Pakpak Bharat, Sumatera Utara — Perjalanan dakwah merupakan sebuah proses panjang yang membutuhkan kesabaran, keistiqamahan, ilmu, dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam kiprah Dai Putra Hasraen Padang, S.Pd., yang telah mengabdikan diri bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah dalam menjalankan berbagai aktivitas dakwah dan pembinaan umat di wilayah Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Bergabung sebagai dai sejak tahun 1435 H/2014 M, beliau telah menjalani kurang lebih 13 tahun pengabdian dalam mendampingi masyarakat. Dalam perjalanan tersebut, beliau ditempatkan di Jl. Runding, Desa Maholida, Kecamatan STTU Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara. Pengabdian yang panjang ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan dakwah yang tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga diwujudkan melalui pembinaan masyarakat secara langsung dan berkesinambungan.
Dai Putra Hasraen Padang menyelesaikan pendidikan terakhirnya di Diploma Ma’had ‘Aly As-Sunnah pada tahun 2014. Bekal pendidikan tersebut menjadi salah satu fondasi dalam menjalankan amanah dakwah di tengah masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, beliau tidak hanya berfokus pada satu kelompok usia atau satu bentuk kegiatan, tetapi berusaha menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Program dakwah yang dijalankan meliputi pembelajaran kepada remaja dan remaji, pembelajaran kepada masyarakat umum, kajian rutin dan dauroh, khutbah Jumat, pembelajaran kepada anak-anak, serta dakwah melalui media sosial dan perangkat komunikasi. Selain itu, beliau juga terlibat dalam ceramah di berbagai lembaga dan kegiatan masyarakat serta melakukan kunjungan kepada tokoh dan pembesar kaum sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat setempat.
Salah satu karakter penting dalam perjalanan dakwah Dai Putra Hasraen adalah pendekatan yang menggabungkan antara pembelajaran, pembinaan, keteladanan, dan interaksi langsung dengan masyarakat. Dakwah tidak berhenti pada penyampaian materi keislaman dalam sebuah majelis, tetapi dilanjutkan dengan pembinaan yang memungkinkan masyarakat mendapatkan pendampingan secara lebih dekat. Pendekatan semacam ini menjadi penting terutama di wilayah yang memiliki kondisi sosial dan geografis yang beragam. Dengan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, dakwah diharapkan dapat diterima secara bertahap dan memberikan pengaruh positif dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran seorang dai di tengah masyarakat juga diharapkan dapat menjadi tempat bertanya, belajar, dan mendapatkan bimbingan dalam berbagai persoalan keagamaan.
Dalam perjalanan pengabdiannya, penerimaan masyarakat terhadap Dai Putra Hasraen Padang terus berkembang. Beliau dipercaya untuk menjadi pemateri di berbagai majelis ilmu di wilayah Pakpak Barat, Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, beliau juga menjadi penceramah di sejumlah masjid, di antaranya Masjid Jami’ Al-Ikhlas dan Masjid At-Taqwa Muhammadiyah di Kota Jehe, wilayah Pakpak Bharat. Kepercayaan yang diberikan masyarakat tersebut menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas dakwah yang dijalankan telah mendapatkan ruang dan penerimaan di tengah masyarakat. Melalui majelis ilmu dan berbagai kegiatan keagamaan tersebut, beliau terus berupaya menyampaikan ilmu yang bermanfaat serta mengajak masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.
Salah satu capaian penting dalam perjalanan dakwah Dai Putra Hasraen Padang adalah keterlibatannya dalam mendirikan Yayasan Yatim dan Markaz Tahfiz Ibnu Abdul Barr di wilayah Pakpak Barat. Kehadiran lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan umat, khususnya dalam bidang pendidikan Al-Qur’an dan perhatian terhadap anak-anak yatim. Pendidikan yang berbasis Al-Qur’an diharapkan dapat memberikan fondasi keagamaan bagi generasi muda sehingga mereka memiliki bekal ilmu dan akhlak dalam menjalani kehidupan. Selain itu, beliau juga telah mendirikan Rumah Qur’an Al-Munawwarah yang saat ini memiliki sekitar 50 orang santri. Kehadiran Rumah Qur’an tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya membangun lingkungan belajar Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Pembinaan Al-Qur’an juga menjadi salah satu bagian penting dari keberhasilan dakwah yang telah dijalankan. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 65 orang telah berhasil menghafal satu juz Al-Qur’an di bawah bimbingan beliau. Selain itu, terdapat 22 orang yang telah menghafal dua juz, serta 9 orang yang telah mencapai hafalan lima juz Al-Qur’an. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan Al-Qur’an membutuhkan proses yang konsisten dan pendampingan yang berkelanjutan. Setiap hafalan yang berhasil dicapai oleh para santri merupakan bagian dari perjalanan panjang pembelajaran, sekaligus menjadi harapan lahirnya generasi yang semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Di sisi lain, salah satu capaian yang memiliki nilai dakwah sangat besar adalah adanya 21 orang yang masuk Islam melalui dakwah Dai Putra Hasraen Padang. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas dakwah tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kajian, tetapi juga menyentuh aspek pembinaan dan penyampaian ajaran Islam kepada masyarakat yang membutuhkan pemahaman tentang Islam. Setiap orang yang mendapatkan hidayah merupakan karunia dari Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Sementara itu, seorang dai hanya menjadi bagian dari sebab dalam menyampaikan kebenaran dan memberikan penjelasan dengan cara yang baik. Karena itu, capaian tersebut menjadi amanah sekaligus motivasi untuk terus menjaga kualitas dakwah dan pembinaan masyarakat.
Jangkauan dakwah Dai Putra Hasraen Padang juga tercermin dari jumlah masyarakat yang telah mendapatkan pembinaan dan dakwah. Berdasarkan data yang tersedia, jumlah orang yang telah didakwahi mencapai sekitar 450 orang. Angka tersebut mencakup masyarakat yang mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran, kajian, ceramah, maupun bentuk interaksi dakwah lainnya. Di era digital, aktivitas dakwah juga diperluas melalui media sosial. Hal ini terlihat dari akun Facebook pribadi beliau yang telah memiliki sekitar 5.000 pengikut. Pemanfaatan media sosial menjadi sarana tambahan untuk menyampaikan nasihat, ilmu, dan pesan-pesan keislaman kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk mereka yang tidak dapat hadir secara langsung dalam majelis ilmu.
Perjalanan selama kurang lebih 13 tahun bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menunjukkan bahwa dakwah merupakan amanah yang membutuhkan kesinambungan. Dari pembelajaran anak-anak, pembinaan remaja, kajian masyarakat, khutbah Jumat, pembinaan tahfiz, hingga pemanfaatan media sosial, berbagai aktivitas tersebut saling melengkapi dalam membangun ekosistem dakwah yang lebih luas. Keberadaan dai di daerah juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan majelis ilmu dan pembinaan masyarakat. Melalui aktivitas yang dilakukan secara konsisten, diharapkan masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap ilmu agama serta memiliki kesempatan untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas kehidupan keislaman mereka.
Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Dai Putra Hasraen Padang dalam menjalankan amanah dakwah di wilayah Sumatera Utara. Perjalanan tersebut bukan hanya tentang lamanya masa pengabdian, tetapi juga tentang berbagai manfaat yang telah diupayakan melalui pendidikan, pembinaan Al-Qur’an, kajian keislaman, dan interaksi bersama masyarakat. Semoga seluruh aktivitas dakwah yang telah dilakukan menjadi amal saleh yang diterima oleh Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Semoga para santri yang belajar Al-Qur’an, masyarakat yang menghadiri kajian, serta mereka yang mendapatkan manfaat dari dakwah tersebut dapat terus bertumbuh dalam ilmu dan amal. Semoga Allah memberikan keistiqamahan kepada beliau dalam menjalankan amanah dakwah, memberikan kesehatan dan kekuatan, serta menjadikan setiap ayat yang diajarkan, setiap ilmu yang disampaikan, dan setiap kebaikan yang lahir dari perjuangan tersebut sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

#DaiPutraHasraenPadang #YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah #DakwahIslam #DakwahSumateraUtara #PakpakBharat #DakwahPakpakBharat #RumahQuran #TahfizAlQuran #PembinaanUmat #KajianIslam #PendidikanIslam #DakwahAlQuran #MarkazTahfiz #AmalJariyah #PeduliUmat

