, khatib, dan imam rawatib di Masjid Ayyub Al Anshari, masjid ke-74 yang dibangun oleh Yayasan Peduli Kemanusiaan Ar Risalah di Desa Blok B, Ophir, Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

    Selain itu, beliau juga berkhidmat sebagai pengajar di Sekolah Dasar Nurul Qur’an, Pasaman Barat. Tidak hanya itu, amanah besar juga dipercayakan kepada beliau sebagai Wakil Direktur di Ma’had Tahfizh Al-Qur’an Imam Asy-Syafi’i, Pasaman Barat, yang menjadi pusat pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an di wilayah tersebut.

    Dalam bidang tahfizh, capaian yang diraih cukup membanggakan. Jumlah santri di Ma’had Tahfizh Al-Qur’an Imam Asy-Syafi’i mencapai lebih dari 10 orang, sementara siswa di Sekolah Dasar Nurul Qur’an berjumlah lebih dari 50 orang. Beliau juga berhasil membimbing lebih dari 8 santri menghafal 1 juz, lebih dari 6 santri menghafal 2 juz, lebih dari 3 santri menghafal 3 juz, lebih dari 4 santri menghafal 4 juz, serta lebih dari 2 santri menghafal hingga 7 juz Al-Qur’an.

    Peran beliau sebagai pemateri kajian di Masjid Abu Ayyub Al-Anshari, Pasaman Barat, semakin memperluas jangkauan dakwahnya. Kegiatan pendidikan masyarakat yang beliau bimbing diikuti lebih dari 20 orang, sementara jumlah peserta dakwah secara umum mencapai sekitar 60 orang.

    Di ranah digital, pengaruh dakwah beliau juga cukup signifikan. Jumlah pengikut di akun Instagram pribadinya telah mencapai lebih dari 10.000 orang, yang menjadi sarana efektif dalam menyebarkan konten dakwah dan edukasi Islam kepada masyarakat luas.

    Perjalanan dakwah Dai Salmi Adrizal, S.Pd menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pendidikan formal, pengabdian masyarakat, dan pemanfaatan media digital mampu melahirkan dampak positif yang luas. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi langkah beliau dan menjadikan setiap upaya dakwahnya sebagai amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi umat.