Category: Pengkaderan Da’i

  • Profil Dai Muhammad Sandria Khalid, S.Sos

    Profil Dai Muhammad Sandria Khalid, S.Sos

    Dai Muhammad Sandria Khalid, S.Sos adalah seorang dai yang bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah sejak tahun 1446 H / 2024 M. Beliau ditugaskan untuk berdakwah di Masjid Yayasan Nomor 104, Masjid Yazid bin Abi Sufyan, yang berlokasi di Bar., Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dengan pengalaman lebih dari satu tahun dalam berdakwah di yayasan ini, beliau telah aktif menjalankan berbagai program keagamaan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

    Dalam bidang akademik, Dai Muhammad Sandria Khalid menyelesaikan pendidikan S1 di STAI As-Sunnah pada tahun 2024. Ilmu yang telah beliau peroleh selama masa studi menjadi bekal utama dalam menyampaikan dakwah dengan pendekatan yang santun, ilmiah, dan penuh hikmah.

    Dalam menjalankan tugasnya sebagai dai, beliau aktif dalam berbagai program dakwah, antara lain:

    Pembelajaran kepada remaja dan remaji, memberikan pemahaman Islam sejak usia dini.

    Pembelajaran kepada masyarakat umum, melalui kajian-kajian keislaman yang mendalam.

    Ceramah umum, baik dalam bentuk kajian rutin masyarakat maupun dauroh.

    Khutbah Jumat, sebagai bagian dari syiar Islam yang berkelanjutan.

    Pembelajaran kepada anak-anak, guna membentuk generasi Muslim yang paham agama sejak dini.

    Dakwah melalui media sosial dan HP, sebagai upaya menjangkau lebih banyak jamaah di era digital.

    Ceramah umum di berbagai lembaga, termasuk radio, TV, penjara, dan pernikahan, sebagai bentuk dakwah yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

    Kunjungan kepada para pembesar kaum (tokoh masyarakat), untuk mempererat hubungan dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial.

    Seiring waktu, dakwah yang beliau lakukan semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Hal ini terbukti dengan berbagai peran yang kini beliau jalankan, di antaranya:

    Pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid Yayasan Nomor 104, Masjid Yazid bin Abi Sufyan.

    Partisipan dalam kegiatan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Al Hijrah, Kabupaten Pesisir Selatan.

    Keberhasilan dakwah yang telah beliau capai selama bertugas mencakup berbagai aspek, antara lain:

    Memiliki halaqah tahfiz Al-Qur’an untuk anak-anak, dengan jumlah murid sebanyak 15 orang (laki-laki dan perempuan) pada tahun 1446 H.

    Membina halaqah tahfiz Al-Qur’an untuk bapak-bapak, dengan jumlah murid sebanyak 5 orang.

    Memiliki jadwal khutbah Jumat sebanyak 3 kali dalam sebulan, menunjukkan konsistensi dalam menyampaikan dakwah.

    Telah menyampaikan total 618 ceramah dan khutbah, yang tersebar di berbagai kesempatan dan tempat.

    Jumlah total jamaah yang mengikuti dakwahnya mencapai 550 orang, mencerminkan luasnya jangkauan syiar Islam yang beliau lakukan.

    Dengan pencapaian ini, Dai Muhammad Sandria Khalid terus berupaya untuk mengembangkan dakwah yang lebih luas dan bermanfaat bagi masyarakat. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dalam setiap langkah dakwah yang beliau jalankan.

  • Dai Aidil Saputra : Perjalanan Dakwah dan Kontribusi di Masyarakat

    Dai Aidil Saputra : Perjalanan Dakwah dan Kontribusi di Masyarakat

    Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat – Pada tahun 1446 H / 2024 M, Dai Aidil Saputra, S.Sos resmi bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah untuk menjalankan tugas dakwahnya. Beliau ditugaskan di Masjid Ayyas bin Abi Robiah, yang merupakan masjid yayasan nomor 100 di Koto Bangun, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Dalam periode ±1 tahun, dai ini aktif berkontribusi dalam membangun kesadaran keagamaan di tengah masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan terakhirnya di STAI As-Sunnah pada tahun 2024.

    Sebagai seorang dai, Aidil Saputra menjalankan berbagai program dakwah yang menyentuh semua lapisan masyarakat. Beberapa program utama yang beliau jalankan antara lain pembelajaran bagi remaja dan remaji, pengajaran kepada masyarakat umum, kajian rutin dan dauroh, serta khutbah Jumat. Selain itu, beliau juga fokus pada pembelajaran anak-anak, dakwah melalui media sosial dan telepon seluler, serta memberikan ceramah di berbagai lembaga, radio, TV, penjara, dan acara pernikahan. Tidak ketinggalan, beliau juga aktif dalam kunjungan ke para tokoh masyarakat untuk memperkuat hubungan dan menyebarkan dakwah dengan lebih luas.

    Seiring dengan dedikasi dan kegigihannya, Dai Aidil Saputra semakin diterima oleh masyarakat dan mendapatkan kepercayaan yang lebih luas. Kini, beliau dipercaya sebagai pemateri, khatib, sekaligus imam tetap di Masjid Ayyas bin Abi Robiah. Selain itu, beliau juga turut berkontribusi dalam dunia pendidikan dengan menjadi partisipan di Sekolah Dasar Negeri Koto Bangun, Kecamatan Kapur IX.

    Tidak hanya di bidang pendidikan formal, Dai Aidil Saputra juga memperluas jangkauan dakwahnya dengan menjadi pemateri di pusat kepolisian (Polsek) daerah Lolowau, Nias Selatan. Perannya dalam membimbing dan memberikan siraman rohani di kalangan aparat kepolisian menjadi langkah strategis dalam memperkuat nilai-nilai keislaman di berbagai lini kehidupan masyarakat.

    Komitmen dakwahnya semakin terlihat dengan keterlibatannya sebagai partisipan dalam Yayasan Yatim dan Muallaf “Al-Bayyinnah” di daerah Lolowau, Nias Selatan. Melalui yayasan ini, beliau ikut serta dalam memberikan pembinaan kepada anak yatim dan para muallaf, memastikan mereka mendapatkan bimbingan keagamaan yang memadai serta perhatian yang mereka butuhkan.

    Keberhasilan dakwahnya juga tercermin dari beberapa pencapaian signifikan. Beliau telah berhasil membentuk halaqah tahfiz Al-Qur’an dengan 30 murid, baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, di bawah bimbingannya, lima orang jamaah kini sudah mampu menyampaikan khutbah Jumat secara mandiri. Jumlah ceramah dan khutbah yang telah disampaikan oleh beliau pun terhitung mencapai 765 pertemuan, dengan jumlah jamaah yang telah menerima dakwahnya sebanyak 500 orang.

    Perjalanan dakwah Dai Aidil Saputra adalah bukti bahwa dengan dedikasi, kerja keras, dan keikhlasan, dakwah dapat berkembang dan membawa manfaat besar bagi umat. Semoga perjuangannya dalam menyebarkan ilmu agama terus diberkahi dan menjadi inspirasi bagi dai-dai lainnya dalam menegakkan syiar Islam di berbagai daerah. 🤲

  • Profil Dai Abdurrahman Ritonga, S.Pd

    Profil Dai Abdurrahman Ritonga, S.Pd

    Kabupaten Asahan, Sumatera Utara – Di tengah dinamika kehidupan modern, seorang dai muda bernama Abdurrahman Ritonga, S.Pd, hadir membawa angin segar dalam dunia dakwah. Bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah sejak tahun 1446 H / 2024 M, beliau telah menjadi salah satu pilar utama dalam menyebarkan cahaya Islam, khususnya di Masjid Usamah bin Zaid, Padang Bungur, Kecamatan Rawang Panca Arga.

    Menggerakkan Dakwah di Masyarakat

    Tidak hanya menyampaikan ceramah, Ustaz Abdurrahman aktif dalam berbagai program dakwah yang menyentuh semua kalangan. Program yang ia jalankan mencakup:

    1. Pembelajaran agama kepada remaja dan masyarakat umum.
    2. Kajian rutin serta dauroh untuk meningkatkan pemahaman Islam.
    3. Khutbah Jumat yang selalu dinanti oleh jamaah.
    4. Pendidikan agama bagi anak-anak guna membangun generasi Qur’ani.
    5. Dakwah melalui media sosial untuk menjangkau audiens lebih luas.
    6. Ceramah di berbagai lembaga, radio, TV, hingga penjara dan acara pernikahan.
    7. Kunjungan kepada para tokoh masyarakat untuk mempererat ukhuwah Islamiyah.

    Penerimaan Masyarakat dan Peran Strategis

    Dalam satu tahun terakhir, dai muda ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Keaktifannya telah menjadikannya:

    • Pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid Usamah bin Zaid.
    • Pengajar di Pondok Pesantren Qurrota A’yun dengan 33 santri.
    • Pengajar di Rumah Qur’an Zahroh Kisaran dengan 80 santri.

    Keberhasilan Dakwah yang Menginspirasi

    Keberhasilan dalam berdakwah bukan hanya diukur dari jumlah ceramah, tetapi juga dari dampaknya. Beberapa pencapaian yang berhasil diraih antara lain:

    • Mendirikan halaqah tahfiz Al-Qur’an di masjid dengan 15 santri.
    • Jadwal khutbah Jumat yang rutin 2 kali dalam sebulan.
    • Menyampaikan total 1.154 ceramah dan khutbah.
    • Meningkatkan jumlah jamaah tetap hingga 300 orang.

    Dengan semangat dan dedikasi tinggi, Ustaz Abdurrahman Ritonga terus berusaha memperluas cakupan dakwahnya. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang tercerahkan dan lebih dekat dengan ajaran Islam. Sosoknya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk turut berkontribusi dalam syiar agama. Semoga dakwah ini terus berkembang dan membawa berkah bagi umat.

  • Profil dan Perkembangan Dakwah Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos

    Profil dan Perkembangan Dakwah Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos

    Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos telah berkiprah dalam dunia dakwah sejak bergabung dengan Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah pada tahun 1446 H / 2024 M. Saat ini, beliau bertugas sebagai dai di Masjid Umar bin Khattab, masjid ke-6 yang berada di Kuala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

    Sebagai lulusan S1 STAI As-Sunnah tahun 2024, Dai Raihan membawa semangat dakwah yang kuat dengan pendekatan yang luas dan beragam untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

    Dalam menjalankan tugasnya, beliau aktif mengembangkan berbagai program dakwah yang mencakup berbagai kelompok usia dan kalangan masyarakat, antara lain:

    📌 Pembelajaran bagi Remaja & Remaji
    📌 Kajian Islam untuk Masyarakat Umum
    📌 Ceramah Umum & Kajian Rutin
    📌 Khutbah Jumat
    📌 Pembelajaran Islam bagi Anak-Anak
    📌 Dakwah melalui Media Sosial & HP
    📌 Ceramah di Lembaga, Radio, TV, Penjara, dan Acara Pernikahan
    📌 Kunjungan kepada Tokoh Masyarakat & Pembesar Kaum

    Dalam perjalanan dakwahnya, Dai Raihan telah mendapatkan penerimaan yang baik dari masyarakat. Peran aktifnya meliputi:

    ✅ Pemateri, Khatib, dan Imam Tetap di Masjid Umar bin Khattab.
    ✅ Pemateri Dakwah di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kuala Air Hitam.
    ✅ Partisipan dalam Kegiatan Keagamaan di Sekolah Dasar (SD) Kuala Air Hitam.

    Komitmen dan kerja keras beliau dalam menyebarkan dakwah Islam telah membuahkan berbagai hasil yang signifikan:

    ✨ Mendirikan Halaqah Tahfiz Al-Qur’an dengan 15 murid laki-laki dan perempuan.
    ✨ Membuka Kelas Bahasa Arab dengan 2 murid yang aktif belajar.
    ✨ Total 426 sesi ceramah dan khutbah telah beliau sampaikan.
    ✨ Jumlah total jamaah yang telah mengikuti dakwahnya mencapai 873 orang.

    Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dakwah yang dilakukan Dai Raihan Robbani Hidayat tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan terus mengembangkan metode dakwah yang efektif dan menjangkau lebih banyak kalangan, beliau berharap dapat terus memberikan kontribusi dalam menyebarkan ilmu dan nilai-nilai Islam di tengah umat.

    Semoga Allah memberkahi perjuangan beliau dalam dakwah ini. Aamiin.

  • Profil Dai Vedran Gilang Wahyu Haris, S.Sos

    Profil Dai Vedran Gilang Wahyu Haris, S.Sos

    Dai Vedran Gilang Wahyu Haris, S.Sos, bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah sebagai dai pada tahun 1446 H / 2024 M. Saat ini, beliau bertugas di Masjid Jami’ Darul Hadist, yang berlokasi di Bukik Sikumpa, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

    Dalam perjalanan dakwahnya, beliau telah bekerja selama kurang lebih 1 tahun di Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah. Pendidikan terakhir yang diselesaikan adalah S1 di STAI As-Sunnah pada tahun 2024.

    Dai Vedran aktif dalam berbagai kegiatan dakwah yang mencakup berbagai lapisan masyarakat, antara lain:

    Pembelajaran Remaja

    Mengajarkan ilmu agama kepada generasi muda agar memiliki pemahaman Islam yang benar.

    Pembelajaran Kepada Masyarakat Umum

    Mengadakan kajian keislaman yang terbuka untuk seluruh kalangan masyarakat.

    Ceramah Umum

    Mengisi kajian rutin masyarakat dan dauroh untuk meningkatkan ilmu keislaman.

    Khutbah Jumat

    Bertugas sebagai khatib Jumat di berbagai masjid di wilayah tugasnya.

    Pembelajaran Kepada Anak-Anak

    Mendidik anak-anak dalam ilmu agama, termasuk hafalan Al-Qur’an dan hadist.

    Dakwah Melalui Media Sosial dan HP

    Menyampaikan dakwah melalui platform WhatsApp, Instagram, dan media sosial lainnya.

    Ceramah Umum di Berbagai Lembaga

    Mengisi ceramah di berbagai tempat seperti lembaga pendidikan, radio, televisi, penjara, dan acara pernikahan.

    Kunjungan kepada Pembesar Kaum (Masyarakat)

    Silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama untuk mempererat ukhuwah Islamiyah.

    Dalam perjalanannya sebagai dai, masyarakat mulai menerima dan menghargai peran beliau, sehingga saat ini beliau telah dipercaya sebagai:

    Pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid Yayasan Ar Risalah “Darul Hadist” di Kabupaten Lima Puluh Kota.
    Pemateri di Ma’had Darul Hadist, Kabupaten Lima Puluh Kota.
    Pemateri di Masjid Mukhlisin, Kabupaten Lima Puluh Kota.

    Sejak aktif berdakwah, Dai Vedran Gilang Wahyu Haris telah mencapai berbagai keberhasilan, antara lain:

    Halaqoh Quran

    • Memiliki 10 peserta putra yang rutin mengikuti pembelajaran Al-Qur’an.
    • Halaqoh Hadist
    • Memiliki 42 peserta putra yang belajar hadist secara intensif.
    • Halaqoh Bahasa Arab
    • Memiliki 42 peserta putra yang aktif belajar bahasa Arab.
    • Hafalan Al-Qur’an
    • 7 orang telah menyelesaikan hafalan 1 Juz.
    • 4 orang telah menyelesaikan hafalan 2 Juz.
    • Hafalan Hadist
    • 5 orang telah menyelesaikan hafalan 100 hadist.
    • Jumlah Ceramah dan Khutbah
    • Telah menyampaikan 665 kali ceramah dan khutbah.
    • Jumlah Jama’ah
    • Jumlah jama’ah yang mengikuti kajian mencapai 500 orang.
    • Dakwah Melalui Media Sosial
    • Sebanyak 772 orang mengikuti dakwahnya melalui grup WhatsApp dan Instagram.

    Dai Vedran Gilang Wahyu Haris, S.Sos, telah memberikan kontribusi besar dalam menyebarkan dakwah Islam di Kabupaten Lima Puluh Kota. Dengan program yang menyentuh berbagai kalangan, serta penerimaan masyarakat yang semakin luas, beliau terus berupaya memberikan manfaat bagi umat melalui ceramah, pembelajaran, dan bimbingan agama, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

    Dakwah beliau telah menghasilkan peningkatan dalam pendidikan agama bagi masyarakat, terbukti dengan bertambahnya jumlah santri yang menghafal Al-Qur’an dan hadist, serta meningkatnya jumlah jama’ah yang mengikuti kajian.

  • Dai Muhammad Ihsan Alfasiri, S.Sos Melangkah Menuju Pencerahan Masyarakat melalui Dakwah

    Dai Muhammad Ihsan Alfasiri, S.Sos Melangkah Menuju Pencerahan Masyarakat melalui Dakwah

    Dai Muhammad Ihsan Alfasiri, S.Sos, bergabung dengan Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah pada tahun 1446 H / 2024 M dan ditempatkan di Masjid Ubay bin Ka’ab, Jalan Tengku Agung, Makmur, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau. Selama lebih dari satu tahun berdakwah bersama yayasan ini, Dai Muhammad Ihsan telah banyak memberikan kontribusi dalam membimbing umat, khususnya dalam hal ilmu agama dan penguatan nilai-nilai Islam di wilayah tugasnya.

    Latar Belakang Pendidikan dan Pengalaman Dakwah

    Dai Muhammad Ihsan menyelesaikan pendidikan S1 di STAI As-Sunnah pada tahun 2024, dan segera menerapkan ilmu yang diperoleh di lembaga pendidikan tersebut dalam dakwahnya. Program-program dakwah yang dijalankan di Kabupaten Siak meliputi berbagai pendekatan, antara lain:

    • Pembelajaran untuk remaja dan anak-anak
    • Pembelajaran untuk masyarakat umum
    • Ceramah umum (kajian rutin masyarakat dan dauroh)
    • Khutbah Jumat
    • Dakwah melalui media sosial dan aplikasi komunikasi
    • Ceramah di lembaga-lembaga, radio, TV, penjara, dan acara pernikahan
    • Kunjungan kepada pembesar masyarakat untuk memperkuat hubungan dakwah

    Perkembangan Dakwah dan Penerimaan Masyarakat

    Keberhasilan dalam menyampaikan dakwah terlihat dalam beberapa pencapaian yang diraih oleh Dai Muhammad Ihsan Alfasiri. Di antaranya adalah menjadi pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid Ubay bin Ka’ab, yang merupakan masjid yayasan nomor ke-85. Selain itu, beliau juga menjadi pemateri dan khatib di beberapa masjid lainnya seperti Masjid Al-Furqon, Masjid PT Pertamina Hulu, Masjid Muthmainnah, dan Masjid Al-Qurtubi di Kabupaten Siak, Riau.

    Sebagai pengajar sukarelawan, beliau juga memberikan pembelajaran di Pondok Pesantren Abu Musa Al-Asy’ari dan Madrasah Ibtidaiyah Muthmainnah, Kecamatan Dayun.

    Keberhasilan dalam Dakwah dan Pembinaan

    Beberapa pencapaian penting yang diperoleh dalam dakwahnya antara lain:

    • Mendirikan halaqah tahfiz Al-Qur’an dengan jumlah murid sebanyak 10 orang pada tahun 1446 H, beberapa di antaranya telah menghafal surah-surah dari juz 30.
    • Membimbing murid dalam menghafal doa dan zikir dalam salat, doa zikir pagi, serta zikir harian.
    • Mengajarkan dasar-dasar ilmu bahasa Arab, termasuk 70 kosakata bahasa Arab dan memperbaiki pengucapan makhraj Al-Qur’an.
    • Menyelesaikan kajian kitab Jami’ul Ulum wal Hikam, dan saat ini melanjutkan kajian kitab hadis Riyadush Sholihin di Masjid Yayasan Masjid Ubay bin Ka’ab.
    • Meningkatkan minat masyarakat sekitar untuk menghadiri kajian sunnah di Masjid Yayasan Masjid Ubay bin Ka’ab, yang menunjukkan penerimaan yang sangat baik dari masyarakat terhadap dakwah sunnah.

    Total pertemuan dan kajian umum yang telah disampaikan oleh Dai Muhammad Ihsan mencapai 535 kali, dengan lebih dari 500 jamaah yang mengikuti dakwahnya. Di samping itu, sebanyak 150 orang turut mengikuti kajian melalui grup WhatsApp.

    Dai Muhammad Ihsan Alfasiri, S.Sos, telah memberikan dampak besar melalui dakwahnya di Kabupaten Siak. Dengan pendekatan yang inklusif dan modern, seperti pemanfaatan media sosial, serta komitmennya dalam pembinaan generasi muda dan masyarakat umum, beliau berhasil memperkuat nilai-nilai Islam dan memperluas pemahaman agama di wilayah tugasnya. Semoga usaha dakwah ini dapat terus berkembang dan membawa berkah bagi masyarakat.

  • Amanah Sakti Pasaribu, Kiprah Dakwah Inspiratif di Labuhanbatu Utara

    Amanah Sakti Pasaribu, Kiprah Dakwah Inspiratif di Labuhanbatu Utara

    Dakwah Islam merupakan amanah besar yang diemban oleh para ulama dan da’i. Salah satu nama yang bersinar di bidang ini adalah Amanah Sakti Basarbu, yang bergabung dengan Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah pada tahun 1446 H / 2024 M. Ia ditugaskan untuk melaksanakan dakwah di wilayah Aek Kanopan, Kota Kec, Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Indonesia, selama satu tahun penuh.

    Kualifikasi Akademik

    Amanah Sakti Basarbu menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan gelar S1 di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) pada tahun 2024 M. Pendidikan ini memberinya bekal ilmu untuk menjalankan misi dakwahnya.

    Program Dakwah Bulanan

    Kegiatan dakwahnya berfokus pada berbagai aktivitas seperti:

    1. Pendidikan Pemuda: Menyediakan lingkungan pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai Islam.
    2. Edukasi Masyarakat: Memberikan pengajaran agama untuk meningkatkan kesadaran spiritual.
    3. Ceramah Umum: Menyampaikan ajaran Islam kepada khalayak luas.
    4. Khutbah Jumat: Membawakan khutbah dengan tema-tema yang relevan bagi umat Muslim.
    5. Pendidikan Anak-Anak: Mengadakan halaqah tahfiz Al-Qur’an dan pengajaran dasar-dasar agama.
    6. Dakwah Digital: Menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan Islam.
    7. Dakwah Terbuka: Menyelenggarakan pertemuan dengan masyarakat untuk mempererat hubungan.
    8. Silaturahmi dengan Tokoh Lokal: Menjalin hubungan positif dengan pemimpin masyarakat untuk memperkuat kolaborasi.

    Tugas dan Tanggung Jawab

    Berkat dedikasinya, Amanah Sakti Basarbu kini menjalankan beberapa peran penting, seperti:

    • Memberikan ceramah dan khutbah di Masjid Al-Faruq di Kota Kec, sekaligus menjadi imam salat.
    • Mengajar di Madrasah Tahfiz Al-Qur’an Umar bin Khattab.
    • Memberikan ceramah di masjid lain, seperti Masjid Nurul Ihsan dan Masjid Ali bin Abi Thalib.
    • Berdakwah melalui platform digital, termasuk WhatsApp, Facebook, dan Instagram.

    Pencapaian Dakwah yang Menonjol

    Beberapa pencapaian yang berhasil diraih meliputi:

    1. Mendirikan halaqah tahfiz untuk Juz 30 dan Juz 29 dengan 18 peserta.
    2. Membimbing 10 siswa untuk menghafal Juz 29 dan Juz 30 Al-Qur’an.
    3. Membantu 8 siswa menghafal setengah juz Al-Qur’an (dari Surah An-Naba’ hingga Surah Al-Fajr).
    4. Memberikan 360 pelajaran dan ceramah selama satu tahun.
    5. Mendakwahi 200 orang secara langsung.
    6. Membimbing seorang mualaf dari kalangan Nasrani.
    7. Mendapatkan 50 pengikut pada saluran dakwah di Facebook.

    Dampak Dakwah dalam Masyarakat

    Usaha dakwah Amanah Sakti Basarbu terbukti meningkatkan kesadaran agama dan memperkuat hubungan sosial di komunitas lokal. Kegiatannya diterima dengan sangat baik oleh masyarakat, memberikan dampak positif baik secara individu maupun komunitas.

    Penutup

    Amanah Sakti Basarbu adalah teladan bagi para da’i. Melalui dedikasi dan program dakwahnya yang inovatif, ia mampu memberikan pengaruh yang besar dalam menyebarkan ajaran Islam dengan cara yang autentik dan kreatif. Semoga Allah memberkahi usahanya dan menjadikannya inspirasi bagi umat.

  • Muhammad Fawzan, Teladan Da’i Muda di Lubuk Sikaping

    Muhammad Fawzan, Teladan Da’i Muda di Lubuk Sikaping

    Da’i Muhammad Fawzan bergabung dengan Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah pada tahun 1446 H/2024 M untuk memulai tugas dakwahnya di Masjid Hudzaifah bin Al-Yaman yang terletak di Jalan Matugal, daerah Aia Lansi Pek, Aia Manggih, Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Masa pengabdiannya dijadwalkan selama satu tahun, setelah ia menyelesaikan pendidikan tinggi dengan gelar sarjana dari Universitas Sunna Islam (STAI) pada tahun 2024 M.

    Program Dakwah Da’i

    Muhammad Fawzan memfokuskan pada pelaksanaan berbagai program bulanan untuk melayani masyarakat, di antaranya:

    1. Membina generasi muda dan memperkuat nilai-nilai Islam dalam diri mereka.
    2. Memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kelas-kelas pembelajaran rutin.
    3. Menyampaikan ceramah umum yang mencakup berbagai aspek syariat Islam.
    4. Menjadi khatib Jum’at secara rutin.
    5. Mengajarkan anak-anak dasar-dasar agama dan hukum-hukum Islam.
    6. Berdakwah melalui media sosial dan perangkat seluler untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
    7. Mengorganisir kegiatan dakwah umum di wilayah tersebut.
    8. Melakukan kunjungan kepada tokoh masyarakat untuk mempererat kerja sama dan komunikasi.

    Perkembangan Dakwah dan Pencapaiannya

    Upaya dakwah Muhammad Fawzan diterima dengan sangat baik oleh masyarakat, sehingga ia kini menjadi:

    1. Imam tetap dan khatib resmi di Masjid Hudzaifah bin Al-Yaman.
    2. Penceramah di Musala “Al-Ghuraba” di kawasan yang sama.
    3. Guru di SD “Cahaya Sunna”.

    Beberapa pencapaian utamanya meliputi:

    • Mendirikan halaqah tahfiz Al-Qur’an bernama “Ikhwan” yang beranggotakan 25 murid, serta halaqah lainnya bernama “Cahaya Sunna” dengan 11 murid.
    • Mengajarkan bahasa Arab kepada dua murid hingga mereka mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab sehari-hari.
    • Membimbing empat murid untuk menghafal satu juz dari Al-Qur’an.
    • Berhasil menyebarkan pemahaman sunah dan hukum fikih di kalangan masyarakat setempat, serta mengajarkan tata cara shalat wajib dan jenazah.
    • Jumlah masyarakat yang menerima manfaat dari dakwahnya mencapai sekitar 300 orang.
    • Menyampaikan 756 kelas dan ceramah sepanjang tahun 2024.
    • Jumlah pengikutnya melalui aplikasi WhatsApp melebihi 150 orang, mencerminkan pengaruh digitalnya dalam berdakwah.

    Dampak Dakwah

    Upaya yang dilakukan oleh da’i Muhammad Fawzan telah berkontribusi besar dalam memperkuat nilai-nilai Islam di daerah tersebut. Program pendidikan dan dakwahnya menjadi teladan yang patut dicontoh. Semoga Allah memberkahi usahanya dan memberinya taufik lebih banyak dalam melayani agama dan masyarakat.

  • Dai Bani Hibban, S.Pd, Membangkitkan Semangat Islam di Tanah Simalungun

    Dai Bani Hibban, S.Pd, Membangkitkan Semangat Islam di Tanah Simalungun

    Dai Bani Hibban, S.Pd, resmi bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah pada tahun 1446 H/2024 M dan mulai bertugas di Masjid Al-Muhajirin, Nagori Cingkes, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Dengan dedikasi yang tinggi, ia memberikan kontribusi besar melalui berbagai program dakwah yang dijalankannya.

    Sebagai lulusan S1 dari STAI As-Sunnah pada tahun 2024, Dai Bani Hibban telah mengembangkan program dakwah yang komprehensif. Program tersebut mencakup pembelajaran Al-Qur’an untuk remaja, masyarakat umum, dan anak-anak, ceramah umum, khutbah Jumat, serta dakwah melalui media sosial dan kunjungan kepada tokoh masyarakat. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya ilmu agama.

    Dalam kurun waktu satu tahun, Dai Bani Hibban menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ia kini menjadi pemateri tetap, khatib, dan imam di Masjid Al-Muhajirin. Selain itu, ia juga mengajar Al-Qur’an di Rumah Qur’an Al-Muhajirin dan memberikan materi di Rutan Kelas IIB Kabanjahe Lau Cimba. Keberadaannya diterima luas, bahkan di masjid-masjid lain di Kecamatan Dolok Silau.

    Dai Bani Hibban juga mengajar bahasa Arab secara privat di Yayasan Tahfidz Al-Huffaz dan menjadi pemateri di berbagai pengajian ibu-ibu di Kabupaten Simalungun. Keberhasilannya dalam berdakwah ditandai dengan antusiasme masyarakat, terutama anak-anak dan ibu-ibu yang aktif mengikuti majelisnya.

    Salah satu pencapaian luar biasanya adalah keberhasilannya membimbing tiga murid hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Selain itu, sepuluh ibu rumah tangga juga berhasil mencapai kemampuan serupa, sementara lima warga binaan Lapas Kelas IIB Kabanjahe kini memahami tajwid dengan baik.

    Tidak hanya itu, anak-anak di sekitar Masjid Al-Muhajirin semakin antusias mengikuti majelisnya. Hal ini menjadi bukti nyata dampak positif dakwahnya di kalangan generasi muda. Total, ia telah memberikan 377 ceramah dan khutbah yang disambut baik oleh masyarakat.

    Jumlah jamaah yang rutin mengikuti kajiannya kini mencapai 200 orang, menunjukkan penerimaan masyarakat yang semakin luas terhadap dakwahnya. Hal ini menjadi motivasi bagi Dai Bani Hibban untuk terus meningkatkan kualitas dakwahnya.

    Dai Bani Hibban juga aktif memanfaatkan media sosial dan teknologi untuk memperluas jangkauan dakwahnya. Ceramah yang disampaikan melalui media ini mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat yang tidak bisa hadir langsung di lokasi.

    Yayasan Ar Risalah Al Khairiyah merasa bangga dengan dedikasi Dai Bani Hibban. Keberhasilannya tidak hanya menjadi inspirasi, tetapi juga bukti bahwa dakwah yang konsisten dan tulus akan diterima dengan baik oleh masyarakat.

    Dengan komitmennya, Dai Bani Hibban terus berupaya menjadi agen perubahan yang membawa manfaat besar bagi umat. Semoga langkah-langkah dakwahnya selalu diberkahi dan menjadi amal jariyah yang membawa kebaikan bagi banyak orang.

  • PROFIL DAI YAYASAN BULAN JUMADA AT-TSANIYAH 1446 H-Dai Muhammad Afkarul Watan, S.Pd

    PROFIL DAI YAYASAN BULAN JUMADA AT-TSANIYAH 1446 H-Dai Muhammad Afkarul Watan, S.Pd

    Dai Muhammad Afkarul Watan, S.Pd

    Dai Muhammad Afkarul Watan, S.Pd bergabung dengan Yayasan Ar Risalah Al khairiyah menjadi dai pada tahun 1446 H / 2024 M dan tempat tugas di Masjid Abu Ayyub Al-Anshari, Blok B, Ophir, Koto Baru, Kec. Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Sehingga -1 tahun lamanya berkerja di Ar Risalah Al khairiyah, dan menyelesaikan pendidikan Terakhir S1 di STAI As-Sunnah Pada tahun 2024.

    Program dakwah Dai di Kabupaten adalah :

    1. Pembelajaran Kepada Remaja Dan Remaji 
    1. Pembelajaran Kepada Masyarakat Umum 
    1. Ceramah Umum ( Kajian Rutin Masyarakat Dan Dauroh ) 
    1. Khutbah Jumat 
    1. Pembelajaran Kepada Anak-Anak 
    1. Dakwah Melalui Media Sosial Dan Hp 
    1. Ceramah Umum ( Lembaga, Radio, Tv, Penjara, Pernikahan) 
    2. Kunjungan Kepada Pembesar Kaum (Masyarakat) 

    Perkembangan Dai Dalam Berdakwah Serta Penerimaan Masyarakat Kepada Dai Sehingga Dai Menjadi :

    1. Pemateri, khatib, dan imam tetap di Masjid yayasan nomor 74 : Abu Ayyub Al-Anshari di daerah Koto Baru, Kec. Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Indonesia.
    2. Partisipan di yayasan Imam Syafi’i Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Indonesia.
    3. Pemateri di Sekolah Dasar Islam Cahaya Al Quran Pasaman Barat
    4. Pemateri di Pondok Pesantren Tahfiz Al Quran Imam Syafi’i Pasaman Barat
    5. Bekerja sama dengan masjid-masjid di Pasaman Barat dalam melaksanakan Kegiatan Dakwah.

    Keberhasilan dalam berdakwah, adalah :

    1. Memiliki halaqah tahfiz dan tahsin Al-Qur’an “Maqoriik Quraniyah” dengan jumlah murid pada tahun 1446 H sebanyak 25 orang, terdiri dari laki-laki dan perempuan.
    2. Telah Membangun Perpustakaan Masjid yang diberi nama “Maktabah Abu Ayyub Al Ansori” 
    3. 1 orang sudah bisa membaca Al Quran, 3 orang hafal 1 juz, dan 4 orang hafal 2 juz dibawah bimbingan beliau
    4. Total ceramah dan khutbah yang telah disampaikan mencapai 593 pertemuan.
    5. Total jumlah jamaah sebanyak 150 orang.
    6. sebanyak 93 orang mengikuti dakwahnya di group dakwah WhatsApp.