Dai Sahrizal Abu Muhammad: 16 Tahun Mengabdi dalam Dakwah, Membina Masyarakat dan Melahirkan Generasi Qur’ani di Aceh

Subulussalam, Aceh – Dakwah merupakan amanah mulia yang membutuhkan kesabaran, keistiqamahan, dan pengorbanan dalam menyampaikan ilmu agama kepada masyarakat. Salah satu sosok da’i yang telah lama mengabdikan dirinya dalam jalan dakwah bersama Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah adalah Dai Sahrizal Abu Muhammad.

Beliau bergabung dengan Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah sejak tahun 1432 H / 2011 M dan telah menjalankan amanah dakwah selama kurang lebih 16 tahun. Dalam perjalanan dakwahnya, beliau ditempatkan di Desa Dusun Bahagia, Desa Belegen Mulia, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, untuk membimbing dan membina masyarakat dalam memahami serta mengamalkan ajaran Islam.

Dai Sahrizal Abu Muhammad menyelesaikan pendidikan terakhirnya pada Diploma Sirojul Mukhlasin pada tahun 2008. Dengan bekal ilmu yang dimiliki, beliau terus berusaha memberikan kontribusi dalam menyebarkan dakwah Islam melalui berbagai program pembinaan masyarakat, pendidikan Al-Qur’an, serta kegiatan keagamaan di berbagai tempat.

Selama menjalankan tugas dakwah, berbagai program telah beliau laksanakan di tengah masyarakat. Di antaranya adalah menyampaikan khutbah Jumat, memberikan ceramah umum dan kajian tematik, melaksanakan pembelajaran rutin kepada masyarakat, membina remaja putra dan putri, mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak, berdakwah melalui media sosial, mengisi kajian di berbagai lembaga, serta melakukan kunjungan dan pendekatan kepada tokoh masyarakat.

Perjalanan dakwah yang panjang tersebut memberikan pengaruh besar terhadap masyarakat sekitar. Dengan pendekatan yang penuh hikmah dan pembinaan yang berkelanjutan, Dai Sahrizal Abu Muhammad mendapatkan kepercayaan masyarakat sehingga diberikan berbagai amanah dalam bidang keagamaan dan pendidikan.

Di antara bentuk kepercayaan masyarakat kepada beliau adalah menjadi pemateri kajian rutin dan imam rawatib di Masjid Ummul Mukminin ‘Aisyah, yaitu masjid ke-50 yang dibangun oleh Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyyah yang berlokasi di Desa Dusun Bahagia, Desa Belegen Mulia, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Selain itu, beliau juga aktif sebagai khatib Jumat dan pemateri kajian di wilayah Desa Dusun Bahagia, Desa Belegen Mulia, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Dakwah beliau juga meluas hingga berbagai lembaga pendidikan dan pembinaan masyarakat, di antaranya menjadi pemateri kajian rutin di Lapas Kelas II B Sitinjo – Sidikalang serta memberikan pembinaan di SDIT Sitinjo – Sidikalang.

Dalam bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda, Dai Sahrizal Abu Muhammad juga dipercaya sebagai Pembina Yayasan Darussalam Kota Subulussalam serta menjadi Pimpinan Pondok Ummul Mukminin Khadijah Kota Subulussalam. Melalui lembaga-lembaga tersebut, beliau turut berperan dalam membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki pemahaman agama yang baik.

Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.”
(QS. Fussilat: 33)

Ayat ini menggambarkan kemuliaan orang-orang yang menyeru manusia kepada jalan Allah. Dakwah yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi sebab tersebarnya kebaikan dan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah.

Dalam perjalanan dakwahnya, Dai Sahrizal Abu Muhammad juga mencatat berbagai capaian dalam membina masyarakat dan generasi Qur’ani. Di antaranya adalah pembinaan Rumah Qur’an Ummul Mukminin Khadijah dengan jumlah siswa kurang lebih 15 orang.

Melalui pembelajaran Al-Qur’an yang dilakukan secara berkelanjutan, beliau telah membimbing para santri dalam menghafal Al-Qur’an. Tercatat sekitar 30 orang telah menyelesaikan hafalan 1 juz, 25 orang mencapai hafalan 5 juz, 15 orang mencapai hafalan 10 juz, serta 10 orang berhasil mencapai hafalan 20 juz Al-Qur’an.

Selain pembinaan Al-Qur’an, beliau juga aktif mengisi berbagai kajian masyarakat. Beliau menjadi pemateri di Masjid Taqwa Kota Subulussalam dan Masjid Nurul Iman Kabupaten Pakpak Bharat. Melalui kajian-kajian tersebut, beliau terus berusaha memberikan pemahaman Islam yang benar kepada masyarakat.

Salah satu capaian dakwah yang menjadi perhatian adalah keberhasilan beliau dalam membimbing masyarakat yang sebelumnya mengikuti pemahaman sufi tertentu untuk kembali memahami ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Tercatat sekitar 100 orang mendapatkan perubahan pemahaman melalui proses pembinaan dakwah yang dilakukan secara bertahap dan penuh hikmah.

Saat ini, jumlah jamaah yang mengikuti berbagai kegiatan dakwah beliau mencapai sekitar 400 orang, serta dakwah beliau juga terus berkembang melalui media sosial dengan jumlah pengikut akun Facebook mencapai sekitar 500 orang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.”
(HR. Muslim)

Hadis ini menjadi motivasi bagi para da’i untuk terus menyampaikan ilmu dan membimbing masyarakat menuju kebaikan, karena setiap kebaikan yang lahir dari dakwah akan menjadi pahala yang terus mengalir.

Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah mengapresiasi perjalanan panjang dan dedikasi Dai Sahrizal Abu Muhammad dalam mengemban amanah dakwah selama bertahun-tahun. Semoga Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā memberikan keberkahan, kesehatan, kekuatan, dan keistiqamahan dalam melanjutkan perjuangan dakwah.

Semoga setiap ilmu yang telah disampaikan, setiap Al-Qur’an yang telah diajarkan, dan setiap hati yang mendapatkan hidayah melalui dakwah beliau menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya hingga hari kiamat.

#ProfilDaiArrisalah
#DaiSahrizalAbuMuhammad
#DakwahAceh
#DaiPeloporUmat
#PembinaanUmat
#GenerasiQurani
#RumahQuran
#YayasanPeduliKemanusiaanArrisalah
#DakwahAlQuranDanSunnah
#SebarkanIlmu
#DakwahNusantara
#AmalJariyah
#16TahunMengabdi
#DakwahPelososokNegeri