Category: Pelatihan Al-ilmi

  • Pelatihan Manajemen Diri Mahasiswa STAI As-Sunnah Deli Serdang Tahun 2026 Diikuti 162 Peserta

    Pelatihan Manajemen Diri Mahasiswa STAI As-Sunnah Deli Serdang Tahun 2026 Diikuti 162 Peserta

    Alhamdulillah, kegiatan Pelatihan Manajemen Diri untuk Mahasiswa STAI As-Sunnah Deli Serdang Tahun 2026 telah sukses diselenggarakan pada tanggal 04–06 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu program pembinaan mahasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri, kedisiplinan, serta kemampuan mengelola potensi dan tanggung jawab dalam kehidupan akademik maupun sosial.

    Pelatihan ini menghadirkan pemateri Taufik Hidayat, M.Sos., yang menyampaikan berbagai materi seputar pengembangan diri, pengelolaan waktu, kepemimpinan, komunikasi, serta pentingnya membangun karakter mahasiswa yang produktif dan berintegritas. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta dapat memahami dan menerapkan ilmu yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari.

    Kegiatan ini diikuti oleh total 162 peserta, terdiri dari 90 mahasiswa dan 72 mahasiswi STAI As-Sunnah Deli Serdang. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga penutupan, menunjukkan tingginya semangat mahasiswa dalam mengikuti program pengembangan diri tersebut.

    Dalam pelatihan ini, peserta diajak memahami pentingnya manajemen diri sebagai fondasi utama dalam meraih kesuksesan. Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu mengatur waktu, menjaga disiplin, mengelola emosi, serta memiliki visi hidup yang jelas.

    Selain pembahasan teori, peserta juga mengikuti berbagai sesi praktik dan simulasi yang bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir, kerja sama tim, serta penyelesaian masalah. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif dan aplikatif bagi para peserta.

    Pemateri menyampaikan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kemampuan mengelola diri dengan baik. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membiasakan diri hidup teratur, disiplin, dan memiliki target yang jelas dalam belajar maupun beraktivitas.

    Kegiatan pelatihan berlangsung dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan. Para peserta aktif berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman terkait tantangan yang mereka hadapi selama menjalani proses perkuliahan dan aktivitas organisasi.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa STAI As-Sunnah mampu menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan zaman dengan ilmu, akhlak, dan kemampuan manajemen diri yang baik. Pembinaan seperti ini menjadi bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

    Allah Ta’ala berfirman:

    “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
    (QS. Ar-Ra’d: 11)

    Rasulullah ﷺ juga bersabda:

    “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)

    Ayat dan hadis tersebut menjadi pengingat tentang pentingnya pengendalian diri, disiplin, dan usaha dalam memperbaiki kualitas hidup.

    Semoga kegiatan Pelatihan Manajemen Diri ini memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta dan menjadi langkah awal dalam membentuk mahasiswa yang unggul, profesional, dan memiliki kontribusi positif bagi masyarakat dan umat.

    #pelatihanmahasiswa #manajemendiri #staiassunnah #pengembangandiri #mahasiswaproduktif #yayasanarrisalah

  • Pelatihan Intensif Guru Bahasa Arab Pesantren Nuur Ar-Radhiyyah: Meningkatkan Kompetensi Mengajar Buku “Al-‘Arabiyyah Bayna Yadaik”

    Pelatihan Intensif Guru Bahasa Arab Pesantren Nuur Ar-Radhiyyah: Meningkatkan Kompetensi Mengajar Buku “Al-‘Arabiyyah Bayna Yadaik”

    Pelatihan Intensif Guru Bahasa Arab Pesantren Nuur Ar-Radhiyyah: Meningkatkan Kompetensi Mengajar Buku “Al-‘Arabiyyah Bayna Yadaik”

    Deli Serdang, Juli 2025 — Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tak pernah surut. Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah melalui Lembaga Pelatihan Al Ilmi kembali menggelar pelatihan intensif bagi para guru Bahasa Arab Pesantren Nuur Ar-Radhiyyah. Selama enam hari penuh, sejak 07 hingga 12 Juli 2025, sebanyak 17 sesi pelatihan dilaksanakan secara intensif dan mendalam.

    Pelatihan ini mengangkat fokus utama pada penguasaan dan penerapan buku “Al-‘Arabiyyah Bayna Yadaik”, salah satu rujukan utama dalam pembelajaran Bahasa Arab bagi penutur non-Arab. Para peserta tidak hanya diberikan teori, tetapi juga diarahkan untuk menguasai strategi mengajar yang aplikatif, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan santri saat ini.

    Dua pemateri berpengalaman hadir membimbing seluruh proses pelatihan, yakni Ustadz Indra, M.Ag dan Ustadz Muhammad Ihsan, S.Pd.I. Keduanya telah lama berkecimpung dalam dunia pendidikan Bahasa Arab dan dikenal dengan metode pengajaran yang efektif dan inspiratif. Kehadiran mereka memberikan nilai lebih pada proses pelatihan, terutama dalam menanamkan semangat dan keterampilan praktis kepada para guru.

    Pelatihan dibuka secara resmi oleh Ketua Lembaga Pelatihan Al Ilmi, Hasan Hamzah Lubis, M.Sos, yang sekaligus memandu sesi pretest. Pretest ini bertujuan memetakan kemampuan awal para peserta dan menjadi tolok ukur dalam melihat sejauh mana peningkatan yang dicapai setelah pelatihan.

    Selama 10 sesi teori, peserta dibekali dengan pemahaman mendalam tentang pendekatan komunikatif dalam pengajaran Bahasa Arab, teknik penguasaan mufradat secara kontekstual, serta metode pengajaran yang menyenangkan dan mampu membangkitkan minat belajar santri. Seluruh materi dirancang untuk membentuk guru yang tidak hanya paham teori, tetapi juga kreatif dan solutif dalam menghadapi dinamika kelas.

    Tak kalah penting, sebanyak 7 sesi praktik juga disiapkan bagi peserta untuk menerapkan langsung ilmu yang telah diperoleh. Praktik mengajar ini dilakukan di hadapan para santri dan disupervisi langsung oleh para trainer, sehingga setiap peserta mendapatkan umpan balik dan evaluasi yang konstruktif.

    Antusiasme para guru terlihat jelas selama pelatihan berlangsung. Semangat belajar dan kebersamaan yang terbangun selama kegiatan menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas pengajaran bukan hanya sebuah program, melainkan sebuah kebutuhan mendesak yang dirasakan langsung oleh para pendidik.

    Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah percaya bahwa investasi terbaik adalah pada peningkatan kompetensi guru. Melalui pelatihan seperti ini, diharapkan para pendidik semakin mampu menjadikan Bahasa Arab sebagai pelajaran yang hidup, menyenangkan, dan penuh makna bagi santri. Bahasa Arab bukan hanya bahasa komunikasi, tetapi juga bahasa Al-Qur’an dan kunci utama memahami warisan keilmuan Islam.

  • Seminar Sehat Menjelang Ramadhan dan Selama Ramadhan untuk Para Dai

    Seminar Sehat Menjelang Ramadhan dan Selama Ramadhan untuk Para Dai

    Pada 18 Februari 2025, Lembaga Pelatihan Al-Ilmi bekerja sama dengan Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Sehat Menjelang Ramadhan dan Selama Ramadhan”. Acara yang diadakan di Deli Serdang ini khusus diperuntukkan bagi para dai, dengan menghadirkan narasumber utama, Dr. dr. Delyuzar, M.Ked(PA), Sp.PA(K), yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan 1 Fakultas Kedokteran USU.

    Dalam seminar ini, Dr. dr. Delyuzar membahas berbagai strategi penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental dalam menyambut serta menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Beliau menekankan pentingnya pola makan yang seimbang, konsumsi cairan yang cukup, serta pemilihan makanan yang bernutrisi untuk menjaga energi selama berpuasa. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya menghindari makanan berlemak dan tinggi gula agar tubuh tetap fit selama bulan suci.

    Selain aspek nutrisi, pembahasan juga mencakup manfaat olahraga ringan dan manajemen stres. Dr. dr. Delyuzar merekomendasikan aktivitas fisik ringan seperti jalan santai atau stretching setelah berbuka puasa untuk menjaga kebugaran tubuh. Sementara itu, strategi mengelola stres dan menjaga kesehatan mental juga dibahas, mengingat tantangan puasa tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga emosional. Dengan kondisi fisik dan mental yang prima, ibadah di bulan Ramadhan dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan optimal.

    Salah satu poin penting dalam seminar ini adalah keterkaitan antara kesehatan dan nilai-nilai spiritual. Dr. dr. Delyuzar menjelaskan bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah dan amanah dari Allah. Oleh karena itu, para dai diharapkan dapat menyampaikan pesan kesehatan ini kepada masyarakat sebagai bagian dari dakwah yang holistik—menggabungkan ilmu kedokteran dengan tuntunan Islam dalam menjaga kesejahteraan umat.

    Seminar ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan kesehatan selama bulan puasa, seperti bagaimana cara berpuasa bagi penderita penyakit tertentu, serta kiat-kiat menjaga stamina agar tetap bugar saat beraktivitas. Diskusi ini memberikan wawasan yang sangat bermanfaat bagi para dai dalam membimbing masyarakat.

    Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para dai Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah untuk memperkaya pemahaman mereka dalam aspek kesehatan. Sebagai figur yang memberikan bimbingan keagamaan, pengetahuan yang mereka peroleh dari seminar ini akan membantu mereka dalam memberikan solusi yang lebih menyeluruh kepada masyarakat, baik dari segi spiritual maupun kesehatan fisik.

    Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan para dai dapat semakin berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran umat akan pentingnya menjaga kesehatan selama bulan Ramadhan. Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah dan Lembaga Pelatihan Al-Ilmi berkomitmen untuk terus mengadakan program edukatif yang bermanfaat bagi para dai, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya menyebarkan nilai-nilai Islam, tetapi juga kepedulian terhadap kesejahteraan umat. ✨

     

  • Profil dan Perkembangan Dakwah Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos

    Profil dan Perkembangan Dakwah Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos

    Dai Raihan Robbani Hidayat, S.Sos telah berkiprah dalam dunia dakwah sejak bergabung dengan Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah pada tahun 1446 H / 2024 M. Saat ini, beliau bertugas sebagai dai di Masjid Umar bin Khattab, masjid ke-6 yang berada di Kuala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

    Sebagai lulusan S1 STAI As-Sunnah tahun 2024, Dai Raihan membawa semangat dakwah yang kuat dengan pendekatan yang luas dan beragam untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

    Dalam menjalankan tugasnya, beliau aktif mengembangkan berbagai program dakwah yang mencakup berbagai kelompok usia dan kalangan masyarakat, antara lain:

    📌 Pembelajaran bagi Remaja & Remaji
    📌 Kajian Islam untuk Masyarakat Umum
    📌 Ceramah Umum & Kajian Rutin
    📌 Khutbah Jumat
    📌 Pembelajaran Islam bagi Anak-Anak
    📌 Dakwah melalui Media Sosial & HP
    📌 Ceramah di Lembaga, Radio, TV, Penjara, dan Acara Pernikahan
    📌 Kunjungan kepada Tokoh Masyarakat & Pembesar Kaum

    Dalam perjalanan dakwahnya, Dai Raihan telah mendapatkan penerimaan yang baik dari masyarakat. Peran aktifnya meliputi:

    ✅ Pemateri, Khatib, dan Imam Tetap di Masjid Umar bin Khattab.
    ✅ Pemateri Dakwah di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kuala Air Hitam.
    ✅ Partisipan dalam Kegiatan Keagamaan di Sekolah Dasar (SD) Kuala Air Hitam.

    Komitmen dan kerja keras beliau dalam menyebarkan dakwah Islam telah membuahkan berbagai hasil yang signifikan:

    ✨ Mendirikan Halaqah Tahfiz Al-Qur’an dengan 15 murid laki-laki dan perempuan.
    ✨ Membuka Kelas Bahasa Arab dengan 2 murid yang aktif belajar.
    ✨ Total 426 sesi ceramah dan khutbah telah beliau sampaikan.
    ✨ Jumlah total jamaah yang telah mengikuti dakwahnya mencapai 873 orang.

    Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dakwah yang dilakukan Dai Raihan Robbani Hidayat tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan terus mengembangkan metode dakwah yang efektif dan menjangkau lebih banyak kalangan, beliau berharap dapat terus memberikan kontribusi dalam menyebarkan ilmu dan nilai-nilai Islam di tengah umat.

    Semoga Allah memberkahi perjuangan beliau dalam dakwah ini. Aamiin.

  • Pelatihan Action Research untuk Dosen STAI As-Sunnah: Mengoptimalkan Pendekatan Asset-Based Participatory Action Research dan Service Learning

    Pelatihan Action Research untuk Dosen STAI As-Sunnah: Mengoptimalkan Pendekatan Asset-Based Participatory Action Research dan Service Learning

    Deli Serdang, Lembaga Pelatihan Al-Ilmi bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAI As-Sunnah sukses menggelar Pelatihan Action Research bagi Dosen dengan pendekatan Asset-Based Participatory Action Research dan Service Learning. Acara ini berlangsung di ruang workshop Yayasan Ar-Risalah Alkhairiyah dan menghadirkan Bapak Slamet Riyadi, M.A. sebagai pemateri utama.

    Dalam sesi pelatihan, beliau menjelaskan bagaimana Pendekatan Participatory Action Research (PAR) dapat membantu dosen dalam mengembangkan penelitian yang berorientasi pada pemberdayaan komunitas. Selain itu, pendekatan Service Learning juga diperkenalkan sebagai strategi efektif untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan pengabdian kepada masyarakat.

    “Melalui metode ini, dosen tidak hanya melakukan penelitian tetapi juga berkontribusi langsung dalam memberdayakan komunitas. Pendekatan ini akan meningkatkan relevansi penelitian dengan kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Bapak Slamet Riyadi, M.A.

    Pelatihan ini berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi, studi kasus, dan simulasi penelitian berbasis komunitas. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk merancang proposal penelitian berbasis PAR dan Service Learning, yang nantinya dapat diimplementasikan dalam kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat.

    Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAI As-Sunnah menyampaikan harapannya agar pelatihan ini menjadi langkah awal bagi dosen untuk lebih aktif dalam penelitian yang berdampak luas. “Kami berharap para dosen dapat mengembangkan penelitian yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

    Acara ditutup dengan diskusi foto bersama dan harapan agar ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

  • Pelatihan Action Research dengan Pendekatan Asset-Based Community Development dan Community-Based Research Sukses Diselenggarakan

    Pelatihan Action Research dengan Pendekatan Asset-Based Community Development dan Community-Based Research Sukses Diselenggarakan

    Deli Serdang, Lembaga Pelatihan Al-Ilmi, bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAI As-Sunnah Deli Serdang, sukses menggelar pelatihan bertajuk “Action Research dengan Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan Community-Based Research (CBR)”. Acara ini dilaksanakan di ruang workshop Yayasan Ar-Risalah Alkhairiyah dan dihadiri oleh para akademisi, peneliti, serta praktisi pengabdian masyarakat.

    Pelatihan ini menghadirkan Bapak Slamet Riyadi, M.A., seorang ahli dalam penelitian berbasis komunitas, sebagai pemateri utama. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya metode Action Research dalam meningkatkan efektivitas penelitian dan pemberdayaan masyarakat. “Pendekatan ABCD dan CBR membantu kita menggali serta memanfaatkan potensi lokal untuk menghasilkan solusi yang lebih berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat,” ujar beliau.

    Peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana melakukan penelitian berbasis komunitas secara partisipatif, termasuk teknik pemetaan aset, keterlibatan masyarakat, serta strategi implementasi hasil penelitian dalam pengabdian kepada masyarakat. Sesi interaktif dalam pelatihan ini memungkinkan peserta untuk berdiskusi langsung dengan pemateri dan berbagi pengalaman di lapangan.

    Direktur Lembaga Pelatihan Al-Ilmi Bapak Hasan Hamzah Lubis, M.Sos. menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan berharap pelatihan ini menjadi langkah awal dalam mendorong lebih banyak penelitian yang berkontribusi nyata bagi masyarakat. “Kami berharap setelah pelatihan ini, para peserta dapat menerapkan konsep ABCD dan CBR dalam proyek penelitian mereka, sehingga hasilnya benar-benar memberi dampak yang positif,” katanya.

    Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama, dengan harapan bahwa ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat menjadi bekal berharga dalam pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat ke depannya.

  • Pelatihan “Fawaidul Quran” Sukses Digelar, Para Dai Dapatkan Kunci Dakwah yang Lebih Menyentuh Hati

    Pelatihan “Fawaidul Quran” Sukses Digelar, Para Dai Dapatkan Kunci Dakwah yang Lebih Menyentuh Hati

    Deli Serdang, 12 Februari 2025 – Bagaimana membuat dakwah lebih menyentuh dan membekas di hati umat? Pertanyaan inilah yang dijawab dalam pelatihan bertajuk “Fawaidul Quran: Menggali Hikmah Tersembunyi dalam Al-Quran untuk Meningkatkan Kualitas Dakwah”, yang sukses digelar oleh Lembaga Pelatihan Al-Ilmi di bawah naungan Yayasan Ar-Risalah Alkhairiyah.

    Acara yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom ini menarik perhatian para dai dari berbagai daerah. Mereka datang dengan satu tujuan: mempelajari cara menggali hikmah Al-Quran agar dakwah lebih hidup, bermakna, dan menggugah hati masyarakat.

    Membuka Pintu Hikmah: Dakwah yang Lebih Berdaya

    Pelatihan ini menghadirkan Ustaz Irham Dongoran, M.Ag., seorang ahli tafsir dan dakwah yang sudah berpengalaman. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa seorang dai bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi juga harus mampu membawa pesan Al-Quran dengan cara yang menggugah dan membangun kesadaran umat.

    “Al-Quran adalah petunjuk bagi manusia, namun tanpa pemahaman yang mendalam, pesannya bisa terasa jauh. Seorang dai harus mampu mengungkap hikmah-hikmah tersembunyi dalam Al-Quran agar pesan Islam lebih hidup dan membumi di hati masyarakat,” jelasnya.

    Menggali Makna, Menyampaikan dengan Gaya

    Pelatihan ini membahas berbagai teknik agar dakwah lebih efektif, di antaranya:

    📖 Tadabbur Al-Quran – Memahami ayat dengan lebih mendalam untuk menemukan makna yang relevan dengan kehidupan.
    🕌 Strategi Dakwah Kontekstual – Cara menghubungkan pesan Al-Quran dengan realitas umat saat ini.
    🎤 Seni Berbicara yang Menggugah – Teknik menyampaikan dakwah dengan bahasa yang inspiratif, membangkitkan kesadaran, dan menyentuh emosi.

    Tak hanya mendengarkan materi, peserta juga aktif dalam sesi diskusi interaktif, berbagi pengalaman, dan bertanya langsung kepada pemateri tentang tantangan yang mereka hadapi dalam berdakwah.

    Acara ditutup dengan sesi foto bersama, menandai semangat baru para dai dalam menyebarkan Islam dengan lebih bermakna. Dengan ilmu yang didapat, mereka siap menjadi penyampai risalah yang lebih inspiratif, membimbing umat dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan.

    Semoga ilmu ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya hingga akhirat. Aamiin.

  • Pelatihan Strategi Menggalang Dana Secara Online untuk Kepentingan Dakwah

    Pelatihan Strategi Menggalang Dana Secara Online untuk Kepentingan Dakwah

    Pelatihan Strategi Menggalang Dana Secara Online untuk Kepentingan Dakwah

    Lembaga Pelatihan Al Ilmi (LPA) Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah sukses menggelar pelatihan bertema “Strategi Menggalang Dana Secara Online untuk Kepentingan Dakwah (Digital Fundraising)” pada 14 Desember 2024. Pelatihan ini dihadiri oleh 60 peserta yang terdiri dari berbagai lembaga dakwah dan organisasi sosial, dengan durasi pelatihan selama tiga jam penuh.

    Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua LPA, Bapak Hasan Hamzah Lubis, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguasaan strategi digital fundraising untuk mendukung program-program dakwah di era modern. “Media digital memberikan peluang besar untuk memperluas jangkauan dakwah dan mendapatkan dukungan dana secara transparan dan efisien. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan panduan praktis kepada para peserta,” ujar beliau.

    Pelatihan menghadirkan narasumber utama, Bapak Eko Priyatno, S.E., CWC, seorang pakar di bidang keuangan dan fundraising digital. Dalam sesi pelatihan, beliau membahas berbagai strategi dan alat yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan penggalangan dana secara online. Topik yang disampaikan meliputi pembuatan kampanye digital yang efektif, penggunaan media sosial sebagai platform penggalangan dana, pengelolaan database donatur, hingga pengembangan narasi kampanye yang menarik dan relevan.

    “Keberhasilan digital fundraising tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan dan keterlibatan dari para donatur,” ungkap Bapak Eko.

    Pelatihan berlangsung interaktif, dengan sesi diskusi kelompok dan studi kasus nyata dari kampanye penggalangan dana yang berhasil. Para peserta juga diajak melakukan simulasi pembuatan konten digital untuk kebutuhan fundraising, termasuk pembuatan video pendek, desain grafis, dan narasi tulisan.

    Salah satu peserta, Fadil Ferdian sebagai Pembina Dai Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah, menyampaikan kesannya. “Pelatihan ini memberikan banyak wawasan baru. Kami jadi lebih memahami bagaimana memanfaatkan media digital untuk mendukung kegiatan dakwah secara berkelanjutan,” ujarnya.

    Acara ditutup dengan pembagian sertifikat kepada seluruh peserta dan pesan dari LPA agar ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di lembaga masing-masing. Pelatihan ini menjadi salah satu wujud komitmen Lembaga Pelatihan Al Ilmi dalam mendukung kemajuan dakwah di era digital.

  • Pelatihan Cara Mengajarkan Mufradat dan Tarakib untuk Mahasiswa Akhir STAI As-Sunnah oleh Lembaga Pelatihan Al Ilmi

    Pelatihan Cara Mengajarkan Mufradat dan Tarakib untuk Mahasiswa Akhir STAI As-Sunnah oleh Lembaga Pelatihan Al Ilmi

    Pelatihan Cara Mengajarkan Mufradat dan Tarakib untuk Mahasiswa Akhir STAI As-Sunnah oleh Lembaga Pelatihan Al Ilmi

    Lembaga Pelatihan Al Ilmi (LPA) Yayasan Ar Risalah Alkhairiyah kembali menyelenggarakan pelatihan bertajuk Cara Mengajarkan Mufradat dan Tarakib pada 23 – 30 November 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 158 mahasiswa akhir Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) As-Sunnah Deli Serdang, dengan tujuan membekali mereka keterampilan mengajar bahasa Arab secara efektif dan terstruktur.

    Pelatihan ini menghadirkan narasumber Ustaz Muhammad Ihsan, S.Pd.I., seorang pendidik berpengalaman dalam pengajaran bahasa Arab. Dalam sesi pelatihan, beliau menyampaikan metode praktis dalam mengajarkan mufradat (kosakata) dan tarakib (struktur kalimat) yang dapat diaplikasikan di kelas atau dalam pengajaran informal.

    “Pengajaran mufradat dan tarakib bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi melibatkan teknik yang mendorong siswa untuk memahami, menghafal, dan mengaplikasikan bahasa Arab secara aktif,” jelas Ustaz Ihsan.

    Materi yang disampaikan meliputi strategi pengenalan kosakata baru, penggunaan metode tematik untuk mufradat, teknik penyusunan kalimat sederhana, hingga praktik pengajaran interaktif dengan pendekatan komunikatif. Para peserta juga diajak untuk melakukan simulasi mengajar, di mana mereka mempraktikkan teknik yang telah dipelajari sambil mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber.

    Salah satu peserta, Arijal Hidayatullah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, menyampaikan antusiasmenya terhadap pelatihan ini. “Pelatihan ini sangat membantu kami memahami cara menyampaikan materi bahasa Arab dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa,” ujarnya.

    Acara berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh semangat. Di akhir pelatihan, seluruh peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman. Lembaga Pelatihan Al Ilmi berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa STAI As-Sunnah, khususnya dalam bidang pengajaran bahasa Arab, sehingga mereka siap terjun ke dunia pendidikan.